Si Kembar Yang Tak Diakui

Si Kembar Yang Tak Diakui
75. Tidak Bisa Menikmati


__ADS_3

Setibanya di Ancol, Rama menanyakan wahana apa yang di inginkan oleh putrinya agar mereka bisa bersenang-senang.


"Baby....! Kita mau naik wahana apa?" tanya Rama antusias.


Wajah cantik Azira berubah murung membuat ayahnya menjadi bingung.


"Sayang. Kenapa? Kok jadi sedih begitu?" tanya Rama kalut.


"Jantung Azira tidak cukup kuat untuk naik wahana itu, Daddy. Kita cari sesuatu yang aman saja untuk Azira bisa menikmati kebersamaan kita," pinta Azira sendu.


Deggggg....


Mata Rama langsung berkaca-kaca mendengar keluhan putrinya.


"Apakah semua aktifitas kamu dibatasi karena jantungmu, sayang?" tanya Rama yang belum sepenuhnya tahu tentang keadaan putrinya yang menderita riwayat jantung.


Azira menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan dan Rama mulai paham.


"Kalau begitu kita bisa melihat atraksi ikan lumba-lumba atau melihat sea world," ajak Rama.


"Kalau masuk ke sea world juga jalan kaki takutnya Azira tidak kuat ayah," ucap Azira.


"Nanti ayah yang akan gendong kamu sayang," ucap Rama.


"Nggak ah....! Kasihan nanti ayah keberatan menggendong Azira. Azira sudah terlalu besar untuk di gendong sama ayah," ucap Azira malu-malu.


"Tapi, ayah gendong Azira dengan punggung ayah, jadi Azira nggak akan capek dan ayah juga. Mau ya?!" bujuk Rama.


"Ok. Ayah! Tapi kita nonton ikan lumba-lumba dulu ya ayah! Aku pingin dicium sama ikan lumba-lumba," pinta Azira.


"Terserah princess ayah mau apa, ayah akan turuti," ucap Rama lalu menggandeng tangan putrinya menuju tempat atraksi ikan lumba-lumba. Rama membeli tiket dan beberapa cemilan untuk mereka berdua dengan menggunakan ATM Azira karena uangnya sudah habis untuk bayar makanan mereka tadi.


Keduanya sudah duduk di tempat yang lebih dekat dengan ikan lumba-lumba yang sedang melakukan atraksi sesuai dengan perintah pawangnya. Azira nampak sangat girang.

__ADS_1


Azira menyuapi ayahnya cemilan miliknya dan Rama menyambutnya dengan suka cita. Rama mengecup pipi putrinya gemas jika Azira selalu meledeknya.


"Ayah....! Azira sayanggggg...sama ayah Rama," ucap Azira sambil cekikikan.


"Ayah mencintaimu lebih dari nyawa ayah sendiri nak," batin Rama dengan lidah kelu.


Rama mengambil foto dan video putrinya berulangkali dengan ponsel miliknya. Dan Azira melambaikan tangannya ke arah ayahnya.


"Ayo..! Siapa yang mau di cium oleh Kimberly?" tanya sang pelatih Lumba-lumba.


Azira mengangkat tangannya dan sang Lumba-lumba Kimberly menghampiri Azira yang memberikan pipinya untuk dicium ikan itu. Rama memotret keduanya.


Saat melihat wajah Azira, rupanya ada yang mengenali Azira namun tidak yakin juga karena Azira jalan berdua dengan Rama. Padahal yang mereka tahu Azira biasanya di dampingi oleh Mark.


"Apakah gadis kecil itu adalah Azira sang komponis itu?"


"Ah, mana mungkin? Bukankah dia tinggal di Amerika? Kebetulan saja wajah mereka mirip," ucap yang lainnya.


"Benar juga. Lagi pula bapaknya lain. Tapi, bukankah Azira itu putrinya Kedubes RI yang ada di Amerika?"


Tidak lama, permainan lumba-lumba itu berakhir dan sekarang, Azira dan ayahnya segera beranjak keluar menuju Sea world. Keduanya terlihat sangat gembira. Langkah mereka harus terhenti saat ada yang menegur Azira.


"Ini Azira sang komposer itukan?" tanya beberapa pengunjung yang berpapasan dengan Azira dan Rama saat keduanya baru memasuki sea world.


Rama yang takut keselamatan putrinya terancam akhirnya bersandiwara.


"Putriku namanya Wulan bukan Azira," ujar Rama dengan pesonanya yang tetap terlihat tampil dengan wajah datarnya.


"Oh maaf tuan! kami salah orang," ucap pengunjung SeaWorld itu.


"Tidak apa," datar Rama yang masih terlihat wajah seorang pemimpin yang disegani banyak orang.


"Ayah. Itu yang aku inginkan dari ayah. Tetap terlihat kharismatik walaupun nasib baik tidak berpihak lagi pada ayah," batin Azira

__ADS_1


"Ayo sayang..! Naik ke punggung ayah..!" pinta Rama setengah berjongkok dan Azira langsung naik ke punggung ayahnya. Azira melingkarkan kedua lengannya ke leher kokoh ayahnya dan Rama menahan kedua paha putrinya stabil dengan tangan kekarnya.


Keduanya mulai melihat jenis biota laut yang tidak hanya ikan. Karena terlalu lelah, lama kelamaan Azira akhirnya tidur di punggung ayahnya. Rama tahu jika putrinya sedang tidur.


Keduanya meninggalkan SeaWorld. Karena hari sudah menjelang senja, Rama akhirnya memutuskan naik taksi untuk mengantar pulang putrinya ke apartemen milik Abrar yang sebelumnya sudah diberitahukan alamatnya oleh Azira. Ia meninggalkan motornya di tempat parkiran Ancol.


Sepanjang perjalanan, Rama memangku putrinya sambil menatap wajah cantik Azira yang sangat mirip dengannya.


"Baby. Terimakasih untuk hari ini. Kamu sudah membuat hidup ayah kembali berarti dan merasakan bagaimana menjadi seorang ayah. Terimakasih, sudah tumbuh dengan baik menjadi gadis cantik, jenius dan Sholihah.


Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam keselamatan dunia dan akhirat begitu juga saudaramu Abrar dan bunda kalian Alea. Maafkan ayah nak...!" ucap Rama.


Setibanya di depan unit kamar apartemennya Abrar, Rama memencet bel pintu itu dan yang membuka pintu itu adalah Alea yang mengira itu adalah Abrar atau suaminya. Begitu melihat wajah mantan suaminya, Alea menyapa Rama canggung. Dan Rama memberikan salam sebagai seorang muslim.


"Maaf...! Azira-nya ketiduran. Apakah aku boleh membaringkan putriku di kamarnya?" ijin Rama santun.


"Silahkan ikut denganku...!" Alea berjalan lebih dulu di depan Rama untuk membuka pintu kamarnya Azira.


Alea keluar lagi untuk memberikan kesempatan kepada Rama bersama putrinya. Rama membaringkan tubuhnya Azira lalu menyelimuti tubuh putrinya. Tidak lupa mengecup lembut kening putrinya.


"Tidurlah sayang...! Selamat malam...! I love you, baby!" Rama menatap sebentar wajah cantik putrinya. Air matanya kembali jatuh. Membayangkan kembali kenangan yang mereka ukir bersama hari ini.


Ia segera beranjak keluar kamar. Alea menunggu Rama di depan pintu kamarnya Azira.


"Terimakasih sudah mengajak Azira jalan-jalan...! Kalau besok mau mengajak dia jalan-jalan lagi, tolong bawa mobil aku saja karena Azira gampang ngantuk. Jantungnya tidak kuat beraktivitas lama," ucap Alea memberitahu kondisi Azira agar Rama tidak ceroboh saat mengajak putrinya jalan-jalan.


"Maafkan aku...! Aku tidak bisa memberikan yang terbaik untuk putriku. Aku hanya punya motor. Terimakasih untuk tawaran mobilnya," ucap Rama tidak kuat menatap wajah Alea yang makin cantik diusianya yang hampir memasuki 40 tahun.


Apalagi aroma tubuh Alea dari handbody yang dipakai mantan istrinya itu merupakan aroma yang sangat ia sukai saat dulu mereka masih berstatus suami istri.


"Aku pamit Alea...! Terimakasih sudah mengijinkan aku bersama dengan putriku. Assalamualaikum...!" ucap Rama yang tidak mau berada lama di apartemen itu mengingat Alea sudah memiliki suami.


"Apakah kamu tidak mau menunggu Abrar pulang?" tawar Alea.

__ADS_1


"Suasana hati putraku masih belum nyaman untuk menerima kehadiranku. Biarkan waktu yang menyembuhkan perasaannya yang terluka," ucap Rama membelakangi Alea sambil menahan kerinduannya pada mantan istrinya itu.


"Ya Allah. Dia bukan milikku lagi. Jauhkan aku dari godaan setan yang terkutuk. Rinduku kini padanya sudah terlarang," batin Rama menahan sesak di dadanya.


__ADS_2