
tak terasa kami telah sampai. Adit mengantarkan Siska Sampai di depan gedung apartemen.
" nantikan malam jadikan " kata Siska.
" jadi kok jam 7 aku jemput ya " kata Adit.
" baik lah " kata Siska sekilas mencium pipi Adit lalu keluar dari mobil berjalan masuk kedalam gedung
" kamu duduk di sini " Kata adit
" harus " kata halwa.
" ya harus lah nanti mama ku bisa tau kau duduk di belakang bisa bahaya aku cepat duduk di sini " kata Adit.
halwa berpindah tempat menjadi kedepan duduk di samping adit lalu kembali fokus ke bukunha.
" dingin kali ini cewek. sabar Adit cuman 3 bulan kok ngak lama.. kayak nya kalok dia melakukan hal yg salah itu bisa menjadi alasan ku untuk menceraikan nya " batin adit.
perjalanan menuju rumah nya sekitar 15 menit.
" ini rumah nya " kata halwa.
" iya ini rumah orang tua ku rumah ku bukan di sini " kata Adit.
rumahnya begitu besar dinding pembatas yg menjulang tinggi berwarna putih dan pagar yg sangat besar dan tak kalah tinggi nya. pagar di buka dan mobil Adit masuk kedalam nya.
halwa memegang kepalanya karna terasa sangat sakit.
" kita udah sampai. turun " kata Adit tapi halwa tetap memegang kepalanya yg masih terasa sedikit sakit.
" kau kenapa sih ayo turun " kata Adit yg sudah turun dari mobil.
" kepala ku sakit " kata halwa..
" pakai sakit lagi. mana ada obat di dalam mobil ini minum dulu " kata Adit mengambil botol air dan menyerahkan kepada halwa.
" terimakasih " kata halwa membukanya lalu meminum nya dan merasa sakit nya sedikit mereda.
" udah kan ayo turun ngapain lagi " ujar Adit kesel melihat halwa.
" baik lah " kata halwa turun dari mobil dan mengambil tas nya tak lupa dengan bonekanya.
mereka masuk kedalam rumah.
" assalamualaikum mama papa Adit pulang " kata Adit yg langsung duduk di samping ayu.
" waalaikum salam udah pulang ternyata lama banget sampainya menantu mama mana " kata ayu kepada Adit.
" itu " kata Adit menunjuk halwa.
" selamat siang bapak ibu " kata halwa.
" selamat siang " kata mereka yg ada di sana.
" wah kamu cantik sekali sayang imut lagi " kata ayu melihat halwa.
" terimakasih ibu " kata halwa.
__ADS_1
" Adit bagaimana sih masa tas halwa dia bawa sendiri atur nya Adit lah yg bawa " kata Alex
" pa biar saja lah dia bawa sendiri " kata Adit.
" Adit kau itu sudah menjadi suaminya berarti kau bertanggung jawab atas dirinya masa biarkan badannya yg sekecil itu membawa tas berat sendiri kan kasian loh " kata ayu mengambil tas halwa dan memberikan kepada Adit.
" iya ma.. pa.. " kata Adit mengambil tas tersebut.
" halwa Ayuk duduk " kata ayu kepada halwa dan halwa menurut.
" halwa umurnya berapa " kata Alex.
" 17 " kata halwa.
" lahir di mana " kata ayu.
" di bumi " kata halwa dengan dingin.
" iya mama tau semua orang juga lahir di bumi tapi tempat kelahiran nya di daerah mana " kata ayu.
" saya tak tau " kata halwa.
" mama...papa.. halwa mengalami amnesia di umur 5 tahun membuat nya tak mengingat apapun " kata Rani sambil membawa mangga muda yg telah Rama potong potong kecil.
" begitu ya nanti kita cari tau latar belakang nya " kata Alex hanya untuk memastikan.
" wah mama mau dong " kata ayu melihat mangga tersebut.
" ambil lah papa mau ngak " kata Rani.
" ngak mau asem " kata Alex.
" ohya kalok gitu adit ngak salah pilih istri dong " kata ayu.
" dan lagi kan ma teh buatan halwa enak banget dia olah sendiri loh " kata Rama duduk di samping Rani.
" hhmm papa mau juga kalok Sola teh. halwa boleh papa rasa juga ngak teh buatan halwa " kata Alex.
" boleh dapur nya di mana " kata halwa.
" baru kali ini dia berbicara sedikit panjang " batin Adit mengambil satu potong mangga dan memasukkan kedalam mulutnya.
" aaassaamm " kata Adit.
" hahahaha " mereka tertawa melihat ekspresi wajah Adit.
" mbak Tuti tolong antar halwa ke dapur ya " kata Alex.
" baik tuan. nona mari saya antar " kata Tuti kepala pelayan.
" tunggu " kata halwa mengambil tasnya dan membawa ikut kedapur.
" lah dia mau tinggal di dapur makanya bawa tas nya " kata Adit heran.
di dapur.
" nona ini dapur nya. " kata Tuti.
__ADS_1
" saya juru masak di sini " kata pak Budi.
" saya pelayan biasa. salam kenal nona " kata beberapa dari mereka yg berjumlah 5 orang.
" salam kenal saya halwa " kata halwa.
" ada yg bisa kami bantu nona " kata mereka.
" hhmm saya butuh cangkir teh saja dan saya mau masak air panas " kata halwa tersenyum.
" cantik banget " batin mereka.
" nona di sini kita pakai pemanas air ini " kata pak Budi menunjukkan alat pemanas air.
" hhmm tenaga listrik ya ngak pakai kompor gas " kata halwa.
" tidak nona... kita ngak pakai kompor gas tapi kompor listrik " kata Tuti.
" oooo " kata halwa sambil membuat teh.
" nona apa perlu kami membantu " kata pak Budi.
" tak perlu " kata halwa.
" nona apa boleh saya bertanya " kata salah satu dari mereka.
" silahkan " kata halwa
" nona di desa masak pakai apa " kata nya.
" saya pakai kayu bakar untuk memasak " kata halwa.
" nona cari kayu bakar di hutan ya apa nona ngak merasa lelah " kata pak Budi.
" tidak. saya mencari kayu bakar di sungai bukan di hutan. " kata halwa.
" sebelum nona memasak nona harus hidupin api dulu lah lama dong " kata mereka.
" kalok ikhlas ya pasti tak membutuhkan waktu yang lama tapi kalok terpaksa ya.. pasti lama " kata halwa.
mereka mencium harum nya teh yg di buat halwa dan warna teh tersebut sangat indah.
" wangi banget " batin mereka.
" nona apa nona menambah sesuatu di dalam teh kenapa aromanya begitu wangi " kata pak Budi yg dari tadi memperhatikan cara pembuatan teh halwa.
" cuman gula yg kalian berikan dan air panas serta daun teh nya ngak ada yg spesial dari itu" kata halwa.
" wah nona berbakat sekali saya baru kali ini mencium aroma teh sewangi ini " kata mereka.
" kalok kalian mau saya bawa banyak kok tinggal bikin sendiri saja. ini " kata halwa memberikan daun teh yg telah di olah.
" terimakasih nona " kata mereka senang.
" nona biar saya saja yg bawa " kata Tuti.
" tak perlu saya bisa kok " kata halwa membawa teh tersebut ke ruang keluarga.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥
jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya.