Si Kembar Yang Tak Diakui

Si Kembar Yang Tak Diakui
58. Sang mata-mata sebenarnya


__ADS_3

Suster Anna melirik dokter Agatha yang langsung melotot tajam ke arahnya. Pasalnya dokter Agatha banyak membantu suster Anna selama ini. Rupanya bantuan yang selama ini ia terima harus dibayar mahal oleh suster Anna.


"Kenapa diam? Apakah aku harus mengulangi lagi pertanyaanku?" tanya Mark penuh intimidasi.


"Maafkan aku tuan. Hukum saja aku...! Aku yang telah membuang ponsel nyonya Alea karena aku yang mengirim pesan itu padanya," ucap suster Anna masih mau melindungi dokter Agatha yang telah bekerjasama dengan Claire.


"Ok. Kalau begitu, suamimu yang akan menerima hukuman atas perbuatanmu!" ancam Mark membuat suster Anna tidak tega pada suaminya yang hanya mendengar perintahnya.


"Jangan hukum suamiku tuan...! Biar dia yang mencari nafkah untuk kedua anakku!" pinta suster Anna merasa sangat sedih.


"Aku tidak peduli. Dokter Agatha ikut denganku..! Kita akan ke kantor polisi sekarang untuk menyerahkan suaminya suster Anna...!" titah Mark berlalu pergi meninggalkan suster Anna yang menangis sesenggukan di ruang kerjanya dokter Mark.


Dokter Agatha begitu girang bisa jalan berdua dengan pria impiannya selama ini yaitu dokter Mark Antonio Luise. Namun sayang, Mark tidak menuju ke kantor polisi tapi menuju ke suatu tempat sepi membuat dokter Agatha nampak mengerutkan keningnya.


"Mengapa kita ke tempat ini dokter Mark?" tanya dokter Agatha sangat ketakutan karena saat ini hampir menjelang malam.


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu apa yang selama ini belum sempat aku katakan," ucap Mark terasa ambigu di kupingnya dokter Agatha.


Suami dari Alea ini menarik tengkuk dokter Agatha lalu menatap wajah cantik dokter Agatha lebih dekat.


"Apakah selama ini kamu menyukaiku, Agatha?" tanya Mark lembut.


Agatha tersentak mendengar pertanyaan Mark yang begitu mendadak dan terdengar sensual. Wanita cantik ini masuk dalam jebakan Mark yang saat ini lebih mendekatkan wajah mereka mengikis jarak.


"Tuan. Kau segalanya bagiku. Aku akan melakukan apapun untukmu. Aku sangat mencintaimu, tuan Mark," ucap Agatha.


"Termasuk ingin membunuh istriku?" tanya Mark membuat Agatha menarik tengkuknya menjauhi Mark yang sekarang berpindah tangan tepat di lehernya.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti," tanya dokter Agatha mengendalikan kegugupannya saat ini.

__ADS_1


"Jika kamu ingin mengatakan yang sebenarnya, aku bersedia menikahi kamu, Agatha," ucap Mark mencoba meyakinkan Agatha tapi dokter Agatha tidak percaya begitu saja pada rayuan Mark.


Ia yang sangat mengenal siapa sosok dokter Mark yang merupakan pria seribu wajah ini sedang menjebak dirinya.


"Tidak..! Aku tidak terlibat dalam pembunuhan nyonya Alea. Aku sama sekali tidak terlibat," elak dokter Agatha membuat Mark makin geram.


"Benarkah begitu? Berarti kamu mengetahui siapa sebenarnya dalang dari semua ini?" tanya Mark dan kali ini Agatha tidak mau membuka mulutnya.


Jika ia mati maka biarkan semuanya menjadi misteri. Toh, aku juga akan mati-mati juga nantinya. Biar Mark pusing mencaritahu siapa dalang dari semua ini. Itu yang ada dipikiran dokter Agatha saat ini.


"Baiklah. Aku akan membuatmu menyesal karena telah menghancurkan hidup kelurgaku," ucap Mark menghubungi anak buahnya.


"Bawa wanita ini dari hadapanku! Dia milik kalian sekarang. Lakukan apapun yang kalian inginkan padanya..!" titah Mark pada anak buahnya yang tiba di lokasi yang sudah diatur oleh Barack.


Dua mobil berhenti tepat di samping mobil Mark. Keluarlah dua orang pria bertubuh tinggi besar dengan kulit hitam pekat. Mereka membuka pintu mobil milik Mark dan menarik paksa dokter Agatha yang langsung tercekat.


"Hallo sayang...! Kau sangat cantik. Sayang kalau kamu mati begitu saja sebelum kami menikmati tubuh molek milikmu," ucap salah satu anak buah Mark menyeringai mesum pada Agatha yang langsung menggelengkan kepalanya cepat.


Agatha sudah tidak mampu berontak kala pria lain datang ikut menikmati tubuhnya. Mark meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh amarah. Ia ingin mendapatkan bukti dari pengakuan Agatha atas keterlibatan Claire agar wanita itu tidak mampu berkelit.


Flash back


Sebelum Mark meminta dokter Agatha mengumpulkan semua staf rumah sakit yang bertugas melayani istrinya saat dia tidak ada di tempat, Mark sudah mendapat pesan dari Barack.


"Bos. Orang yang telah mengkhianatimu adalah orang kepercayaanmu sendiri. Ia ingin melenyapkan nyonya Alea karena dia jatuh cinta padamu. Tapi, ada salah satu suster yang membantunya melakukan itu semua," tulis Barack sesaat sebelum semua staffnya diusir oleh Mark dari ruang kerjanya.


"Apakah kamu bisa perjelas siapa orang itu dan juga suster itu? Dan ada hubungan apa diantara ketiganya?" tanya Mark.


"Claire menjanjikan dokter Agatha untuk mendirikan klinik kecantikan yang selama ini menjadi obsesinya dokter Agatha. Sementara dokter Agatha memberi bantuan finansial kepada suster Anna setiap bulannya.

__ADS_1


Dokter Agatha ingin mencuci tangan dari semua ini dengan menyalahkan suster Anna dan Agatha yang selama ini membantu Claire untuk melenyapkan keluargamu.


Dengan begitu ia ingin menjadi pahlawan untukmu dengan menyelamatkan kandungan Alea tapi sebenarnya dia ingin menyerahkan Alea pada Claire untuk membunuh istrimu," tulis Barack membuat Mark menggenggam ponselnya sangat kuat dan hampir saja mau retak.


"Kurangajar kau Agatha...! Kau harus dilenyapkan terlebih dahulu sebelum Claire," batin Mark penuh rencana.


Flash back off


Di rumah sakit, Mark kembali ke kamar istrinya. Ia harus menggantikan ponselnya Alea yang sudah dibuang oleh suster Anna. Suster Anna dan suaminya sudah dipecat secara tidak terhormat oleh Mark.


"Sayang. Apakah kamu sudah menemukan ponselku?" tanya Alea.


"Ponselmu sudah tidak ada. Pakai saja ponsel yang baru. Aku sudah mengembalikan data-data penting yang ada dalam ponselmu," ucap Mark seraya menyerahkan ponsel mahal itu pada Alea.


"Apakah tidak ada yang tahu di mana ponselku?" tanya Alea masih penasaran karena tidak mungkin hilang begitu saja..


"Ponsel bunda sudah ditempat pengolahan sampah terakhir yang jauh dari sini," ucap Abrar yang sempat mencari keberadaan ponsel ibunya melalui jejak GPS dari ponsel ibunya.


"Apaaa...?" sentak Alea dan Mark melewatkan ide itu.


"Astaga...! Harusnya aku mencaritahu keberadaan ponsel itu dengan cara yang dilakukan Abrar. Kenapa baru kepikiran sekarang? Sesal Mark.


"Sayang. Apakah kamu bisa mengembalikan semua pesan yang ada di ponsel bunda sekalipun ada yang menghapus dan membuangnya?" tanya Alea yang tahu kalau putranya sangat jenius dan mengusai dunia IT.


"Bisa bunda. Aku akan melacak lewat ponsel buatanku," ucap Abrar yang langsung mengutak-atik ponselnya untuk mendapatkan pesan yang terhapus dari ponsel lama Bundanya.


Lima menit kemudian, Abrar sudah memulihkan semua isi pesan masuk atau keluar dan juga yang pernah dihapus oleh Alea karena kebanyakan penyimpanannya.


Alea membaca lagi pesan terakhir pagi ini sebelum ia mengalami kontraksi hebat. Ia menunjukkan kepada suaminya dan semua data laporan kasus kehamilan Alea yang bermasalah semuanya terpampang jelas di ponsel itu yang dikirim melalui email juga sehingga Alea tidak meragukan keabsahan pesan itu.

__ADS_1


"Sekarang aku tinggal melacak nomor penggunanya dan aku sudah tahu siapa yang kirim pesan ini," batin tuan Mark.


__ADS_2