Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
terbongkar


__ADS_3

" sihhh pengantin baru.. " kata Rizki mengoda David Rizki kini sudah menjadi TNI bersama dengan Farhan jadi mereka sangat jarang ada di rumah...


Rizki sudah memiliki istri yg bermana Khanza seorang guru TK dan dari hasil pernikahan mereka mereka di beri sepasang anak asma yg berumur 4 tahun anak pertama mereka sedangkan Azmi yg berusia 2 tahun.


sedangkan Farhan juga sudah menikah dengan seorang istri yg bernama putri berkerja sebagai apoteker obat obatan di salah satu apotik mereka di karuniai sepasang anak Hani yg berusia 4 tahun dan Zahir berusia 2 tahun


sedangkan Rika mendapatkan suami seorang arsitek yg bernama Fahmi dan Rika berkerja sebagai seorang dokter dari hasil pernikahan mereka mereka mendapatkan seorang putri yg bernama Amy yg kini berusia 2 tahun


Fani menyambung usaha Rana dan suami Fani seorang pemadam kebakaran yg bermana Surya mereka di karuniai anak perempuan yg bermana fiya yg berusia 1 bulan.


" om.. botak.. " kata Hani yg duduk di pangkuan Farhan yg menurut nya sangat nyaman itu.


" walaupun om botak tapi om tetap tampan " ucap David percaya diri.


" jelek kok " kata asma membuat semua orang yg ada di sana tertawa terbahak bahak karna sifat asma seperti Rizki.


" haduhh padahal rencana om mau belikan eskrim cokelat dan stroberi buat asma tapi nggak jadi lah " kata David sambil main drama.


Hani mendengar itu turun dari pangkuan Farhan dan berjalan menuju David sambil memegangi tangan nya sambi berkata..


" om ganteng kok... tenang aja kalok om nggak laku ada Hani tenang aja " kata Hani langsung memuji David


" jadi papa nggak ganteng gitu " kata Farhan jadi sedih.


" tenang papa ganteng kok... kalok nggak ganteng nggak mungkin mama bisa nikah sama papa " kata Hani membuat semua orang menjadi tertawa kembali


" Hani siapa yg ngajarin seperti itu.. " kata putri heran sama anak nya yg tau sesuatu yg tak pernah ia ajarkan.


" nenek sama kakek " kata Hani sangat jujur


" hadehh " batin putri heran melihat kedua mertuanya itu..


" oiya David " panggil Rani pada David yg sedang memakan nanas padahal David tidak menyukai nanas tapi demi sembuh dari penyakitnya


" iya tante " jawab David menatap Rani sambil memakan nanas tersebut.


" 3 hari yg lalu Tante lihat kamu di rumah sakit kota sebelah terus David keluar dari ruangan pencuci darah ngapain di sana " tanya Rani curiga pada David


" salah lihat mungkin Tante lihat kali mana mungkin David kerumah sakit.. David kan selalu sehat " jawab David dengan tenang agar semua nya tidak ada yg mencurigainya.


" Tante juga ada beberapa hari lalu ke rumah sakit pas di ruangan Tante denger David bicara sama salah satu dokter terus tangan David di impuls gitu kalok nggak salah donor jantung sama ginjal.. emangnya siapa yg membutuhkan nya " kata Rana kembali mengingat nya


" ada temen David dia sakit dan membutuhkan ginjal sama jantung jadi dia bercerita sama David Tante " jawab David sambil mencoba tenang.


" terus tangannya kok di impuls David sakit.. David sakit apa " tanya halwa jadi panik

__ADS_1


" nggak nggak David saat itu cuman letih aja tapi dokter itu bilang David kekurangan cairan jadi di impuls deh " jawab David sambil tersenyum David nggak sadar dia sedang mimisan.


" astaghfirullah David mimisan Diva Devi ambil kotak obat " panik halwa membuat yg lainnya juga ikut panik.


akhirnya Rani menolong David dan memberikan nya beberapa solusi agar menghentikan mimisan yg terjadi...


" kau sakit atau apa kok bisa mimisan " tanya Rani malah semakin mencurigai David


" tak tak David tidak sakit " jawab David hanya tersenyum.


" ngomong ngomong Adit Devi mana ya " tanya Ilham


" assalamualaikum "


" waalaikum salam " jawab mereka karna Adit Devi arpin dan Endi anak ketiganya arpin dan almarhum istrinya.


beberapa tahun lalu arpin dan seluruh keluarga nya mengalami kecelakaan membuat kaira dan anak pertama nya serta anak keduanya tewas di tempat yg selamat hanya arpin dan Endi saja.


" menjauh dari ku " kata Devi dengan dingin.


" siapa juga yg dekat dekat pede banget sih " kata Endi membalasnya dengan cepat


" kalok nggak karna Lo gw pasti nggak kaya gini " kata Devi pada Endi karna emisi endi sudah seperti meledak ledak.


" lah ini bukan salah gw kali gw bilang kan cuman pesan 30 puluh " kata Endi malah nyolot sendiri.


" lah namanya lupa lo kok salahi gw sih " jawab Endi malah jadi kesel.


" kan gw bilang cokelat " kata Devi


" lah pokoknya keju " kata Endi.


" cokelat "


" keju "


" cokelat "


" keju "


" cokelat "


" keju "


semua orang sudah tak heran dengan sikap mereka berdua yg kalok ketemu pasti berdebat, Endi adalah tunangannya Devi sedan Devi berumur 15 tahun sedangkan Endi berumur 17 tahun dan mereka akan menikah bersama sama karna Devi dan diva serta David akan melakukan pernikahan di hari yg sama.

__ADS_1


" kalian bisa diam nggak sih.. kalok jumpa nggak pernah akur ya.. " ucap Adit heran sama anak dan calon menantu nya itu


" sekarang aku ngerti kenapa ada dua kebaya yg modelnya sama di ruangan mas " batin aura yg baru mengetahui nya


" lama banget kalian datang baru nak pulang kami " kata Rama karna ini sudah sore hari.


" cepet banget " kata Endi dan Devi bersamaan membuat mereka jadi tambah kesel


" sudah kami pulang duluan assalamualaikum " kata mereka semua sambil berpamitan pergi mereka masuk kedalam mobil mereka masing masing dan meninggalkan kawasan rumah.


" Andi sini " panggil David sambil mengambil alat ukur untuk mengukur dan mengukur tubuh Endi karna Minggu semalam saat ukuran baju pengantin Endi masih di Jerman untuk mengikuti lomba koki tingkat internasional dan Endi menang mendapat juara pertama.


" hhmm Jangan makan terlalu banyak dan jangan makan terlalu sedikit kalok makan terlalu banyak bajunya bisa nggak muat kalok makan terlalu sedikit baju mu bisa longgar hasilnya jadi jelek yg ada " kata David yg sudah selesai mengukur dan mencatat nya di buku


" iya tapi Endi kurusan kan baju Endi longgar " kata Endi duduk di samping David.


" kau nggak kurusan tapi sedikit gemuk ukuran nya berbeda dari terakhir kalinya " kata David yg sudah selesai mengukur Endi dan sekarang sedang mengukur ukuran arpin


" David rambut mu... " kata arpin pad David


" gaya baru.. ngetes aja sih ternyata tetap ganteng kok " kata David begitu percaya diri..


" iya iya " jawab arpin.


...pagi hari 。:゚(;´∩`;)゚:。...


David sedang berada di rumah sakit karna kaki ini dia akan melakukan kemoterapi lain dari biasanya David di temani oleh Nico dan Apri karna mereka tau kemoterapi kali ini cukup lumayan sakit


dari mulai kemoterapi David merasa sangat sakit David terus menggenggam tangan Nico sedangkan di luar ada aura dan Juni sedang berbicara.


" Anda punya hubungan apa ya sama suami saya " tanya aura langsung berbicara seperti itu.


" saya sahabatnya.. saya mau tanya apa aura tau penyakit yg di derita oleh David " tanya Juni membuat aura merasa ada sesuatu yg di sembunyikan.


" saya tidak tau apa apa karna setiap kali bertanya mas David selalu mengalihkan pembicaraan " jawab aura dengan tegas.


" David menderita penyakit yg sangat parah David juga memiliki penyakit ginjal ginjal dan kangker stadium 3, David sudah melakukan cuci darah sebanyak 3 kali dalam seminggu yg telah dia lakukan selama lima tahun ini, jantung dan ginjal David sudah hampir tidak berfungsi lagi dan butuh pendonor, kalau sampai bulan ini David tidak mendapatkan pendonor keduanya maka umurnya cuman Sampai bulan ini " kata Juni membuat aura terkejut dan air matanya mengalir di pipinya.


" jadi selama ini mas David menyembunyikan nya " kata aura sambil menangis


" iya David menyembunyikan dari kalian di dalam sana David sedang melakukan kemoterapi pergilah kedalam dan temani dia, selama ini dia selalu melakukan nya sendiri terkadang kami sesekali menemaninya " ucap Juni sambil tersenyum.


aura berdiri dan membuka pintunya melihat David sedang melakukan kemoterapi tapi air mata David mengalir karna sakit yg iya rasakan Nico memberikan kode untuk bertukar posisi tanpa di ketahui oleh David


" David resleting ku lepas, lepaskan dulu tanganmu " ucap Nico agar tangannya terlepas dan David melepaskan tangannya Nico aura duduk di kursi dan tangannya menggenggam tangan David

__ADS_1


David berbalik melihat Nico tapi itu bukan Nico tapi aura yg sedang menyaksikan nya sambil menangis David kembali mengarahkan pandangannya berlawanan dengan aura tapi tetap menggenggam tangan aura sampai kemoterapi selesai. setelah kemolekan selesai David di pindahkan ke ruangan lainnya dan mereka meninggalkan David dan aura berdua.


...----------------...


__ADS_2