
" halwa tumben kau ke kekantin biasa di perpustakaan " kata raua.
" aku lagi laper aja mau makan mie " kata halwa.
" eh biasanya bawa bekal " kata aura.
" udah lama aku ngak makan mie " kata halwa.
" ini pesanan nya nak halwa " kata ibu kantin mengantarkan mie yg di pesan halwa.
" terimakasih " kata halwa.
" Bu kami juga ya yg sama kayak halwa " kata mereka semua.
" ok " kata ibu kantin.
mereka melihat halwa makan mie mereka pun jadi tergiur dan memesannya.
" mie nya " kata ibu kantin mengantarkan mie.
" Terimakasih " kata kami juga ikut makan.
" PEDAS " kata mereka semua Langsung minum air putih
" gila pedas nya " kata putri dengan keluar begitu banyak keringat padahal baru satu suapan.
" kalok aku sih kurang pedas " kata yana yg sudah selesai makan.
" halua udah gila gini pedasnya di bilang ngak pedas " kata Ika.
" KEPADA SELURUH ANAK ANAK DI PERBOLEHKAN UNTUK PULANG KARNA GURU GURU AKAN MENGADAKAN RAPAT. " pesan suara yg terdengar sampai keseluruh sekolah.
" YES " kata mereka kembali kekelas.
" padahal baru mau ke perpustakaan " batin halwa berjalan meninggalkan mereka.
" sikap halwa selama 3 Minggu ini aneh ya " kata jali.
" iya dia semakin dingin tapi wajah nya semakin cantik " kata kami semua berjalan menuju kelas.
" EH KALIAN BELUM BAYAR WOI " kata ibu kantin.
" lupa buuu " kata kami langsung membayar semuanya.
setelah membereskan barang barang kami keluar dari sekolah untuk pulang.
" mas jurak nya 2 bungkus ya " kata halwa memesan rujak.
" siap neng " kata mas penjual rujak.
" ngak jadi lah mas " kata halwa.
" yahhh " kata penjual rujak.
" saya pesen 4 bungkus aja ya yg pedes " kata halwa
" saya pikir ngak jadi beli neng " kata mas penjual syok.
" hehehe " kata halwa tertawa kecil.
" sumpah dia cantik benget " batin setiap orang yg melihat.
" banyak kali beli rujak " kata putri.
__ADS_1
" untuk di rumah " kata halwa.
" ngak biasanya halwa beli rujak " batin mereka.
setelah selesai membeli rujak. kami memanggil angkot dan masuk kedalam nya. setelah sampai di depan apartemen halwa menghentikan nya lalu membayar dan turun.
" halwa ingat nanti malam ya " kata lisa.
" insyaallah " kata halwa berjalan masuk kedalam gedung.
halwa menaiki lift menuju apartemennya. setelah sampai halwa langsung masuk dan langsung mandi.
" segernya " kata halwa yg selesai mandi langsung memberikan makan kucing kucing nya.
" makan yg baik baik awas kesedak " kata halwa.
halwa Menganti bajunya dengan gamis putih kesukaan nya itu.
" mmiiaaauuuooo " kata para kucing nya mengigit tali kucing bermaksud untuk ikut.
" hhmm tumben pus mau ikut " kata halwa kepada 3 kucing kecil nya itu.
" hhmm emang boleh bawa kucing ke kantor " batin halwa.
halwa menelpon Adit.
" hallo om " kata halwa.
" iya kenapa " kaga adit.
" boleh ngak bawa kucing ke kantor " kata halwa.
" boleh asal tidak menggangu saja " kata Adit.
" baik lah " kata halwa langsung mematikan telpon nya
" tapi kan ngak mungkin dia jam segini masih sekolah " batin Adit kembali
" boleh " kata halwa. halwa memasukkan ke3 kucing kecilnya itu kedalam tas kucing.
dan yg lain mengunakan tali kucing biasa mereka. setelah selesai halwa langsung memesan taxi untuk pergi ke kantor.
di perusahaan.
halwa masuk kedalam kantor tersebut dan langsung ke resepsionis.
" mbak om adit nya ada di ruangan nya " kata halwa.
" pak Adit sedang mengadakan rapat " kata resepsionis.
" hhmm kalok gitu saya tunggu di ruangan saja " kata hakwa.
" baik lah " kata resepsionis.
" yok pus " kata halwa pada kucing kucing nya itu lalu berjalan masuk kedalam lift kusus CEO perusahaan.
" loh dia kok baik lift bos sih " kata karyawan baru.
" kau ngak tau ya dia itu Keluarga nya pak Adit. karna dia menjadi model di perusahaan kita ini.. jadi perusahaan kita yg hampir bangkrut tertolong karna dia. dia juga meminta maaf pada kepada seluruh penanam saham yg saham nya sudah di tarik itu berkat ketulusan hati nya " kata mbak resepsionis tersebut.
" waahh " kata karyawan baru.
__ADS_1
di ruangan Adit.
halwa mengeluarkan kucing nya dari tas dan membuka tali pada kucing kucing nya itu.
" ngantuk sekali " kata halwa.
halwa mengambil bekal makanan nya yg ada rujak yg ia beli tadi di taruk nya di atas meja. halwa membaringkan tubuh nya di sofa dan langsung tertidur begitu juga dengan kucing kucing nya yg tertidur di lantai.
3 jam kemudian.
" akhirnya kelar juga rapatnya " kata Adit.
" setidaknya kita dapat klayen baru lagi " kata Adit.
" iya tapi ini udah jam 5 sore " kata Adit
" ya ngak papa lah sekalian para pulang " kata arpin
" iya juga... eh halwa " kata Adit yg membuka pintu ruangan nya melihat halwa yg sedang tertidur pulas.
" aku pulang dulu ya " kata arpin.
" baik lah " kata Adit masuk kedalam ruangan lalu menutup pintu.
" halwa bangun... kita mau pulang udah sore.. ini " kata Adit membangun halwa.
" hhmmm " kata halwa bangkit dari tidurnya
" ini apa... rujak " kata Adit membuka bekal makanan tersebut.
" peluk " kata halwa mengangkat nya.
Adit tersenyum dan memeluk halwa. entah kenapa tapi selama 2 Minggu ini setiap berjumpa sama Adit halwa selalu minta di peluk.
" udah " kata Adit.
" hhmm " halwa melepaskan pelukan nya.
" kok ngak bilang mau kemari... dari jam berapa datang "kata Adit.
" jam 2. telpon " kata halwa sesingkat mungkin.
" nesep punya istri sifat sedingin es kutub Utara gini lah " batin Adit.
" om makan lah rujak nya " kata halwa.
" baik lah " kata Adit memakan rujak tersebut.
" pedes banget " batin Adit.
" habisin " kata halwa.
" iya " kata adit.
Adit menghabiskan seluruh rujak tersebut sendirian karna halwa ngak mau lagi. halwa memasukkan kucing-kucing kedalam tas dan memakai tali kucing.
Adit yg baru saja selesai memakan rujak itu langsung cepat cepat mengambil air dan meminum nya.
" semoga aku ngak diare " batin Adit
" om pulang " kata halwa memakai tas kucing nya.
" tunggu sebentar ya aku beresin ini dulu " kata Adit memasukkan beberapa berkas kedalam tas nya lalu pulang bersama halwa.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya.