Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
berhasil


__ADS_3

semua orang sedang sibuk mencari pendonor buat David yg sedang terbaring tidak sadarkan diri aura terus menemani di samping David sambil mencari pendonor juga..


" mas.. bangun lah.. mas tega lihat anak kita tumbuh tanpa kasi sayang seorang ayah.. mas nggak mau kan.. kalok nggak mau.. ayo bangun mas.. demi anak kita.. " tangisan aura sambil memandang David.. tubuhnya penuh dengan alat alat medis yg terpasang di tubuhnya..


...di luar •́ ‿ ,•̀...


semua orang sedang kebingungan untuk mencari donor secara bersamaan dan mereka hanya punya waktu 3 jam lagi karna kondisi David semakin parah seiring berjalannya waktu.


Apri dan Nico berlari dan masuk kedalam ruangan David karna aura memanggil mereka nafas David semakin tak beraturan membuat semua orang di sana menjadi sangat sedih


" apa sudah dapat pendonor nya.. " tanya Apri pada mereka tapi mereka semua menunduk karna mereka tidak mendapatkan pendonor secepat itu..


" semuanya!! kita dapat pendonor!! " ucap Devi yg menendang pintu dengan sangat kuat membuat semua orang terkejut di buat nya.


" Alhamdulillah.. berapa uangnya " ucap mereka sambil mengeluarkan buku untuk menulis nominal uang nya.


" Devi udah dapat tapi dia minta untuk jantung 10 meliar dan ginjal 8 meliar. ini perampokan namanya " jawab devi dengan amarah yg berkobar-kobar


" murah " kata Meraka semua.


" inilah para sultan " batin Apri Nico dan Juni.


" tunggu " ucap David yg baru saja tersadar dan mendengarkan jumlah uangnya..


" David kau sudah sadar.. Alhamdulillah " kata halwa pada David dan halwa sangat bersyukur


" Devi.. berangkas... kartu kuning.. uang.. 30 M " ucap David dengan sangat pelan dan kembali tak sadarkan diri para dokter di sana langsung memeriksa David


" di dalam berangkas kk ada kartu ATM warna kuning.. berarti kk yg akan membayar nya semuanya.. " ucap Devi baru mengingat nya..


akhirnya pendonor sudah di temukan David di bawa masuk kedalam ruang operasi dan operasi akan di lakukan semua orang ada di luar ruangan menunggu Opera nya selesai mereka terus berdoa agar David terselamatkan


berjam jam mereka terus menunggu kini lampu operasi berwarna merah kini tak merah lagi karna operasi telah selesai para dokter keluar dari ruang operasi.


" operasi berjalan dengan lancar.. tapi.. untuk beberapa saat kita akan lihat apakah tubuh pak David bisa menerima Jantung dan ginjal nya.. " ucap dokter di sana lalu pergi.


" David mengalami koma.. kita nggak tau sampai kapan.. selama 3 bulan kedepannya kita harus kontrol David.. sesi cuci darah akan terus berlangsung 3 kali seminggu walaupun David tak sadarkan diri.. ini berfungsi agar sel kangker tidak mengganas.. setelah 6 bulan kita akan melakukan operasi pengangkatan sel kangker " ucap Apri pada mereka semua..


" terimakasih " ucap mereka bersama sama


" sama sama.. saya tinggal dulu " ucap Apri meninggal kan mereka di sana..


David di pindahkan ke ruangan lain yg sangat khusus untuk dirinya yg hanya boleh di masuki oleh 3 orang saja.

__ADS_1


" Adam Endi Devi Diva pulang lah kerumah sudah hampir dua hari kalian disini " ucap halwa kasian pada mereka.


" tapi... " ucap Devi dan Diva tak mau meninggalkan David


" pikirkan suami kalian.. sekarang pulang dan istirahat ya.. " kata halwa kembali dengan lembut sambil tersenyum..


" iya ma.. " jawab mereka akhirnya pulang ke rumah nya Adit dan halwa.


" Adit halwa.. maaf ya kami harus pulang ada masalah di perusahaan " ucap Hanif yg baru saja mendapatkan informasi terjadinya pada perusahaan


" nggak papa kok kk biar mas Adit yg antar sampai bandara " ucap halwa dengan pelan


" tidak perlu.. kami sendirian saja.. jaga kondisi mu halwa jangan sampai terlalu banyak pikiran" ucap Hanif.. pada halwa yg terlihat sangat sedih dengan keadaan ini.


" iya.. " jawab halwa pada mereka dan mereka pun pulang ke negaranya sana. hanya ada aura Adit dan halwa di sana yg tetap menemani David.


...di rumah (´ . .̫ . `)...


Adam berjalan masuk kedalam kamar nya diva seluruh kamar berwarna pink udah kayak rumah boneka wallpaper dinding berwarna pink dengan bunga yg sangat banyak berwarna putih di setiap sudut ruangan ada banyak foto masa kecil David Diva dan diva di sana.


di atas kasur ada kelopak bunga mawar berbentuk love di sana


" mau mandi dulu.. atau langsung tidur " ucap Diva yg baru saja selesai merapikan baju baju Adam.


" ini handuknya.. itu kamar mandinya.. " ucap diva dengan pelan diva memberikan handuk berwarna putih dan menunjukkan di mana kamar mandi


" terimakasih " Adam mengambilnya dan berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya


" ganti baju lah.. " kata Devi pada dirinya sendiri dan berjalan menuju ruang pakaian


sedangkan Adam melihat kamar mandi yg sangat bersih dan harus di sana Adam hanya tersenyum saja dan membersihkan dirinya setelah selesai Adam baru mengingat.


