Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
kepergian papa


__ADS_3

...di sisi halwa...


" Alhamdulillah halwa kau sadar " kata Adit pada halwa yg sudah tak sadarkan diri selama satu jam lebih.


" hhmm " kata halwa masih lemas.


" kk panggilkan dokter dulu " kata Hanif.


" mas, David mana " tanya halwa tak melihat David di manapun.


" mereka sudah pulang ke Indonesia satu jam lebih " kata Adit.


" om kita harus susul mereka, kasian David dia pasti sedih " kata halwa khawatir.


" halwa kondisi mu masih belum pulih sama sekali " kata Hanif.


" pokoknya halwa mau jumpa David, sebelum David sampai ke sana " kata halwa malah nangis.


" halwa kau nggak memikirkan kondisi mu " kata Alex.


" halwa nggak perduli, pokoknya halwa mau jumpa David itu aja " kata halwa merajuk.


" ok ok kita akan pulang ke Indonesia, aku baru di kasi tau kalok pesawat udah selesai di perbaiki, entah kenapa mereka mengabarinya sangat lama " kata Adit malah jadi kesel sendiri karna mereka telah memberitahukan kepada nya


tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi halwa.


" dokter, gini kami mau melakukan rawat jalan apa bisa, ibu halwa kan sedang hamil hormonnya sedang naik turun ibu halwa mau pulang mungkin kalok dia melakukan rawat inap pikirannya bisa lebih fresh kembali " kata Rosa pada dokter itu, Rosa udah di sogok untuk berbicara


" bisa kok, tapi di jaga benar benar ya " kata dokter dan akhirnya mereka di perbolehkan pulang hari ini juga


......di dalam pesawat (((;ꏿ_ꏿ;)))......


" permisi boleh sama minta air mineral " kata Farhan pada pramugari pesawat.


" ini " kata pramugari itu


" terimakasih " kata Farhan mengambil nya dan langsung meminum nya.


" satu jam lagi sampai, capek juga duduk selama ini, biasanya kita tidur di pesawat kita " kata Rizki


" kk, kita udah di dalam kawasan Indonesia kan " kata David bertanya.


" iya " kata mereka.


" tadi David mimpi, banyak mayat di mana mana, David sendirian di sebuah hutan yg sangat lebat, David tak melihat kk Farhan dan kk rizki di mana mana " kata David ketakutan.


" adek, itu hanya mimpi, mimpi itu hanya bunga tidur tidak nyata " kata orang yg di sampingnya bersama Thomas.


" suara ini, suara ini sangat mirib dengan seseorang yg menolong korban yg selamat, pesawat hancur berkeping keping " kata David dengan tubuh gemetar.


" itu hanya mimpi semua itu tidak bakalan terjadi " kata Thomas.


" maaf pak, adek sana indigo setiap mimpinya pasti akan terjadi " kata Rizki.


" aku nggak mau mati sekarang, " kata Farhan.


" tenang kk ada di sini, genggam tangan kk dan kita tidak akan terpisah apapun yg terjadi " kata Rizki, David dan Farhan memegangi tangan Rizki.


" mungkin mereka terlalu takut naik pesawat atau ini pengalaman pertama nya naik pesawat jadi mereka sangat norak " batin Thomas tidak memperdulikan nya

__ADS_1


tiba tiba suara ledakan dari sayap kiri pesawat, membuat semua orang menjadi panik semua.


" yg David katakan benar " kata Farhan dan juga Rizki bersamaan.


" anak ini benar benar peramal " batin thomas.


" semuanya tetap tenang, " kata pramugari nya menenangkan semua orang yg panik di sana tapi tidak ada gunanya.


" hei, David apa kita akan mati " kata Farhan ketakutan.


" David nggak tau " kata David menangis.


" hei, kita harus tenang semuanya pasti akan baik baik saja " kata Rizki menenangkan mereka berdua.


......di sisi lain (・o・)......


" mas perasaan ku kok nggak enak ya " kata Rani yg sedang memotong daun bawang tapi seketika ia hentikan.


" sama, macam sesuatu akan hilang " kata Rama juga merasakannya.


" astaghfirullah " kaget Rika Rani dan Rama karna foto keluarga nya tiba tiba jatuh dan pecah.


" Rika akan membersihkan nya " kata Rika membersihkan kaca yg pecah.


...di sisi lainnya (・o・)...


" aduh " kata Rana karna tangannya terkena pisau.


" hati hati dong " kata Ilham langsung mengambil kotak p3k dan mencoba jari Rani. " kalok lagi motong sesuatu itu " lain kali lebih hati hati " kata Ilham.


" cuman sedikit kok " kata Rana malah biasa aja sedangkan Ilham sudah khawatir.


" nggak tau sih mas, cuman kepikiran aja sama Farhan " kata Rana.


" dengar sayang, ini bukan pertama kalinya buat Farhan naik pesawat sendiri, berfikir lah positif " kata Ilham.


" iya " kata rana


...di Bandara (ب_ب)...


halwa dan Adit sudah sampai di Luan sebelum sebelum mereka dan mereka melihat Rani Rana sedang menangis di kursi yg tersedia di sana.


" loh kk kok nangis " kata halwa.


" halwa, bukannya kau di rumah sakit terus kalian sampai di sini naik penerbangan apa " kata Ilham menghapus air matanya.


" setelah satu jam lebih mereka di pesawat dan udah berada di udara, baru di kabari kalok pesawat sudah selesai, Adit jadi kesel karna uang nya udah keluar " kata Adit melihat mahalnya tiket pesawat.


" David Farhan Rizki mana ya kk, seharusnya mereka udah sampai kan mereka di mana " kata halwa tak melihat mereka bertiga.


" halwa berjanji lah kau akan tetap tenang " kata Rani memeluk halwa.


" iya halwa janji " kata halwa.


" pesawat yg di tumpangi anak kita hilang kontak selama 3 jam yg lalu " kata Rani memeluk halwa yg terdiam seketika


" bohongkan kk bohong kan " kata halwa dengan air matanya yg mengalir.


" tenang halwa, kau baru saja keluar dari rumah sakit " kata rani.

__ADS_1


" hhaaa " Alex merasakan sakit luar biasa saat mendengar pesawat hilang kontak, Alex terjatuh ke lantai karna kesakitan dan langsung tak sadarkan diri


" papa " kata mereka semua.


" mas ambil mobil, cepat " kata Rani mencoba tenang " Ilham Adit jangan biarkan papa terlentang papa harus duduk, longgarkan pakaian papa agar lebih mudah bernafas " kata Rani dan mereka melakukannya.


Alex langsung di larikan ke rumah sakit secepat mungkin oleh mereka.


...RS ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)...


Alex langsung mendapat penanganan kasus oleh para dokter.


" mama tenang ma tenang " kata Rika melihat Rani terus menangi


" mama Fani yakin kakek pasti baik baik saja " kata Fani memeluk Rana.


" mas " panggil halwa melihat Adit sangat stress dengan keadaan baru dua Minggu keluarga berkumpul bersama sama kini David sudah kembali hilang lagi dan lagi Alex masih di dalam ruangannya itu dan sampai sekarang dokter nya belum juga keluar.


" si bagaimana keadaan papa, papa baik baik aja kan " kata Rani pada dokter jantung itu bernama sisi.


" Rani, kau harus ikhlas sayang, om Alex sudah pergi kau harus ikhlas " kata sisi memeluk Rani


" innalilahi wa innalilahi rojiun " kata mereka semua menangis.


" papa nggak mungkin meninggal " kata Adit menendang pintu itu dan menerobos masuk nggak memperdulikan semua nya yg ada di sana.


terlihat di sana para suster sedang membuka alat alat yg ada di tubuh Alex.


" KALIAN BERHENTI " teriak Adit pada mereka membuat mereka ketakutan " pasang kembali!!, cepat pasang kembali, pa mereka jahat banget masa di bidangnya papa udah meninggal mereka bohongkan pa " kata Adit sambil menangis.


" hei kalian cepat pasang lagi apa yg kalian tunggu " kata Adit sambil menangis


" mas " kata halwa ingin menenangkan Adit tapi malah Adit mendorongnya dengan cepat Rani menangkap halwa.


plakk!! tamparan kuat mendarat di pipi Adit oleh Rana.


" Adit apa kau gila!!, halwa sedang hamil dia baru saja pendarahan dan kau mendorong nya apa kau nggak takut kehilangan anak mu yg masih di dalam kandungan " kata rana sambil menangis " kk tau kau sedih, kita di sini juga sedih, anak kita sekarang nggak tau di mana sekarang dan lagi papa baru saja meninggal!! ngerti lah ngerti kondisi kita sekarang sedang terpuruk " kata Rana sambil menangis.


Adit bersandar di dinding sambil menangis, Rama dan Ilham mengurus pemakaman nya, tak lama kemudian jenajah Alex di bawa pulang ke rumah, banyak orang yg datang bahkan semua keluarganya sudah berkumpul di sana.


setelah semua selesai jenajah Alex di bawa ke tempat peristirahatan terakhir nya, begitu banyak bunga di atas makan Alex dan makan Alex di samping makan ayu, yaa Rani Rana dan Adit sangat sedih kini mereka tidak akan mendengar suara canda rianya Alex lagi.


" ma pa, tenang di sana ya.. kami.. kami pasti merindukan kalian " kata Rani sambil menangis


" pa ma, cukup hanya kalian ya doakan anak anak kami pulang dengan selamat tanpa ada ada luka sedikitpun " kata Rana udah nggak tau lagi harus bilang apa.


" papa, kita nggak bakal main games lagi dong ingat yg kalah harus makan lemon ingat mama dulu selalu marah kalok kita main karna mama bilang bisa sakit perut makan banyak lemon, kami nggak akan mendengar suara mama papa lagi " kata Adit sambil menangis.


setelah itu mereka langsung pulang ke rumah Alex berkumpul bersama sama mengenang masa ketika masih bersama Alex dan ayu, sesampainya di rumah mereka masih terkenang masa lalu dari kecil hingga sekarang.


" mama, apa kk David kk Farhan dan kk rizki akan pergi juga seperti kakek dan nenek " tanya Diva sambil menghapus air mata.


" tidak kk nggak bakalan pergi sayang, gini aja sekarang kalian ke kamar kalian ya kerjakan pelajaran sekolah kalian " kata halwa.


" iya ma " kata mereka berdua.


¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya

__ADS_1


__ADS_2