
" Adit kalok sampai itu terjadi kemungkinan besar pembangunan rumah sakit akan terhambat dan lagi dampak nya juga kenak ke seluruh desa " kata Rama.
" tapi Adit sayang sama Siska " kata Adit.
" ahem " kata para bapak bapak memperlihatkan golok nya siap untuk menyerang.
" iya iya Adit akan nikah sama dia puas " kata adit ketakutan melihat mereka.
" bagus. kapan bisa di mulai " kata Rani bersemangat.
" sekarang saja " kata mereka semua
" nak halwa siap kan " kata ibu ayu.
halwa hanya diam tak berbicara dia mengangguk berkata seteju. Rani memberitahu kepada seluruh keluarga. Rani mengobati adit dan tiga orang suruhan Siska di bawa ke kantor polisi ketika akat telah selesai.
mereka memanggil pak ustadz untuk menjadi penghulu karna kantor KUA sekitar udah tutup.
" siapa nama dan binti " kata pak ustadz.
" halwa hajar binti Blakeley Dalbert. " kata halwa.
" sulit kali nama ayah nya " batin pak ustadz.
" Dalbert kayak nya ngak asing dengan nama itu " batin Rama.
" bisa kita mulai " kata pak ustadz.
" bisa pak ini mahar nya " kata Rani mengambil dompet Adit dan mengambil kartu yg berisi 100 juta.
" berapa uang di dalam nya " kata pak ustadz.
" 100 juta pak apa kurang " kata Rani
semua warga yg ada di sana terkejut dengan jumlah uang mahar.
" apa kurang pak. kayak nya sih kurang uang aja ini " kata Rani
" ngak " kata pak ustadz.
ijab Kabul pun di mulai.
" Aditya Jauhari diamond. saya nikah kan engkau dengan halwa hajar Dalbert binti almarhum bapak Blakeley Dalbert dengan mahar 100 juta di bayar tunai " kata pak ustadz.
" saya terima nikah nya halwa hajar Dalbert binti almarhum Blakeley Dalbert dengan mahar tersebut di bayar tunai " kata Adit.
" bagaimana para saksi sah " kata pak ustadz.
" sah " kata mereka lalu membaca doa.
" halwa cium tangan Aditya dulu nak " kata pak ustadz.
halwa mencium tangan Adit lalu Adit mencium kening halwa
" huuhhuu halwa udah nikah " kata ayu menangis.
__ADS_1
" kenapa nangis " kata halwa dengan dingin.
" lah kau udah nikah pasti kau ikut suami mu ke kota tinggal lah kami ber5 yg jomlo dan besok ambil rapot sekolah dan naik ke kelas 3 kau malah pindah " kata ayu.
" tahlah " kata halwa.
semua orang yg ada di sana telah bubar hanya tinggal tuan rumah para jomlo dan sisanya mereka. serta 3 orang tersebut di bawa ke kantor polisi atas tuduhan pemerkosa
" pak kami ngak mau lama lama ini karna udah malam banget. intinya aja deh besok kami akan pulang ke rumah kami dan ada beberapa orang yg akan bertugas untuk membangun rumah sakit ini. setiap minggunya kami akan datang melihat kondisi pembangunan jelas " kata Rama.
" jelas sangat jelas " kata pak RT.
" kalok gitu kami pulang dahulu assalamualaikum " kata mereka.
" waalaikum salam " kata kami.
mereka berjalan menuju mobil mereka.
" halwa kita boleh nginap di rumah halwa ngak sekalian mau tau kondisi nya gimana gitu " kata rani.
" boleh " kata halwa dengan datar.
" kayaknya ngak mudah untuk melembutkan hati anak ini " batin Rani.
mereka menaiki mobil mereka Adit satu mobil dengan halwa.
" halwa aku punya pacar yg aku sangat sayangi setelah tiga bulan kita menikah aku akan menceraikan mu " kata Adit.
" terserah " kata halwa fokus kejalan.
" terserah. ini rumah nya kau bisa berhenti " kata halwa melepaskan sabuk pengaman lalu keluar dari mobil.
" hei " kata Adit kesel.
" ini rumah mu halwa " kata Rani.
" hhmm " kata halwa membukakan pintu lalu menghidupkan lilin.
rumah itu sangat tua tapi di dalam nya sangat indah seperti taman. beberapa bunga bergantung di dinding rumah dengan pot yg terbuat dari bahan daur ulang. lantai yg sudah tak bagus lagi di tanami rumput yg membuat sangat indah.
halwa membentangkan tikar untuk duduk di lantai. lalu menyiapkan teh untuk mereka.
" rumahnya dari luar sangat tua tapi masuk kedalam seperti taman bunga cantik sekali " kata Rani kagum.
tak lama kemudian halwa datang dengan membawa kan beberapa gelas teh untuk mereka. wangi teh nya sangat harus membuat teh semakin nikmat.
" merek teh apa ini " kata Rama.
" ngak ada " kata halwa.
" kalok gitu beli di mana kami mau beli juga soal nya teh nya sangat wangi dan enak banget " kata Rani.
" tanam sendiri olah sendiri " kata halwa.
" tanam sendiri di kebun daun teh di sana " kata Adit.
__ADS_1
" di belakang rumah " kata halwa mengambil pakaian lalu melipatnya nya.
" APA " kata mereka terkejut.
" nanti lihat saja sendiri " kata halwa.
" wah adik iparku keren banget kan yank " kaga Rani.
" iya " kata Rama.
" gini halwa besok kami akan ikut ke sekolah sekalian mau keluarin halwa dari sekolah dan pindah ke sekolah yg baru. jadi halwa jam berapa berangkat dari rumah.
" 4 pagi " kata halwa.
" kau kesekolah jam 4 pagi mana ada siapa siapa di sekolah jam segitu " kata Adit.
" cuci baju di sungai jemur pakaian kasi makan kambing sholat subuh mandi lalu berangkat ke sekolah " kata halwa cuek.
" halwa punya kambing sendiri " kata Rama.
" punya anak pak kades " kata halwa.
" OOO " kata mereka.
" kalian ngak pulang ke penginapan kalian " kata halwa.
" kami mau nginap sini ngak boleh ya " kata Rani sedih.
" bukan ngak boleh bantal cuman dua ngak cukup " kata halwa.
" tanang bisa satu bantal dua orang kan " kata Rani.
" udah gila kk ku ini lah " batin Adit.
" Adit ngak mau Adit mau pulang ke penginapan " kata Adit.
" silahkan " kata halwa.
" baik lah " kata adit.
" Adit " kata Rani.
" Adit ngak mau kk Adit ngak mau " kata Adit keluar dari rumah manaikki mobil lalu pergi.
" dasar anak ini ya " kata rani.
" jadi sekarang kita kayak mana ikut Adit atau nginap sini " kata Rama heran.
" kita ikut Adit. maaf ya halwa tapi tenang aja nanti kalok kita udah balik ke rumah kami kita sering jumpa kok " kata rani.
" sampai jumpa " kata halwa.
mereka menaiki mobil dan mengikuti adit pulang ke penginapan.
¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya.