Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
kembali kehilangan


__ADS_3

" singa baik, singa baik " kata Kevin mengelus kepala singa itu dengan lembut terlihat seperti singa itu menyukainya.


" kk nanti kk bisa di makan loh " kata Azka ketakutan.


" tak lah, dia baik kok " kata Kevin.


akhirnya mereka menghabiskan malam dengan singa itu. tak terasa kini sudah pagi hari, Kevin dan Azka melanjutkan perjalanan mereka mencoba keluar dari hutan itu bersama dengan singa yg mengikuti mereka.


" kk aku ingin pipis " kata Azka sudah tidak tahan lagi.


" pipis di sana saja, aku ngak bakalan lihat " kata Kevin menunjuk tepi sungai itu" jangan sampai jatuh " kata kevin kembali


Azka berjalan dengan pelan di bantu oleh Kevin.


" lega " kata Azka yg sudah selesai.


azka terpeleset jatuh kedalam air.


" AZKA " kata Kevin masuk kedalam air berenang dengan cepat menuju Azka dan singa itu juga ikut masuk kedalam air.


" haaa hhaaa kau ngak papa " kata Kevin berhasil mendapatkan Azka.


" hhmm " kata Azka. tiba tiba arus air semakin deras mereka berdua terus berpegangan tangan agar tidak lepas sedangkan singa itu terus berada di samping mereka.


" kk, arusnya semakin deras " kata Azka karna kini mereka sudah satu jam di dalam air.


" itu.. itu helikopter, singa menggaung lah dengan kuat agar mereka mendengar " kata Kevin yg sudah tak sanggup lagi berenang karna kakinya terluka akibat serpihan kacu.


ada dua helikopter di sana, satu helikopter Haraf dan satu helikopter wartawan. singa itu mengaung dengan kuat.


" suara singa " kata Haraf melihat kebawah.


" PAPAAA KAMI DI SINIII " teriak Kevin.


wartawan di sana langsung menyorot ke kevin yg sedang berada di dalam air bersama singa secara live.


" yank itu Kevin Kevin " kata ava senang.


" turun kan tangga " kata Haraf dan mereka menuruni tangga.


" sial air terjun " batin Kevin melihat mereka akan jatuh ke bawah air.


" keviinnn " teriak ava karna Kevin dan Azka jatuh ke bawah air terjun dengan cepat.


" ikuti arus ini " kata haraf khawatir karna air terjunnya sangat tinggi dan arusnya sangat deras.


" Azka bertahan " batin Kevin berenang ke tepi karna arusnya sudah tidak terlalu deras lagi.


Kevin dan Azka berhasil ketepi tapi Azka pingsan.


" Azka bangun bangun " kata Kevin mencoba mengeluarkan air dari tubuh Azka. Kevin memberikan nafas buatan untuk Azka,


Kevin tak perduli kalok di sana ada wartawan yg sedang ngelive.


" ahuk huk " Azka tersadar.


" akhirnya " kata Kevin duduk dengan lemas


helikopter turun ke bawah. ava keluar dari helikopter berlari langsung memeluk Kevin dan menangis.


" Alhamdulillah sayang kau di temukan " kata ava menangis.

__ADS_1


" iya ma, " kata Kevin


" Azka apa kau tidak apa apa, kenapa kakimu " kata haraf.


" pa, Azka harus di bawa ke rumah sakit secepat nya, kakinya semalam di gigit ular, tapi ularnya tidak terlalu berbahaya tapi lebih baik cepat bawa ke rumah sakit " kata Kevin dengan lemas.


" dan singa ini " kata Haraf pada singa yg duduk di samping nya.


" ah, itu ngak tau datangnya dari mana kami menemukan di gua saat berteduh kemarin malam " jawab Kevin.


"sudah sudah lebih baik kita pergi ke rumah sakit, dan kau yank, berhenti bertanya " kata ava terus mendengarkan Haraf mengintrogasi anak pertamanya itu.


Kevin dan Azka di bawa ke rumah sakit.


...di rumah sakit(╯︵╰,)....


sekarang Kevin dan Azka sudah berada di rumah sakit.


" assalamualaikum " kata Coco dan Azka masuk kedalam ruangan Kevin.


" waalaikumus salam " jawab mereka semua.


" loh, azka kok pakai kursi roda " kata Kevin sambil memakan buah nya.


" kakek suruh pakai kursi roda " jawab Azka dengan wajah memerah semenjak dia tau kalok Kevin memberikan nafas buatan.


" Kevin bagaimana dengan David " kata halwa masih khawatir tentang David.


" ketika kami keluar dari mobil dan sampai ke permukaan, ternyata David terlepas dan Kevin mencoba untuk menangkap David tapi kami terpisah saat dua jalur sungai " kata Kevin sambil menjelas di denah ia terjatuh.


" kalok di situ berarti menuju laut " kata Hanif.


halwa pingsan mendengar nya, Adit menangkap tubuh halwa yg sedang pingsan. halwa langsung di tangani dokter yg baru masuk kedalam ruangan Kevin dan halwa di bawa ke ruangan lainnya.


" ibu halwa baik baik saja, jangan biarkan ibu halwa settress karna itu bisa mempengaruhi kesehatan janin Nya " kata dokter itu


" janin " kata mereka semua kaget.


" ibu halwa hamil 2 Minggu, selamat nya, saya akan kasi vitamin dan jaga kondisi ibu halwa baik baik, seperti nya dia sangat settress hingga mengakibatkan dia pingsan " jawab dokter sambil memberikan resep obat pada Adit.


" om, kita pulang ke rumah ya " kata halwa pada Adit.


" baiklah " jawab Adit.


...di rumah (。•́︿•̀。)...


Deva dan Diva sudah tidur di ranjang mereka masing masing, sedangkan halwa mencoba untuk tidur tapi halwa terus menangis.


" sudah halwa, kita harus yakin kalok David pasti baik baik saja, halwa jangan nangis ya kasian anak kita " kata Adit memeluk halwa sambil sesekali mengelus perut halwa.


" tapi David belum di temukan ini sudah dua hari " jawab halwa menangis.


" kita pasti menemukan mereka tenang saja " kata Adit pada halwa.


pencarian David terus berjalan dan tak terasa kini sudah satu bulan berlalu tapi David belum di temukan. tim SAR tak bisa menemukan David dan memberi saran agar mengikhlaskan kepergian David untuk selamanya.


" ngak, David masih hidup, kalian jangan asal bicara ya, saya bisa tuntut kalian karna ngak becus mencari anak saya " kata halwa marah marah kepada mereka sambil air matanya terus mengalir.


" sudah sebulan kita mencari nya Bu halwa, tapi petunjuk apapun ngak ada sama sekali Bu, ikhlaskan kepergian David dia pasti tenang di alam nya " kata tim SAR.


" ngak ngak David beluk meninggal " jawab halwa menangis.

__ADS_1


Adit memeluk halwa, walaupun halwa memberontak tidak mau di peluk tapi Adit mencoba menahannya.


" ikhlas halwa ikhlas, semua sudah terjadi " kata Adit menangis.


" ngak om ngak, David belum meninggal dunia, halwa yakin bahkan halwa sangat yakin David belum meninggal " jawab halwa menangiss.


" kita sekarang hanya bisa berdoa, dan terus berdoa " kata Adit memeluk halwa.


ley dan Alex mendengar itu sangat sedih, kini keluarganya mereka sudah ada yg kembali ke asalnya. David di nyatakan meninggal akibat kecelakaannya.


...7 bulan kemudian (っ˘̩╭╮˘̩)っ...


halwa terus memikirkannya David, apakah David masih hidupnya atau tidak, kalok david masih hidup sekarang dia di mana, apa dia baik baik saja, apa dia makan dengan benar, itulah yg selalu di pikir oleh halwa.


" halwa, hei, sayang kenapa menung pagi pagi " kata Adit memperhatikan halwa tidak memakan sarapannya malah termenung.


" hhhmm nggak papa kok " jawab halwa kembali memakan makanannya.


" semenjak David meninggal, halwa sangat jarang bicara, suka termenung, makan ngak teratur, jangan gini lah halwa, aku tau kau sangat terpukul dengan kejadian ini tapi pikirkan anak kita, dia juga akan stress kalok mama nya juga settress " kata Adit kembali.


" maaf " jawab halwa juga memikirkan janin yg sedang iya kandung.


" ma, pa jangan sedih " kata Deva yg belajar bicara.


" ngak kok sayang " jawab Adit dan halwa.


" tatak tak boleh itu, beldosa " kata diva dengan imut.


Deva mengetuk kepala diva dengan sendok dan Diva menangis.


" papa " kata diva menangis.


" anak papa jangan nangis ya, kakak ngak boleh gitu sama adek nya ya " kata Adit pada Deva.


Deva hanya diam dan memakan makanannya kembali.


" aduh.. om sakit " kata halwa kesakitan sambil memegangi perutnya.


" astaghfirullah,.jangan jangan mau melahirkan, kita ke rumah sakit " kata Adit dengan cepat membantu halwa masuk kedalam mobil dan anak anak juga ikut.


...di rumah sakit。:゚(;´∩`;)゚:。...


halwa terpaksa di bawa ke ruang operasi karna halwa melahirkan di usia kandungan 7 bulan, Adit menunggu di luar bersama dengan Alex dan anak anak nya.


" mama " kata Deva mencari halwa.


" mama ada di ruangan sana, Deva dan Diva harus berdoa biar mama baik baik saya, terus diva akan jadi seorang kakak " kata Alex pada mereka berdua.


tiba tiba dokter keluar dari ruangan.


" dok, bagaimana kondisi halwa dok apa bayi dan ibu nya selamat " kata Adit.


" maaf pak, kami tak bisa menyelamatkan bayinya karna usia kandungan baru memasuki 7 bulan masih terlalu kecil, selagi saya minta maaf dan turut berduka cita " kata dokter itu pergi dari sana.


Adit tersandar di dinding, air matanya mengalir di pipi, mereka sudah kehilanganmu David dan sekarang mereka kelihatan anak mereka kembali. Alex berjalan menuju adit.


" ikhlaskan semuanya, ini sudah takdir dunia " kata Alex pada putra nya.


" Adit dan halwa udah kehilangan david dan sekarang kehilangan bayi kami, " jawab Adit menangis.


" tenang lah " kata alex pada Adit.

__ADS_1


¥¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2