
💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌
🍀 HAPPY READING 🍀
.
.
PAGI DATANG MENYAPA.
Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui sela-sela jendela kaca kamar apartemen mewah diamond itu. Gorden yang tidak di tutup rapat membuat cahaya bebas masuk ke dalam kamar.
Selena mengernyitkan dahi, saat merasakan kecupan-kecupan yang lembut mendarat berulang-ulang di punggungnya. Tangan Zionathan tengah memeluk dan melingkar di perutnya. Tadi malam, Zionathan langsung pulang dan melihat istrinya masih terlelap dengan tubuh polosnya. Istrinya bahkan tidak tahu kalau Zionathan meninggalnya setelah percintaan panas itu. Zionathan tersenyum naik ke atas kasur, memeluk istrinya itu dan ikut tertidur di sana.
Entah sejak kapan posisi Selena tidur membelakangi Zionathan. Apa karena nyenyak tidur atau juga karena kelelahan sehabis olahraga. Selena juga tidak tahu. Yang jelas tadi malam ia berusaha melawan rasa takutnya. Tapi semua bisa dilakukan Zionathan dengan baik. Rasanya sangat indah. Selena tersenyum lagi saat merasakan kecupan itu.
"Selamat pagi istriku." Zionathan semakin maju mendekat dan menempelkan tubuhnya ke punggung Selena. Selena bisa merasakan bagian lain dari tubuh Zionathan sudah bangun dari balik selimut. Wajah Selena bersemu merah, jantungnya berdegup kencang.
"Kau masih ngantuk?" tanya Zionathan mencium kembali bagian punggung istrinya dengan posesif.
"Hmmm." Selena hanya bergumam sambil merekahkan senyum di bibirnya. "Aku masih ngantuk," rengek Selena begitu manja. Entah sejak kapan ia berubah semanja ini. Ia juga pura-pura bodoh tak merasakan apa-apa di sana. Selena hanya membalikkan badannya, kini posisinya menghadap Suaminya. Ia reflek menutup dadanya lagi. Ia masih malu meski sudah melewatinya malam panas dengan penuh cinta itu.
Zionathan merengkuh tubuh Selena semakin menempel ke tubuhnya, lalu menempelkan pipi Selena ke pipinya. Tangan Zionathan merangkul dari leher yang dibantali Selena, hingga ke bahu.
Zionathan melihat ke arah Selena yang masih mengantuk. Ia tersenyum. Wanita berwajah lembut milik Selena itu kembali tertidur di dalam dekapannya. Zionathan menatapnya dengan lembut. Wajah lembutnya, kulit putihnya yang halus, dan tangannya kini berposisi memeluk diri dengan kepalan di bawah dagu. Sangat manis dan juga menggemaskan.
Zionathan masih terus menggodanya dengan menggesek-gesekkan sesuatu miliknya agar Selena dapat merasakan sesuatu di balik selimut. "Ini sudah pagi sayang." ucapnya begitu lembut di sana.
Spontan Selena tertawa "Hahahaha...." Ia menutup mulutnya dan bersembunyi di dada Zionathan.
Mata Zionathan memandangnya dengan penuh gairah. Bahkan setiap kedipan indahnya menggoda Selena. "Kenapa kamu tertawa, apa ada yang lucu istriku?"
Tawa Selena berhenti saat memandang wajah itu. Wajah Zionathan terlihat sangat menginginkannya. Rambut Zionathan terlihat begitu acak-acakan dan wangi parfum masih bisa ia rasakan, bercampur dengan wangi tubuh yang sensual dan maskulin.
Mata Selena berubah sayu. "Kau menginginkanku?" tangan Selena bergerak naik turun seperti melukis gambar hati di dada Zionathan.
"Kau merasakan itu?" Zionathan balik bertanya.
Selena mengangguk."Bagaimana caranya aku menenangkannya?" Tangannya beralih memegang garis rahang tegas milik Zionathan. Mengusapnya dan merasakan rambut-rambut halus mulai tumbuh.
"Me-nenangkannya?" Wajah Zionathan merah padam saat mendengar perkataan istrinya yang balik menggodanya.
"Iya, apa yang harus aku lakukan suamiku?" Selena mengecup dada Zionathan berulang kali.
__ADS_1
"Kamu serius?" Alis Zionathan sedikit mengernyit meminta penjelasan lebih.
Selena mengangguk pelan. "Apakah tiap pagi dia seperti itu?" Tanya Selena menjepit bibirnya sambil menatap malu ke arah Zionathan.
"Hmm. Tiap pagi ia ikut bangun dan aku sangat sulit menenangkannya apalagi saat ada kau di sampingku. Maaf jika membuatmu tidak nyaman." Zionathan menatapnya begitu dalam. Sangat berhasrat dan sangat menginginkan.
"Jangan minta maaf, aku akan mencoba menenangkannya. Tidak apa-apa. Mungkin dia butuh pelepasan."
"Serius, boleh?" Wajah Zionathan berbinar menahan senyum bahagia.
Selena tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Tapi?"
"Tapi apa sayang?" kejar Zionathan, matanya memicing penuh harap.
"Aku masih malu. Bolehkah kita melakukannya di dalam selimut saja?"
Zionathan tersenyum penuh kemenangan. Ia mengangguk cepat sebelum istrinya berubah pikiran. "Jika kau tidak nyaman, aku tidak akan mengeluarkanmu dari selimut." Zionathan dengan cepat naik ke atas istrinya.
"Tunggu!" Selena menahan suaminya.
"Kenapa lagi sayang?" Zionathan masih berada di atas Selena, tapi tidak menindih karena setengah badannya di kasur. Hanya badannya saja yang menyeberang ke atas selena dan bertopang pada siku.
"Aku juga belum terbiasa, bisa kau melakukannya secara perlahan?" Ucap Selena dengan tatapan nanar. Ia belum berpengalaman dan masih merasakan perih diarea kew*nitaannya. Ia masih takut, tapi ia juga ingin merasakan kenikmatan yang membuatnya melayang.
Zionathan menjelajah tubuh istrinya. Menikmati setiap area yang menjadi favoritnya. Sungguh sikap lembutnya membuat Selena merasa nyaman dan tenang. Ia mengembuskan napas yang terdengar menggoda. Menyadari Selenanya terangsang hanya dengan sentuhan kecil itu. Zionatan lalu mencium bibir Selena dengan lembut, Ia yang mengatur kendalinya. mlumatnya dengan pelan, membelainya dengan penuh kasih sayang.
Zionathan mengecup singkat di sana lalu turun ke lehernya. Mata Selena memejam merasakan sensasi yang membuatnya melayang. Zionathan menggerakkan tangan secara horizontal ke perut, lalu ke pinggang. Tekanan tangannya bukan lagi mengusap, tapi semakin kuat memijat. Selena reflek mengerang. Ia semakin tak bisa menahan segala gejolak yang membuatnya semakin melayang.
Tidak perlu terlalu lama, Zionathan memasuki dirinya. Permainan lembut, pelan, namun kuat ini membuat Selena tak berdaya. Selena membuka matanya secara pelan, menatap Zionathan dengan penuh cinta. Mereka saling menatap begitu dalam. Zionathan menyerangnya lagi. Selena terus mengerang sambil mendongakkan kepalanya ke arah, merasakan kenikmatan yang menyerang tubuhnya. Aliran listrik itu semakin kuat dan membuat tubuhnya gemetar. Selena benar-benar terhanyut. Ia terus menutup matanya, Sementara Zionathan semakin cepat mendaki puncak kenikmatan yang hakiki. Selena mencengkram erat lengan tangan suaminya berpegangan menuju puncak. Ia melepas suara bagai melepas dahaga setelah minum air dari kehausan yang dahsyat. "Ahhhhhh."
Zionathan tersenyum dan menahan erangannya. Bahasa tubuhnya tergambar jelas bahwa ia sudah sampai. Dan mereka sama-sama merebahkan tubuh dalam dekapan satu sama lain. Selena menerima hangat tubuh Zionathan yang masih berada di atasnya. Sesuai janji Zionathan, ia tidak akan mengeluarkan istrinya dari selimut. Mungkin hanya setengah saja. Zionathan mencium kening istrinya dengan lembut. Lalu keluar dari tindihannya. Ia merangkul Selena dari belakang, menarik bahu Selena dan melekatkannya ke tubuhnya.
"Satu jam lagi aku akan membawamu ke suatu tempat." Bisik Zionathan.
"Ke suatu tempat?"
"Hmm."
"Kemana?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri. Ini kejutan untukmu istriku." Zionathan kembali mengecup kening Selena dari belakang.
"Heuh, Kejutan?" Selena mengerutkan keningnya sambil menoleh ke belakang agar bisa melihat ke arah suaminya.
"Hemmm." Zionathan mengangguk dan tersenyum. Ia menarik napasnya dalam-dalam dan memeluk tubuh istrinya dengan posesif. Tak ada lagi pembicaraan setelah itu, yang mereka lakukan hanya menikmati kehangatan bersama, bahkan mereka malas untuk beranjak dari sana.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐
Mereka hanya diam menikmati suasana perjalanan yang tenang. Saling melempar senyum. Zionathan memegang tangan Selena. Ia memandang tangan Zionathan di pangkuannya. Suaminya menggenggam tangan itu dengan hangat. Ia membiarkan tangannya di genggam erat. Selena tidak menduga akan mendapatkan cinta setulus ini. Rasanya mendebarkan, Zionathan selalu berhasil membuatnya deg-degan. Tidak ada momen sebahagia ini dalam hidupnya.
