
Syukurlah hari ini menjadi jeda cerita Tuhan yang penuh misteri. Kayuh pedal sepedanya kini berisi syair pujangga yang dimabuk asmara. Dewa Amor membidik panahnya bukan tepat lagi di hati, melainkan di ulu hati.
Sambil mengayuh pedal sepeda Syahrel pun bersenandung.
Kau membiusku,
Dengan cinta
Cinta yang malu ku katakan
Kau membiusku,
Dengan cinta
Sampai aku tak bisa berkata
Kau membiusku sampai aku jadi sering melamun
Memikirkan kita,
Bisakah bersama
Aku dibius cinta,
Cintamu yang tak ada tandingan
Namun mungkin tak bisa,
Entah ku tak tau
Kita yang malu hati,
Untuk mengakui saling cinta
Usaha sekeras hati,
Bersama selamanya
Aku dibius cinta.
Kau membiusku dengan cinta,
Cinta yang malu kukatakan
Kau membiusku dengan cinta,
Sampai aku tak bisa berkata
Kau membiusku sampai aku jadi sering melamun memikirkan kita,
Bisa kah bersama
Aku di bius cinta,
__ADS_1
Cintu yang tak ada tandingan…
Lagu Dibisu Cintanya Melly Guslow dan Yusri dinyanyikan Syahrel sepanjang jalan. Beginikah rasanya jatuh cinta?
__________________¤¤¤______________
“Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”, akhir dua kali salam sudah tuntas dalam sholat Isya. Sepuluh kosakata bahasa Jerman pun rampung dihapal Syahrel.
Targetnya dalam satu bulan Syahrel harus hapal tiga ratus kosa kata bahasa Jerman. Entah apa tujuannya, Syahrel pun tak tahu mengapa ia bisa menyukai bahasa Jerman. Guna melancarkan bahasa Jermannya, Syahrel sengaja mencari majalah bekas berbahasa Jerman. Dari situlah ia lancarkan kesempurnaan kosakatanya.
Tetapi ada yang aneh dengan bunda, sedari tadi tak satu pun kata terucap dari bibir beliau. Pasti ada yang salah dari Syahrel.
“Bunda, kenapa diam saja?”
Bunda tetap terdiam meski mendengar pertanyaan dari Syahrel.
“Nggak biasanya Bunda begini kalau bukan ada sesuatu yang salah dari aku.”
“Sedang apa kamu tadi sore?”
“Aku mengantarkan majalah pesanan Dita.”
“Alasan! Ada lagi niat kamu yang lain?”
“Tidak ada Bunda...”
“Aku ini ibumu, bisa merasakan gelagat kamu yang di luar biasanya.”
“Ingat nak, apa yang dikhawatirkan seorang ibu itu biasanya akan terjadi kalau kamu berbohong. Pesan bunda jangan macam-macam. Bunda khawatir nanti terjadi apa-apa dengan kamu. Kita sudah tak punya ayah. Tak ada yang bisa melindungi kita lagi”, Bunda menahan air mata.
“Syahrel bisa jaga diri Bunda...”
Semakin rumit hubungan ini. Hati kecil Syahrel bimbang, apakah harus diteruskan atau sampai di sini. Sudah terlihat ganjalan besar yang akan dihadapi seandainya Dita pun menaruh hati kepadanya.
___________________ *** ____________________
Di lain tempat
My sweet diary…
Hari ini banyak kejadian aneh yang aku jumpai, dimulai dari Valdis yang muncul lagi dalam kehidupanku. Terkejut aku saat memasuki ruang kuliah melihat wajah yang pernah membuatku menangis. Rasanya aku mau memaki dia dengan sebutan looser.
Tanpa berdosa dia menyapa aku, sudah banyak yang aku korbankan untuk lelaki pengecut seperti dia. Ucapan maaf tak keluar sepatah kata pun dari mulutnya. Kenapa dia hadir lagi? Apa dia mau membuat aku menangis lagi? Sorry, Dita yang sekarang tidak seperti Dita tiga tahun yang lalu. Dita yang gampang terkena rayuan dan kata-kata manis dari bule sinting macam Valdis. Hanya bermodal tampang bule saja berani mengobral cinta di mana-mana!
Tetapi ada yang membuat aku kagum kepadanya. Sekesal apa pun aku, dia selalu memberi kejutan. Seperti di kantin siang tadi, Valdis memberiku anggrek bulan, ia tahu aku suka bunga anggrek. Bunganya cantik, Mau aku rawat, tetapi aku sudah tidak sudi menyimpan apapun yang berasal dari Valdis.
