
Mark yang awalnya ingin berangkat lebih cepat ke Amerika harus mengurungkan niatnya untuk memuaskan dulu anak sambungnya yang ingin menikmati kuliner Indonesia.
Bagaimanapun juga, si kembar harus mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan tanah airnya. Terutama menikmati makanan khas Indonesia.
Seperti saat ini mereka sedang menikmati makan siang di restoran Padang. Alea yang memang hari itu ingin sekali makan gulai ikan kakap membuat Mark memenuhi permintaan ibu duta besar RI ini.
Mereka harus cukup hati-hati di tempat yang cukup ramai karena si kembar sekarang sudah menjadi artis dan ilmuwan terkenal di dunia maya. Mark meminta ruang privasi untuk keluarganya agar bisa menyantap makan siang dengan tenang.
"Apa ada ruang privasi untuk kami?" tanya Mark pada pelayan restoran yang menyambut kedatangan mereka.
"Silahkan ikut saya tuan!" ucap pelayan restoran itu yang belum menyadari ada si kembar yang saat ini sedang viral.
Di ruangan itu si kembar baru melepaskan masker dan kaca mata hitam yang dipakai mereka. Baru saja ingin menanyakan makanan apa yang terenak di restoran itu pada bunda mereka, tiba-tiba pelayan sudah mendorong kereta makanan untuk menyajikan setiap jenis menu di restoran itu membuat Abrar dan Azira kebingungan.
"Kenapa harus disajikan semuanya bunda? Bagaimana kita memakannya?" tanya Abrar dan Azira yang hanya menatap menu masakan itu secara bergantian.
Bibi Sari melihat keduanya merasa geli sendiri." Sayang. Ini disajikan bukan untuk di makan semuanya tapi, kalian bisa pilih lauk yang kalian sukai. Jika tidak disentuh maka tidak masuk ke dalam hitungan bayaran," jelas bibi Sari yang sudah merindukan masakan Padang ini.
"Oh begitu bibi," ujar keduanya kompak dan siap menyantap makanan dengan mengikuti cara bibi Sari dan Alea. Sementara Mark dan Barack yang masih menatap makanan itu karena tidak melihat ada sendok di atas piring mereka.
"Apa kamu mau menggunakan sendok dan garpu, sayang?" tanya Alea pada suaminya.
"Iya."
Alea meminta pelayan untuk mengantarkan sendok dan garpu untuk suaminya. Sementara Alea sudah mengambil lauk yang disukainya dengan menumpahkan di atas nasinya yang ada di piringnya dan mulai menyuapkan makanan itu ke mulutnya. Mark dan Barack menatap Alea yang makan menggunakan tangan dengan tangan belepotan kuah sayur.
"Apakah cara makannya harus begitu?" tanya Barack yang ingin belajar makan sama seperti Alea yang terlihat sangat menikmatinya.
"Coba saja. Aku yakin kalau nafsu makan mu akan meningkat," ucap Alea sengaja menggoda Mark yang masih menantikan sendok dan garpu.
"Ini tuan. Sendok dan garpu-nya!" ucap pelayan seraya meletakkan di depan Mark yang langsung menggunakannya untuk menikmati makanan tersebut.
Sementara Barack sudah menambah beberapa lauk yang benar-benar seperti orang kesurupan.
"Apakah seenak itu?" tanya Mark yang baru menikmati makanannya sesuai yang dimakan istrinya.
Suaminya Alea ini mulai mengangguk merasakan lezatnya kuliner Indonesia satu ini. Alea dan bibi Sari saling menatap lalu tersenyum.
__ADS_1
"Baru tahu dia, bibi kalau semua lauk di restoran ini enak. Bakalan betah dia di Jakarta nih," ucap Alea pada bibi Sari yang tersenyum sambil mengangguk.
"Pasti nanti malam kita tidak jadi pulang non," tebak bibi Sari.
"Yah pastinya rugi kalau ke Jakarta tidak mau mencoba makan makanan Indonesia," ucap Alea.
Alea sudah menyelesaikan makanannya dan hendak ke toilet di temanin bibi Sari yang ingin merapikan riasan mereka.
"Aku ke toilet sebentar ya, sayang!" pamit Alea pada suaminya yang masih sibuk makan. Mark mengangguk.
Di toilet Alea mencuci tangannya lalu memoleskan lagi lipstick yang sudah memudar. Usai merapikan riasannya, tiba-tiba ia merasakan kepalanya pusing sangat luar biasa.
"Bibi. Aku kok tiba-tiba merasa pusing, kenapa ya?" tanya Alea.
"Astaga non. Wajah kamu sangat pucat. Aku hubungi tuan Mark ya," ucap bibi Sari sambil mencari kontak Mark yang langsung menerimanya.
"Ada apa bibi?" tanya Mark yang baru menyelesaikan makanannya.
"Sepertinya nona Alea kurang sehat, tuan. Wajahnya sangat pucat," ucap bibi Sari.
Mata Mark langsung melebar seraya beranjak berdiri." Tolong bawa dia keluar dari toilet bibi. Aku akan menjemput kalian!" titah Mark yang segan masuk ke toilet wanita.
"Apakah masih kuat jalannya, non?" tanya bibi Sari sambil memapah lengannya Alea ke pundaknya.
"Iya bibi." Alea melangkah dengan gontai menuju pintu keluar toilet. Mark langsung menyambut istrinya.
"Biar aku yang menggendongnya, bibi. Tolong urus anak-anak!" titah Mark pada bibi Sari dan dia sendiri langsung membawa Alea ke mobil.
"Ada apa dengan nyonya tuan?" tanya Barack bingung.
"Urus saja bayarannya dan segera antar pulang kami ke apartemen!" titah Mark.
"Baik Tuan."
"Daddy. Kenapa dengan bunda?" cemas Azira dan Abrar.
"Tidak tahu sayang. Kita pulang ya...!" bujuk Mark pada si kembar saat mereka sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Iya daddy."
Mark mengambil stetoskop lalu memeriksa keadaan Alea. Mark merasakan detakan jantung Alea sambil menatap arlojinya.
Bibir tipis itu terlihat melengkung saat merasakan ada sesuatu yang sudah hidup dalam rahim istrinya. Alea yang terlihat lemah tidak bisa membuka matanya karena merasa sangat pusing.
"Kenapa daddy tersenyum? Apakah ada yang lucu dengan sakitnya bunda?" tanya Abrar.
"Sayang. Kalian akan segera memiliki adik. Bunda saat ini sedang hamil," ucap Mark dengan senyum mengembang membuat Alea berusaha membuka matanya.
"Benarkah, daddy? Bunda hamil? Alhamdulillah. Semoga bunda hamil kembar dan adik bayinya sepasang seperti kami," doa Azira lalu melakukan tos dengan Abrar yang juga berbinar.
"Alhamdulillah. Akhirnya nona Alea hamil lagi. Semoga kandungnya baik-baik saja ya Allah," doa bibi Sari penuh rasa haru.
Alea sedikit mengerang karena masih merasa pusing. Mark membawa Alea kedalam pelukannya." Apa yang sakit sayang?" tanya Mark sambil mengusap punggung Alea.
"Kepalaku sangat pusing. Aku ingin minum obat," ucap Alea.
"Nanti kita beli obat yang mengurangi rasa pusing khusus untuk ibu hamil," ucap Mark.
"Apaa...? Aku hamil?" sentak Alea.
"Iya sayang. Saat ini kamu sedang hamil. Nanti sore kita ke dokter kandungan. Apakah kamu ingin makan sesuatu?" tanya Mark.
Alea terdiam sesaat lalu tersenyum bahagia mengetahui dirinya kembali dipercayakan untuk hamil lagi. "Aku mau makan rujak buah, sayang," ucap Alea.
"Makanan apa lagi tuh?" tanya Mark dan langsung dijelaskan oleh bibi Sari.
"Biasanya suka jual di pinggir jalan," ucap bibi Sari.
"Baiklah. Kita mampir beli makanan itu," ucap Mark.
Sesuai petunjuk bibi Sari di tempat biasa tukang rujak mangkal, mereka akhirnya membeli rujak buah. Sementara si kembar ingin membeli jajanan lainnya seperti somay dan empek-empek yang ada di sekitar rujak buah untuk dibawa pulang ke apartemennya.
Jika Alea dimanjakan dengan makanan enak, tidak dengan nyonya Tini yang mengamuk karena makan nasi keras dan tahu tempe saja di sel tahanan kepolisian.
"Apa kalian kira aku binatang, hah? Beraninya kalian memberikan makanan sampah ini padaku?!" bentak nyonya Tini pada OB di kantor polisi itu.
__ADS_1
"Sudah syukur masih di kasih makan nenek. Makanya jadi orang jangan jahat. Jadi bisa makan enak terus," imbuh OB Sauda pada nyonya Tini.