
...*7 tahun kemudian**←_←*...
" assalamualaikum, ayah David pulang " kata David masuk kedalam rumah itu.
" komsalam, lama banget kau pulang, masak sana, kau harus bersyukur karna istriku memungut mu, kau harus bayar Budi dan karna kau istriku meninggal, dan kau buta lagi menyusahkan orang saja" kata jamal, ayah angkat David.
" maaf ayah " kata David menunduk.
" ayah ayah, aku bukan ayah kau JANGA
N PANGGIL AKU AYAH " kata Jamal marah dan melemparkan botol minuman alkohol yg sudah kosong.
David membersihkan kekacauan yg di buat Jamal dan membuat makanan apa adanya.
tujut tahun yg lalu.
" mas, mas itu ada anak kecil terdampar di sana ayo kita lihat " kata Sri istri Jamal dan Jamal hanya mengikuti nya.
" mas, kasihan sekali anak ini, kita bawa pulang ya, " kata Sri melihat David yg tak sadar diri dan akhirnya mereka membawa David pulang ke desa mereka.
David di rawat dengan baik di sana, tapi sayangnya ingatan David menghilang tengtang semua ingatan Keluarga.
" namanya David mas " kata Sri sedang membersihkan tubuh David dan menemukan kalung David berbentuk love dan ada tulisan di sana.
David di di beri kasi sayang dan cinta oleh mereka, tapi ketika Sri meninggal pada saat David duduk di bangku kelas 1 MTSNJamal terus menerus menyalah kan David atas semua kesalahan David
Jamal terus mabuk mabukan, membuat hutang kesana sini, berjudi, mengonsumsi obat terlarang, dan selalu melakukan tindakan kekerasan pada David, tapi David terus bersabar.
...malam hari(ノ゚0゚)ノ→...
David baru saja selesai belajar dan langsung tidur
" David ini susu " kata Jamal dengan lembut dan memberikan susu yg ia buat.
" terimakasih ayah " jawab David merapa gelas yg ada di meja, ketika dapat David langsung meminumnya sampai habis karna tidak terlalu panas.
Jamal mengikat tangan dan kaki David dengan cepat, karna di dalam susu itu ada obat tidur. Jamal memasukkan David kedalam karung hitam dan membawanya ke perahu kecil. Jamal berlayar ke lautan.
" mati aja lah kau, dari pada nyusahin orang aja " kata Jamal membuang David kedalam air lalu kembali pulang.
...*keesokan harinya (*❛‿❛*)...
Adit dan halwa beserta anak anak mereka sedang berlibur di pulau pribadi mereka yg sangat indah, hadiah tadi ley dan Alex merayakan Anniversary mereka ke 8.
__ADS_1
kini Devi dan Diva tumbuh menjadi anak yg imut dan cantik, sekarang mereka duduk di bangku kelas 2 SD. tapi sifat mereka bertolak belakang, diva yg pemalu dan lemah lembut sedangkan diva yg sangat dingin.
" tetap kk yg rengking pertama " kata Deva, Deva mendapatkan juara pertama di sekolah nya sedangkan diva di juara ke dua.
" kk hanya menang di sejarah dan selisih cuman satu " jawab diva yg selalu mendapat juara dua.
" jangan berdebat di meja makan sayang, habiskan sarapan kalian " kata halwa pada kedua anak nya itu.
" iya ma " kata mereka berdua menghabiskan sarapan mereka.
" ma, papa mana " kata Deva tak melihat Adit di disana.
" papa masih tidur, nanti kalian bangunin ya " kata halwa dengan lembut.
" ayo bangunin papa " kata diva turun dari kursinya berlari menuju kamar halwa dan David bersama dengan Deva.
" jangan lari nanti jatuh " teriak halwa dengan sedikit kencang pada kedua anak nya it
" papa, " kata mereka berdua masuk kedalam kamar dan melihat Adit masih tertidur pulas.
" papa ayo bangun, ayo bangun jangan tidur Mulu " kata diva meloncat loncat di tempat tidur bersama dengan Deva yg hanya mengikuti nya.
" Deva devi, jangan loncat loncat lah, papa mau tidur " kata Adit yg tidur nya terganggu.
" ayo bangun pa, udah siang papa ngak sarapan " kata diva duduk di atas perut Adit.
" ok ok papa bangun, " kata Adit bangkit dari tidurnya. " kalian keluar dulu ya, papa mau mandi " kata Adit kembali.
" mandi lah, kami tunggu di sini " kata mereka berdua bersama sama.
" keluar dulu " kata Adit pada anak nya " sial, aku ngak pake celana, bisa gawat kalok anak anak sampai mengetahui nya " batin adit berpikir.
" sayangg, ini mainan nya, kalian harus buat istana pasir yg paling cantik, siapa pemenang nya akan mendapatkan martabak keju mozzarella khusus dia sendiri yg makan " kata' halwa mengalihkan pembicaraan.
" Devi pasti menang " kata Devi keluar dari kamar dan berjalan menuju pantai karna ia ingin menang.
" diva ngak mau kalah " kata diva juga bertekad ngak mau kalah dari Deva
" akhirnya " kata Adit dan halwa secara bersamaan.
" sayang sini dongg " kata Adit dengan manja dan halwa berjalan mendekati Adit lalu duduk di sampingnya.
" ngak ada, halwa udah mandi " kata halwa menebak isi kepala suaminya yg gila nafsu itu.
__ADS_1
" ngak, kita pakai ini aja " kata Adit mengecup bibir halwa.
" ngak ada alasan, mandi sekarang " kata halwa menjauh dari adit
...di pantai(╭☞•́⍛•̀)╭☞...
" untuk apa gunting, kertas dan lem " kata Deva melihat diva membawanya.
" adadeh, kakak jangan meniru " jawab diva.
" siapa yg mau niru, eh itu apa " kata Deva menunjukkan karung hitam yg di ikat di tepi pantai.
" diva juga ngak tau kk, ayo kesana " kata diva berlari menuju karung itu bersama dengan Deva yg mengikuti nya.
" pinjam gunting, biar kk buka karungnya " kata Deva lalu diva membukanya.
" laki laki " kata diva melihat isinya seorang lakip laki remaja dengan penutup mata. " dia masih pakai baju tidur, kk coba buka penutup matanya " kata diva kembali
" sabar Napa dah " kata Deva menggunting penutup kepala dan melihat wajah remaja itu.
" mama " kata mereka terkejut melihat wajah remaja itu sangat mirib dengan wajah halwa.
" dia bukan mama, mama dadanya ngak rata, ini rata " kata Deva memegang dada remaja itu.
" buka celananya kk, dia laki laki atau bukan " kata diva dengan polosnya.
" kata papa, kita ngak boleh membuka celana laki laki itu berdosa " kata Deva.
" diva Deva apa yg kalian lakukan " kata halwa langsung menarik tangan mereka berdua menjauh dari remaja itu.
" kalok ada seperti itu, jangan bertindak sendiri kasi tau mama sama papa dulu " kata Adit mencemaskan mereka berdua lalu memperhatikannya remaja itu.
" maaf, tapi wajahnya sangat mirib dengan mama " kata mereka berdua secara bersamaan.
" masih hidup " kata Adit mengecek denyut nadi nya.
" kasi nafas buatan om, mana tau sadar " kata halwa pada Adit.
" masak aku harus kasi nafat buatan ke dia, dia kan laki laki " kata Adit menekan dada remaja itu berharap dia selamat, " wajahnya sangat mirib dengan halwa, siapa dia " batin Adit.
" kenapa wajahnya sengat mirib dengan ku, apa jangan jangan dia David anak ku yg hilang 7 tahun lalu " batin halwa.
uhukk hukk huk, remaja itu tersadar dan membuka matanya.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya Jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya