Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
Adit cemburu


__ADS_3

mereka membeli makan dari nenek nenek yg menjual macam macam kue di sana.


" nek getuk nya " kata Gita.


" mau beli berapa nak " kata nenek itu.


" beli dua bungkus ya lima ribu lima ribu " kata Gita.


setelah selesai nenek itu memberikan nya pada mereka dan Gita membayar nya.


" ini apa " kata David.


" ini getuk, dia terbuat dari singkong " kata Gita memakan getuk nya.


" getuk " kata David memakannya.


" waah ini enak banget " kata David menyukai nya.


" enak kan " kata Gita.


" nenek 2 bungkus lagi ya sama yg kayak ini " kata David.


" baik lah " kata nenek itu.


" kau ngak cukup segini " kata Gita.


" satu untuk mama ku dan satunya lagi untuk keluarga mu " kata David membayar nya dengan uang pas.


" ini " kata David.


" terimakasih " kata Gita tersenyum.


" sama sama " kata David juga tersenyum.


pipi Gita memerah melihat senyuman manis dari David. jantungnya berdetak labih kencang dari biasanya tapi kondisi nya baik baik saja.


" perasaan apa ini " batin Gita.


" Gita kau baik baik saja apa perlu kita telpon ambulans " kata David.


" eh ngak usah aku baik baik saja kok, kita beli Boba dulu buat minum aku haus " kata Gita.


" iya " kata David.


setelah selesai membeli Boba mereka langsung pulang.


...di depan pintu apartemen( ͝° ͜ʖ͡°)....


" ini apartemen ku di sebelah kau kalok perlu apa apa bilang aja nanti aku pasti bantuin kok " kata Gita.


" papa " batin David.


" hei David kau kok melamun sih " kata Gita


" oh ngak kok, mau masuk dulu aku mau kasi sesuatu " kata David.


" boleh kok " kata Gita sambil melihat jam tangannya.

__ADS_1


mereka masuk kedalam apartemen David. apartemen nya sangat mewah dengan gaya klasik Eropa. Gita duduk di sofa.


" wah dalam apartemen mu bagus banget, bahkan lebih bagus dari apartemen ku " kata Gita melihat ke sekeliling.


David masuk kedalam kamar nya mengambil cokelat lalu memberikan nya kepada Gita.


" wah cantik nyaaa nanti akan ku tunjukkan ke papa " kata Gita.


" ini untuk makan di sini ya " kata David.


" wah terimakasih " kata Gita memasukkan cokelat kedalam mulutnya. seketika cokelat itu lumer di dalam mulut nya rasanya sangat manis dan rasa cokelat nya pun terasa.


" ini enak banget " kata Gita.


" padahal itu hanya cokelat yg sering ku makan setiap siang " batin David melihat ekspresi wajah Gita yg sangat menyukai cokelat itu.


" Gita apa kau punya sahabat " kata David.


" hhmmm sahabat yaa, aku ngak punya sahabat dan aku ngak tau rasanya punya sahabat " kata Gita.


" bukannya kau bersekolah dan ketemu orang banyak " kata David heran.


" aku emang bersekolah sih tapii aku tak memiliki sahabat. aku di sekolah hanya belajar saja. bukan hanya sahabat bahkan aku tak memiliki teman di sekolah. mereka menghindari ku karna aku memiliki penyakit dan aku ini lemah jadi bagi mereka aku ini ngak seru kalok di ajak bermain " kata gita sambil memakan makanannya.


" hhmm kalok aku tak bersekolah, aku bersekolah dari rumah, aku tak memiliki teman ataupun sahabat. ketika aku keluar rumah aku selalu menjadi pusat perhatian karna warna mataku hijau. mereka sangat ingin bersahabat dengan ku tapi aku menolak karena mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari hubungan persahabatan " Adit menulisnya hpnya dan keluar terjemahan ke bahasa Indonesia. Gita hanya membacanya.


" hhmm tapi warna matamu itu hitam nya " kata Gita.


David membuka lensa mata yg ia pakai dan Gita melihat bola mata David yg berwarna hijau terang. hijaunya sangat indah seperti hijau daun.


" apa kau mau jadi sahabat ku. kau sangat berbeda dari yg lain, kau bahkan belum tau asal usul ku tapi kau sudah sangat akrab dengan ku kau itu berbeda " David kembali menulis di hpnya dan keluar terjemahan.


" sahabat. aku ini sebentar lagi mati " kata Gita.


" di dunia ini ngak ada yg tau kapan datang nya kematian jadi jangan berbicara seperti itu. ucapan itu adalah doa, lebih baik kau berdoa agar kau bisa hidup panjang dan menikmati punya keluarga yg lengkap " David kembali menulis di hpnya.


" terimakasih sahabat " kata Gita menghapus air matanya.


" jangan menangis " kata David memegang pipi Gita dan menghapus air matanya.


" hhmm aku tak boleh nangis " kata Gita kembali memakan cokelat nya.


" tunggu " kata David kembali ke kamar nya. ketika keluar David membawa 3 buah kotak dua berwarna hitam dan satu berwarna pink.


" apa ini " kata Gita.


David memakaikan gelang dan kalung yg sama berbentuk hati. ternyata bentuk hati itu memiliki magnet. David memakai kalung dan gelangnya dan mendekatkan nya ke punya Gita dan bentuk hati itu menyatu. gelang dan kalung Gita dari emas murni 100% sedang kan punya David dari bahan emas putih.


" cantiknyaaa " kata Gita sangat menyukainya.


" terimakasih aku membelinya saat di negara ku bersama kk ku " kata David.


" kau mempunyai kakak " kata gita.


" bukan kk kandungan. dia kk ku dari kk nya kakak mama ku " kata david.


" OOO seperti itu ya, dan ini apa " kata Gita penasaran.

__ADS_1


" bukanya di rumah saja " kata David.


" eh David aku harus pulang papa ku akan pulang sebentar lagi dia bisa khawatir " kata Gita.


Gita membereskan barang barang yg akan ia bawa pulang itu. David mengantarkan Gita sampai di depan pintu apartemen nya.


" terimakasih ya david " kata Gita.


" sama sama " kata David.


" besok pulang sekolah kita bermain bersama ya " kata Gita.


" baik lah aku mau pulang dulu daaa " kata David berjalan menuju apartemen lalu masuk kedalam apartemen nya.


......malam hari ತ_ತ.......


Gita memakai baju piyama nya. celana pendek dan baju dengan dengan lengannya adalah sebuah tali baju itu berwarna putih. Adit dan Gita sedang makan malam bersama sama di meja makan. Adit memerhatikan gelang dan kalung yg di pakai oleh David.


" sejak kapan anak ku ini pakai gelang dan kalung emas itu, padahal aku kan ngak pernah membelikan nya yg seperti itu. dapat dari mana barang barang itu " batin Adit berfikir.


" papa kenapa melamun " kata Gita yg sudah selesai makan dan meletakkan piring nya di tempat cucian piring begitu juga dengan piring Adit.


Adit berjalan menuju sofa lalu menghidupkan tv. Gita pergi ke kamar nya membawakan cokelat dan kotak pink yg belum ia buka. Gita ingin berbagi dengan Adit.


" papa lihat ada cokelat sahabat Gita yg memberikan nya cokelat sangat enak loh pa dan ini Gita ngak tau usinya apa Gita buka dulu " kata Gita.



" cantiknyaaa iya kan pa " kata Gita sangat senang. Gita langsung memakai jepit rambut itu.


" Gita jawab jujur papa perhiasan ini dan kalung itu siapa yg kasi, papa ngak pernah belikan Gita yg seperti ini dan ini emas loh " kata Adit menunjuk gelang yg Gita pakai.


" ini ini dan ini semuanya sahabat Gita yg kasi pa dia baik banget kan dia juga orang nya tampan sama kayak papa dia baik " kata Gita tersenyum.


" laki laki " kata Adit terkejut.


" iya pa dia laki laki, dia kemari untuk liburan sama mamanya dia berasal dari Australia pa. " kata gita.


" anak ku kenal laki laki " batin Adit cemburu


" berapa usianya, sekarang tinggal di mana dia, namanya siapa, tadi Gita sama dia ngapain aja, Kelian berdua ngapain aja, dia janjiin apa aja " kata Adit dengan cepat.


" haduh papa ini. namanya David, usianya lima tahun, dia tinggal di apartemen sebelah pa, Gita ajak dia mengenal makanan yg ada di sini pa, dan dia ngak ada berjanji apapun " kata Gita.


" bukannya apartemen sebelah kosong ya " kata Adit.


" mereka yg menempati " kata Gita.


" udah berapa lama dia di Indonesia " kata Adit.


" kayaknya seminggu deh pa " kaga Gita mengingat.


" seperti itu ya " kata Adit penasaran.


¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya.

__ADS_1


__ADS_2