
Enam bulan setelah Claire dinyatakan jatuh bangkrut, kini perusahaannya sudah diambil alih oleh Azira.
Azira dan Abrar harus mengungkapkan rahasia besar mereka ini pada Mark dan Alea. Entah hasilnya seperti apa nanti mereka tidak begitu mempedulikannya.
Yang penting kejujuran adalah nomor satu untuk memulai sesuatu yang baik apalagi ini adalah bisnis besar yang akan mereka kembangkan lagi dengan inovasi baru dan mengganti merk dagang yang baru.
Keduanya ingin menceritakan tentang rencana itu usai makan malam. Dan saat ini mereka sedang menikmati makanan penutup. Abrar yang mulai membuka obrolan duluan dan Azira yang akan menambahkan sisanya.
"Daddy..!"
"Bunda..!"
"Apakah aku boleh menyampaikan sesuatu?" tanya Abrar saat melihat daddy Mark sudah menyelesaikan makan puding coklatnya.
"Silahkan sayang...! apa yang kamu ingin sampaikan?" tanya Alea seraya meletakkan garpu dan menyingkirkan piring kotor miliknya dan milik Mark ke samping.
"Kami harap apa yang kami sampaikan ini tidak membuat kalian kaget apa lagi marah atas perbuatannya kami," ucap Abrar.
Mark dan Alea saling bertatapan lalu memberikan kesempatan kepada si kembar untuk menyampaikan informasi apa yang sedang mereka rencanakan tanpa ingin memberi komentar terlebih dahulu.
"Ok, lanjut!" pinta Mark bijak.
"Ini mengenai perusahaan Claire. Kamu yang sudah membuat perusahaan Claire jatuh bangkrut," ucap Abrar sambil menatap wajah kedua orangtuanya secara bergantian.
Ingin sekali Alea mengamuk tapi ia harus menahan dirinya karena mendapat kode isyarat dari Mark untuk mendengarkan alasan si kembar dengan mengangkat salah satu tangannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Mark.
Abrar menceritakan awal mulanya mereka menghancurkan perusahaan Claire karena ingin membalas dendam apa yang telah dilakukan Claire pada bunda mereka. Mark tersenyum puas mendengar penuturan si kembar jenius ini.
"Masya Allah ...! Daddy tidak menyangka kalian bisa sehebat itu. Kalian melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan Daddy dan bunda. Daddy hanya punya dua jempol tangan untuk kalian berdua.
Terimakasih sayang..! Sudah mewakili Daddy untuk membalaskan dendam daddy pada wanita ular itu," ucap Mark berapi-api seraya melakukan tos pada si kembar secara bergantian.
Alea hanya bisa pasrah karena suaminya mendukung tindakan agresif si kembar yang melumpuhkan bisnis Claire dalam sekejap.
"Apa yang bisa daddy bantu untuk kalian?" tanya Mark.
"Kami ingin besok ke perusahaan Claire karena perusahaan itu sudah atas nama Azira karena dia yang membeli saham milik Claire dengan uang hasil dari setiap konsernya," ucap Abrar.
"Benar bunda. Kami akan melakukan banyak perombakan termasuk nama perusahaan dan merk dagang. Kami juga akan menggantikan komposisi dari setiap bahan yang digunakan dalam pembuatan makeup yang aman dari zat kimia berbahaya untuk kulit. Kami juga akan membuat suplemen untuk kulit dengan bahan-bahan alami sebagai perawatan dari dalam tubuh," ucap Azira.
"Wahh....! Kalian ini penuh dengan kejutan. Seorang CEO cantik dan termuda di abad ini. Bunda sangat bangga pada kalian berdua. Bunda seperti berhadapan dengan gadis 17 tahun. Tapi sayangnya masih 7 tahun," ledek Alea membuat putrinya tersenyum.
"Kematangan cara berpikir seseorang itu tidak tergantung pada usia bunda. Bisa jadi usia dewasa dengan pemikiran kekanak-kanakan akan terlihat menggelikan jika dia tidak bisa mengelola emosinya dengan benar dalam menyikapi setiap masalah. Yah, walaupun manusia itu tidak terlepas yang namanya khilaf dan dosa," ucap Azira.
"Setuju sekali sayang. Daddy bahkan tidak menyadari seberapa hebatnya kalian memikirkan ide dan konsep yang sangat struktural mampu menembus pemikiran orang dewasa yang belum tentu mempunyai pemikiran hebat seperti kalian," puji Mark.
"Yang menarik hati kami akan kami coba. Dan yang nyaman dihati kami akan kami terus mengasah. Kami tidak tahu bakat apa yang akan menjadikan kami bintang. Dan tentu bintang yang selayaknya bintang adalah.. bintang yang mampu menerangi sekitarnya.
Yang bermanfaat untuk orang lain sebagai bekal diakhirat kelak," ucap Abrar membuat Mark dan Alea bertepuk tangan dengan senyum mengembang.
__ADS_1
"Diusia kami saat ini adalah masa yang sangat panjang untuk mengasah dan mencari. Seperti jodoh yang harus dicari dan dicintai. Bakat yang kami punya bukan suatu kemujuran yang menjadikan kami seperti jagoan.
Karena apa yang kami hasilkan saat ini karena kegigihan kami yang banyak membaca dan menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para ahli yang sudah sukses membuktikan bakat mereka untuk membangkitkan naluri kami melanjutkan apa yang sudah mereka wariskan dan tinggal kami kembangkan dengan belajar untuk mencoba sesuatu," timpal Azira.
"Hahh....?" Alea dan Mark seakan sedang berada di dimensi berbeda saat mendengar setiap lontaran kedua lisan orang dewasa yang terjebak ke dalam anak usia 7 tahun yang berada di dihadapan mereka saat ini.
Mark mengedipkan matanya pada istrinya agar Alea bersikap seperti orang dewasa yang sedang berbicara dengan sesama orang dewasa agar mental si kembar lebih percaya diri saat mereka siap mengemban tugas besar mulai esok hari.
Hanya pujian dan rasa bangga yang luar biasa yang dirasakan Alea dan Mark saat ini. Alea merasakan betapa Allah SWT itu maha hebat jika kita menjaga apa yang telah diamanahkan kepadanya walaupun saat itu di tentang oleh mantan suaminya sendiri.
"Allahu Akbar. Maha suci Engkau ya Robb yang mengujiku saat itu dengan ujian yang berat tapi Engkau menyelipkan kemudahan di setiap tahap ujian yang aku lalui dengan mengirim bibi Sari dan suamiku yang terhebat Mark Antonio Luise," batin Alea penuh rasa syukur memiliki si kembar dengan kemampuan mereka yang luar biasa.
"Ok. Sekarang kembali ke kamar kalian masing-masing. gosok gigi, pipis, berwudhu dan baca doa tidur!" titah Alea pada si kembar yang langsung mengecup pipi Alea dan Mark lalu mengucapkan salam.
"Assalamualaikum..! Good night bunda, Daddy...!"
Mark dan Alea menarik nafas panjang lalu keduanya saling berpelukan. Mark menggendong Alea yang langsung berkoala di pinggangnya menuju kamar mereka.
"Melihat kehebatan si kembar, rasanya aku ingin menghamili kamu setiap dua tahun sekali sayang. Aku ingin mencetak banyak anak super jenius agar bumi ini terisi dengan anak-anak hebat seperti si kembar dan juga adik si kembar," ucap Mark.
"Jenius saja tidak cukup sayang jika tidak diimbangi dengan akhlak mulia. Agama itu lebih diutamakan untuk mengontrol setiap langkah yang diambil si kembar agar tidak menjadikan mereka serakah dan angkuh. Jika sudah dikuasai sifat serakah maka otak jenius itu hanya selembar ijazah yang tak bermanfaat. Mereka harus tetap ingat pada Allah yang menganugerahi mereka dengan otak jenius," ucap Alea.
"Itu adalah tugas kita sebagai kedua orangtua untuk terus-menerus membimbing mereka agar tidak salah jalan dalam mengejar duniawi," timpal Mark bijak.
Setibanya di kamar, Mark tidak bisa menguasai dirinya karena miliknya tiba-tiba menagih untuk bertemu di dalam tempat yang sempit lagi lembab milik istrinya.
__ADS_1