" baju nya tinggal " kata Adam tidak membawa baju ganti nya dan baju yg sudah basah Adam membuka sedikitnya pintu melihat dan tak melihat diva di mana mana " mungkin dia keluar " ucap Adam keluar dari kamar mandi dengan malu malu berjalan cepat menuju ruang pakaian ingin mengambil pakaian Adam langsung masuk kedalam membuka handuknya sambil memilih baju.


diva keluar dari lemari tanpa mengunakan sehelai benang pun begitu juga dengan Adam menatap Diva untuk pertama kalinya seperti itu membuat si dedek terbangun


" aaaa!!! " teriak diva kembali masuk kedalam lemari sedangkan Adam langsung memakai bajunya dan keluar dari ruang pakaian


" kenapa dia bisa di sana.. astaghfirullah gw lupa gw udah nikah.. " ucap Diva masih didalam lemari pakaian diva ingin membuka pintu lemari tapi terkunci di dalam lemari


" tolong... mas... tolong... diva takut.. " jerit diva fobia kegelapan diva sangat ketakutan karna di dalam lemari sama sekali nggak ada lampu


sedangkan Adam di luar duduk di sofa dengan wajah yg sangat memerah sambil mengacak acak rambut nya Adam mendengar suara diva minta tolong dan Adam langsung menuju ruang pakaian.

__ADS_1


" Diva.. kau di mana " kata Adam melihat ke sekeliling tapi tak menemukan diva di mana mana.


" di sini mas di sini " Jawab Diva sambil menangis Adam langsung membuka pintu nya dan diva langsung memeluk Adam karna terlalu takut " astaghfirullah kuat.. Adam kuat.. " batin Adam melihat tubuh diva sambil memeluknya yg bagus emezing ullala hahahaha


" tenang diva tenang.. semua nya baik baik saja.. cepat kembali pakai bajumu ya.. " ucap Adam dengan lembut agar diva tenang


" iya " jawab diva melepaskan pelukan nya dan berjalan menuju lemari di samping nya lalu memakai bajunya Adam keluar dari ruang pakaian berjalan menuju kasur dan langsung membaringkan tubuhnya sambil menatap langit langit dan tertidur pulas sedangkan diva.


" astaghfirullah.. kenapa kk Rosa suruh pakai baju ini sih.. ini terbuka banget... tapi demi suami seneng.. " ucap diva mencoba memberanikan diri keluar dari ruang pakaian setelah sampai di depan kasir diva melihat Adam sudah tertidur dengan sangat pulas " dia pasti capek hampir dua hari di rumah sakit terus menemani keluarga.. kasian.. " kata diva merapikan selimut Adam dan diva tidur di samping nya lain halnya dengan pasangan sebelah.


...pasangan aneh bin ajaib ( ͝° ͜ʖ͡°)...


" dasar Roma nggak peka banget sih.. Roma Sinta itu sayang sama kau Roma " ucap Devi sedang menonton film drama di tv nya itu.. " Roma percaya lah.. sinta tidak selingkuh.. tidak selingkuh.. " tangis derai air mata diva terlalu menghayati..


" astfiruallah hal'azim... dapat istri IQ 0% gini lah.. " batin Endi yg baru saja selesai mandi dan hanya mengunakan handuk di pinggang saja sambil melihat Devi yg menangis dan tisu yg berserakan " Devi.. ayo mandi cepat bereskan semua tisu yg berserakan itu.. " ucap Endi sambil mematikan tv-nya.


" kenapa di matikan... " tanya Devi pada Endi.


" Sekarang mandi atau... " ucap Endi sambil mengangkat buku komik di samping nya buku komik kesukaan Devi Devi langsing mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi secepat mungkin " salah pilih istri aku " batin Endi langsung ke kasur sambil memainkan hpnya.


tak lama kemudian Devi keluar dari kamar mandi mengunakan baju yg sangat sexy dengan rambut di langsung tak rapi Endi sampai pangling melihatnya Devi duduk di samping Endi sambil menyalakan kembali tv-nya dan fokus ke drama percintaan tahun 70an


sesekali devi bergerak membuat satu bagian nya lagi bergerak Devi melepaskan sanggulnya dan membiarkan rambut nya yg berwarna coklat tua yg panjangnya sepinggul itu terurai panjan.


" Devi aku mau sekarang " ucap Endi sudah tidak tahan menahannya.


" sekarang?? sekarang apa?? " kata Devi bingung.


"Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna” doa sebelum mengauli istri. Endi langsung mencium bibir Devi Devi terkejut dengan semua ini Endi langsung memeluk nya tangan Endi sudah menjalar kemana mana mereka melakukan pemanasan sangat lama.


" pelan pelan lah sakit " kata Devi yg sudah berbaring dan Endi di atasnya yg sedang menerobos masuk.


" sabar lah sempit banget ini " ucap Endi


" yaiyalah sempit kan Devi masih perawan salah sendiri kenapa besar kali " kata Devi nggak mau kalah


" ini ukuran paling enak.. udah diam aja lah... biarkan aku bekerja di sini " ucap Endi berhasil masuk dan mulailah semuanya


Endi melakukan dengan lembut tapi itu hanya sekali setelah selesai Endi mengulanginya lagi dengan agresif mereka melakukan nya hingga berkali kali dengan gaya yg berbeda beda.


" cepat jadi ya nak " kata Endi mengelus perut nya Devi yg masih rata itu membuat Devi hanya tersenyum melihat nya.. Devi bangkit dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi tapi Endi menarik dan memeluknya membuat Devi terkejut Endi menggendong Devi sampai ke kamar mandi dan mereka melakukannya kembali.


...¥¥¥¥¥¥¥¥¥...

__ADS_1


__ADS_2