
Jika ini baik untuk hamba, maka perkenankanlah wahai Tuhan. Bila tak baik untuk hamba, maka jauhkan hamba darinya sekarang juga agar hamba tak berharap, meski perih mengingkari perasaan hamba.
Syahrel begitu berharap dalam doanya. Semua disandarkan kepada Tuhan, apa yang akan tertulis dalam cerita hidupnya. Takut dengan apa yang dirasakannya dapat menjauhkan ia dari Tuhan dan cinta kepada Bunda.
Tetapi hatinya pun tak bisa diingkari atas gadis yang membuat ia penasaran dan akhirnya memendam cinta selayaknya lelaki dewasa normal merasakan.
Dua puluh menit telah berlalu dari jam sepuluh, Dita terlambat sampai di kampus. Langkahnya tergesa-gesa, sejumlah buku panduan diapit erat di tangan.
Semalam suntuk ia mengerjakan tugas kuliahnya karena hari ini sudah batas akhir pengumpulan tugas tersebut. Sub bab yang harus diterjemahkan ke dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia, index dan pendahuluan serta daftar isi yang harus rampung satu malam.
Belum lagi analisis para tokoh disiplin ilmu tersebut yang harus dicantumkan dalam tugas. Pokoknya hari ini merupakan hari yang melelahkan untuk Dita.
Beragam karakter manusia dari pelosok dunia tumpah di kampus ini. Yang mendominasi mereka adalah warga Indo Eropa dan Amerika, hal itu memungkinkan mereka menetap dalam kurun waktu cukup lama karena sebagian mereka anak dari duta besar negara asing atau pekerja untuk negara mereka.
Jadi otomatis anak-anak mereka bersekolah di yang pengantarnya adalah bahasa Inggris dengan kurikulum internasional. Mungkin bagi mereka berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris bukanlah hal yang sulit, tetapi bagi anak Indonesia merupakan bahasa yang sulit dalam praktiknya.
Namun bukan satu kendala bagi Dita untuk menggunakan bahasa tersebut. Di samping itu, masih ada beberapa bahasa yang harus Dita kuasai seperti Jerman dan Prancis.
Tiga tahun cukup membuat Dita berbaur dengan keberagaman budaya tersebut dan tak sedikit pula dari mereka yang memahami budaya Indonesia bahkan mengerti nilai-nilai tradisonal bangsa ini.
Bagi Dita, memperkenalkan Indonesia di mata dunia merupakan hal yang patut dibanggakan. Contohnya Meredith Jhonson, mahasiswi asal Inggris yang mahir menari pendet, serta Ethan Gandel, mahasiswa jurusan teknik asal Australia yang pandai bermain angklung dan masih banyak lagi yang dapat kita jumpai.
Di mata mereka Indonesia adalah negara kemajemukan yang penuh nilai dan norma, belum lagi pengalaman mereka pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia, mereka disambut dengan senyum, sapa dan santun yang membuat mereka terheran-heran betapa mereka dihargai di negara ini. Justru aneh dengan bangsa sendiri yang mengabaikan nilai kebudayaan kita sendiri, ini yang menjadi pemikiran Dita.
Mungkin bagi mereka apa yang kita miliki adalah hal yang asing. Begitu pun sebaliknya, remaja Indonesia mendewakan Michael Jackson dan mengasingkan Gesang si Bengawan Solo. Atau anak Indonesia lebih suka kepada Spiderman dibanding Gatot Kaca.
Pernah dalam seminar budaya di Kanselir University dengan narasumber sastrawan lokal W.S. Rendra dan Taufik Ismail dengan tema Dari Kerawang Sampai Padang (From Kerawang to Padang) dengan mengulas Khairil Anwar dan Buya HAMKA, hujanan applause datang dari mahasiswa asing tentang sastra Indonesia, sebaliknya bangsa ini tak mau belajar sastranya sendiri. Puji Tuhan bagi Dita, menjadi seorang pribumi yang bisa berguna bagi bangsa dan budayanya.
