
" hhmm gini atau gini ya.. " Al sedang berbicara sendiri karna ia sedang melanjutkan sketsa baju yg 6 tahun lalu belum David selesai di sana ada 10 gaun pengantin Al mencoba untuk membantu David Al berharap ketika David sadar David akan memujinya.
" sibuk banget sih anak bunda ini.. " ucap Aura yg baru saja selesai mandi dan melihat Al sedang sangat fokus " sketsa gaun.. Al mau bantu papa ya.. " tanya aura pada Al
" iya ma.. oiya ma.. apa ini tulisannya papa ya ma? " tanya Al sambil menunjuk ke tulisan yg ada di bawah gambar itu.
" iya.. ini tulisannya papa " Jawab aura yg mengetahui nya
" tulisan papa bagus banget.. beda sama tulisan nya Al kalok yg sering di ucapkan Dinda bagaikan air dan minyak " ucap Al sambil mencoba meniru tulisan nya David tapi ini sangat sulit bagi Al untuk merumuskan nya.
" sekarang Al siap siap ya kita mau jenguk papa " kata aura sambil mengelus rambut nya Al
" iya bunda.. " jawab Al
...di ruang keluarga •́ ‿ ,•̀...
halwa baru saja mendapatkan kabar duka cita bahwa Haraf Hanif ava dan Ruby meninggal dunia karena kecelakaan menewaskan mereka ber4 halwa langsung bersiap siap begitu juga dengan Adit dan yg lainnya aura juga sudah di beritahukan dan mereka langsung pergi ke Australia.
...Australia...
seluruh rumah keluarga sudah terpasang bunga banyak yg datang menghadiri pemakaman Rosa melihat halwa sudah datang dan Rosa langsung memeluk halwa.
" tenang Rosa.. tenang lah.. Tante tau kau sangat sedih.. begitu juga dengan Tante.. tapi kita harus ikhlas " ucap halwa juga sangat sedih dengan ini semua
pemakaman terus berlanjut kini mereka sudah bersatu dengan tanah begitu banyak bunga yg ada di batu nisannya mereka ber4.
" papa mama.. tenang ya di sana dan.. " Kila tak menyambung ucapannya karena dia terlalu sedih dengan ini semua
semua orang sudah hanya tinggal halwa dan Adit di sana
" kk.. kalian cepet banget sih pulangnya.. halwa nggak bisa denger suara kalian lagii tawa canda kita lagii curhatan bersama nggak bisa lagi dong " tangis halwa sudah tak terbendung lagi.
...di rumah ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)...
" papa jangan sedih lagi ya.. kalok papa sedih nanti ngak ganteng lagi " ucap Alvin menghapus air matanya Kevin
" papa nggak sedih kok.. sekarang ayo kita makan malam bersama sama " ucap Kevin tersenyum.
__ADS_1
mereka semua makan bersama sama di meja makan kursi yg biasanya duduki oleh Haraf kini di duduki oleh Kevin semuanya diam tak membahas apapun telpon aura berbunyi
" angkat saja di sini " ucap halwa sambil tersenyum
aura mengangkat telpon nya.
" hallo aura.. kondisi David semakin parah " ucap Apri yg melaporkan kondisi tubuh David.
" apa saya akan kesana " ucap Aura panik dan mematikan telepon nya.
" ada apa aura " ucap Adit sambil memakan makanan penutup nya.
" kondisi mas David semakin parah.. aura harus ke sana " jawab aura sambil menghapus air nya
akhirnya mereka semua pulang ke Indonesia setelah melakukan penerbangan beberapa jam mereka pun sampai dari Bandara menuju rumah sakit selama 1 jam setelah sampai mereka langsung berjalan menuju ruangan David di sana sudah ada banyak dokter dan perawat bagaimanapun kondisi David sangat langka karna dia sudah koma selama 6 tahun dan belum juga sadar.
" Apri bagaimana kondisi David " kata Adit pada apri.
" kondisi David sempat memburuk tapi sekarang sudah membaik beberapa alat di tubuh David juga sudah di lepas karna kondisi semakin membaik dalam sekejap kita semua hanya tinggal menunggu waktu untuk David sadar saja " ucap Apri membuat semua orang sangat senang
" untuk sementara David masih di tangani oleh dokter dokter profesional di dalam ini semua sebuah keajaiban kalok David sadar mungkin David akan di rawat di sini selama seminggu kedepan biar kondisi nya semakin membaik " ucap Apri kembali
" dokter dokter Pasean sadar pasien sadar " ucap mereka para perawat.
...di dalam ruangan (人*´∀`)。*゚+...
semua dokter sedang menangani David tiba tiba mata David terbuka dan melihat kesekeliling begitu banyak para dokter yg mengelilingi nya dari manca negara David ingin berbicara tapi tubuhnya sangat lemas untuk mengucap sesuatu.
" dia sadar dia sadar " para dokter bahagia
" wajahnya tampan banget.. kayak pangeran tidur bukan putri tidur "
" ternyata mata anak nya berwarna hijau itu turunan dia ya "
" sudah sudah dia pasti bingung kita tangani dia dulu nanti kita ajak bicara " ucap salah satu dokter di sana.
" apa yg terjadi.. di mana ini mama papa di mana " batin David bingung
__ADS_1
mereka mulai memeriksa kondisi tubuh David memberikan minum mengganti pakaian David setelah dua jam David sadar para keluarga di perbolehkan masuk halwa memeluk David saking senangnya nggak tau kenapa David selalu menjadi kesayangan karna hidup David penuh dengan penderita karna dunia luar berbeda dengan Devi dan Diva yg selalu menerima kasi sayang dari lahir hingga remaja
sedangkan David sejak bayi hingga berumur 6 tahun dia tidak menerima kasi sayang seorang ayah di umur 7 tahun sampai umurnya 15 tahun dari hilang dan di siksa oleh keluarga angkat nya setelah itu David di kirim ke pesantren tamat dari pesantren David pergi ke Inggris untuk berkuliah di sana jadi waktu bersama keluarga sangat lah sedikit.
" Alhamdulillah David kau sadar.. " ucap halwa sambil menangis.
" ma.. sebenarnya David lapar.. tapi David bingung apa yg terjadi " kata David dengan pelan
tiba tiba perawat datang dan membawa makanan untuk David
" aura duduk sini.. suapi David " ucap halwa
" bolehkan.. terimakasih ma " jawab aura sangat senang dan mengulangi David dan David menerimanya wajah aura sangat senang dan David tak berani bertanya takut menghancurkan senyuman dan kebahagiaan yg ada di aura.
" selamat malam semuanya " ucap Apri masuk kedalam ruangan David
" selamat malam " jawab mereka yg sedang bahagia.
" Apri.. kau sudah di Indonesia ternyata... kupikir kau akan menyambung S2 di Singapura " ucap David membuat Apri jadi bingung.
" sebelum itu jawab pertanyaan ku.. siapa nama " pertanyaan Apri
" Davidson dhiaurrahman diamond " jawab David.
" umur? "
" 20" jawab David membuat semua nya terkejut.
" mana keluarga mu? " tanya Apri sudah mengerti keadaan ini
" ini mama itu papa itu Devi ini diva itu Endi tunangannya Devi " jawab David sambil menunjuk mereka
" yg di samping mu itu siapa " tanya Apri kembali.
" nggak tau.. " jawab David membuat aura merasa sangat sedih
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1