
" eh " halwa dan Adit heran, bukannya David amesia kok bisa dia mengingat kejadian masa lalu itu.
" David apa David sudah ingat semua nya " kata Adit bertanya.
" iya pa " kata David menghapus air matanya mengunakan telapak tangan nya.
" Alhamdulillah " kata mereka memeluk halwa
" itu, ayah bagaimana " kata David bertanya.
" dia udah di bawa ke kantor polisi setempat, dan nggak usah tanya tanya dia lagi papa ngak suka " kata Adit sangat membencinya.
" iya pa " kata David
" yg penting sekarang david udah kembali ingatan nya, " kata halwa
" ma,pa ayo ke sekolah kk nanti guru guru nya pulang " kata Deva.
" iya juga, jam berapa ini " kata David baru mengingat nya.
" selesai Jum'at " kata Adit yg baru saja pulang sholat Jum'at di mesjid yg di sana.
" ayo kita ke sana pa ma " kata David.
...di sekolah⊂(◉‿◉)つ...
" assalamualaikum Bu " kata David dan mereka masuk kedalam ruang kepala sekolah.
" waalaikum salah, David toh ayo masuk masuk " kata Titin ibu kepala sekolah.
mereka duduk di kursi yg telah tersedia di sana, bagi banyak piala di sana Ruangan juga sangag bersih dan rapi.
" ada keperluan apa ya " kata Titin.
" saya papa kandung nya David, ini istri saya dan ini putri saya " kata David memperkenalkan Keluarga nya.
" jadi bapak ayah kandung nya David, syukur lah, kalian menemukan David, saya mendengar perlakuan ayah David pada dirinya saya juga ikut sedih, tapi David ini anak nya sangat pintar piala piala yg besar besar di sana dia semua yg meraih nya bahkan ketika SD David memiliki lebih banyak piala, David anak nya Sangat cerdas bertalenta tinggi bahkan ada beberapa murid yg ingin berhenti sekolah tapi David memberikan motivasi untuk siapa tidak berhenti sekolah " kata Titin memuji David.
" walaupun, maaf cakap David ini buta tapi David penghapal Al-Quran dengan sengat cepat, kalok ngak salah udah 10 jus ya David " kata Titin.
" iya Bu " kata David jadi malu karna di puji.
" jadi kalok boleh tau pak Bu ada apa ya ke mari " kata Titin kembali.
" gini Bu, kami mau mindahin David ke sekolah di daerah kami, kalok boleh apa bisa hari ini selesai suratnya " kata Adit kembali.
" bisa bisa, tapi sebelum itu ada beberapa yg harus di bayar pak Bu, uang SPP David sudab nunggak selama 6 bulan terakhir, terus uang buku itu saja " kata titin.
" berapa semuanya " kata halwa membuka tas nya
" SPP nya 150 sebulan sedangkan buku nya 200 ribu totalnya satu juta seratus ribu " kata ibu Titin sambil melihat buku catatan nya.
" ini uang nya boleh di hitung " kata halwa memberikan uang nya dan Titin menghitung jumlah nya.
" terimakasih ya Bu, setengah jam lagi selesai kok " kata Titin.
" gini saja, anak anak saya ini yg akan menunggu di sini, gimana apa bisa " kata halwa.
" bisa kok " kata Titin.
" om, kita ke mobil " kata halwa menarik Adit keluar dari ruangan tersebut.
" halwa jangan aneh aneh lah, masa ngelakuin di mobil " kata Adit
halwa mendengar itu berhenti berjalan dan malah ke tawa
" kenapa sih " kata Adit kembali karna heran.
" halwa cuman mau beli bunga yg ada di sebrang jalan sana, karna bunga nya cantik cantik, om mah pikiran nya kotor " kata halwa.
" kirain lah " kata Adit cemberut.
__ADS_1
" udah udah, ayo temenin halwa beli ok " kata Adit.
" iya iya " kata Adit.
sedangkan di dalam ruangan nya kepala sekolah.
" gini Bu, David mau ambil Al-Qur'an di dalam laci meja, boleh " kata David meminta ijin.
" boleh kok boleh " kata Tintin.
" terimakasih, Devi diva ayo ke kelas kk dulu " kata David.
" let's go " kata mereka mengandeng tangan David dan berjalan menuju kelas David.
" kk, kk kelas berapa " kata diva sambil memakan cokelat.
" 8-a, ini kelas nya " kata david.
" assalamualaikum " kata mereka ber3 masuk kedalam kelas.
" waalaikum salam " kata mereka semua yg sedang bersiap karna sebentar lagi jam Pramuka.
" eh David, kemana kau ngak masuk sekolah " kata Panji sahabat nya David.
" jangan sentuh kk ku " kata diva ngak suka David di sentuh orang.
" galak banget dah, tapi kamu kok imut banget sihh kayak bakpao " kata Safa temennya David.
" meja kk yg mana " kata Deva bertanya.
" ini meja David," kata rahmi.
" o " kata Deva.
" David mereka siapa mu " kata Safa yg sebenarnya sangat mencintai david.
" mereka adik kandung ku, aku baru saja bertemu dengan orang tua asli ku, jadi aku akan pindah sekolah " kata David pada mereka semua.
" APAAAA" teriak mereka semua satu kelas.
" wajah kami mirib dengan papa, wajah kk sangat mirib dengan mama " kata mereka berdua
" imutt nya, ku bawa pulang ya " kata rahmi.
" mesum " kata mereka berdua bersembunyi di belakang David.
" gue di katain mesum " kata rahmi sangat terpukul.
" kau kan emang mesum " kata mereka semua.
" iyalah tu, eh kalian berdua emang kalian pernah lihat wajah kk dapit kami sekelas dari SD sampai sekarang belum pernah liat wajah dapit " kata rahmi pada mereka berdua.
" kk ngak boleh lihat wajah kk " kata mereka berdua.
" kenapa " kata mereka kembali.
" nanti kk bisa jatuh cinta sama kk kami " kata mereka.
" pit, sebagai perpisahan kita, boleh kah kami melihat wajah mu sekali saja " kata panji.
" boleh ya " kata mereka semua memohon.
" yasudah deh " kata David membuka penutup matanya.
David pelan pelan membuka matanya melihat semua temen temen nya yg selalu menemaninya.
" kk mimisan " kata Deva pada mereka semua.
" sapu tangan sapu tangan " kata mereka mengambil sapu tangan mereka memberhentikan mimisan mereka.
" dapit, kau laki laki kan kau punya batang kan kenapa wajahmu sangat cantik seperti perempuan dan mata mu hijau kau pakai softlens " kata Panji menggoncang tubuh David.
__ADS_1
" haa, ini asli bukan softlens lah " kata David pada panji " Panji jangan memakai tato pulpen lagi nanti kena marah " kata David melihat tangan panji.
" loh kau kok bisa tau " kata mereka berdua.
David kembali menutup matanya karna ada makhluk tak kasat mata menangis di ujung kelas membuat Devid ketakutan.
" sebenarnya aku ini indigo, aku bisa melihat apa yg tak bisa di lihat oleh orang lain, ini terjadi saat aku berumur 5 tahun, aku ke hilangnya kekasih kecil ku mulai saat itu hidupku berubah. aku sangat ketakutan dan memutuskan untuk memakai penutup mata agar tak melihat mereka, maaf telah membohongi kalian " kata David.
" tak masalah, nanti kau sering sering kemari ya " kata sinta tersenyum.
" kk, ngantuk " kata diva mengantuk.
" kita akan kembali ke mobil " kata David berjalan menuju mejanya, David mengambil Alqur'an yg di belikan oleh ibunya dulu, meski sudah sangat lama tapi ini sangat berharga.
" David aku ada pertanyaan " kata rahmi.
" tanyakan saja " kata david.
" kau asli Indonesia kan, kau lahir di mana " kata rahmi.
" aku berdarah campuran, mama ku Australia dan Turki sedangkan papa ku Australia dan Indonesia, aku lahir di Australia umur lima tahun aku di bawa ke Indonesia menyumpai papa ku di sini dan sekarang aku akan terus di sini " kata David pada mereka.
" pantas lah " kata mereka semua.
" kk gendong " kata diva menghampiri David.
" biar Deva yg bawa bukunya " kata Deva mengambil buku nya yg sudah di masukkan kedalam kantong plastik.
" terimakasih " kata david mengendong diva.
" David jangan lupakan kami ya " kata Panji menangis.
" aku ngak melupakan kalian kok, tenang saja " kata David pada mereka.
" eh Safa mau sampai kapan kau menyembunyikan perasaan mu, David mau pergi itu " kata rahmi.
" tapi tapi " kata Safa.
" udah sana " kata rahmi mendorong Safa sampai di depan David.
" ayo Safa ungkap sekarang " kata mereka semua menyemangati Safa
" anu, sebenarnya dari dulu aku.. aku.. aku... AKU SANGAT MENCINTAI MU, JADILAH PACAR KU " kata Safa dengan wajah memerah.
" wah wah anak kita seperti sedang melakukan Hubungan asmara ini, anak kita cukup terkenal ya " kata Adit melihat anak nya itu.
" wah, calon mantu ini " kata halwa kembali.
" David ayo jawab, kasian itu dia nunggu mana tau benar benar jadi mantu kita, iya ngak ma " kata Adit menatap halwa.
" iya " kata halwa.
" orang tua David " batin mereka semua.
" maaf, aku tak berniat untuk pacaran, maaf " kata David
" tak papa " kata Safa tersenyum tapi di dalam hatinya dia sudah menangis.
" cepet banget nolak nya, ngak peka banget sih, " kata Adit mengambil diva yg sudah tertidur.
" jangan sedih, kalok jodoh ngak kemana kok " kata halwa memegang pundak Safa.
" terimakasih Bu " kata Safa.
" David ayo " kata Adit berjalan di Luan.
" aku pamit ya temen temen " kata David pada mereka.
" jangan lupakan kami ya.. " kata mereka memeluk David bersama sama.
" aku tak akan melupakan kalian " kata David membalas pelukan mereka.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya Ya