Sesampainya di depan kelas, rupanya Dita sudah tertinggal sepertiga jam mata kuliah. Untung dosen memperkenankan ia untuk mengikuti mata kuliah berikutnya.
__ADS_1
“Good morning Sir, sorry I’m late," dengan wajah gugup Dita berusaha untuk tersenyum.
Mata Dita mencari sisa kursi kosong, pandangannya terhenti pada sosok pria berdarah Jerman, Valdis Moller, pria yang jatuh hati padanya di semester pertama. Yang karena tersebut namanya dalam diary Dita papa menjadi geram.
Rupanya ia harus bertemu lagi dengan lelaki yang memiliki sapaan Val, satu kelas pula. Yang lebih membuat Dita gugup, ia harus duduk tepat di belakang Val. Saat Dita mendekati kursi, mata biru lelaki yang sudah menetap lima belas tahun di Indonesia itu memandang Dita dengan tatapan dingin.
“Oh my God, kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?” gumam Dita di hati.
Sisa waktu perkuliahan harus dilalui Dita dengan hati yang tak nyaman, enam puluh menit terasa begitu lama. Yang mengejutkan, tiba-tiba saja Val memulai pembicaraan.
“Eh, ketemu lagi sama kamu," sapa Val dengan bahasa Indonesia yang fasih. Dita melirik, terpaksa ia memberi senyum.
“Bagaimana kabarmu Dit?”
“Ba,baik Val.”
Konsentrasi Dita tak karuan. Andai ada lagi bangku yang kosong, mungkin Dita memilih untuk pindah ke tempat lain. Hingga waktu yang tersendat itu tiba, sedikit udara segar ia hirup setelah enam puluh menit yang menegangkan.
Dita mencoba tuk menghindari perasaannya, menenggelamkan kisah yang pernah tertulis, tak bisa ia pungkiri bahwa ada perasaan yang masih tertinggal dengan Valdis. Bagaimana pun juga ia pernah singgah di hatinya, butuh waktu untuk melupakannya.
Untuk rupa? Valdis Moller adalah incaran mahasiswi, hati wanita mana yang tidak meleleh melihat pria Indo, apa lagi Dita yang pernah dekat dengannya, dia pria romantis, hanya saja sikapnya kepada lawan jenis yang akhirnya membuat wanita disekelilingnya menaruh harapan.
Siapa juga yang tidak menahan cemburu, jika memiliki pasangan yang hidupnya dikelilingi wanita. Itu alasan Dita untuk memilih meninggalkanya karena tidak kuat setiap hari hanya berselisih lantaran hal sepele dan cemburu.
Valdis itu pandai mendapatkan perhatian dari Mamah dan Papah, dia satu-satunya orang yang bisa meluluhkan hati Papah, itu dulu sebelum Papah tahu dengan kelakuannya, dan menganggap ia telah mempermainkan perasaan anaknya.
Yah sudahlah, biarlah ia menjadi masa lalu dan mungkin saja ada hati yang lain untuk menghapuskan kenangan itu.
Bersambung >>>>
__ADS_1
_____________Hi Readers😘_________
Terimakasih sudah mampir ke karya kecil saya, penulis yang masih terus belajar mengembangkan karya. Jangan lewatakan kisah selanjutnya yaaah?
Oh iya, tinggalkan juga jejak komentar dan karya temen-temen semua yah? Biar aku mampir juga.
Jangan lupa :
👉 Vote
👉 Share
👉 Like, dan
👉 Tanda bintang untuk barometer kami
atas kepuasan temen-temen, serta..
👉 Jangan lupa juga tekan ❤ sebagai bacaan favorit, dan dapat update terus episodenya.
👉 Dan kunjungi kanal literasi kami.
Ada beberapa menu novel yang sudah aku tulis, yaaah walau serba keterbatasan ejaan dll....
Takdir Tak Salah
Petaka Youtuber
Empat Cinta, Satu Hati
__ADS_1
Terimakasih
_________________________________________