
💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌
🍀 HAPPY READING 🍀
.
.
Posisi Selena sekarang duduk di atas meja. Dan Ia tidak sengaja mengotori baju Zionathan. Lmatan Selena terlepas karena senyuman kecil dari Zionathan.
"Kau menumpahkan sesuatu," Bisik Zionathan.
Mata Selena berubah sayu, tidak berani menatap Zionathan. Ia berusaha mengatur napasnya yang menggebu-gebu keluar dari mulutnya. Suara terengah-engah akibat jantung yang terpicu masih terdengar seirama. Selena menjatuhkan tubuhnya di dalam dada Zionathan.
Zionathan terkekeh, ia merangkul pinggang Selena. Selena masih terus membenamkan wajahnya di dalam Zionathan.
"Lihat aku!" Zionathan mengangkat dagu Selena.
"Maafkan aku."
"Tidak apa-apa, hanya kotor sedikit saja." Kata Zionathan dengan lembut.
Tatapan Selena masih mengarah ke bawah, berposisi di dada Zionathan. Sementara Zionathan terus melihat wajah Selena yang tertunduk itu.
"Kau cantik sekali istriku," ucap Zionathan pelan dan lembut sambil tetap memandang wajah Selena yang terus menunduk. Ia mengejar wajah Selena sebisa mungkin.
Selena tersenyum dan belum berani mengangkat wajahnya. "Kau juga sangat tampan." Usapan Selena membelai lembut dada Zionathan. "Dan sampai sekarang Nathan kecil tidak berubah, selalu memperhatikan setiap penampilannya. Apa kau masih mempunyai kebiasaan, mengganti baju lima kali sehari?"
Zionathan tersenyum tipis, samar hampir tidak terlihat dan mengangguk. "Hmm. Kau masih ingat itu?"
"Tentu saja, Nathan kecil tidak suka kotor, apalagi jika terkena noda sedikit pun, Nathan kecil akan menggantinya." Ucap Selena kembali ke masa kecil mereka.
"Sepertinya aku harus ganti dulu." Kata Zionathan mengusap cekungan pinggang belakang Selena dengan tangannya. Sangat hangat dan lembut, Selena bisa merasakan usapan itu dibalik kaos putih yang dikenakannya.
"Mau aku bukankan untukmu?" ucapnya dengan tatapan sendu.
"Heuh?" Otak Zionathan tiba-tiba blank. Ia tidak mengerti maksud dari ucapan dari Selena. "Buka? buka apa istriku?"
"Izinkan aku membuka bajumu." Kata Selena penuh perjuangan. Butuh keberanian mengatakan itu.
Dahi Zionathan mengerut, lalu beberapa detik kemudian, ia tersenyum hangat. "Kau tidak perlu melakukan, aku bisa membukanya sendiri." Lagi ucap Zionathan dengan suara terendahnya.
"Aku menginginkanmu." Akhirnya kata-kata itu lolos ia ucapkan tanpa hambatan.
DEG!
Zionathan terkejut. "A-apa?" Ia mencoba meyakinkan kembali pendengarannya. Apakah ia hanya berhalusinasi?
__ADS_1
"Aku menginginkanmu, suamiku." Kata Selena dengan yakin.
Jantung Zionathan terpukul kencang saat Selena menginginkan lebih dari itu. Apakah itu artinya Selena tidak trauma lagi? Zionathan berusaha menenangkan hatinya, ia berulang kali menelan salivanya karena gugup. Dengan penuh kasih sayang, Zionathan menatap ke arah mata Selena.
"Tapi aku takut kau trauma dengan kejadian itu."
Selena menundukkan kepalanya, ia menggeleng pelan. "Kita akan melakukannya pelan-pelan, tanpa harus menyakiti."
Heeeehhh...napas Zionathan tertahan di dada. Ia memindahkan tatapannya ke wajah Selena.
"Kau serius Selena?" Tanya Zionathan dengan kerutan dahi.
Selena hanya mengangguk malu. Zionathan merekahkan bibirnya. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengangkat paha Selena dan melingkarkannya ke pinggang. Dengan cepat Zionathan langsung mengangkat tubuh ramping istrinya. Menggendongnya dari depan seperti anak kecil.
"Ahhhhh...." teriak Selena karena begitu terkejut. Ia kemudian tersenyum dan berpegangan pada suaminya itu. Malam ini demi cinta ia akan menyerahkan hatinya kepada Zionathan. Semua ini atas nama cinta.
"Kiss me, nyonya Lucius." Pinta Zionathan dengan mata berkabut.
Selena tersenyum dan memeluk kepala Zionathan. Ia mendaratkan bibir merah mudanya pada bibir penuh Zionathan. Selena hari ini benar-benar nakal dengan mendorong lingualnya untuk menggoda mulut dalam Zionathan. Mereka berciuman hingga Zionathan membawa Selena ke dalam kamar.
Mereka sampai di kamar. Zionathan menurunkan Selena dengan hati-hati. Tidak menyakiti. Ia ingin membuat Selena benar-benar tidak melupakan malam ini. Mereka saling menatap penuh cinta.
"Sekarang bukalah," ucap Zionathan begitu lembut.
Selena menahan napas, lalu membuka kancing baju kemeja Zionathan. Kemeja itu terlepas dan Selena hanya melepaskannya ke lantai. Ia terlalu enggan pergi menjauh dari Zionathan hanya untuk menggantung pakaian. Bagian atas Zionathan kini tak berpenghalang. Selena membelainya dengan lembut.
Zionathan langsung menangkap tangan Selena. Ia mengecup singkat tangan istrinya itu sambil terus menatap. Gerakan kecupan singkat membuat getaran di seluruh tubuh Selena bereaksi dengan cepat.
Selena mulai mendes*hkan napasnya sambil menutup mata. "Aku mencintaimu." Suara Selena terdengar mengerang.
Tatapan Zionathan memberikan penjelasan yang jelas pada Selena. Bahwa ia juga sangat sayang, sangat cinta dan sangat menghargai. Kembali bola mata keduanya nanar. Mereka saling memeluk, menikmati sentuhan kulit yang hangat. Membagikan getaran cinta yang sama untuk dinikmati secara perlahan. Agar Selenanya tidak takut, ia hanya memberikan kelembutan yang membuat Selena terlena.
Zionathan maju dan membuat tungkai Selena menyentuh kasur. Selena terduduk ke tempat tidur yang beraroma bersih itu. Dan Zionathan terus turun ke atasnya. Ia tersenyum melihat istrinya yang cantik itu. Zionathan lalu menurunkan lagi tubuhnya, memeluk dan meraih pinggang Selena dan merebahkan tubuh Selena ke atas kasur yang empuk.
Kini Zionathan berada di atasnya. Ia membelai lembut rambut Selena dan mengecup kening istrinya itu. Ia membalik jari-jarinya dan menyentuh wajah Selena dari pelipis, pipi, hingga turun ke dagu dengan punggung tangannya. Selena menutup matanya sejenak merasakan sentuhan itu. Lalu membuka matanya dengan binar yang hangat dan Indah.
Mereka saling menatap dalam dan penuh cinta. Tubuh Selena bergetar saat di tatap Zionathan dengan penuh hasrat.
Tangan Selena dikalungkan ke leher Zionathan. Zionathan memajukan wajahnya lagi dan mengecup bibir ranum itu. Kecupan pelan dan sangat ringan. Ia turun untuk membuka baju kaos yang dikenakan Selena. Selena mengangkat tangannya, bersikap kooperatif untuk melepas.
"Nathan..." Selena berucap dengan nada serak sambil memegang rahang bawah dengan garis yang tegas itu.
Zionathan hanya diam dan memberikan kecupan singkat. Ia lanjut membuka kaitan yang menutupi bagian padat yang begitu indah dari tubuh Selena. Zionathan terdiam menatap istrinya lagi. Ia terus menunduk dengan posisi itu. Tangannya lurus menopang tubuh, menjadi pilar di sisi kiri dan kanan tubuh atas Selena yang kini polos. Ia ingin menatap keindahan istrinya itu dari jangkauan pandangan yang luas. Zionathan masih tak berucap, tak bergerak, diam seribu bahasa. Ia menyesal telah menyakiti istrinya itu.
Zionathan menarik napas berat. "Maafkan aku Selena, aku pernah menyakitimu."
"Sssttttt...." Selena langsung memegang bibir Zionathan dengan jari-jarinya sambil berdesis. Menghentikan ucapan dari suara serak dan berat itu. "Aku tak ingin membahas itu lagi. Aku hanya ingin menginginkanmu malam ini. Bercintalah denganku."
Zionathan mengangguk "Kau siap istriku?"
__ADS_1
"Hmm." Hanya gumaman yang terdengar dari mulut Selena. Wajahnya merah merona saat suaminya mengatakan 'Siap'.
Zionathan kembali mencium Selena, seakan tidak ingin melepaskan istrinya itu. Ia bernapas terengah dari mulut, seakan menahan dirinya untuk tidak langsung menyerang Selena. Ia membelai pipi istrinya dengan sayang. "Aku ingin kau menikmatinya."
Selena mengangguk malu, Zionathan hari ini membuatnya mengejang kaku. Ia terlalu pintar untuk membuat Selena selalu ingin terbang, ketagihan dan juga gugup setiap saat. Dan membuatnya menunggu, meski gugup dan menegangkan.
Zionathan tersenyum, ia mulai membuka celana yang dikenakannya. Caranya membukanya saja terlihat mengagumkan di mata Selena. Mata Selena langsung berubah sayu. Ia begitu mempesona dan begitu mengagumkan. Setiap lekuk tubuh dan wajahnya. Semua begitu sempurna. Astaga...Cinta Selena tak berubah kepada suaminya itu.
Napas Selena berembus semakin tidak stabil, saat Zionathan mulai menelusuri setiap lekuk tubuhnya. "Suamiku...." Suara Selena parau karena gairah terpancing.
Zionathan membungkuk lagi menatap istrinya dengan kekuatan cintanya. Perlahan Zionathan menarik keluar celana pendek yang dikenakan istrinya. Melucutinya dan menjatuhkannya begitu saja di lantai. Zionathan kembali mengendus tubuh istrinya. Dengan napas-napas panjang. Ia tersenyum sambil berbisik. Napasnya panas, suaranya sangat dalam dan begitu sensual. "Aku ingin kau menikmati dan merasakan setiap pertarungan ini."
"Heeeehhh...per-tarungan?'' Selena mendesah panjang dengan ekspresi gugup.
Hanya mendengar kata-kata itu saja, Selena seperti merasakan sensasi yang berbeda. Ia benar-benar tidak tahu pertarungan itu seperti apa. Ia hanya pasrah dan menunggu dengan gairah yang semakin terbakar dan membara. Bisikan penuh hasrat dengan kata-kata sensual membuat hatinya semakin bergejolak dan batinnya semakin menjerit. Dada Selena semakin naik turun ketika Zionathan bermain-main di dadanya. Tubuhnya melengkung ke atas. Suara Selena keluar semakin terbata.
"Nathan...." Hanya itu yang sanggup keluarkan dari mulut Selena.
Ciuman dan gerakan tangan Zionathan begitu seirama. Tubuh Selena melengkung lagi ke atas, menahan aliran listrik di setiap sentuhan suaminya. Napas Selena semakin tersendat-sendat.
Zionathan senyum nakal, saat melihat istrinya sudah tidak tahan dengan gejolak ini. "Kau tahu, ini tidak akan berakhir cepat kan? Ada beberapa babak yang harus kita lalui. Aku ingin kau menikmatinya. Aku berjanji tidak akan menyakitimu."
"Aku sudah tidak kuat lagi." Selena menangkup pipi suaminya. "Aku mohon, lakukan secepatnya." Ucap Selena saat merasa tubuhnya terbakar dengan sengatan dahsyat.
Zionathan mengusap rambut istrinya ke atas. Lalu mencium bibir Selena kembali. Dengan Lmatan dan jelajah lingual yang dalam. Zionathan pun tidak kuat lagi. Ia mengerang dan menyatukan dirinya dengan istrinya.
Selena ikut mengerang di sana, dagunya terangkat ke atas, punggungnya melengkung menjauhi kasur. Rasa keram yang berakar menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia mencengkram lengan Zionathan begitu kuat. Ia sampai sulit bernapas, matanya tertutup rapat. Zionathan terus memenuhi tubuh istrinya dan irama gelombang cinta yang semakin bergelora. Membuat Selena mengeluarkan suara erangan panjang. Ia mengencangkan rahangnya. Matanya nanar menatap suaminya.
"Aku mencintaimu, Nathan...." ucap Selena saat tubuhnya mengejang setiap kali terjadi dorongan.
Gelora asmara ini semakin cepat dan menuntut. Hingga saatnya tuntunan itupun terlepas. Mereka sama-sama mengeluarkan keringat yang membasahi tubuh. Mereka mengeluarkan napas panjang dan tersenyum bahagia.
Zionathan menurunkan tubuhnya dan bersandar di dada istrinya. Tangannya mengelus masuk ke bawah punggung Selena. Ia memeluk dengan hangat. Saling menatap dengan penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu, istriku." Ucap Zionathan tersenyum dan menangkup pipi istrinya, mengecup bibir Selena secara singkat dan berulang-ulang. Sampai membuat Selena tertawa menikmati kebahagiaan yang sempurna.
Tak beberapa lama mereka tertidur, mereka benar-benar tertidur lelap sampai melupakan makan malamnya. Hingga panggilan telepon terdengar membuat Zionathan menggeram di sana.
Dddrrrttt..... drrrrttttt.... dddrrrttt
"Astaga...Siapa juga yang menghubungiku malam-malam begini."
.
.
BERSAMBUNG.....
^_^
__ADS_1
Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.
^_^