
" jangan takut jangan takut mereka tak seseram di waktu malam jangan takut " batin david mencoba memberanikan dirinya sendiri.
ketika mereka sampai mereka langsung menuju resepsionis dan menanyakan ruangan dokter tersebut. perawatan yg ada di sana mengantarkan mereka bertiga.
" permisi dokter Herman ini pak Adit nya sudah datang " kata perawat itu
" masuk saja " kata dr. Herman.
mereka masuk kedalam ruangan itu. ruangannya berwarna putih dan hijau ketika masuk kedalam pasti merasakan aura ketenangan yg dalam. halwa dan Adit duduk di kursi di depan Dr. Herman.
" perkenalkan nama saja Herman Yadi biasa di panggil Herman " kata Herman.
" ngak usah banyak gaya kau di depan istriku " kata Adit. Herman dan Adit adalah teman sejak kecil.
" kau ini lah " kata Herman. " jadi siapa yg mau ini kau istrimu atau anak mu itu wajahnya sangat mirib dengan ibunya bahkan matanya berwarna hijau bola mata paling langka di dunia gue iri " kata herman.
" ini anak ku namanya David kau harus berbicara pakai bahasa Inggris karna dia belum terlalu terbiasa dengan bahasa Indonesia bisa sih bisa tapi dia sedikit sulit untuk mengucapkan nya " kata Adit memperkenalkan David.
" wah nilai bahasa Inggris ku rendah tapi bisa sikit sikit kayaknya harus pakai translate " kata herman.
" seperti " kata Adit.
" kalok gitu David kita ke ruangan itu yuk " kata Herman berdiri dari kursinya dan mendorong kursi roda David masuk kedalam ruangan yg ada di sana.
" apakah David ngak papa " kata halwa.
" ngak papa dia udah berpengalaman " kata Adit.
David masuk kedalam ruangan itu ada sofa di sana. Herman juga udah tau kalok David ini indigo. Herman membantu David duduk di sofa dan memberikan nya cokelat sebagai penenang David
" David apa sih yg David rasakan selama ini semala David bisa melihat mereka David boleh ceritakan semuanya sama dokter " kata Herman.
" jeritan tangisan tertawa darah wajah yg hancur lebur tidak berbentuk tidak punya tubuh bisa terbang di udara berbisik bisik dengan tangisan jeritan tertawa " kata David tanpa ekspresi.
" apa David ngak bisa berteman dengan mereka " kata Herman tapi David hanya diam.
beberapa kali pertanyaan di lontarkan kepada David tapi David hanya diam saja air matanya mengalir dengan deras tapi David hanya bisa menghapusnya tanpa menjawab satu pertanyaan pun dari Herman. akhirnya Herman memutuskan untuk menyudahinya dan kembali ke halwa dan Adit.
" jadi David bagaimana, apa bisa dia sembuh " kata halwa kepada Herman.
" bicara sama dia cuman sekali kayak mana mau sembuh seperti nya dia terlalu takut akan semua yg ia lihat. ngomong ngomong kapan terakhir kali David terlihat bahagia tertawa ceria gitu " kata Herman.
" itu tadi pagi ketika saya sedang memanggil David untuk pergi ke sini David memakai kain hitam menutupi matanya dia terlihat bahagia sekali dia sangat senang pokoknya tidak terlihat seperti sekarang " kata halwa sangat sedih.
" kenapa ngak di pakai lagi aja " kata Herman.
" David emang terlihat senang dengan menutup matanya dengan kain hitam tapi kalok David terus menerus menutup matanya dengan kain sama saja dia buta Herman dia ngak bisa melihat dia hanya mengandalkan pendengaran nya saja aku ngak mau, dia terlahir dengan fisik sempurna Herman " kata Adit.
" dit apa kau sanggup lihat David seperti itu bicara tidak hanya air mata yg keluar mewakili perasaan yg sedang dia rasakan. terkadang ketika perkataan sudah ngak bisa mewakili perasaan nya maka air mata yg mewakili nya dit. dia terlalu takut akan semua yg ia lihat kau ngak tau apa yg ia lihat dit begitu juga dengan ku " kata Herman kepada Adit.
" kalok kalian tidak mendukung dan menyemangati David untuk sembuh percuma saja kita melakukan nya. mata batin emang bisa di buka tapi sampai sekarang belum ada bisa yg menutup mata batin yg telah terbuka. Adit kau itu ayah David ayah kandungnya cobalah berada di posisi David mungkin kau akan melakukan terlebih lagi dia baru kelihatan sahabat baik nya sahabat pertamanya. jangan egois dit " kata herman.
" aku ngak bisa membiarkan mata anak ku terus tertutup dia.. dia ngak bisa melihat indahnya dunia nanti ngak bisa melihat ku dengan halwa lagi " kata Adit.
" dit mungkin ini untuk beberapa saat saja sampai ia berani melihat mereka sabar dit David pasti berani melihat mereka tapi aku ngak bisa memprediksi kapan waktunya itu " kata Herman.
" kalok david bisa bahagia dengan menutup matanya ya sudah lah mau bagaimana lagi kalok dia bahagia aku juga pasti bahagia " kata Adit menghapus air matanya.
__ADS_1
" jadi apa kalian bawa kain penutup mata itu atau ngak " kata Herman.
" saya bawa " kata halwa mengambil di dalam tasnya.
" pakaikan ke David " kata Herman dan halwa memakaikan nya kepada David.
" mama " kata David memegang baju halwa.
" iya kenapa sayang " kata halwa.
" terimakasih mama papa " kata David menangis.
