
" jadi david.. " kata Adit.
" dia menangis satu malaman dan ketika pagi David kembali tidur dengan tenang. mungkin karna rumah itu dekat dengan kuburan jadi David seperti itu " kata halwa sambil meminum Boba yg ia beli tadi.
" aku udah buat janji sama psikologi yg cukup berpengalaman besok pagi jam 8 pagi akan aku jemput ya " kata Adit.
" iya " kata halwa tersenyum.
mobil berhenti karna sudah sampai di depan gerbang. Adit tiba tiba menggenggam tangan halwa yg berada di samping nya itu.
" halwa " kata Adit menatap halwa.
" iya om " kata halwa.
" aku ngak sabar nunggu dua hari lagi apa dua hari itu bisa di percepat " kata Adit.
" ngak bisa lah om kan undangan nya udah di bagikan " kata halwa.
" iya juga ya.. tapi entah kenapa aku ngak sabar menunggu hari itu di mana kita bersatu bersama " kata Adit.
" cabul " kata halwa menarik tangannya.
" negatif mulu ini pikiran " kata Adit pada halwa yg mencoba melindungi tubuhnya.
" was was aja " kata halwa turun dari mobil.
" awas kau dua hari lagi nanti ku buat k.o. nanti kita bermain sampai jam 4 pagi " kata Adit juga keluar dari mobil dan membantu David duduk di kursi roda.
" om jam 12 aja udah kalah kok " kata halwa mendorong kursi roda David.
" kali ini jam 12 terlalu cepat pokok nya jam 4 awas kalok ngak sanggup " kata Adit.
" om nya yg bakal ngak sanggup " kata halwa.
" kita lihat saja nanti " kata Adit masuk kedalam mobil." papa pulang dulu ya sayang besok pagi kita jumpa lagi " kata Adit kembali
" iya hati hati di jalan pa " kata David.
mobil Adit pun menjauh dari sana halwa membawa masuk David kedalam rumah.
" kk David ayo main kk jadi pasien " kata Amelia.
David melihat Kevin dan Rosa ikut bermain. biasanya Kevin sangat jarang ikut bermain karna ia lebih fokus ke buku buku tebal nya itu.
" selamat kk Kevin hamil " kata Kila. semua yg ada di sana mau tertawa tapi di tahan.
" Kila laki laki ngak bisa hamil yg hamil itu cuman perempuan " kata Kevin mencoba berbicara dengan lembut.
" kalok Kila bilang hamil ya hamil lah " kata Kila ngak mau kalah.
" iya tapi laki laki ngak bisa hamil " kata Kevin.
" mama laki laki bisa hamil kan " kata Kila bertanya.
" ngak bisa Kila, laki laki ngak bisa hamil " kata ava.
" masa laki laki ngak bisa hamil sih, tadi Kila lihat dari mobil ada laki laki perutnya besar itu hamil loh " kata Kila ngak mau kalah.
" itu namanya buncit bukan hamil " kata kevin.
" itu hamil kk bukan buncit " kata Kila dengan nada ngegas.
__ADS_1
" ngak percaya banget sih " kata Kevin.
" mama telpon papa ma Kila mau tanya papa. papa kan hamil dan melahirkan kk Kevin makanya kk Kevin laki laki dan Kila perempuan karna kila di lahirin oleh mama " kata kila.
" iya iya ini " kata ava vc dengan Haraf dan Haraf mengangkat nya.
" assalamualaikum papa " kata Kila.
" waalaikum salam sayang, kenapa nelpon " kata harif dengan lembut.
" papa kk Kevin ngak percaya kalok laki laki bisa hamil pa. tadi Kila lihat ada laki laki yg perutnya besar itu tandanya hamil tapi kk Kevin bilang itu bukan hamil tapi buncit " kata Kila dengan cepat.
" lagikan pa kk Kevin ngak percaya kalok laki laki itu bisa hamil kata kk Kevin laki laki mana bisa hamil terus kalok laki laki ngak bisa hamil kk Kevin di lahirin sama siapa. kalok laki laki hamil anaknya pasti laki laki kalok perempuan yg hamil anak nya pasti perempuan kan pa tapi kk kevin ngotot kalok laki laki itu ngak bisa hamil kk Kevin bodoh kan pa " kata Kila.
" hahahaha hahaha " tawa Hanif yg berada di sebelah Haraf dan juga ada beberapa temannya di sana yg ikut ketawa mendengar ocehan Kila.
" sayang dengar papa yaa laki laki itu ngak bisa hamil yg hamil itu perempuan " kata Haraf.
" papa kok sama sih sama kk Kevin sih mama juga gitu Kila mau tanya kakek " kata Kila memasukkan ley kedalam vc.
" assalamualaikum semuanya " kata ley mengangkat nya.
" waalaikum salam " kata mereka semua.
" kakek papa mama dan semunya nya terutama kk Kevin ngak percaya kalok laki laki itu bisa hamil " kata Kevin.
" hahahaha ley cucu mu itu " kata teman teman ley yg ada di sana.
" iya namanya Kila " kata ley memperkenalkan Kila. " sayang laki laki itu ngak bisa hamil yg hamil itu adalah seorang perempuan karna hanya perempuan yg mempunya rahim yg tugasnya memproduksi seorang bayi atau anak" kata ley menjelaskan.
" mama kayak mana bikin anak ma " kata kila bertanya.
" tanya papa ya karna papa yg tahu bahan bahannya " kata ava.
" itu... " kata haraf.
" terus anak bayi keluarnya dari mana pa " kata Kila kembali.
" kk anak mu bertanya itu kayak mana bikin anak ajari kk " kata Hanif.
" bahan bahannya tepung, telur, mentega, margarin, cokelat, susu, gula sisanya tanya mama ya papa ada meeting dulu da sayang papa sayang kalian " kata Haraf mematikan telepon nya.
" kakek juga ada meeting daaaa " kata ley mematikan telepon.
" awas aja papa dan kakek pulang nanti Kila cuekin " kata Kila kesel.
...(ノ◕ヮ◕)ノ*.✧malam hari....
David kembali dalam masa ketakutan nya. David kembali melihat yg orang lain tak bisa melihat.
" menjauh lah menjauh lah " kata David menangis di dalam selimut karna halwa sedang ke dapur untuk mengambil susu David karna sebentar lagi David akan tidur.
" David mama bawa susunya ini " kata halwa masuk kedalam kamar. terlihat David sedang di dalam selimut nya.
" David minum dulu susunya David ayo keluar " kata halwa dengan lembut.
David keluar dari selimut tapi David menutup matanya.
" ma susunya " kata David.
" maca mana mau minum kalok matanya di tutup kayak gitu " kata halwa.
__ADS_1
" ini lebih nyaman ma lebih tenang David ngak bisa melihat mereka dan mereka tidak lagi mengganggu David " kata David.
David meminum susunya sampai habis lalu langsung tidur begitu juga dengan halwa yg ikut tertidur sambil memeluk David.
...keesokan harinya (ʘᴗʘ✿)....
sekarang sudah hampir jam delapan pagi. David sedang bersiap siap David mulai bisa menggerakkan tangan nya walaupun sedikit sakit. David mengambil kain yg lebarnya sekitar 10 cm dan panjang sekitar setengah meter.
David menutup matanya dengan kain hitam itu David sedikit kesulitan mengikat talinya karna tangan kanannya masih sakit tapi David tetap berjuang hingga ia bisa mengikat nya. David merapikan penutup matanya itu.
" ini.. lebih baik aku tak bisa mendengarkan maupun melihat mereka " kata David.
" David ngapain pakai kayak gitu matanya pakai di tutup segala nanti ngak bisa melihat loh " kata halwa.
" mama kalok David pakai ini David ngak bisa melihat mereka ma dan juga mereka ngak bisa berbisik bisik dengan David lagi " kata David sangat senang.
" sayang kalok David kayak gini David ngak bisa melihat apa apa David semuanya menjadi gelap " kata halwa kepada David.
" David ngak masalah ngak bisa melihat asal David ngak melihat mereka David sudah sangat bahagia " kata David tersenyum.
halwa melihat senyuman yg hilang beberapa hari yg lalu kini sudah kembali. David terlihat ceria lagi dan ngak ketakutan lagi David sangat senang.
" ma David boleh pakai ini kan di setiap saat, kapan saja dan di mana saja David ngak perduli perkataan mereka yg menghina david David sangat nyaman seperti ini David mau seterusnya seperti ini " kata David meminta ijin.
" ngak boleh " kata Adit masuk kedalam kamar itu.
" kenapa ngak boleh pa " kata David.
" David kalok david pakai ini david ngak bisa melihat semua orang lagi semua yg di lihat david menjadi hitam karna kain ini papa ngak mau. itu sama saja david meniru orang yg buta tapi David kan ngak buta jadi ngak boleh " kata Adit.
" pa david mohon ijinkan david pakai ini pa David sekarang ngak bisa melihat mereka lagi ngak bisa mendengar bisikan yg menakutkan dari mereka lagi pa. David memang gak buta tapi ini membuat david ngak ketakutan lagi " kata David menangis air matanya mengalir di pipinya.
" David papa ngak kasi ijin itu karna nanti david ngak bisa melihat papa dan mama serta yg lainnya yg lain nya juga " kata Adit.
" David masih bisa mendengar suara papa merasakan kehadiran papa itu udah cukup kok David hanya mau itu saja David ngak mau mereka datang lagi pa David ngak mau " kata David menangis.
" om ijinkan satu hari ini dulu seandainya ini ngak bisa merubah David apa gunanya juga di pakai " kata halwa paling ngak bisa melihat David menangis sambil memohon seperti itu.
" halwa jangan bodoh lah. kalok berhasil pun david akan terus menutup matanya dan ngak pernah membukanya David terlahir dengan sempurna tanpa ada kekurangan dari fisiknya aku ngak mau melihat David ngak bisa melihat kita dan yg lainnya dan David akan terus mengenali orang dengan suara saja halwa aku ngak mau " kata Adit dengan air mata yg jatuh di pipinya.
" terus halwa harus kayak mana halwa juga ngak tau harus berbuat apa halwa juga bingung " kata halwa.
" taungak semalam David keluar dan bertemu dengan orang banyak tanpa memakai softlens nya itu udah membuatku sangat bahagia, dia mau menerima apa yg ada di dalam dirinya aku mau seperti itu halwa aku mau seperti itu " kata Adit menangis dan memeluk halwa sebagai sandaran nya menangis.
" halwa juga ngak om tapi kalok David lebih bahagia kayak gitu kita bisa apa demi kebahagiaan nya om demi kebahagiaan nya " kata halwa juga menangis akan kondisi David sekarang.
David mendengar halwa dan Adit menangis karna kondisi nya sekarang. David membuka penutup matanya lalu membuangnya.
" David ngak mau pakai lagi David ngak mau mama sama papa nangis jadi david ngak mau pakai lagi " kata David.
" benarkah David ngak mau pakai " kata halwa menghapus air matanya.
" iya tapi mama sama papa jangan nangis lagi ya david ngak ngak mau kalian menangis " kata David.
" terimakasih " kata halwa memeluk David.
setelah semua itu selesai mereka langsung menuju tempat psikolog yg Adit maksud. sikap David pun berubah 180°. David hanya diam saja tidak berbicara terkadang air matanya mengalir dan David cepat cepat menghapusnya.
sepanjang jalan David melihat makhluk yg selalu membuat nya takut tapi David lebih memilih untuk diam meski air matanya mengalir.
¥¥¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya