Setidaknya Lihat Aku Suamiku

Setidaknya Lihat Aku Suamiku
MERASAKAN CINTA YANG TULUS.


__ADS_3

💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Zionathan tersenyum, ia mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba.


Cup!


Ciuman tiga detik berhasil membuat tubuh Selena menegang kaku dan matanya terbelalak sempurna.


"Hk!" Sepersekian detik mata Selena berubah sayu. Jantungnya terpukul kencang di dalam rongga dadanya.


Zionathan terkekeh, ia mengusap lembut pipi Selena dan menjaga jarak dengan posisi bersedekap di sana. Selena menatap ke arah Zionathan. Mata mereka saling mengunci begitu dalam. Seakan waktu berhenti hanya untuk saling melihat satu sama yang lain. Zionathan kini benar-benar terjebak pesona Selena. Tatapan menginginkan dan tatapan kagum.


Zionathan mengulum senyum dan kembali mendekatkan wajahnya ke arah Selena. Jiwa usilnya datang lagi.


GLEK!


Selena menelan salivanya. Menyadari Zionathan semakin mendekat. Jantungnya seketika terpicu kencang. Tatapan Zionathan selalu berhasil mengaktifkan mode jantungnya.


DEG


DEG


DEG...


Zionathan semakin maju, jarak mereka semakin dekat. Napas Selena semakin tertahan di dada. Ia spontan menahan tangannya di dada Zionathan. "Astaga, kenapa semakin mendebarkan seperti ini sih? Benar-benar membuatku tak bisa bernapas." Selena berteriak dalam hati.


Zionathan mengangkat setengah alisnya. ia tersenyum smrik dan langsung menangkup pipi istrinya. Mengecup bibir Selena secara singkat dan berulang-ulang.


CUP!


CUP


CUP!


Zionathan tidak mempertahankan ciuman yang lama. Ia hanya mengulangnya secara intens. Sampai membuat Selena terbelalak. Sekujur tubuhnya merinding. Merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya, karena rasa gugup yang teramat sangat. Selena membuang napas pelan dengan d*sahan. Wajahnya bersemu merah. Zionathan tersenyum dan masih menatapnya dengan sayang. Ia mengusap bibir istrinya dengan jari jempolnya yang basah karena salivanya.


"Kau terlihat gugup." ucap Zionathan tersenyum. Ia menjauhkan wajahnya setelah memberikan Lmatan singkat pada bibir sang istri.


Selena reflek ia menjepit bibirnya. Zionathan benar-benar sesuatu. Setelah menatapnya dengan tatapan menggoda, kini Zionathan memberikan sensasi ciuman yang mendebarkan. Ahhhh... hati Selena benar-benar berbunga.


Zionathan tersenyum. "Aku mandi dulu," Bisikannya begitu lembut di telinga Selena dan membuat bulu kuduknya berdiri.


"Hmm." Selena mengangguk.


"Makanlah, aku akan menyusul sepuluh menit lagi." Zionathan membelai rambut dengan lembut.


Selena menggeleng, "Tidak. Aku mau makan bersamamu. Sekarang mandilah dulu."


Alis Zionathan mengerut dan beberapa detik kemudian ia tersenyum. "Kau tidak lapar?"

__ADS_1


"Aku bisa menahannya, aku tidak mau makan sendiri." Suara Selena mendayu manja.


Zionathan terkekeh. "Baiklah. 10 menit, waktu yang tidak lama menurutku." Ucap Zionathan mengedipkan salah satu matanya. Ia segera membalikkan badannya meninggalkan Selena.


Sementara Selena mengembuskan napasnya dengan pipi mengembung. Jantungnya masih berdegup kencang. Ia menyandarkan bokongnya di meja yang tersambung dengan kitchen set. Menyentuh bagian dadanya yang terpompa lebih kencang karena detak jantungnya yang semakin bergemuruh di dalam dadanya.


Selena kembali berkhayal. Kepalanya mendongak ke atas. Terus membayangkan apa yang diterimanya hari ini. Lalu memegang lembut mulutnya. Lmatan itu masih membekas di sana. Masih terbayang nyata. Selena melepas lamunannya, sembari menunggu Zionathan selesai membersihkan tubuhnya, sebaiknya ia membersihkan buah dan memotongnya, agar Zionathan bisa langsung menikmatinya.


SEMENTARA ITU.


Setelah membersihkan tubuhnya, Zionathan langsung melakukan panggilan kepada Alex. Zionathan tidak akan membiarkan masalah pernikahannya mengadang. Ia harus menyelesaikan masalah ini dan secepatnya mengumumkan pernikahan mereka. Agar dunia tahu bahwa Selena adalah istrinya.


TUT TUT TUT


PANGGILAN TERHUBUNG.


"Ya pak." Alex dengan cepat mengangkatnya saat panggilan itu ternyata dari bosnya.


"Besok saya ingin konferensi pers,"


"Heuh, konferensi pers pak?" Alex nampak bingung.


"Kau tidak mengerti? Aku ingin mengumumkan pernikahanku dengan Selena." ucap Zionathan cepat dan tegas.


Alex mengembalikan pikirannya. Dengan cepat ia menjawabnya. "Baik pak. Saya akan mempersiapkan sebaik mungkin."


"Undang semua media dan aku ingin konferensi pers ini dilaksanakan secara terbuka dan disiarkan secara langsung di stasiun televisi terkenal di kota ini."


"Baik pak."


"Perketat keamanan. Aku ingin semua berjalan dengan baik tanpa gangguan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Kau mengerti?"


"Satu lagi, aku ingin kau mencari tahu siapa yang mengirimkan foto-foto Selena kepadaku. Aku tunggu dalam dua jam. Aku sudah tidak sabar memberikan perhitungan kepadanya. Berani sekali dia bermain-main denganku."


"Baik pak, saya akan melakukan secepatnya, sesuai perintah anda."


"Oke. Terima Alex."


Zionathan pun mematikan handphonenya. Ia menarik napas dalam-dalam. Berharap semua akan berjalan dengan baik.


Zionathan memandang dirinya di pantulan cermin. Menyadari sesuatu yang penting dalam hidupnya. Ia tidak akan berada di dalam perangkap kesedihan lagi. Hari-harinya tak lagi diselimuti kegelapan, hatinya tidak lagi hancur berkeping-keping. Kebahagiaannya adalah yang terpenting sekarang dan menjadi kamus yang harus dikejarnya. Zionathan harus bisa mengukir kebahagiaan untuk masa depannya dan tidak ingin memikirkan hal lain lagi. Ia sudah berjanji akan hal itu.


Sesungguhnya cinta sejati bisa dirasakan melalui ketulusan yang saling diberikan satu sama lain, kerelaan berkorban tanpa syarat, kesetiaan, saling menghargai, dan penuh pengertian. Namun, cinta sejati tentu tidak datang begitu saja. Cinta sejati tetap perlu diupayakan, dibina, dan dipertahankan sehingga Zionathan dan Selena bisa tetap bersama sampai akhir hayat. Dan cinta sejati bukanlah bagaimana Zionathan memaafkan, tetapi bagaimana ia harus bisa melupakan masa lalunya. Dan bukanlah apa yang ia lihat tetapi apa yang telah rasakannya. Bukanlah bagaimana Ia mendengarkan tetapi bagaimana Zionathan memahami keadaan, dan bukan bagaimana ia melepaskan tetapi bagaimana Zionathan harus tetap bertahan.


⭐⭐⭐⭐⭐


Zionathan turun dari kamar dengan wangi segar menggunakan kemeja putih santai dengan berbahan katun dan sedikit longgar dengan kancing baju yang dibuka pada bagian atas. Ia langsung menuju dapur dengan kitchen lengkap itu, rumah ini sekarang terasa lengkap karena ada istrinya di sana.


Zionathan tersenyum tipis melihat Selena yang tengah serius mengupas buah. Saking seriusnya Selena, sampai tidak menyadari kedatangan Zionathan. Selena tiba-tiba merasakan ada wangi yang segar dibelakang kepalanya. Lalu tiba-tiba tangan Zionathan menelusup memeluk pinggangnya dengan erat. Zionathan menyandarkan dagunya ke bahu Selena. Merapatkan dadanya yang bidang ke punggung Selena.


Selena mengerjap hingga pisau tergelincir dan mengiris tangannya sendiri. "Ouch...." Ia meringis saat merasakan sesuatu yang pedih di jari tangannya.


Mendengar teriakan Selena. Zionathan segera melepaskan pelukannya lalu mengambil tangan Selena. Wajahnya berkerut khawatir.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zionathan sambil mengambil jari telunjuk Selena yang terluka ke arah mulutnya.


"Jangan..." Cegat Selena, namun tidak berhasil. Jarinya kini sudah berada di mulut Zionathan. Ia nampak serius mengulum jari Selena, menghisapnya dan membuang sisa darah ke wastafel.

__ADS_1


"Astaga darahnya banyak."


"Itu hanya luka kecil." kejar Selena saat melihat ekspresi wajah khawatir dari suaminya.


"Sekarang duduklah. Biar aku obati." Kata Zionathan mengarahkan Selena duduk di kursi yang ada di dapur. Dengan cekatan ia mengambil obat P3K.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja." Kata Selena mencoba mengambil alih obat yang ada di tangan Zionathan.


"Tidak. Biar aku saja," Kata Zionathan lagi. Zionathan berjongkok di bawah Selena.


Posisi Zionathan yang menunduk seperti itu, justru memperlihatkan bagian dada Zionathan. Tanpa sadar Selena terpesona dengan tubuh yang sempurna itu.


"Seharusnya kamu hati-hati, jangan pernah bermain-main dengan pisau lagi. Besok dan seterusnya biarkan mereka yang mengurus dapur. Kamu mengerti?" Wajah Zionathan nampak serius saat menempelkan plester.


Selena tersenyum saat mendengar itu. "Bukankah kamu yang merusak konsentrasiku?" Selena protes dalam hati.


"Selesai," Ucap Zionathan mengangkat wajahnya melihat ke arah Selena.


Ucapan terima kasihnya. Selena mencium pipi Zionathan dengan lembut. Zionathan mengerjap. "Kau menciumku?"


Selena mengangguk dan mengedip beberapa kali. "Terima kasih." Ucapnya lagi.


Tatapan serius Zionathan mampu meruntuhkan tembok hatinya untuk mengeluarkan emoji love yang berterbangan dari dalam dadanya seakan di penuhi Zionathan dan Zionathan lagi.


"Aku tidak ingin melihatmu terluka." Kata Zionathan.


Selena tersenyum saat mendengar itu. Hembusan napas Zionathan tercium aroma mint yang menyegarkan. Selena mulai memberanikan dirinya memajukan wajahnya.


CUP!


Ciuman mendarat sempurna di bibir Zionathan. Benar-benar ini pertama kali untuknya. Mencium dengan penuh keberanian. Sebelum Selena menarik bibirnya, Zionathan dengan cepat memindahkan tangannya ke tengkuk Selena mendorong kepalanya agar mencium Selena kembali.


Zionathan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia langsung menciumnya. Bibir mereka bertautan dengan Lmatan yang lembut. Selena memejamkan matanya dan mulai membalas, jari-jarinya menelusuri bagian dalam rambut Zionathan. Membuat tubuh Zionathan merinding. Ia pun semakin terbakar. Selena bangun dari duduknya dan berjinjit agar tidak membuat Zionathan kesulitan. Ciuman itu semakin dalam, semakin menuntut lebih dalam lagi.


Zionathan semakin mencengkram pundak Selena agar tubuh mereka semakin rapat. Membuat ciuman itu semakin membara. Ciuman mereka saling terbalaskan. Zionathan terus mengecup dan terus mengejarnya sampai harus membuatnya membungkuk.


Sensasi yang begitu menggetarkan, mereka sesekali memberi sela untuk menghirup udara dan kemudian Zionathan melanjutkan aksinya. Terus menjelajahi bibir Istrinya, saling membelit memberikan sensasi kenikmatan. Tangan Zionathan terus meraba punggung Selena dari atas sampai ke bawah. Ciuman yang semakin membuat mereka di mabuk cinta. Bibir bawah Selena dengan lembut mengambil bibir bawah Zionathan. Hidung mereka saling menyentuh.


Ciuman itu semakin memburu, membuat Selena mendesah dan terasa nikmat. Seluruh otot terasa mengencang dan menegang. Gemuruh di dadanya semakin menjadi. Selena semakin menikmatinya. Tangannya mengalung. Mata mereka terpejam.


Tangan Zionathan mulai menjelajah, Ia memindahkan telapak tangannya ke pangkal paha Selena, mencengkram di sana dan dengan mengangkat tubuh Selena. Bibir mereka sedikit terpeleset karena hentakan gendongan itu. Lmatan Selena terlepas karena senyuman kecil dari Zionathan. Selena bernapas kosong. Posisi Selena sekarang duduk di atas meja. Matanya berubah sayu, tidak berani menatap Zionathan. Ia berusaha mengatur napasnya yang menggebu-gebu keluar dari mulutnya. Suara terengah-engah akibat jantung yang terpicu masih terdengar seirama. Selena menjatuhkan tubuhnya di dalam dada Zionathan.


"Aku menginginkanmu."


DEG!


Jantung Zionathan terpukul kencang saat Selena menginginkan lebih dari itu. Apakah itu artinya Selena tidak trauma lagi?


.


.


BERSAMBUNG.....


^_^


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

__ADS_1


^_^


__ADS_2