
pulang sekolah.
halwa sedang menunggu di depan sekolah. di depan sekolah ada warung yg jual es dan cilok serta makanan jalanan lain nya.
halwa sedang fokus ke hpnya sambil memakan cilok. halwa melihat baju baju adat Minang di google.
" baju nya cantik cantik tapi mahkota nya berat gak ya " batin halwa.
mobil Adit datang halwa masuk kedalam mobil dan menyalami tangan Adit.
" masih panas " kata halwa meletak tangan nya di kening Adit.
" hhmm " kata Adit manjalan mobil nya ke tempat butik Tersebut.
di butik.
" Aditya tumben datang mau ambil baju yg di pesan ya tapi bajunya belum siap " kata pemilik butik
" Tante ini halwa dia mau baju adat tolong ya Tante " kata Adit dengan suara sedikit serak.
" kau sakit ayo duduk dulu " kata Zahra pemilik toko.
" terimakasih Tante " kata Adit duduk di sofa.
pelayan butik mencarikan baju yg diinginkan oleh halwa
" jadi dia ini istri mu kok ngak bilang sama Tante pantas lah baju yg biasa kalian pesan lebih satu rupanya untuk istri Adit " kata Tante Zahra.
" iya tante " kata Adit
" wah kau cantik sekali ini juga bagus " kata Tante Zahra menunjuk bola mata halwa.
" dek ini baju baju nya bisa di pilih " kata mereka membawa 3 baju berwarna biru merah dan hitam dan semua baju tersebut sangat mewah.
" aku harus pilih yg mana semua nya bagus bagus banget " batin halwa.
" jangan bingung kalok ada yg kurang bilang aja atau kalok mau yg lebih bagus lagi.. tolong bawakan yg paling bagus itu ya " kata Tante Zahra.
" baik lah " kata mereka membawakan baju yg lebih bagus berwarna cokelat ke hijauan.
" ada yg sederhana aja ngak " kata halwa.
" yg sederhana ya 3 ini lah " kata tante Zahra.
" yg lebih sederhana lagi " kata halwa.
" Adit kayak nya dapat istri yg baik ini. kalok yg lebih sederhana ngak ada " kata Tante Zahra.
" dia kebingungan " batin Adit melihat raut wajah halwa.
" coba yg di pakai terakhir itu halwa " kata Adit.
" terlalu mewah " kata halwa.
" coba aja lah dulu " kata Adit.
" hhmm pilihan adit dari dulu sampai sekarang memang bagus " kata Tante Zahra.
halwa di bawa ke ruang ganti pakaian. mereka. setelah selesai halwa di bawa keluar untuk menunjukkan kepada Adit.
__ADS_1
" gila.. dia cantik benget " batin Adit.
" wah cantiknya " kata Tante Zahra.
" ini terlalu mewah dan berat " batin halwa.
" ganti " kata Adit yg tau kalok halwa merasa tak nyaman.
" loh kok di ganti sih kan udah bagus loh " kata tante Zahra.
" halwa ngak nyaman Tante coba yg warna merah deh " kata Adit.
" Adit suami yg pengertian ternyata Tante pikir Adit itu orang yg manja banget " kata Tante Zahra.
" emang manja banget " batin halwa.
halwa di bawa ke ruang ganti pakaian lagi setelah selesai halwa menunjukkan hasil nya kepada mereka lagi.
" Tante kami ambil yg ini aja ya " kata Adit.
" beli atau sewa " kata Tante Zahra.
" beli " Adit.
" sewa " halwa.
mereka mengucapkan dengan serentak.
" mana yg betul ini " kata Tante Zahra.
" sewa aja " kata halwa.
" terimakasih " kata halwa.
" sama sama jam berapa dan kapan mau di pakai " kata Tante Zahra.
" besok pagi jam 8 " kata halwa.
" hhmm jam 7 Tante mereka akan ke rumah kalian... Adit alamat rumah kalian " kata Tante Zahra.
" udah Adit kirim " kata Adit menyimpan hpnya kembali.
setelah selesai menyewa baju mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen saja.
apartemen.
ketika sampai Adit langsung menuju lantai atas untuk tidur. begitu juga dengan halwa tapi halwa hanya mengganti baju sekolah nya.
" lah om udah tidur..... keringat nya banyak sekali.. sampai bajunya juga basah " batin halwa.
" om ganti baju dulu ya " kata halwa.
" hhaa iya " kata Adit membuka baju nya di hadapan halwa.
" AAAA om jangan buka baju di sini dong di kamar mandi " kata halwa menutup matanya.
" hhmm ambilin kaos halwa " kata Adit dengan lemas.
halwa mengambil kaos berwarna kuning untuk adit.
__ADS_1
" bisa tolong pakein bajunya ngak badan ku lemas banget " kata Adit.
halwa mengambil handuk dan mengelap badan adit supaya tak berkeringat lalu memakaikan baju nya.
" udah makan belum " kata halwa menanyakan.
" belum " kata Adit.
" tunggu sebentar " kata halwa.
halwa memasak bubur nasi dan telur dadar lalu membawakan nya ke Adit.
" nah makan ini... selesai makan minum obat " kata halwa memberikan kepada Adit.
" suapin " kata Adit.
" udah tua ngak pantas di suapin " kata halwa.
" tapi mama selalu suapin aku makan kalok sakit " kata adit.
" astaghfirullah iya ini suapin " kata halwa mengambil makanan tersebut dan menyuappi Adit dengan sabar.
" sekarang minum obat " kata halwa membawa piring ke dapur dan mengambil air serta obat nya.
" ngak mau obatnya pait " kata Adit.
" kalok manis bukan obat " kata halwa.
" pokoknya ngak mau " kata Adit kembali.
" harus minum " kata halwa yg duduk di samping adit.
" ngak mau " kata Adit menutup mulut nya.
" kalok gitu ya sudah " kata halwa.
" betulkah.. " kata Adit.
halwa langsung memasukkan obat kedalam mulutnya Adit lalu memberikan nya air putih mau ngak mau Adit harus menelannya.
" jahat kali lah " kata Adit menangis seperti anak kecil dan masuk kedalam selimut.
" kalok udah minum obat kan enak tinggal tidur aja " batin halwa.
setelah selesai halwa menuruni tangga memberikan makan para kucing kucing nya tak lupa mengganti perban Enno. walaupun Enno sudah membaik tapi Enno sedikit kesusahan saat berjalan.
" makan baik baik ya " kata halwa mengelus bulu kucing kucing nya itu.
setelah selesai halwa mau melihat Adit. ternyata Adit sedang tertidur pulas.
" mama... peluk " kata Adit mengingau.
" kayak nya dia terlalu di manja sama keluarga nya lah " batik halwa membaringkan tubuhnya di samping adit dan memeluk Adit.
" hangat.... " kata Adit yg masih mengigau.
¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya
__ADS_1