SEBATAS TEMAN TIDUR

SEBATAS TEMAN TIDUR
56. Transaksi (Author POV)


__ADS_3

Dihari yang sama, Elara terbang ke Berlin untuk bertemu langsung dengan Elin. Dia tidak pergi sendiri, Shane juga turut menemani sang istri karena kabar mengenai keberadaan Elin benar-benar mengejutkan mereka yang selama ini mengira jika Elin sudah meninggal.


"Aku jadi teringat mengenai Shawn. Dulu, aku dan ibu kami … mengira jika dia sudah meninggal karena kecelakaan, tapi ternyata jenazah yang ikut terbakar didalam mobilnya bukanlah Shawn yang asli. Bedanya, itu semua terjadi karena Shawn sendiri yang merencanakannya. Dan kesalahan terbesar yang lain adalah ibu kami yang tidak pernah siap untuk membuka hasil autopsi, sehingga kami tetap mengira jika jasad yang terbakar di mobil Shawn benar-benar dirinya," kata Shane yang menceritakan soal saudara kembarnya.


"Yah, aku ingat mengenai hal itu," kata Elara merespon ucapan sang suami.


"Seharusnya kita juga bisa mengetahui soal Elin lebih cepat dari hasil autopsi nya. Apakah Javier tidak mendapatkan hasil autopsi itu? Atau dia juga tidak siap untuk melihat hasilnya?" tanya Shane kemudian.


"Javier mendapatkan hasilnya dan melihatnya. Aku tau, karena aku juga menyaksikan saat dia membuka hasilnya," jawab Elara.


"Lalu? Apa hasilnya tidak memberikan petunjuk sehingga kita semua terkecoh hingga 2 tahun lamanya?"


Elara mengesah panjang. "Hasilnya menunjukkan bahwa jasad itu adalah Elin," paparnya.


Shane menggeleng samar. "Orang yang merencanakan semua ini pasti sudah merubah hasil tes nya juga. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal karena membuat Javier hancur, bahkan menyiksa Elin dengan keadaan yang mau tidak mau harus dijalaninya," ujarnya.


"Yah, maka dari itu kita harus segera bertemu Elin. Aku ingin tau siapa dalang di balik semua ini. Sedikit banyak, Elin pasti mengetahuinya."


Shane mengangguk, dia setuju dengan ujaran sang istri.


"Apa Javier sudah kau beritahu tentang ini?"


"Belum. Jav belum tau hal ini karena dia selalu menolak telepon dariku," jawab Elara.


Shane hanya menipiskan bibir, ia tau kenapa putranya melakukan hal itu. Pasti karena menghindari celotehan Elara yang tidak bosan menasehatinya hal yang sama setiap hari.


"Aku hanya tidak tau bagaimana nasib Vivian setelah ini. Kau tau sendiri jika Jav masih belum bisa melupakan Elin dan ternyata, Elin masih hidup." Elara menatap sang suami dengan tatapan yang sulit untuk dijabarkan. "Ini salahku karena aku yang memaksanya untuk berkenalan dan dekat dengan Vivian," lanjutnya menyesali.


"Jangan menyalahkan diri, kita tidak tau jika semuanya akan begini. Aku tau, kau hanya berusaha agar Javier bisa melupakan masa lalunya dengan mengenal gadis lain. Siapa yang menyangka jika ternyata Elin masih hidup dan tersiksa diluar sana."


Elara menganggukkan kepalanya. "Aku akan menjelaskan pada Vivian dan Connie nanti. Tapi, semua keputusan tetap berada ditangan Javier," sambungnya sembari menghela nafas sepenuh dada.


...****...


Perjalanan yang tidak terlalu memakan waktu itu akhirnya mengantarkan Elara dan Shane sampai ke kediaman Letty alias Nenek Nathan yang ada di Berlin. Sebelumnya, Nathan memang sudah memberikan alamat ini untuk dikunjungi oleh Elara.


Disatu sisi, Nathan juga sudah mengatakan pada sang nenek bahwa ada orang yang ingin menebus Sherin alias Elin dari kediaman mereka.


Sebenarnya, Letty merasa agak aneh karena biasanya Nathan sangat menentang jika Letty berniat ingin memberikan Elin kepada orang lain. Tapi entah kenapa kali ini justru Nathan sendiri yang memberikan kabar mengenai hal ini dan pemuda itu juga tampak mendukung meski Nathan hanya menyampaikan hal ini lewat sambungan telepon padanya.


Saat masih memikirkan keanehan Nathan itu, Letty dikejutkan oleh pelayan yang mengatakan padanya bahwa ada sepasang suami istri yang ingin menemuinya dan sudah menunggu di beranda rumahnya.


"Ah, pasti mereka yang dikatakan oleh Nathan," ujar Letty pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Letty memang ingin segera mengenyahkan Elin dari kediamannya karena sejak awal dia tau bahwa gadis lumpuh itu tidak begitu berguna dirumahnya. Selama ini, dia mempertahankan Elin disana hanya karena dorongan dari Nathan yang selalu memohon padanya agar sang gadis tetap berada di kediaman mereka.


"Selamat sore, Nyonya Letty Adams?" sapa Elara pada wanita berambut putih yang masih tampak bugar tersebut.


"Selamat sore. Dengan siapa saya berbicara?" Letty menyambut Elara dan Shane dengan senyum terbaiknya hanya karena dia menilai jika tamunya kali ini bukan orang biasa, itu terlihat dari pakaian dan orang-orang yang mengawal keduanya.


"Saya Elara dan ini suami saya, Shane." Elara memang sengaja tidak menyebutkan nama besar keluarga mereka dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah karena tujuan mereka kesini adalah hendak menebus Elin yang adalah budak. Elara tak mau jika keluarganya dianggap masih memperdaya manusia sebagai budak seperti itu.


"Senang bertemu kalian, Nyonya dan Tuan Shane …" Letty mempersilahkan keduanya untuk masuk dan duduk di ruang tamu rumahnya.


"Saya tidak suka untuk berbasa-basi, Nyonya." Shane bersuara. "Saya ingin melihat gadis yang sempat diberitahukan oleh cucu anda," paparnya.


"Yah, tentu saja. Tapi, apa Nathan sudah mengatakan pada kalian mengenai kekurangan gadis itu? Aku tidak akan mempertemukannya dengan orang lain, sebelum kalian berjanji akan tetap membelinya dengan harga tinggi meski sudah melihat kekurangannya." Letty mengulas senyum tipisnya yang tampak licik. Dia tidak mau merugi sedikitpun mengenai pertemuan hari ini, setidaknya ia tidak ingin ada yang sia-sia dengan kedatangan dua orang suami istri ini ke kediamannya.


"Yah, tentu saja." Elara yang menyahut dengan mantap. "Gadis itu lumpuh, bukan?" ujarnya.


"Ya, dia lumpuh. Dan dia juga ceroboh. Beberapa hari lalu bahkan dia memecahkan guci kesayanganku. Ah, sudahlah … lupakan soal itu," kata Letty yang keterusan mengoceh.


Elara mematut senyum tipis kemudian mengangguk yakin. "Berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk menebusnya?" tanyanya.


"Sekali lagi saya bertanya, apa nyonya tidak akan merasa rugi mengeluarkan banyak uang hanya untuk gadis yang tidak berguna? Atau jangan-jangan Anda ada maksud lain?"


"Maksud Anda?" sergah Shane tak paham dengan kecurigaan Letty.


Dan benar, Shane dan Elara tentu memahami maksud kata-kata Letty saat ini. Wajar jika Letty merasa curiga pada mereka yang mau mengeluarkan uang banyak hanya untuk seorang budak yang lumpuh. Ini memang terdengar tak masuk akal. Bahkan jika itu bukan Elin, mungkin Shane takkan terlalu peduli dengan gadis yang diperbudak oleh Letty dikediamannya. Hanya saja, mereka tak mungkin mengatakan yang sebenarnya bahwa gadis yang akan mereka tebus hari ini adalah Elin yang seharusnya menjadi menantu mereka dua tahun yang lalu.


Bagaimanapun, Elara masih menjaga identitas asli Elin agar keluar dari kediaman Letty dengan nama Sherin yang takkan membuat pihak manapun mencurigai.


"Jika kami sudah menebusnya dengan harga mahal, maka anda tidak punya hak lagi untuk mengetahui apa yang akan kami lakukan pada gadis itu," jawab Shane ambigu.


Shane sengaja berkata demikian. Ia tidak mau menyangkal ucapan Letty agar wanita itu tidak menaruh curiga, pun ia tidak mengiyakan tebakan Letty hanya untuk membuat Letty puas. Biarlah Letty menyimpulkan sendiri apapun yang dia pikirkan tentang mereka--yang rela mengeluarkan uang banyak--hanya untuk menebus seorang budak lumpuh.


"Yah, kau benar, Tuan. Jika dia sudah kau tebus maka terserah kau mau memanfaatkannya seperti apa. Itu bukan lagi menjadi urusanku."


"Baiklah. Berapa biaya yang kau minta? Tapi seperti permintaan awal, aku ingin melihat gadis itu lebih dulu. Bisakah kau memanggilnya sekarang?" timpal Elara yang sudah tidak sabar untuk bertemu Elin.


...****...


Elin? Dia benar-benar Elin, begitulah bisik hati Elara saat melihat seorang gadis muda yang duduk di kursi roda.


Sementara disana, Elin juga memendam euforia kebahagiaannya karena dapat melihat sepasang suami istri itu lagi. Meski sebenarnya Elin cukup kecewa karena ternyata bukan Javier yang ikut menjemputnya hari ini.


Elara ingin sekali memeluk Elin dan segera menghampirinya saat ini juga, tapi dia menahan perasaan itu. Ia ingin menangis saat melihat jika Elin tidak hidup dengan baik selama dua tahun ini. Elara merasa bersalah, karena ia tidak dapat menjaga Elin dengan baik. Pasti itu pula yang dirasakan Javier nanti saat melihat keadaan Elin saat ini. Gadis itu nampak memprihatinkan, tubuhnya lebih kurus dengan pakaian yang menyedihkan. Meski begitu, kecantikan Elin memang tetap terpatri dalam raut wajahnya yang sendu.

__ADS_1


"Bisakah kami langsung membawa Sherin hari ini juga?" tanya Elara pada Letty. Suara Elara bergetar saat mengatakannya, dia menahan agar tidak meneteskan airmata.


"Tentu saja, tapi bisakah anda menunggu sebentar?" kata Letty.


"Untuk apa lagi?" Elara tidak sabar ingin membawa Elin pulang.


Saat ini, Elara dan Elin hanya saling melempar tatap dengan sorot kerinduan karena posisi mereka yang saling berhadap-hadapan.


"Menunggu Nathan. Cucuku sebentar lagi pulang dari kampusnya. Kebetulan, Sherin cukup dekat dengan Nathan, ku pikir dia mau mengucapkan salam perpisahan." Letty mengendikkan bahunya. Meski ia tak begitu peduli pada Elin, tapi dia memikirkan perasaan Nathan. Bukan Letty tak tau jika sang cucu menaruh hati pada gadis ini. Tapi Letty tentu takkan menyetujuinya karena kondisi Elin yang hanyalah seorang budak, belum lagi karena dimata Letty–Elin hanyalah gadis yang lumpuh dan itu membuatnya sangat tidak cocok untuk Nathan.


Elara dan Shane saling menatap seolah bertanya satu sama lain.


"Baiklah, kami akan menunggu. Hanya 30 menit saja. Jika cucu anda tidak kembali dalam waktu itu, maka kami akan segera pergi dengan membawa Sherin. Lagipula, transaksi kita sudah selesai," putus Shane yang memang sudah menuliskan nominal uang yang besar diatas cek yang dia tanda tangani.


"Ya, tentu saja. 30 menit." Letty berkata sembari memegang cek uangnya erat-erat, ia takut Shane dan Elara berubah pikiran sementara uang yang mereka berikan jumlahnya tak main-main.


Tadinya, Letty menyebutkan sejumlah uang yang cukup fantastis. Jumlah itu dua kali lipat dari uang yang dia keluarkan saat pertama kali menebus Elin di tempat perbudakan. Ternyata, Shane justru memberinya lebih banyak dari permintaannya. Dan itu sangat membuat Letty terkejut namun juga kesenangan.


"Aku pulang," kata Nathan yang hadir dan baru saja membuka pintu rumah.


Bersamanya dengan itu, Nathan menyadari jika ada Elara dan seorang pria yang diyakininya sebagai suami wanita itu–sudah hadir dikediaman neneknya.


Nathan pikir, Elara main-main saat mengatakan ingin menemui Elin hari ini juga. Nyatanya wanita itu serius, bahkan dia lebih dulu tiba dikediaman Neneknya ketimbang Nathan yang baru saja sampai setelah melalui perjalanan darat untuk kembali ke Berlin–setelah sebelumnya dia sempat ke Hamburg untuk menemui Elara secara langsung.


"Anda sudah disini, Nyonya?" sapa Nathan. Tentu ia tidak benar-benar pergi kuliah seperti dugaan neneknya. Ia baru saja kembali dari Hamburg.


"Ya," jawab Elara singkat.


"Oh, apakah sudah berbicara dengan nenek?" Nathan melihat neneknya yang tersenyum sambil memegang secarik kertas cek.


Melihat senyum sang nenek, juga adanya Elin yang turut bersama mereka di ruangan tersebut, membuat Nathan dapat menyimpulkan bahwa transaksi mereka sudah selesai.


"Baiklah. Apa aku bisa bicara sebentar dengan Sherin?" ujar Nathan dengan senyuman getir.


Sebentar lagi Elin akan benar-benar jauh darinya, meski masih dalam satu negara yang sama, tapi perjalanan dari Berlin ke Hamburg cukup memakan waktu jika dilalui lewat jalur darat. Buktinya, Elara dan Shane lebih dulu tiba di kediaman sang nenek daripada dirinya, begitulah pemikiran Nathan.


"Ya, tentu kau boleh." Elara menyahut. "Tidak lebih dari 15 menit, sorry karena kami akan segera pergi membawa Sherin," jawabnya.


Nathan mengangguk mengerti, ia membawa kursi roda Elin ke arah yang berlawanan karena ia tak mau percakapannya dengan Elin akan didengar neneknya atau dua orang tamu yang hari ini datang kesana.


...Bersambung …...


NANTI OTHOR BAKAL UP LAGI. TAPI TINGGALKAN DULU VOTE SENIN KESINI YA🙏🙏🙏 KAYAKNYA BAKAL UP 2 BAB LAGI BUAT HARI INI. MAKASIH BANYAK BUAT YANG UDAH MENDUKUNG OTHOR TERUS. LOVE BUAT KALIAN SEMUA ❤️❤️❤️💚💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2