Si Kembar Yang Tak Diakui

Si Kembar Yang Tak Diakui
59. Mengelak


__ADS_3

Atas bukti kuat yang dikirimkan Abrar ke ponsel Mark, pria tampan ini ingin melakukan perhitungan dengan Claire. Tapi, untuk menemui Claire Mark harus minta ijin pada Alea agar wanita ini tidak salah paham kepadanya.


"Ayolah sayang ..! Tidak usah dipermasalahkan lagi tentang wanita itu. Yang harus kita lakukan saat ini tetap waspada kepadanya dan orang-orang di sekitarnya yang sekiranya bisa melukai kita," pinta Alea agar Mark tidak memperpanjang kasus SMS gelap itu.


"Tidak bisa, Alea. Wanita itu perlu diberi pelajaran agar dia bisa mawas diri sebelum aku melenyapkannya di dunia ini," bantah Mark.


"Ingat sayang...! Kamu tidak sendiri lagi. Aku tahu dia saat ini sangat terobsesi padamu dengan mencemburui ku. Ada cara yang lain untuk membuatnya malu di depan umum dengan menjebaknya. Dengan begitu, dia tidak bisa mengelak dari kita karena kejahatannya akan terungkap dengan sendirinya," ucap Alea yang ingin menjebak Claire dengan caranya.


"Sayang. Bahaya itu datangnya kapan saja. Jika kita tidak menghentikan kejahatannya sekarang, maka tidak menutupi kemungkinan dia akan melakukan kejahatan lebih buruk dari kemarin," ucap Mark yang saat ini ingin sekali membunuh Claire.


"Sayang. Jika kami yang mati, keluargamu akan senang tanpa tahu pelakunya siapa karena yang tahu kejahatan Claire hanya kamu dan Barack dan orang tidak akan percaya cara wanita itu tewas," ucap Alea.


Mark terlihat diam dalam menyimak apa yang disampaikan oleh istrinya sesuai dengan strategi yang saat ini sedang direncanakan oleh ibu duta besar Indonesia itu.


"Jika dia dibunuh olehmu, maka reputasimu akan jatuh di negara ini bahkan di kancah internasional yang mengenali kamu sebagai dokter ternama yang mencetak rekor karena sudah berhasil menyembuhkan banyak anak-anak yang memiliki kasus penyakit serius.


Di tambah lagi kamu itu sudah punya kami berlima saat ini. Apakah kamu mau memberikan status ayah pembunuh untuk keempat anakmu? Reputasi aku juga jatuh dan mantan suamiku akan menertawakan aku karena aku menikah dengan kamu yang lebih bajingan daripadanya," lanjut Alea.


Mark menarik nafas panjang memilah-milah apa yang dikatakan oleh istrinya yang ada benarnya. Ia harus menekan nafsu amarahnya yang saat ini hampir meledak mengingat rencana jahat Claire pada keluarga kecilnya.


"Jadi, aku harus bagaimana membalas dendam kepada ular betina itu?" tanya Mark.


"Jika kamu membunuhnya dengan kematian, semua tidak akan berakhir begitu saja karena dia masih memiliki keluarga yang akan membalas dendam padamu dan ibumu mengira akulah yang sudah mengubahmu menjadi seorang pembunuh.


Jika kamu ingin menghukumnya, cukup awasi dia terus menerus sambil memasang jebakan untuknya. Kita akan merekam kejahatannya dan kita akan tayangkan siaran langsung melalui saluran YouTube. Dunia akan mengecamnya dan kedua orangtuamu akan mengutuknya. Kelurganya akan tahu bagaimana perilaku putri kebanggaan mereka di luar pengawasan mereka saat beraksi," ucap Alea penuh taktik.

__ADS_1


"Jadi kamu ingin memberikan hukuman sosial pada Claire?" tanya Mark yang sudah mengerti strategi pembalasan mantan diplomat Indonesia ini.


"Begitulah cara membuka topeng musuh. Hukuman sosial itu jauh lebih menyakitkan daripada hukuman itu sendiri. Dia bukan hanya kehilangan kehormatannya sebagai seorang dokter dan pengusaha sukses.


Tapi, semua yang dimilikinya akan terbenam ke dalam bumi karena kehilangan kepercayaan banyak orang jika dia benar-benar terbukti bersalah secara hukum," jelas Alea.


"Jadi, kamu ingin membuktikan kepada mommy aku siapa itu Claire? Dibandingkan dengan kamu?" tanya Mark yang sudah paham apa yang diinginkan oleh istrinya dengan akal jenius yang dimiliki ibu 4 anak ini.


"Itu hanya salah satu tujuanku. Karena aku hanya ingin memberi pelajaran berharga untuk Claire bagaimana cara bersaing yang sehat dan menghargai milik orang lain yang sudah dipatenkan di hadapan hukum negara dan agama," balas Alea terdengar elegan oleh Mark.


"Aku tidak salah memilihmu. Aku tidak menyesali waktu yang mempertemukan aku dengan kamu yang terlambat. Aku tidak mempermasalahkan seberapa perjuanganku menyembuhkan si kembar penuh keringat dan air mata.


Karena balasan yang ku dapat saat ini melebihi semua yang kuberikan pada kalian. Rasanya setimpal antara cinta dan perjuanganku," ucap Mark terdengar emosional.


"Terimakasih sayang karena aku yang terpilih dari sekian banyak perempuan hebat yang berusaha mengejarmu. Insya Allah aku akan menghabiskan di sisa usiaku dengan mengabdi padamu, wahai penjaga hatiku," imbuh Alea tidak kalah romantisnya.


"Sepertinya ada yang iri nih Bundanya di sayang. Mau di gendong sama Daddy atau bunda?" tanya Mark balas mengerjai anak kembarnya.


Mark mengangkat bayi perempuannya lalu menyerahkan ke Alea untuk disusui. Sementara dirinya menggendong bayi laki-lakinya.


"Sayang. Kita belum memberikan mereka nama. Siapa nama mereka?" tanya Alea.


"Mikaila dan Mikail," ucap Mark.


"Kenapa menamakan mereka seperti itu, sayang?" tanya Alea.

__ADS_1


"Karena mereka yang membawakan rejeki dari Allah untukku. Rejeki mendapatkan ibunya dan kakaknya. Rejeki yang Allah gantikan dengan kebakaran yang terjadi di perusahaanku yang ada di Canada. Merekalah yang Allah gantikan kesedihanku," ucap Mark begitu sentimentil.


"Iya sayang. Merekalah harta kita sesungguhnya kelak kita di akhirat nanti karena dari mereka kita akan mendapatkan surganya Allah," balas Alea.


"Aaamiin. Semoga mereka sama jeniusnya dengan kakak kembar mereka," ucap Mark yang langsung diaminin Alea.


"Sebaiknya kita tidur karena sudah malam. Besok pagi kita mau pulang ke rumah kita. Aku mau lihat si kembar dulu di kamar sebelah," ucap Mark yang belum sempat menemui si kembar.


"Iya sayang. Titip ciumanku untuk kakak kembar," ucap Alea.


"Kamu harus tidur. Aku akan kembali lagi ke sini 10 menit lagi," ucap Mark.


"Hmm!"


Alea menghempaskan tubuhnya di brangkar. Mark membernarkan selimut Alea dan meninggalkan wanita itu dengan bayi kembar mereka.


Di depan kamar Alea dua orang satpam sedang berjaga agar tidak sembarangan orang masuk lagi ke kamar Alea kalau bukan dokter atau suster yang bertugas memeriksa keadaan Alea.


Jika Mark dan Alea saat ini merasa ketenangan dihati mereka, tidak dengan Claire yang terlihat gelisah sendiri saat mengetahui Agata telah menghilang secara misterius dan suster Anna dan suaminya dipecat secara tidak terhormat, kini hatinya sedang diliputi kegundahan.


"Apakah Mark akan membunuhku juga? Apa yang harus aku katakan kepadanya jika dia menaruh curiga kepadaku? apa yang harus aku lakukan?" tanya Claire mondar-mandir di dalam kamarnya.


Wanita ini juga meminta beberapa bodyguard untuk menjaga didepan kamar apartemennya agar bisa menghalangi kedatangan anak buahnya Mark atau Mark sendiri yang tiba-tiba nantinya.


Drettttttt....

__ADS_1


Claire begitu kaget hanya mendengar suara ponselnya. Ia melihat nama panggilan yang masuk ke ponselnya itu dengan jantungnya bergemuruh tak karuan saat ini.


"Diaa.....?" sentak Claire hingga melemparkan ponselnya itu ke dinding hingga pecah berantakan.


__ADS_2