Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
hamil


__ADS_3

halwa membawa teh tersebut ke ruangan keluarga lalu membagikan nya.


" wah wangi banget " kata ayu.


" rasanya enak banget ini " kata Alex.


" sama aja rasanya kayak teh lain " kata Adit.


" mama tau ngak rumah halwa walaupun sederhana tapi dalam nya kayak taman bunga banyak sekali bunganya ma dan di belakang rumah halwa ada pohon pisang mangga teh bunga ubi dan lain lain lah ma " kata Rani.


" iya mama jadi pengen kesana " kata ayu.


" oiya lupa kasi hadiah sama papa. ini pa " kata Rama memberikan kepada Alex.


" haduh mantu papa ini lah tak usah repot-repot lah " kata Alex menerima nya.


" tidak lah pa ini udah jadi kewajiban nya Rama " kata Rama.


" jangan kewajiban susah kalok ngk terpenuhi nanti " kata Alex membuka isi kotak tersebut.


Alex terdiam melihat isinya. air mata Alex mengalir di pipinya. ternyata isinya testpack bergaris dua memandang positif


" loh kenapa nangis pa " kata ayu menghapus air mata Alex lalu melihat isi kotak tersebut.


" ini sungguh kan Rani rama " kata ayu senang.


" betul ma di dalam sini ada bayi kami " kata Rama mengelus perut rata Rani.


" selamat ya sayang aduh mama mau nangis rasanya saking senang nya aduh ngak sabar cucu mama mau lahir nanti " kata ayu memeluk Rani.


" selamat ya Rama Rani. kalian mau nanti papa usahain buat sampai dapat " kata alex.


" hhmm untuk sementara Rani ngak mau apa apa " kata Rani.


" selamat ya kk kk ku. haduh aku akan lah punya anak " kata Adit.


" tunggu halwa tamat sekolah " kata mereka bersama.


" papa ngapain potoin testpack nya " kata Rama heran melihat mertua nya yg begitu serius hanya memfoto testpack saja.


" papa lagi balas dendam sama sahabat sahabat papa yg selalu ngeledekin papa itu yg selalu bertanya anak nya udah isi ~ udah hamil Rani ~ kapan hamil Rani sama Rana kok lama kali ~ liat ini cucu pertama saya ~ saya lagi nunggu cucu ke 3 saya lahir kau kapan. hari ini mereka ngak akan bertanya tanya kayak gitu lagi " kata Alex mengirimkan foto tersebut dan tak lama kemudian banyak notifikasi masuk.


" papa balas dendam " batin mereka.


" mama papa Adit mau tinggal di apartemen saja sama halwa " kata Adit.


" loh kenapa " kata ayu dan elex.

__ADS_1


" Adit mau mandiri ma pa Adit udah jadi suami sekarang ngak manja manja lagi kayak dulu lagi" kata Adit.


" kalok Adit maunya kayak gitu ya ngak masalah sih tapi halwa itu jangan di buat hamil dia masih sekolah " kata ayu.


" iya ma Adit tau kok " kata Adit.


" Adit Rana belum tau loh kalok kau udah nikah " kata Rani.


" loh kk kenalan belum kasi tau bisa ngamok kk Rana itu sama Adit " kata Adit ketakutan mengingat Rana terakhir kali mengamuk.


" tenang papa udah kasi tau kok " kata Alex.


" syukur lah " kata Adit.


" papa ngak jamin kalok Adit selamat " kata Alex.


" papa " kata Adit kembali lemas


" udah udah Adit kapan pindah nya " kata ayu.


" 2 jam lagi ma habis makan siang singgah ke mall dulu beli peralatan sekolah halwa " kata Adit.


" hhmm besok halwa mau langsung sekolah atau lusa saja " kata ayu.


" besok saja Bu " kata halwa.


" baik lah " kata halwa.


" kalok gitu lebih baik kalian istirahat di kamar kalian kan baru sampai Rani rama juga ya Rani jangan capek capek ya " kata ayu.


" baik ma " kata mereka menuju kamar masing masing.


" mas bagaimana caranya supaya halwa ngak cuek kayak gitu lagi " kata ayu.


" entah lah mas pun ngak tau " kata Alex.


di kamar Adit.


" ini kamar ku " kata Adit membukakan pintu.



" ini kamar mandi di sana ruang pakain itu ruang kerja sebenarnya ruang kerja ada di lantai bawah " kata Adit. halwa hanya diam mendengarkan.


" itu baju bajumu yg kau bawa jangan di pakai lagi karna kita akan beli yg baru dan peralatan sekolah dari tas hingga buku udah saya beli sekarang ada di apartemen " kata Adit.


" makasi om " kata halwa.

__ADS_1


" lah dia manggil aku pula dengan sebutan om " batin Adit.


" ini pakai baju ini aja dulu kalok di depan saya ngak papa kok ngak pakai hijab kan saya suami kamu walaupun hanya sementara tapi kau tetap tanggung jawab ku " kata Adit menyerahkan baju malam yg pernah ia beli untuk siska tapi Siska tak menyukai nya


" terimakasih tapi saya mau mandi " kata halwa


Adit mengajari halwa mengunakan kamar mandi karna Adit takut kalok halwa sampai terkena air panas dan mati kan bisa gawat urusan nya nanti. Adit mengajari halwa dengan lembut setelah itu membiarkan halwa untuk mandi.


tak lama kemudian halwa telah selesai mandi dan ingin memakai baju yg di berikan oleh Adit.


" baju apa apaan ini. sama aja aku ngak pakai baju namanya " kata halwa melihat baju tersebut.


" astaghfirullah kalok bukan suami yg minta udah sama nasipnya kayak si uden lah " kata halwa terpaksa memakainya.


disisi Udin.


" we... gue ke cekik " kata Udin makan permen.


" astaghfirullah " kata kemal memukul kuat belakang Aden dan keluar lah permen tersebut.


" siapa nyumpahi aku ni " kata adin. kembali ke awal.


halwa keluar dari kamar mandi mengunakan baju tersebut. tubuh halwa sangat indah rambut nya yg begitu hitam dan bergelombang matanya yg hijau membuat kecantikan halwa semakin meningkatnya.


" gila dia cantik banget mengunakan baju itu " batin Adit.


Adit berjalan mendekati halwa tapi halwa berjalan mundur hingga sampai ke dinding.


" kenapa kau cantik sekali " kata Adit kepada halwa.


" saya tidak tau " kata halwa metakutan.


Adit terbawa nafsu ia mencium bibir halwa dengan lembut tangan Adit masuk kedalam baju halwa sontak membuat halwa kaget dan mendorong adit. halwa berlari menuju tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuh.


" maaf saya terbawa kendali " kata Adit langsung menuju ke kamar mandi untuk mencari pelarian.


" ciuman pertama ku di rebut oleh nya. tapi dia itu suamiku kalok dia meminta hak nya sebagai suami aku harus memenuhi nya atau aku akan menjadi durhaka kepada suami ku " kata halwa sampai ia tertidur.


" haduh kenapa aku harus hilang kendali sih sabar ya tong nanti malam kita ke Siska aja halwa masih terlalu kecil " kata Adit.


notifikasi berupa pesan dari ayu masuk ke dalam hp Adit dan Adit langsung membacanya.


" Adit belikan kalian harus beli cincin pernikahan karna kalian sudah menikah lihat di tubuh halwa apakah ia memakai emas atau ngak kalok ngak belikan kalok ada belikan aja lagi " pesan dari ayu.


" halwa sama sekali ngak memakai emas di tubuhnya " kata Adit yg tadi memperhatikan tubuh halwa.


¥¥¥¥¥¥¥¥

__ADS_1


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2