Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
berjam jam


__ADS_3

" aku harus ke tepi, tapi arus nya terlalu deras " batin Kevin " bagaimana keadaan david, apa dia akan baik baik saja " batin kevin kembali.


" kk, kakiku sakit " kata Azka menangis, seperti kaki Azka terluka.


" sabar ya, kita belum bisa ke tepi karna arusnya sangat deras " kata Kevin pada Azka.


" sudah hampir 3 jam kita di air, tapi kenapa bala bantuan ngak ada yg datang " kata Azka masih menangis.


" kita berdoa saja agar mereka bisa menemukan kita " kata Kevin.


" iya " kata Azka.


" seperti ini sungai sudah masuk kedalam kawasan hutan, di sini sangat gelap, bahkan hujan belum berhenti, aku harap ngak ada hewan buas yg bisa membuka kami mati " batin Kevin.


" untuk saja alat itu masih ada di dalam kantong celana ku setidaknya kalok kami berhasil ke tepi aku bisa mengunakan alat itu " batin Kevin berpikir.


...di sisi lain (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)...


" hujan masih sangat deras pak, kita tak bisa melakukan pencarian sekarang, kalok kita paksakan itu bisa membahayakan diri kita pak " kata tim SAR.


" sial, helikopter ngak bisa di terbangin sekarang, dan kalian ngak berguna " kata Haraf sangat marah.


" tenang kk tenang, semua pasti akan baik baik saja " kata Hanif pada Haraf yg sedang marah itu.


" udah 3 jam om, bahkan sudah hampir 4 jam ini udah tengah malam, David pasti ketakutan dan kedinginan bagaimana ini " kata halwa menangis.


" halwa, jangan nangis terus nanti bisa mempengaruhi kesehatan loh " kata Adit pada halwa.


" David " kata halwa menangis.


" tenang halwa " kata Adit juga sangat khawatir dengan David serta yg lainnya.


" kk, tenangi ava dulu dia terlihat sangat khawatir, bagaimana pun ini pertama kalinya bukan kk ava " kata Hanif.


" iya " kata Haraf menghapus air dan berjalan menuju ava, Haraf duduk di samping ava dan ava langsung memeluknya dan menangis.


" kevinn " kata ava menangis.


" kita pasti menemukan Kevin serta yg lainnya " kata Haraf sambil memeluk ava.


semua yg ada di sana sangat khawatir dengan kondisi mereka ber3 yg menghilang.


" Tante halwa, " kata Rosa memanggil halwa.


" iya Rosa " kata halwa menghapus air matanya.

__ADS_1


" diva menangis, seperti dia haus " kata rosa pada halwa.


" iya, Tante kesana " kata halwa berjalan menuju mobil dan masuk kedalamnya halwa langsung memberikan asi pada diva yg menangis.


" devi susu sayang " kata halwa mengangkat Devi tapi Devi malah menangis suaranya sangat kuat membuat diva dan yg lainnya terbangun.


" Devi popoknya penuh " kata halwa memeriksa popok Devi tapi masih belum penuh halwa mengganti yg baru agar lebih nyaman tapi Devi tetap menangis. halwa sudah melakukan semuanya tapi Devi tak berhenti menangis.


" Devi kenapa sayang, Devi khawatir sama kk ya, kk ngak papa kok kk pasti bisa di temukan dengan selamat, sekarang Devi tidur ya " kata halwa tapi Devi tetap menangis.


" halwa divanya menangis " kata Adit mendengar suara tangisan yg kencang.


" bukan diva tapi deva, dia ngak berhenti menangis dari tadi, Devi ngak pernah nangis tengah malam begini, mungkin dia khawatir sama mereka " kata halwa yg sudah berusaha untuk mendiamkan Deva tapi tak bisa.


" sini Deva nya mana tau diam " kata Adit menutup payungnya dan masuk kedalam mobil, halwa memberikan Deva pada Adit tapi tangisan Devi malah lebih kencang.


" Tante devinya belum tidur " kata Kila yg mencoba tidur.


" belum sayang, Amelia dan Kila tidur lagi ya, ini tengah malam " kata halwa merapikan selimut mereka dan mereka berdua kembali tidur.


" Devi mau apa sayang, susu, popoknya penuh, lapar, Devi kembung, Devi sakit sayang, mana yg ngak enak " kata Adit pada Devi tapi Devi terus menangis.


" Devi kok nangis halwa Adit, bukannya Devi sangat jarang menangis ya " kata Alex mendengar suara tangisan.


" iya pa, Devi ngak mau diam dari tadi diva yg udah tidur juga bangun dan nangis lagi " kata halwa yg sedang memangku diva yg menangis.


" terimakasih pa ini " kata Adit memberikan kunci mobil dan Alex mengambil kasur mereka di mobil Adit.


" kenapa ley kok panik " kata alex melihatnya ley Mondar-mandir.


" ternyata di jalan di depan kita longsor, jadi kita terjebak di tengah tengah " kata ley.


" kok bisa gini sih " kata Alex ngak mengertilah kondisi sekarang.


" aku bingung, anak anak belum di temukan, kita terjebak di sini, SIAL " kata ley menghancurkan kaca mobil Hanif yg ngak bersalah.


" ley jangan buat dirimu terluka, kau bisa membuatnya mereka makin sedih yg harus kita lakukan sekarang adalah tenang jangan panik " kata Alex pada ley.


" Daddy kenapa, astfiruallah tangan Daddy berdarah, Hanif obatin dulu " kata Hanif panik langsung membuka mobilnya dan mengambil p3k langsung mengobati tangan ley.


" aku harus tenang, jangan bikin mereka tambah kepikiran" batin ley melihatnya anak anak nya yg sudah sangat khawatir karna anak mereka hilang dan ley ngak mau jadi beban untuk anak anak nya itu.


" Daddy jangan kayak gitu lah, Hanif ngak masalah kaca mobil pecah tapi kasian sama kk dan halwa mereka sudah khawatir sama anak anak mereka, kalok terjadi apa apa dengan Daddy kami semua akan jadi lebih sedih " kata Hanif dengan lembut.


" iya " kata ley tersenyum.

__ADS_1


Hanif memiliki sifat ceria seperti ley dan lemah lembut seperti hana, itu membuat Hanif bisa menjadi penenang di mana saja.


di sisi lain Devi dan Diva belum berhenti menangis lagi.


" halwa Adit ini " kata Alex memberikan kasur mini mereka berdua.



" terimakasih pa " kata mereka berdua mengambil nya.


" sama sama papa tinggal dulu " kata Alex meninggalkan mereka.


halwa meletakkan mereka berdua di sana lalu menyelimuti mereka dan menemani mereka tidur bersama dengan Adit karna mereka belum juga berhenti menangis.


...di sisi lain ༎ຶ‿༎ຶ....


" ini sudah Hampi jam 6 seperti nya tapi kenapa hujan belum berhenti juga " batin Kevin yg sedang memeluk Azka karna tadi mereka sempat terlepas tapi Kevin berhasil menangkap Azka kembali


" kk dingin " kata Azka kedinginan.


" iya, kk juga dingin, " kata Kevin.


tubuh mereka penuh dengan lumpur akibat banjir,


" ini sungai di dalam hutan, bahkan jam segini masih gelap seperti hutan ini sangat lebat, aku harus bisa ketepi, tapi bagaimana keadaan david apa dia baik baik saja " batin Kevin khawatir keadaan David.


" azka, Azka " kata kevin memanggil Azka tapi Azka tidak menjawabnya " astaghfirullah Azka pingsan, dia pasti sangat kedinginan " kata kevin melihat Azka pingsan.


...di sisi lain ಥ‿ಥ...


kini sudah jam 8 pagi, tim SAR sudah ada di sana dan membantu para korban di sana. bukan hanya tim SAR saja polisi juga ada di sana, 20 helikopter dan 30 anjing pelacak pribadi milik mereka telah turun tangan.


" ok, dengar aku mau dalam waktu singkat kalian berhasil menemukan Kevin David dan azka " kata Haraf pada anak buahnya.


" baik tuan " kata mereka langsung bubar dan mencari kebenaran mereka ber3.


tersisa 4 helikopter yg ada di sana. Ruby akan pulang ke rumah untuk menjaga anak anak, ley dan Alex akan satu helikopter, halwa dengan David, dan Haraf bersama dengan ava.


dalam sekejap berita ini sudah viral di mana mana bahkan sudah masuk tv. selagi petugas masih membersihkan jalan keluarga mereka lebih dulu mencari.


" yank, arus sungai nya deres banget, bagaimana.. bagaimana.. " kata halwa


" tenang halwa, semua nya pasti baik baik saja " kata Adit pada halwa.


¥¥¥¥¥¥

__ADS_1


nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2