Dengan berat hati aku berikan bunga itu ke Ciko, si perempuan jadi-jadian. Biar kecenderungan seksnya tak jelas begitu, dia teman setiaku di kampus yang menghiburku saat sedih, tempat pembuangan sumpah serapahku. Jika kesal sama dosen sekali pun, Ciko tetap mau mendengar keluhanku.
Thanks God atas ciptaanMu yang satu itu, manusia purba yang harus dilindungi (abisan rambutnya kriwel-kriwel, tindikan di dagu dan pake kacamata frame jadul).
Tadi sore aku kagum dengan seorang cowok yang aku anggap biasa saja, seorang tukang koran. Ternyata dia pintar. Apa yang aku tidak pelajari di kampus dia mengerti, terutama tentang jurnalistik, Cowok itu amat santun. Walau bukan pertama kali aku bertemu dia, tetapi baru sore tadi aku bisa ngobrol banyak dengannya. Syahrel, hahahahaha.
Kalau dengar namanya aku seperti di gurun pasir sambil naik unta, abisan ribet aku mengucapnya, nama-nama Timur Tengah. Setahu aku adanya Shahrukh Khan, bukan Syahrel Khan. Tetapi dia baik, mau mencarikan aku referensi tugas yang ngejelimet.
__ADS_1
Dia tinggal berdua dengan ibunya yang sudah rentah, ibu A’asyiah. Duh, ketemu lagi nama yang lebih ribet dari Syahrel. Nyokapnya kerja di rumahku sebagai buruh cuci yang rajin dan sedikit bicara. Lusa aku bertemu lagi dengan Syahrel, si tukang koran yang pandai. Mudah-mudahan di tangan dia tugas kuliahku bisa rampung,
Met malam, mimpi indah.
__________________***______________________
Lain halnya dengan Syahrel, pikirannya berburu tentang memilih. Terkadang dia tersenyum memikirkan kejadian sore tadi, begitu indah, begitu nyata. Bisa ngobrol banyak dengan Dita, gadis cantik berkulit putih dengan rambut ikal. Matanya berbalut softlens biru, wajahnya seperti artis Amerika Latin. Tak disangka, Syahrel bisa kenal gadis seperti Dita. Ternyata doanya dikabulkan Tuhan.
“Semula aku menganggap Dita itu sombong."Syarel berbicara dengan hatinya.
“Ternyata dia baik, ramah, benar-benar sederhana dan mau mengenal orang sepertiku yang hanya tukang koran dan pengurus masjid.”
Dua hari lagi mereka janji mau bertemu. Syahrel diminta Dita untuk membantu mengerjakan tugas kuliah yang belum juga selesai. Menanti lagi, menanti lagi. Kali ini dijalani Syarel dengan sabar. Katanya orang sabar disayang Tuhan.
Bila mengingat ucapan Bunda sebelum ia tertidur, hati Syahrel terasa sedih kembali dan merasa berdosa, terlebih saat bunda mengungkit tentang mendiang ayah.
“Aku khawatir nanti terjadi apa-apa dengan kamu. Kita sudah tak punya ayah. Tak ada yang bisa melindungi kita lagi," Syahrel mengingat kembali ucapan bunda, beliau takut terjadi apa-apa dengan anaknya. Syahrel dilema antara cinta dan dosa. Benih cinta itu tumbuh di hatinya dan kekhawatiran melukai perasaan bunda pun ia takutkan.
“Ya Allah, berikan petunjukmu akan isyarat sebuah misteri kehidupan yang aku sendiri tidak mengetahuinya, ilmu hamba terbatas dengan luasnya ilmuMu. Tuntunlah hamba ke sebuah jalan yang benar. Hamba lemah,"doa ini menghantarkan Syahrel dalam istirahatnya.
_____________Hi Readers😘_________
Terimakasih sudah mampir ke karya kecil saya, penulis yang masih terus belajar mengembangkan karya. Jangan lewatakan kisah selanjutnya yaaah?
Oh iya, tinggalkan juga jejak komentar dan karya temen-temen semua yah? Biar aku mampir juga.
Jangan lupa :
👉 Vote
👉 Share
👉 Like, dan
👉 Tanda bintang untuk barometer kami
atas kepuasan temen-temen, serta..
👉 Jangan lupa juga tekan ❤ sebagai bacaan favorit, dan dapat update terus episodenya.
👉 Dan kunjungi kanal literasi kami.
Ada beberapa menu novel yang sudah aku tulis, yaaah walau serba keterbatasan ejaan dll....
Takdir Tak Salah
Petaka Youtuber
Empat Cinta, Satu Hati
Terimakasih
_________________________________________
__ADS_1