
" perlengkapan sekolah udah apa ya yg belum " kata halwa sedang menyiapkan barang barang sekolah david karna seminggu lagi dia akan masuk sekolah dasar ( SD ).
" yg belum ada itu mama yg belum siap siap mau pergi undangan sama papa sebentar lagi papa pulang loh " kata David sedang menyisir bulu kucingnya itu.
" astaghfirullah mama lupa David juga harus siap siap " kata halwa.
" David ngak ikut ma di sana pasti sangat ramai ma David ngak mau " kata David.
" ayolah sampai kapan david terus di rumah.. david harus ikut lagian kalok david tinggal siapa yg temani di rumah kalok terjadi apa apa bagaimana " kata halwa khawatir.
" ada empus, ada enter, ada tupi, ada linci , ada uyung, ada a'an " kata David menyebutkan nama hewan peliharaan nya.
empus adalah seekor kucing, enter adalah seekor hemster, tupi adalah seekor tupai, linci adalah seekor kelinci, uyung adalah seekor burung dan a'an adalah nama para ikan ikannya. David sengaja menamanyakan hewan peliharaan nya dengan nama yg sama sesuai jenisnya karna dia sering lupa nama hewannya.
" tapi nanti kalok ada apa apa david langsung telpon mama ya " kata halwa.
" iya ma " kata David.
......di depan rumah (づ。◕‿‿◕。)づ..........
" ada apa itu kok ramai sekali " kata Adit keluar dari mulut mobilnya karna ingin membuka pagar. " permisi Bu, kok ramai ramai ada apa ya " kata Adit.
" pak Aditya, itu loh pak ada tetangga yg melaporkan melihat musang Bintaro katanya tingginya lebih dari 98 cm kayaknya itu betina. karna warga takut jadi yaa mereka telpon pemadam kebakaran untuk menangkap nya tapi musang itu ngak muncul muncul sampai sekarang " kata ibu itu.
" bahaya juga, makasih ya Bu saya mau masuk dulu " kata Adit
" sama sama pak " kata ibu itu.
Adit masuk kedalam kawasan rumah setelah itu kembali menutup pagar nya dan menguncinya.
" assalamualaikum papa pulang " kata Adit masuk kedalam rumah tapi ngak ada yg jawab. " mungkin di kamar lagi siap siap " batin Adit berjalan menuju kamarnya di lantai tiga.
" Allah huakbar, empus ayok mandi jangan manjat di gorden nanti gordennya rusak mama bisa marah " kata David mau memandikan kucingnya. David juga sudah bisa memberanikan dirinya dan tidak memakai penutup matanya untuk di kawasan rumah saja.
" David apa yg terjadi " kata Adit melihat David.
" eh papa udah pulang, itu si empus ngak mau mandi malah manjat di gorden " kata David sambil mencium tangan Adit (bersalaman).
" mama di mana david " kata Adit.
" mama di kamar lagi ganti baju " kata David.
" David ngak siap siap " kata Adit.
" Adit ngak ikut pa karna ada janji buat mandii si bandal ini " kata David
" yaudah tapi ngak boleh keluar rumah ya, soalnya di sekitar sini katanya ada hewan buas yg lepas pokonya David ngak boleh keluar rumah bisa bahaya " kata adit.
" iya pa " kata David.
" papa ke kamar dulu ya, ini empusnya " kata Adit mengambil kucing itu dan menyerah kan nya ke David.
__ADS_1
" iya pa " kata David.
Adit berjalan menuju kamar mereka, ketika masuk terlihat halwa sedang memakai bajunya tapi ngak bisa menaikkan resleting bajunya. Adit membantu halwa.
" eh om, udah pulang " kata halwa sedikit kaget.
" udah pulang, habisnya ngak ada nyambut " kata Adit memeluk halwa dari belakang dan sesekali mengelus perut halwa yg sudah membesar.
" udah sekarang mandi ya bau tau " kata halwa menutup hidungnya.
" bau bau gini masih sayang kan " kata Adit
" kalok bau ngak sayang, sekarang ayo mandi ambil handuknya bajunya ada di tempat tidur " kata halwa.
" hhmm " kata Adit berjalan menuju kamar mandi dan mengambil handuknya.
selesai bersiap siap mereka langsung berjalan menuju lantai satu. mereka memakai baju berwarna putih dengan batik berwarna biru cerah.
" ya Allah, pus jangan lariii masih ada sabun nanti lantainya licin mama bisa jatuh " kata David mengejar kucing itu lagi karna cuman dia yg belum mandi hampir seminggu ini
" dapat kau, ayo mandi " kata David akhirnya menangkap kucing bandal itu.
" masalah sama kucing lagi david " kata halwa melihat baju David juga basah.
" iya ma, david lupa nutup pintu kamar mandi jadi dia lari " kata David.
" lain kali jangan lupa menutup pintunya ya, nanti bereskan semua ini. jangan keluar rumah papa udah bilang kan ada hewan buas " kata halwa.
" iya ma David ngak keluar kok " kata David.
" baik lah hati hati di jalan mama papa " kata David.
" iya " kata mereka keluar dari kawasan rumah.
David kembali memandikan kucing bandal nya itu yg paling anti sama air. setelah selesai David mengeringkan bulu kucing di tepi kolam karna di sana banyak kucing lainnya. David menyisir bulu kucing dan sedikit memberikannya beberapa jempit rambut pada kucing itu lalu memotong kukunya yg sudah panjang.
" kan enak kalok udah mandi dah bersih " kata david memasukkan barang barang nya itu kedalam kotak khusus perlengkapan kucing.
" perasaan aku ada beli baju kalian tapi di mana ya apa udah di masukkan kedalam lemari apa belum " kata David membuka lemari yg tinggi nya 60 cm khusus gantungan.
di sana ada banyak baju hewan peliharaan nya nya mulai dari baju kucing, hamster, tupai, kelinci dan lain lainnya. david melihat kotak yg ada di samping lemari
" nah ini dia, lihat aku beli baju baru untuk kalian ayo antri " kata David dan semua hewan peliharaan itu mengantri dan mendapatkan baju baru serta langsung di pakai.
" pus sini " kata David pada kucing yg bandal itu. " kau ini ya kalok ngak pakai kekerasan memang ngak mau " kata david menangkap kucing itu lalu memakaikan baju nya. setelah selesai David membersihkan kandang kandang kucingnya itu.
" tunggu tupi nya kok ada 4 satu lagi mana " kata David menghitung jumlah tupainya kurang satu saat ingin memberi makan. david melihat ke sekeliling mencari tupai nya itu, ternyata tupai itu ada di pembatas tembok sedang membawa bola kecilnya.
" tupi ayo turun jangan di sana kalok jatuh bisa berbahaya " kata David pada tupai itu. tupai melompat keluar area rumah membuat David jadi panik.
" kalok keluar mama dan papa ngak ijinin tapi itu tupai albino kesayangan papa dan harganya 12 juta papa bisa marah kalok tupai itu hilang " kata David mangambil tongkat tuna netra dan memakai penutup matanya keluar dari rumah melalu pintu belakang
__ADS_1
" tupi sayang kau di mana... ayo kembali aku punya pepaya manis kesukaan mu " kata David berjalan pelan karna belakang rumah ini adalah kawasan tanah yg tidak pernah laku di jual semenjak 10 tahun yg lalu jadi tanah itu sangat tidak terawat.
-
" tupiii kau di mana ayo pulang bersama ku sebelum mama dan papa pulang nanti mereka marah " kata David masih mencari tupi
tiba tiba tupi datang dan memanjat tubuh David dan duduk di atas kepala David.
" Alhamdulillah akhirnya kau kembali kau tupi kan... iya kau tupi ayo kembali " kata David mengetahui itu tupi karna dia memakai baju yg baru saja di beli.
terlihat tupi menarik rambut David seperti memberikan kode kalok di sana ada hewan yg butuh pertolongan.
" kau mau aku ke sana... tapi kalok mama dan papa pulang kita bisa kena marah " kata David mengerti kode yg di berikan oleh tupi.
" baik baik kita akan kesana tapi kalok ngak ada apa apa kita langsung kembali " kata David berjalan sesuai yg di kodekan oleh tupi.
ketika David berjalan david mencium bau darah dan sedikit bau kambing. David membuka matanya mencoba memberanikan diri meski dia tau resiko dia membuka matanya.
" ya Allah lindungilah David dari mara bahaya apapun itu dan jangan sampai David melihat makhluk yg bukan ini alam nya " batin David membuka matanya.
David Melihat seekor musang yg sangat besar dengan kakinya yg berdarah terlihat dia lagi memakan anak kambing. tubuhnya sangat bau dan beberapa bagian tubuhnya mengeras tak tau kenapa seperti dia masuk parit.
" jangan manangis, aku tau ini sakit tapi biarkan aku mengobatinya " kata David mengikat kaki musang itu depan penutup matanya. terlihat musang itu menjauh dari david.
" tak papa aku ngak mengganggu mu, ayo ikut aku pulang kerumah ku biar lukamu di obati nanti bisa bahaya kalok di biarkan " kata David dengan lembut.
" dek lari jangan dekat hewan itu kau bisa terbunuh oleh nya " kata pak pemadam kebakaran.
" ayo dekat sini tak perlu takut aku bukan mereka percaya lah ayo ikut aku.. ini makan " kata David memberikan anak kambing yg tinggal setengah itu.
musang itu mendekati david terlihat musang itu memperhatikan mata David dan dia mau mendekati David dan kembali memakan makanannya.
" apa kalian bodoh, jangan tembak dia " kata David melindungi musang itu.
" nak itu musang Bintaro dia liar kau bisa di bunuh nya " kata pemimpin pemadam kebakaran di sana.
" pak perhatian anak itu matanya hijau, di atas tupai albino yg ikut melindungi musang itu " kata anak buah nya.
" ayo kita pergi, jangan hiraukan mereka, anak baik akan menurut kan " kata David mengelus kepala musang itu Tampa rasa takut sedikitpun dan menjulurkan tanganya.
musang itu meletakkan tangannya di tangan David dan berjalan pelan pelan karna kakinya sakit.
" dia buta " kata para pemadam kebakaran.
" ini bahaya ayo tangkap musang itu " kata mereka.
" jangan sentuh musang ini, kalian boleh mengikuti kami tapi tak boleh menyentuh dia " kata David menatap tajam mereka sehingga mereka merinding ketakutan.
" ikuti saja anak ini, kalok dia dalam keadaan bahaya tembak saja keduanya " kata pak pemadam kebakaran mengikuti mereka.
David dan musang itu masuk kedalam kawasan rumah, David menyuruh musang itu agar duduk dan David mengambil kotak obat yg ada di sana dan membersihkan lukanya lalu menutupnya dengan pelastik agar nanti ketika musang itu di mandikan lukanya tidak terkena.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya.