
Claire mendatangi perusahaannya itu hanya mendapati kekecewaan. CEO perusahaan miliknya itu menjelaskan apa yang terjadi pada perusahaannya yang dikelola oleh Ronaldo yang tidak bisa menangani beberapa permasalahan keuangan perusahaan.
"Apa yang kamu lakukan pada perusahaanku? kenapa langsung terpuruk seperti itu? Apakah kamu sudah mencari tahu apa penyebabnya? Perusahaan ini milik kedua orangtuaku.
Jika perusahaan ini gulung tikar maka kami akan menjadi gelandangan. Apakah kamu mengerti, hahh..?!" bentak Claire pada pria paru baya itu yang merupakan mantan asisten pribadi ayah kandungnya Claire.
"Maaf nona. Sepertinya ada yang sedang menjebak kita dalam memanipulasi data perusahaan hingga beberapa produk kita yang seharusnya sudah siap di kirim ke distributor tiba-tiba ada kerusakan pada segel kemasan produk," ucap tuan Ronaldo.
"Apaa....? Bagaimana mungkin bisa terjadi? Apakah tidak ada pengawasan dari perusahaan saat melakukan pengiriman barang?" selidik Claire.
"Prosedur pengiriman barang selalu diawasi. Tapi kali ini benar-benar naas karena ada kendala teknis yang saat ini sedang diselidiki dari )0pihak kita. Tapi, mendengar perusahaan dalam masalah, pihak penyelidik menghentikan tugas mereka karena takut tidak dibayar oleh perusahaan ini," ucap Ronaldo.
"Mereka mengira aku tidak punya uang untuk membayar mereka? Uangku saja tidak berseri. Aku juga bisa membeli keluarga mereka menjadi budakku," ucap Claire dengan angkuhnya.
"Maaf nona Claire...! Rekening anda sendiri saja sudah dibekukan oleh pihak bank," ucap Ronaldo membungkam kesombongan Claire yang langsung tercengang dengan rahang terbuka ketika mendengar berita buruk lagi untuknya.
"Kenapa rekening bank aku dibekukan? Apa mereka mengira uang itu hasil curian?!" teriak Claire yang sudah mengeluarkan taringnya.
Wanita anggun yang selalu tampil elegan ini tidak lagi melapisi topeng kemunafikannya setelah ia ditimpa berbagai ujian yang datang silih berganti dalam satu malam.
"Tidak tahu nona. Anda bisa langsung mendatangi bank sentral karena anda sendiri pemilik rekening itu," ucap tuan Leonardo merasa serba salah pada putri tuannya itu.
"Apa jangan-jangan ini semua perbuatannya Mark? dia ingin membalas dendam padaku karena aku yang telah membuat gudang penyimpanan mobil barunya itu terbakar? apa dia sudah mengetahuinya?" batin Claire yang merasa imbas dari hasil kejahatannya beberapa bulan yang lalu dibayar mahal olehnya hari ini.
__ADS_1
Ia tidak ingin lagi berdebat dengan CEO Leonardo. Ia ingin segera meninggalkan perusahaan itu dan keluar melalui pintu rahasia agar tidak lagi dicegat oleh wartawan.
Ingin rasanya ia mendatangi Mark dan melabrak pria tampan itu, tapi menuduh Mark tanpa bukti itu akan membuatnya kehilangan muka. Apa lagi dendam terselubung Mark padanya masih menjadi misteri sampai saat ini.
"Apakah dia menyerang aku lebih dulu dengan membuatku melarat sebelum dia menghabisi nyawaku? Itukah rencananya?" batin Claire yang merasa kepalanya mau pecah.
Ia tidak bisa membayangkan jika hidupnya tanpa uang seperti seorang pengangguran yang siap menjadi pengemis jalanan.
"Tidak...! Aku tidak mau jadi gelandangan. Apa yang harus aku lakukan? Oh iya..! Aku masih punya rumah sakit dan apartemen. Semoga aset berharga yang tersisa itu tidak dihancurkan oleh Mark," lirih Claire yang menjadikan Mark sebagai tersangka atas apa yang saat ini dia alami.
...----------------...
Jika saat ini Claire menjadi korban dari si kembar, kini giliran Rama yang dibuat pusing dengan kelakuan Ria yang saat ini meminta pertanggungjawabannya Rama padanya.
Selama ini mereka sudah tinggal seatap tapi tidak ada ikatan pernikahan. Ria mengeluarkan hasil tes kehamilannya dari dokter kandungan saat ia memeriksa keadaan kandungannya tadi pagi. Ia menyerahkan laporan medis itu ke Rama yang menerimanya dengan wajah bingung.