Sebuah pengawalan ketat memasuki jalan menuju hotel ternama di kota ini. Di sanalah Zionathan akan jumpa pers dan mengumumkan pernikahannya dengan Selena. Saat tahu siapa yang datang para pengawal menarik tanda tutup. Menganggukkan kepalanya saat mobil melintas dengan pelan.
Selena nampak bingung melihat orang-orang bertubuh tegap lengkap menggunakan jas berbaris rapi di sana.
"Kita mau kemana sayang?" Tanya Selena menatap ke arah suaminya.
Zionathan tersenyum, Ia memasukkan jari-jarinya ke sela jari-jari Selena dan menggenggamnya dengan erat. "Rahasia,"
Bibir Selena mengerucut saat suaminya tak memberi jawaban yang memuaskan hatinya. Ia hanya mengembuskan napas dengan pipi mengembung. Selena benar-benar nervous hari ini.
Mobil berjalan dengan pelan. Para pengawal yang mengiring stand bye membuat jalur khusus. Semua kamera TV siap siaga di posisi mereka. Live beberapa dari stasiun televisi nasional. Hari ini hanya nama Lucius group yang menjadi trending di berbagai media sosial. Mobil sebentar lagi sampai ke area parkir. Supir pribadi dari Lucius menghentikan mobilnya. Alex sudah berdiri di sana menyambut mereka. Para pengawal mengambil posisi mereka masing-masing. Informasi kedatangan Zionathan dan istri membuat para wartawan yang menunggu dari jam lima pagi, langsung berdiri berhamburan ingin menemui pria yang selama ini di bicarakan dalam dunia bisnis.
Saat Zionathan keluar dari pintu mobil, satuan pengaman yang tadi bersiaga langsung mendekat. Zionathan tersenyum ramah kepada awak media. Ia membenarkan jasnya dan berjalan mengitari mobil untuk membuka pintu bagian sisi kursi Selena. Zionathan menekuk tangan kirinya, mempersilakan istrinya untuk menggandeng tangannya. Selena tersenyum menyambut tangan itu dengan senang hati. Ia diperlakukan sebagai putri bangsawan di sana.
Saat itu juga beberapa wartawan mengabaikan momen itu. Sorot kamera TV sudah fokus kepadanya sejak keluar dari mobil. Selena tersenyum anggun dan menundukkan kepalanya dengan sopan saat beberapa kamera mengambil beberapa fotonya.
"Selamat pagi pak," Sapa beberapa para wartawan di sana.
Isyarat tangan Alex sudah mereka pahami sebagai himbauan untuk menjaga jarak. Mereka mundur dengan teratur.
"Silakan pak, lewat sini!" Alex mempersilakan Zionathan dan Selena masuk melalui jalur khusus menuju ruangan VIP yang telah disediakan pihak hotel.
Zionathan tersenyum memandang istrinya yang nampak kebingungan. Sorot kamera mengikuti langkah Zionathan dan Selena. Mereka masuk dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Selena tetap menjaga sikap, dia tahu siapa suaminya. Senyumnya berkembang jauh lebih sumringah dari biasanya saat kemera TV menyorotnya. Selena tampak cantik dengan mengenakan gaun biru muda dengan bros cantik di dada kiri atasnya. Mengenakan cincin di jari manis kirinya tanda telah menikah.
Jumpa pers 30 menit pagi ini untuk mengumumkan pernikahan mereka. Lima pertanyaan yang masuk pertama, dijawab di kertas dan dibagikan ke wartawan. Keduanya menghadapi para wartawan dengan ekspresi bermartabat, tangan mereka menggenggam erat.
Zionathan pun mulai berbicara di sana. "Terima kasih atas kerja samanya. Saya sadar ada banyak orang yang bingung dengan pernikahan kami dan saya bisa mengerti hal itu. Saya sudah menikah sekitar empat bulan lalu. Pernikahan kami berlangsung secara tertutup. Saya mencintainya. Mulai sekarang saya akan bahagia dengan Selena Gwyneth dan akan mendukungnya sepenuhnya dengan hati yang hangat." Zionathan pun mengakhiri ucapannya.
Mata Selena berkaca-kaca, ia begitu terkejut saat mendengar pengakuan dari Zionathan. Yang membuatnya terharu saat foto-foto pernikahan mereka tayang dalam slide-slide yang sengaja di pasang di depan para wartawan. Zionathan tersenyum menatap ke istrinya. Ia mencium tangan Selena dan diabadikan beberapa kamera yang selalu stand bye mengabadikan kebahagiaan mereka.
.
.
BERSAMBUNG.....
^_^
Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.
^_^
__ADS_1