Si Kembar Yang Tak Diakui

Si Kembar Yang Tak Diakui
86. Sepakat Menikah


__ADS_3

Assalamualaikum.. readers..! Ini Boncap buat kalian semuanya. Happy reading...!


Kedekatan Azira dengan Fahri makin lengket sejak keduanya menjalin kasih selama satu tahun ini. Kesibukan Azira yang saat ini terjun di dunia karier sebagai pengusaha, dokter bedah dan juga komposer membuatnya cukup sulit memiliki waktu kebersamaan dengan sang kekasih.


Namun, Fahri tidak patah arang, pria tampan itu selalu mencari cela waktu Azira saat gadis 19 tahun ini istirahat atau pulang bekerja.


Di tambah lagi Azira di minta untuk membuat soundtrack film bergenre cinta romansa yang sebagian kisah flm itu lebih kepada cermin hidupnya sendiri, di mana film itu mengisahkan pengorbanan seorang ayah yang rela mati demi anaknya. Sang sutradara film memilih Azira mengisi soundtrack filmnya dengan musik indah dari tangan ajaibnya.


Saat ini, Fahri menemani Azira yang sedang melihat hasil akhir dirinya bekerjasama dengan sutradara menggarap film dengan musik yang ia lahirkan untuk memberikan sentuhan magis pada film itu sendiri untuk memukau penonton yang sebentar lagi akan dilemparkan ke pasar film melalui bioskop di negara Amerika itu sendiri dengan beberapa negara lainnya yang akan tayang bersamaan.


Fahri menggenggam tangan Azira sambil menikmati film tersebut. Azira tampak hanyut dalam alur cerita film dengan iringan musik ciptaannya.


"Ayah. Ini adalah musik terindah yang pernah aku ciptakan untukmu. Ayah. Putrimu sudah dewasa. Sebentar lagi akan menikah. Sesuatu yang paling aku impikan adalah ayahku yang menikahkan aku sendiri dengan pria pilihan hatiku. Namun sayang, ayahku lebih memilih aku kuat untuk menjadi seorang istri dan kelak akan menjadi seorang ibu. Insya Allah," batin Azira bicara dengan dirinya sendiri.


Punggungnya yang bergetar menahan tangisnya membuat Fahri merengkuh pundak Azira dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Apakah kamu sedang merindukan ayahmu, baby?" tanya Fahri membuat Azira makin terisak tanpa bisa berkata apapun pada sang kekasih.


"Insya Allah. Aku bisa menggantikan peran beliau dengan mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hatiku. Kita harus belajar dari kesalahan setiap orangtua kita untuk menjaga keseimbangan kehidupan rumah tangga kita yang diharapkan menjadi samawa, insya Allah.. aamiin," tutur Fahri bijak.


"Terimakasih. Sudah mau menemaniku sejauh ini. Kadang aku takut untuk bermimpi membangun rumah tangga karena kegagalan rumah tangga kedua orangtuaku," lirih Azira.


"Allah memberikan ujian pada hambaNya sesuai dengan kemampuan hambaNya itu dengan cara yang beda dan terkesan tidak masuk akal. Kadang kita ingin protes pada Tuhan, kenapa caranya seperti itu ujiannya? Dan kenapa harus aku yang merasakan sakitnya, duhai Allah?" tutur Fahri untuk mencerahkan hati Azira yang masih diselubungi rasa sedih yang mendalam.


"Apakah karena aku terlalu istimewa hingga ujian berat itu jatuh padaku?" tanya Azira.


"Tepat sekali. Tidak kamu merenungi lagi hal apa saja yang sudah kamu dan Abrar dapatkan di ujian berat itu? Allah menyelipkan sesuatu yang tidak semua hambaNya miliki di usia muda seperti kalian. Jenius dengan talenta yang kalian miliki, bukankah itu adalah imbalan Allah untuk kalian?" imbuh Fahri membuat Azira beristigfar dan takbir.

__ADS_1


"Astaghfirullah halaziiim. Allahu Akbar..!" pekik Azira yang baru menyadari bahwa sekelumit kesedihan yang dirasakannya tidak sebanding dengan nikmat yang Allah timpakan kepada dirinya dan saudara kembarnya Abrar.


"Ayo kita menikah Fahri...! Jika calon imamku sehebat ini menasehati aku, bagaimana nanti ketika kita membina rumah tangga dengan diberkahi anak-anak yang Sholeh sholehah," timpal Azira tersipu malu pada sang kekasih hingga melupakan kesedihannya.


"Ayo ke KUA sekarang ,yuk!" ajak Fahri membuat Azira memukul pelan dada Fahri yang dianggap biasa oleh Fahri.


...----------------...


Pernikahan sakral itu berlangsung di Jakarta di salah satu mesjid yang ada di Jakarta Selatan. Pernikahan yang mengusung adat Jawa itu sengaja di pilih oleh kedua mempelai pengantin yang didukung oleh kedua belah pihak keluarga mempelai pengantin itu.


Azira tampak cantik dengan kebaya putih hasil rancangan desainer ternama begitu pula dengan Fahri. Duduk berdua di depan penghulu ditutupi selendang putih untuk mengikat keduanya.


Bertindak sebagai wali nikahnya Azira adalah saudara kembarnya Abrar sendiri yang sejak tadi sekuat tenaga menahan rasa harunya bisa menikahkan adik kembarnya itu.


Fahri mengikrarkan ijab kabul itu penuh hikmat hingga tidak kuat menahan haru setelah berhasil menikahi wanita yang sudah diincarnya sejak usia Azira masih sepuluh tahun. Kesabaran yang sangat mengagumkan dan terbayar mahal untuk momen mendebarkan sekaligus membahagiakan baginya.


Saat acara resepsi berlangsung disalah satu hotel ternama di Jakarta itu yang disinyalir milik Fahri sendiri. Azira diminta untuk memainkan piano untuk menghibur para tamu undangan yang berbahagia malam ini.


"Siapa yang mengundangmu ke sini? Pergilah dari sini!" usir Fahri tetap terlihat tenang di depan para tamu yang sedang menikmati permainan pianonya Azira.


"Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu Fahri. Aku bisa menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi antara aku dan Bagas," jelas Marisa tentang masa yang sudah dilupakan oleh Fahri.


"Aku butuh penjelasan apapun darimu. Apakah kamu tidak melihat situasi bahagia yang sedang aku reguk dengan gadis hebat dan terhormat yang saat ini sudah sah menjadi istriku?" sergah Fahri.


"Fahri. Aku masih mencintaimu. Aku yakin kamu masih mencintaiku. Aku juga ...-"


"Apa kamu ingin aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar dari sini, hah?!" bentak Fahri begitu geram pada wanita yang pernah menghancurkan hidupnya.

__ADS_1


Hingga permainan piano Azira berakhir, Fahri segera menghampiri istrinya itu meninggalkan Marisa yang terlihat sangat kesal hingga menghentakkan kakinya dengan wajah cemberut.


"Dasar bajingan..! Apakah dia tidak bisa mendengarkan aku sebentar saja mengapa malam itu aku tidur dengan sahabatnya sendiri? Kalau Bagas tidak menjebak aku dengan obat perangsang, aku tidak mungkin menyerahkan kesucianku begitu saja pada Bagas," keluh Marisa yang sudah berulang kali ingin menyampaikan alasannya pada Fahri namun tidak diindahkan oleh mantan kekasihnya itu.


Fahri menatap datar wanita yang telah mengkhianatinya itu meninggalkan ruang pestanya sambil memeluk sang istri.


"Ayo kita ke kamar baby..!" pinta Fahri menuntun istrinya keluar dari ruang pesta menuju kamar mereka.


"Tamunya belum pulang Fahri..!" protes Azira.


"Tapi aku tidak sabar untuk bertemu ke tempatmu," balas Fahri segera menggendong Azira dengan enteng saat keluar dari pintu lift.


"Apakah setiap mempelai pria selalu kebelet kawin saat sudah memasuki malam?" protes Azira.


"Jika siang saja berlalu dengan cepat agar bisa menemui malam, bagaimana dengan diriku yang tidak sabar menemui milikmu yang paling berharga, hmm?" bisik Fahri terdengar sensual dikuping Azira yang seketika merinding.


Keduanya sudah berada di kamar dan tidak sabar memagut bibir karena selama ini Azira tidak pernah memberikan bibir maupun pipinya untuk disentuh oleh Fahri. Itulah mengapa Azira menjadi sangat istimewa dihati sang suami.


"I love you so much baby.. muacch...!" lirih Fahri saat berhasil memasuki tubuh istrinya.


"Uhmmm..!"


TAMAT.....


Sinopsis karya baru author


Pesona adik tiri culun

__ADS_1


Siapa sangka musuh bebuyutan di masa kuliahnya dipertemukan lagi saat keduanya menjadi saudara tiri karena pernikahan kedua orangtua mereka. Permusuhan yang awalnya mereka tebarkan berakhir dengan kisah cinta yang panas. Apakah keduanya tidak bisa melanjutkan hubungan terlarang ini demi kedua orangtua mereka ataukah mengutamakan perasaan mereka yang sudah terlanjur saling mencintai?


itu sinopsisnya kak... besok launching ya.... terimakasih readers..i love you guys...!


__ADS_2