
Lemparan papan nama meja milik Azira tidak mengenai Azira yang langsung menghindar hingga papan nama itu hanya berakhir di rak buku yang ada di belakang Azira.
Azira berdiri di atas meja kerjanya dan langsung melayangkan tendangan tepat di dada Claire yang tidak bisa menghindar tendangan kilat Azira.
"Bangun....! Dan lawan aku, ular betina ..!" ledek Azira pada Claire yang juga mengusai ilmu bela diri.
Walaupun kemampuannya tidak setangguh Azira karena Claire jarang menggunakan ilmu beladirinya. Claire yang lebih dulu menyerang Azira yang hanya meliukkan tubuhnya menghindari pukulan dan tendangan Claire.
Namun di saat Claire lengah, justru tendangan Azira yang menyentuh perut, dada dan pahanya hingga ia harus jatuh terjungkal beberapa kali lalu kembali mengusai tubuhnya dan bersiap bertempur dengan Azira habis-habisan.
Claire tidak mengetahui, jika dirinya saat ini sudah masuk dalam jebakan Azira yang sedang merekam perbuatannya dengan handycam digital yang saat ini ditonton banyak orang di luar sana melalui ponsel mereka karena tayangannya sedang live.
Barack yang sedang melihat tayangan langsung itu begitu kaget hingga ia harus berlari menuju ruang kerjanya Mark untuk memperlihatkan pertempuran sengit itu. Pintu itu dibuka dengan kasar membuat Mark yang sedang fokus pada laptopnya tersentak.
"Heii..! Apakah kamu sedang mabuk, hah..?!" bentak Mark begitu geram.
"Jangan dulu marah bos...! Anda harus melihat tayangan ini...!" ucap Barack seraya menyerahkan ponselnya.
Mark menerima ponsel Barack dan melihat apa yang terjadi di ponselnya Barack. Sedetik kemudian mata Mark melebar karena Azira sedang berada dalam bahaya.
"Astaghfirullah. Ya Allah...! Jangan sampai itu terjadi...!" gugup Mark terdengar ambigu di telinga Barack yang menatapnya rumit.
"Ada apa bos? Apakah ada masalah?" tanya Barack ikutan cemas.
"Siapkan helikopterku sekarang...!" titah Mark yang langsung masuk ke pintu lift menuju atap perusahaannya.
"Baik Tuan."
Barack langsung mengontak anak buahnya yang bertugas di lantai atas untuk menyalakan mesin helikopter. Wajah Mark tampak tegang sambil menarik nafasnya berkali-kali.
"Ya Allah. Lindungi putriku dari ular betina itu!" pinta Mark sambil mendongakkan wajahnya ke atas langit-langit lift dan sesekali mengusap mulutnya.
__ADS_1
"Bos. Bukankah nona Azira jago bertempur?" tanya Barack yang melihat Mark sangat frustasi saat ini.
"Azira tidak boleh kena tendangan tepat di dadanya dan juga kelelahan karena jantungnya tidak cukup kuat dalam waktu yang lama untuk bertarung," ucap Mark akhirnya terbuka juga pada Barack.
Harusnya cukup dia sendiri yang tahu ketahanan jantungnya Azira saat ini karena dia tidak mau Barack sampai tahu dan tidak sengaja menceritakan pada Alea. Jika itu terjadi Alea akan membencinya seumur hidupnya.
"Bos. Bagaimana ini..? Saya sudah menghubungi sekertaris Yolan untuk meminta dia memanggil petugas keamanan perusahaan tapi, pintu ruang kerjanya nona Azira sengaja di kunci oleh nona Azira sendiri. Di telepon juga tidak diangkat," keluh Barack yang takut terjadi hal yang sangat fatal pada Azira.
"Tenanglah...! Kau hanya membuat aku makin pusing," omel Mark saat sudah berada di dalam helikopternya.
Barack langsung terdiam dan tidak lagi berkomentar. Helikopter itu langsung mengudara dan akan tiba di perusahaan Azira dalam waktu 7 menit. Mark sengaja menuju tempat Azira dengan menggunakan helikopternya karena lebih cepat tiba di perusahaan itu daripada ia menggunakan mobil yang akan memakan waktu hampir satu jam.
Mark tidak ingin jebakan Azira untuk Claire malah berakibat buruk pada Azira sendiri karena orang akan banyak mengetahui kelemahan gadis kecil itu untuk melakukan kejahatan padanya.
Jika Mark sudah duluan ke tempat Azira, tidak dengan Alea yang langsung meninggalkan ruang meeting-nya saat diberitahukan oleh salah satu staffnya.
Ia meminta wakilnya untuk menggantikan dirinya melanjutkan meeting itu.
Alea meminta salah satu staffnya untuk mengantarkan dirinya ke perusahaan putrinya. Alea terus menyaksikan pertempuran Azira dan Claire yang makin menggila seperti orang kesetanan.
"Dasar manusia tidak tahu malu. Kau sudah kehilangan perusahaanmu dan sekarang kau telah kehilangan kepercayaan para pasienmu karena bertempur dengan seorang anak kecil. Dasar wanita gila.. !
Tunggu saja kedatanganku..! Akan ku pastikan kaki tanganmu itu akan patah ditanganku," ucap Alea merutuki Claire yang terus-menerus menyerang putrinya yang tidak begitu memberikan perlawanan berarti untuk memperlihatkan kepada rakyat New York atas kebiadaban Claire pada Azira.
Sementara di kota Austin, nyonya Stevani sangat syok menyaksikan wanita kebanggaannya yang dia harapkan akan menjadi menantunya kini berubah menjadi wanita liar dan menakutkan.
"Astaga... Claire?! Ada apa denganmu? mengapa kemarahanmu pada Mark dan Alea kamu timpakan pada gadis kecil itu? Kau sangat memalukan. Aku tidak menyangka kau berubah menjadi seperti wanita psikopat," umpat nyonya Stevani yang menyayangkan sifat arogan Claire yang baru diketahuinya.
Tiba di perusahaan Azira, Mark langsung menuju ke ruang kerjanya Azira. Mark memasukkan kode pintu ruang kerja itu. Pintu terbuka dengan kencang membuat dua wanita beda generasi ini tersentak.
"Mark ..! Putri tirimu ini sangat kurangajar kepadaku dan dia memanfaatkan kemampuan bela dirinya untuk terus menyerangku," ucap Claire pura-pura menjadi korban.
__ADS_1
Mark mendekati Claire dan langsung menampar pipi Claire hingga terdorong ke samping.
Plakkk....
"Mark ...kau menamparku? Jelas-jelas putri tirimu ini yang bersalah, kenapa malah aku yang kau serang?" protes Claire masih sempat berkelit pada Mark.
"Sampai kapan kau ingin menipu semua orang dengan kemunafikan mu itu, hah?! Apa kau kira aku percaya begitu saja dengan pengakuanmu itu? Jika putriku tidak memasang jebakan untukmu, pasti kau akan memfitnahnya secara licik," ucap Mark berapi-api sambil menghampiri putrinya yang sedang menenangkan tubuhnya.
"Jebakan....? Maksudnya apa Mark?" pekik Claire sangat panik.
"Pertempuran kalian barusan sudah di tonton lebih dari tiga juta follower. Azira melakukan siaran langsung melalui konten YouTube.
Sekarang tamat sudah riwayatmu Claire," ucap Barack tersenyum miring pada Claire yang langsung tercengang dengan mata melebar dan rahang terbuka menatap kosong wajah Mark dan Azira secara bergantian.
Tidak lama kemudian dua orang petugas polisi langsung membekuk Claire yang langsung mundur ketakutan.
"Tangkap dan bawa wanita ini pak...! Pastikan dia membusuk di penjara," pinta Barack pada dua polisi itu.
"Tidak... tidak...! aku tidak bersalah Ini semua ulah gadis licik itu," pekik Claire saat kedua polisi memasang borgol ditangan mulusnya.
"Anda kami tangkap atas tuduhan penganiayaan anak dibawah umur, nona Claire," ucap polisi Philip.
"Mark...! Tolong aku Mark...! Aku tidak bersalah. Semuanya ulah putrimu itu," pekik Claire namun diabaikan oleh Mark yang sedang memeriksa keadaan Azira yang terlihat sangat pucat.
Wajah dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Bahkan keringat itu sudah membasahi baju yang dipakainya.
"Bukankah Daddy sudah meminta padamu agar kamu tidak boleh kelelahan karena akan berakibat pada jantungmu, Azira," ucap Mark sambil memeriksa keadaan jantung Azira dengan stetoskop miliknya .
Azira tidak bisa lagi menjawab ucapan ayah sambungnya itu. Ia akhirnya pingsan juga.
"Aziraaaa....!" pekik Mark ketakutan melihat Azira tidak sadarkan diri.
__ADS_1