"Aku hamil. Aku harap kamu mau bertanggungjawab atas anak ini karena aku tidak mau melahirkan bayiku tanpa ayah," pinta Ria menahan tangisnya.
"Apaaa...?" sentak Rama tidak percaya." Bukankah aku sudah memintamu untuk memasang kontrasepsi? kenapa sekarang malah kamu bisa hamil?" selidik Rama yang tidak mau masuk dalam jebakan Ria.
"Kau pikir aku pelacurmu? Kamu kira aku mau mengandung bayimu, hah?!" hardik Ria mulai emosi.
"Sebelum kita memutuskan untuk tinggal bersama, kita sudah sepakat agar kamu hati-hati jangan sampai hamil. Aku tidak mau memiliki anak darimu karena anak yang aku punya hanya Abrar dan Azira!" teriak Rama tepat dihadapan wajahnya Ria yang langsung menamparnya.
__ADS_1
Plakkkk....
"Dasar lelaki egois...! Dulu Alea hamil kamu kekeh tidak ingin mengakui anak yang dikandungnya karena mereka dinyatakan cacat. Setelah melihat anakmu tumbuh sehat kamu mati-matian merebut anak kembar yang dia besarkan olehnya dengan susah payah. Kau ini ayah macam apa, hah?!" bentak Ria tidak mau kalah.
"Itu bukan urusanmu. Belum tentu anak yang kamu kandung itu bukan anakku. Bukankah kamu cukup nakal untuk menjadi seorang wanita kesepian?" remeh Rama merendahkan Ria yang mengepalkan kedua tangannya kuat menahan geram.
"Kau berani menghinaku padahal kaulah yang menikmati tubuhku. Kau merasa suci padahal kau sangat menikmatinya. Sekarang saat aku mengatakan aku hamil semua perkataan yang manis yang pernah kamu ucapkan menjadi racun yang menyerang-mu kembali. Kau ketakutan sendiri karena berharap Alea bisa kembali padamu. Menjijikkan," umpat Ria.
"Keluar dari apartemenku...! Keluar....! aku tidak peduli dengan anak yang kamu kandung itu," tolak Rama sambil mendorong tubuh Ria agar meninggalkan apartemen miliknya.
"Baik. Aku bersumpah hidupmu akan hancur dan di saat itu kau akan datang padaku mengemis sambil memohon bantuanku," ucap Ria.
"Keluar dari sini..! pergi..! Kau hanya wanita pembual," pekik Rama yang tidak mau dipusingkan dengan seorang anak dari Ria karena hatinya masih condong pada Alea.
"Kau akan menyesali perbuatanmu ini Rama. Aku bersumpah kau akan berakhir di jalanan seperti seorang gelandangan," pekik Ria dengan badan terhuyung ke belakang saat Rama mendorong tubuhnya tepat di depan pintu apartemennya.
Rama membanting pintu utama itu dengan kencang tepat di depan Ria yang masih belum sepenuhnya pulih dari syok-nya.
"Dasar penjahat kelamin...! Mau enaknya saja. Giliran benihnya jadi tidak mau akui. Terkutuk kau Rama...hiks...hiks ..!" Ria berjalan menuju lift sambil mengusap air matanya.
Selama ini, ia selalu bersabar untuk mendampingi Rama walaupun Rama tidak pernah mencintainya. Rama hanya memikirkan Alea dan Alea. Sekarang Ria baru menyadari kebodohannya itu. Selamanya Cinta Rama hanya untuk Alea bukan untuk dirinya.
Sementara itu di kamarnya, Rama merasa hidupnya hancur sejak memutuskan menceraikan Alea yang saat itu tidak pernah memohon padanya untuk tidak diceraikan.
__ADS_1
"Di mana-mana wanita selalu takut jika diceraikan oleh suaminya. Tapi, kenapa Alea berbeda? Dia begitu percaya diri dan sangat yakin dia bisa melalui hidupnya tanpa kehidupan mewah yang pernah aku berikan padanya.
Dia sudah bahagia dengan hasil keringatnya sendiri. Dasar kau tolol Rama...! Dia sedikitpun tidak pernah menghubungi kamu untuk meminta uang satu rupiah pun dalam mengobati si kembar. Kau memang payah..bodoh..dan tolol ..!" maki Rama sambil memukul-mukul kepalanya sendiri dengan kedua tangannya.