
Mark mengirim pesan pada Alea untuk meminta ijin pada wanitanya dengan alasan yang sangat mendesak. Tentu saja pria itu melakukannya dengan mengirim melalui pesan singkat di ponselnya. Alea tidak menghalangi suaminya yang mau bertanggungjawab atas musibah yang baru saja mereka alami.
"Tidak apa sayang. Pergilah ke Canada! dan aku turut prihatin atas musibah ini. Semoga Allah akan menggantikannya yang lebih baik dari yang sudah musnah. Semua yang terjadi pasti atas ijin Allah," tulis Alea membalas pesan suaminya.
"Terimakasih atas pengertiannya sayang. Insya Allah. Aku akan kembali secepatnya begitu urusan ini selesai," balas Mark disertai emoticon bibir.
"Hati-hati dan kendalikan emosimu. Jangan marah dan kembalikan lagi semuanya pada Allah," balas Alea disertai emoticon pelukan.
Entah mengapa, Mark merasa Alea adalah wanita yang punya seribu daya pikat. Wanita yang bukan hanya menyenangkan baginya namun juga menenangkan hatinya dikala ada badai apapun yang menimpanya seperti saat ini. Alea tampil begitu piawainya merangkai kalimat indah untuk membiusnya dalam mengatasi masalah.
"Hanya pria bodoh yang menyia-nyiakan wanita sehebat kamu Alea. Tapi tidak apa, mungkin dengan jalan itu kita bisa bersama. Akhirnya dia mengirimkan kamu padaku untuk aku jaga disisa waktuku.
Aku akan selalu ada dalam setiap hembusan nafasmu, Alea. Tunggu aku pulang, sayang...!" batin Mark saat helikopter itu terbang meninggalkan kota New York menuju Canada.
"Bunda. Apakah Daddy pergi?" tanya Abrar melihat wajah cemas ibunya.
"Ada musibah kebakaran di perusahaan milik Daddy yang ada di Canada. Kita baca doa untuk Daddy ya!" pinta Alea lalu membaca surah Al-fatihah dan doa nabi Yunus.
Usai membaca doa untuk Mark, si kembar memilih tidur menemani bunda mereka untuk menggantikan daddy Mark yang saat ini sedang mendatangi lokasi kebakaran perusahaan mobil miliknya.
"Bunda. Kami ingin tidur bersama bunda di sini karena Daddy tidak ada," ucap Abrar yang siap menggantikan peran Daddy-nya untuk menjaga sang bunda.
"Alhamdulillah. Bunda bisa mengandalkan kalian berdua," ucap Alea penuh rasa syukur.
"Sekarang, bunda tidur. Ini sudah malam. Besok pasti Daddy Mark akan pulang," ucap Azira.
"Baiklah. Kalau begitu kita tidur. Bunda juga sudah sangat lelah," ucap Alea lalu mencium anak kembarnya yang tidur di tempat tidur khusus untuk kelurga pasien.
__ADS_1
Ia sendiri balik lagi ke tempat tidurnya dengan susah payah karena Alea tidak ingin ada suster yang menjaganya di kamar inapnya. Baginya si kembar saja sudah cukup. Walaupun begitu suster jaga selalu memantau CCTV kamar Alea jika terjadi sesuatu pada Alea.
Mereka tidak mau kecolongan untuk hal sekecil apapun. Namun sayangnya Mark lupa memberikan peringatan pada suster dan perawatnya agar tidak mengijinkan siapapun masuk selain dokter spesialis kandungan yang sudah direkomendasikan oleh Mark.
Beberapa jam kemudian, Mark sudah berada di lokasi kebakaran di mana api sudah berhasil di padamkan oleh tim damkar. Mark dan Barack di sambut oleh tuan Marcell yang mengantar keduanya di lokasi kebakaran.
Hati Mark merasa sehancur- hancurnya ketika melihat hampir separuh gudang tempat penyimpanan mobil siap ekspor itu hangus terbakar menyisakan puing-puing mobil rongsokan. Ia hanya bisa mengucapkan banyak istighfar dan berusaha bersabar.
"Aku harus sabar dan ridho karena ini bagian dari takdir Allah," ujar Mark di dalam hati.
"Tuan. Ada rekaman CCTV yang berhasil kami amankan untuk melihat kronologi sebenarnya di gudang mobil ini," ucap tuan Marcell terlihat sedih.
Mark mengusap pundak tuan Marcell yang merupakan CEO perusahaan miliknya itu.
"Tidak apa. Perusahaan ini sudah diasuransikan. Jadi, kita akan mendapatkan ganti rugi dari pihak asuransi," ucap Mark menghibur tuan Marcell yang merasa sangat bersalah pada Mark.
"Lakukan tugasmu sebagai CEO di perusahaan ini seperti biasa pada para awak media itu . Segera bubarkan mereka karena ini sudah malam...!" titah Mark pada CEO Marcell yang masih masih merasa bersalah.
"Baik tuan. Saya permisi." CEO Marcell segera menghampiri para awak media yang sedari tadi ingin mengambil foto Mark dan juga lokasi kebakaran sebagai berita besar mereka esok pagi.
"Bentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus kebakaran ini...! Saya ingin memastikan jika kebakaran ini murni kecelakaan bukan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh seseorang melalui bawahan kita yang menjadi pengkhianatnya!" titah Mark pada Barack yang mengangguk patuh.
"Baik tuan. Kita masih punya orang-orang jujur di kepolisian yang bisa kita andalkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini," ujar Barack.
"Lakukan secara diam-diam....! Jangan biarkan mereka senang dengan tujuan mereka yang sudah tercapai karena berhasil menjatuhkan aku...! Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera tangkap pelakunya dan hukum orang itu dengan hukuman kita. Jangan serahkan dia pada negara ini!" titah Mark serius.
"Baik tuan." Barack mengubungi orang-orang di kepolisian di kota itu. Mereka paham apa yang diinginkan oleh Barack dan Mark.
__ADS_1
Sementara polisi yang ada di lokasi kebakaran, kini merentangkan garis polisi agar tidak ada orang yang datang untuk masuk ke lokasi kebakaran sebelum tim investigasi itu melakukan tugasnya untuk menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Mark melihat jam tangannya yang ternyata sudah cukup larut untuk mengetahui Bu mil-nya. Ia membuka ponselnya dan melihat CCTV yang ada di kamar Alea yang terlihat tidur sangat manis.
Istrinya tidur ditemani si kembar. Hatinya cukup lega karena ada untungnya mereka jemput si kembar. Dan ini manfaatnya saat mereka tinggalkan Alea sendirian ada si kembar yang bisa Mark andalkan.
Usai memastikan semuanya aman di area kamar inap Alea, Mark kembali ke Barack untuk mengetahui banyak hal tentang obrolan Barack dengan beberapa orang kepolisian.
"Apakah mereka bersedia menerima kasus ini?" tanya Mark pada Barack.
"Besok pagi mereka akan kunjungi lokasi kebakaran. Hanya saja butuh waktu satu pekan untuk mendapatkan hasil penyelidikan secara akurat. Jadi mereka butuh waktu untuk melaporkan hasil investigasi," ucap Barack.
"Sepekan terlalu lama. Saya tidak punya waktu untuk menunggu. Jika mereka mengulur banyak waktu. Alihkan kasus ini ke FBI atau CIA..!" titah Mark tanpa basa-basi.
"Tapi tuan....!" bantah Barack yang langsung dipelototi oleh Mark seakan ingin mencabut nyawanya Barack yang menggelengkan kepalanya.
"Tidak jadi. Semuanya akan sesuai dengan kemauan tuan," ucap Barack dengan nyengir kuda.
Sementara itu, Claire yang mendapatkan pesan dari mata-mataya lalu membaca pesan itu.
"Semuanya sudah sesuai rencana anda nona Claire. Apakah anda siap mendatangi nyonya Alea besok pagi?" tanya sang mata-mata.
"Tentu saja. Aku ingin kamu membuat wanita itu mendapatkan kontraksi hebat hingga ia akan melahirkan secara normal. Dengan begitu nyawanya tidak akan tertolong!" titah Claire penuh kemenangan.
"Baik nona!"
"Bukan kamu yang akan mendapatkan Mark, dokter Claire, tapi aku yang akan menjadikan tanganmu untuk mendapatkan tujuanku," ucap sang mata-mata yang ingin mendapatkan kepercayaan Mark begitu mengakhiri obrolannya dengan Claire melalui pesan singkat.
__ADS_1