" sama sama sayang " kata halwa dan Adit.
" kalian pulang lah dulu seminggu lagi datang lagi biar kita kau perkembangan dari David kalok ngak berubah juga ya.. kita ngak tau lagi harus berbuat apa " kata Herman juga bingung " dan david sesekali buka penutup matanya coba lah memberanikan diri agar David bisa melawan mereka dan mereka tidak akan mengganggu David lagi ok " kata Herman kembali.
" iya dokter " kata David tersenyum.
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Adit mengantarkan halwa dan david ke rumah mereka.
" David ayo turun sini sama papa pelan pelan nanti jatuh " kata Adit membantu David keluar dari mobil dan membantunya duduk di kursi rodanya.
" apa papa marah sama David " kata David menunduk kan kepalanya.
" ngak papa ngak marah kok kalok David bahagia papa juga akan bahagia tapi sekarang papa ngak bisa ketemu sama papa selama satu hari lusa baru kita berjumpa lagi karna ada hal yg harus papa urus " kata Adit.
" ngak papa nanti kan jumpa lagi" kata David.
" kalok gitu papa pergi dulu ya daaa sayang " kata Adit masuk kedalam mobil lalu meninggalkan mereka berdua di sana.
tak terasa kini waktunya jam makan siang. semua di sana sedang makan terlihat David berprilaku baik tidak menjerit ketakutan tidak memecahkan piring lagi David seperti semua sebelum dia dapat melihat makhluk makhluk itu.
" ma air nya di mana ya " kata David hendak minum.
" ini " kata halwa memberikan nya dan David langsung meminumnya.
" Alhamdulillah " kata David karna makanannya sudah habis.
dari siang sampai malam mereka semua memperhatikan sikap David. David seperti dulu yg selalu ceria tertawa dan manja. halwa sangat bersyukur karna David kembali seperti semula.
" David om Adit mengirimkan paket buat mu " kata Rosa membawa satu kotak yg ukuran sedang lah.
" benarkah apa isinya kk " kata David kepada Rosa.
" kita buka dulu lah buka aja belum " kata Rosa membuka kotak tersebut.
isinya bermacam macam penutup mata dan berbagai jenis contoh nya seperti jel dingin dan yg lain lainnya.
" yg ini kalok di pakai akan menghasilkan dingin di mata " kata Kevin memegang kotak yg isinya penutup mata jel dingin semua dengan berbagai warna.
" benarkah " kata kila.
" bolehkan meli memakainya " kaga Amelia.
" tentu saja boleh dong kalian boleh ambil kok ini sangat banyak " kata David tersenyum.
" kk Kila mau pakai " kata Kila.
__ADS_1
" nanti saja kalok mau tidur pakainya " kata Kevin.
" pelit. mama kk Kevin pelit ma " kata Kila.
" Kevinn jangan pelit pelit sama Kila lah " kata ava.
" terus aja bela Kila terus Kevin ngak salah kok " kata Kevin.
" coba lihat Amelia sama Rosa akur aja ngak ada berantemnya kalian kok kayak kucing sama tikus " kata ava.
" perasaan seorang anak apa bila di banding bandingkan itu tak baik karna itu akan mempengaruhi pertumbuhan mereka.... " kata Kevin menjelas dampak negatif orang tua sering membanding bandingkan anaknya setelah itu Kevin menuju kamarnya dan tidur.
" anak ku terlalu pintar semua yg ku ucapkan selalu di terangkannya oleh ilmu yg ia pelajari lihat tadi Kevin baru berpidato soal dampak negatif dari orang tua yg suka membanding-bandingkan anaknya " kata ava
" kk anak mu terlalu pintar " kata Ruby.
" nanti ku kasi pertanyaan yg ngak bisa dia jawab sama sekali lihat saja nanti " kata ava yg sudah bertekad.
" Tante kapan papa kakek dan om pulang ke mari kasian mama menjanda selama seminggu " kata Amelia bertanya kepada halwa.
" janda seminggu siapa yg ngajarin ngucapin kata kayak gitu " kata Ruby.
" om Wiliam " kata amelia. Wiliam adalah adek Ruby.
" dasar anak itu ya " kata Ruby emosi.
" mereka akan kembali besok malam " kata halwa.
" mama David tidur dulu ya ngantuk " kata David mengantuk
" yaudah kita tidur lagain ini sudah jam sembilan lewat " kata halwa.
...di kamar (人*´∀`)。*゚+....
davit Menganti baju nya dengan baju tidur lalu mengganti penutup matanya dengan penutup mata khusus untuk tidur itu juga dapat membantu David kok.
" selamat malam mama " kata David.
" selamat malam sayang " kata halwa tersenyum.
...*keesokan harinya ⊂(・ω・*⊂*)....
pagi harinya mereka sedang makan bersama-sama di meja makan. dan ada beberapa orang salon yg datang kini mereka sedang berada di ruang Keluarga. mereka di pesan oleh Ruby karna mereka akan melakukan perawatan sebelum besok.
" Kila mau kuku nya kayak putri putri kerajaan " kata Kila kepada mereka.
" kalok meli mau nya sederhana tapi terlihat elegan" kata Amelia.
" kalian baru selesai makan jangan langsung lari kemari duduk dulu sebentar " kata ava membersihkan mulut Kila yg masih ada susunya.
" maaf " kata kata Kila dan amelia.
mereka semua melakukan perawatan mulai dari wajah, kulit, rambut dan lain lainnya. halwa juga memakai hena bewarna merah.
¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya
__ADS_1