Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
pergi


__ADS_3

kini mereka semua sudah selesai makan dan duduk bersama di ruangan keluarga.


" loh kakek yg tadi kan, tadi kemana kok hilang " kata David kembali.


" kk David bicara sama siapa " kata diva.


" ini kakek ini ayo salam " kata David menyalami nya tapi semua orang yg ada di sana merasa aneh.


" kk ngak ada siapa-siapa " kata Devi.


" loh ini kakek ini ada di sini " kata David kembali.


" halwa ambilkan penutup matanya David ya di kamar " bisik Adit.


" iya " kata halwa bergegas mengambil nya.


" loh kek nek, ayo duduk " kata David menawarkan mereka duduk di sofa.


" David kau sedang berbicara sama siapa " kata Alex.


" sama kakek dan nenek ini, om tau wajah kakek ini sangat mirib dengan kakek ley " kata David.


" coba, tunjukan ke kami kayak mana sih wajah nya " kata Hanif memberikan buku dan pensil.


" tunggu ya " kata David menggambarkan wajah mereka


" Kevin, ambilin album foto keluarga yg semua keluarga ada " kata Haraf.


" iya pa " kata Kevin mengambilnya. " ini " kata Kevin kembali.


" kasi sama David " kata Haraf dan Kevin memberikan nya.


" album, untuk apa kk " kata David membuka nya di sana ada beberapa foto keluarga.


" David ada ngak orang nya di sana atau salah satu dari semua yg ada di foto " kata Hanif mengerti jalan pikiran Haraf.


" nah ada om, lihat nenek ini yg ini dan kakek ini yg ini " kata David menunjuk foto kedua orang tua ley yg sudah meninggal dunia ketika umur nya 15 tahun.


" ini " kata halwa menyerahkan penutup matanya pada Adit.


" terimakasih " kata Adit mengambilnya dan berjalan menutup mata David dengan cepat seketika David langsung pingsan.


" minyak angin minyak angin " kata mereka membersihkan minyak angin pada David agar David sadar.


" kok keluarga kita jadi horor sih, nenek dan kakek buyut kok bisa ada di sini " kata Kila heran.


" Alhamdulillah David sadar " kata halwa langsung memeluk David.


" hhmmm " kata David sedikit pusing.

__ADS_1


" maaf mengganggu waktu " kata pelayan di sana bernama Diela.


" kenapa Diela " kata Haraf.


" tuan menolak makan dan minum bahkan dia belum memakan makanan nya sama sekali " kata Diela .


" halwa Haraf Hanif, pergi ke kamar Daddy kalian itu dia kalok sakit manja nya nauzubillah " kata Alex sambil berjalan menuju kamar nya.


" iya " kata mereka bertiga


...di kamar ley ¯ಠ_ಠ/¯....


" loh Daddy kok ngak ada " kata halwa.


" loh, kalian kok ada di sini " kata ley yg bersiap siap mau tidur.


" Daddy ngak makan, ayo makan dulu " kata halwa duduk di tempat tidur di samping ley dan halwa menyuappi ley sedang kan Haraf dan Hanif memijit kaki ley.


" oiya, kalok Daddy mati kalian ngak dapat warisan " kata ley pada mereka.


" eh " kata mereka kaget.


" Haraf sih man dapat ngak sih ngak masalah Haraf juga punya rumah sendiri kan Daddy yg suruh Haraf Hanif dan keluarga kami tinggal sini halwa saja yg ikut suaminya " kata Haraf.


" benar Daddy, tapi ini semua Daddy mau serahkan sama siapa saran Hanif sama orang yg terpercaya saja " kata Hanif.


" dan umur itu ngak ada yg tau, jangan bicara gini lagi " kata Haraf.


" iya iya, " kata ley. " sudah sekarang kalian ke kamar kalian gih, malam Jumat ini, Daddy mau tidur dulu " kata ley kembali.


" iya, selamat malam Daddy " kata mereka.


" selamat malam " kata ley sambil tersenyum.


mereka sudah keluar dari dan ley mematikan lampu lalu tidur.


...subuh (●´⌓`●)...


" di mana ini, kok putih semua " kata David melihat ke sekeliling.


tempat itu berubah jadi tempat di mana David selalu berpisah, pohon yg besar dan indah Padang bunga yg membentang luas di Padang.


" tempat ini lagi, pohon ini lagi, taman bunga ini lagi siapa lagi yg mau pergi " kata David duduk bersandar di pohon itu.


" BAM " kata Gita mengejutkan David lalu memeluk nya.


" Gita, aku sangat kengen dengan mu " kata David memeluk Gita.


" aku juga, sekarang kau sudah lebih tinggi dari ku " kata Gita mengukur tinggi dengan tinggi badan David.

__ADS_1


" David " panggil Hana dan ayu


" nenek " sahut David sambil menyalami mereka berdua. " nek siapa yg pergi kali ini " kata David dengan raut wajah sedih.


" David " kata ley memegang bahu David.


" kakek, jangan bilang... " kata David bisa menebak apa yang terjadi.


David memeluk ley dan menangis, meminta ley untuk tidak pergi, bagaimana pun bagi David ley lebih dari seorang kakek nya tapi lebih seperti papa nya. ley merawat David sejak kecil dan memberikan nya kasi sayang seorang ayah di mana saat David dan Adit belum berjumpa.


" David ngak mau kek nggak mau " kata David menangis.


" ini sudah takdir dunia David " kata ley memenangkan David.


" kenapa harus sekarang, David baru saja bertemu dengan kakek setelah 7 tahun lalu kakek mau pergi sekarang bukan nya ini tidak adil " kata David.


" mau bagaimana lagi semua yg hidup pasti kan, David jadilah anak yg baik fokus lah ke agama apapun yg terjadi David laki laki jadi jangan gampang menangis, jadi lah anak yg Soleh ya, dan bilang sama mereka kakek menyayangi mereka semua " kata ley memeluk David.


" AAHH, di mana ini " kata David.


" di kamar lah di mana lagi, ayo cepat sebentar lagi azan " kata Kevin " kau mimpi apa David sampai nangis gitu " kata Kevin merasa aneh.


" ngak papa, tunggu sebentar " kata David berjalan menuju kamar mandi.


setelah selesai mereka langsung menuju mushola rumah bersama sama, terlihat ley duduk di sana dengan Haraf dan Hanif memijiti kaki ley yg sedikit sakit.


David berlari menuju Ley dan langsung memeluk nya dengan erat.


" pagi pagi udah manja banget ya.. sekarang David cepat baris kakek jadi imam hari ini " kata ley pada David.


" iya kek " kata David.


sholat subuh berjamaah di musholla ini dan ley menjadi imamnya, ketika sujud yg terakhir ley tidak duduk dan hanya diam sedangkan tangisan David pecah di sana tapi David mencoba untuk tidak bersuara.


10 menit berlalu tapi tapi belum juga bangkit dari sujud, tiba tiba tubuh ley jatuh ke kanan dalam keadaan sudah tak sadarkan diri, Alex melihat itu mengambil alih sholat nya setelah selesai mereka semua mendekati ley.


" dad bangun dad, panggil dokter sekarang " kata Haraf panik.


" iya " kata Hanif langsung menelpon dokter.


" kakek sudah pergi " kata David dengan air mata yg mengalir.


" David apa maksud mu ini bukan saat nya bercanda " kata Haraf.


" KAKEK SUDAH PERGI!! ) teriak David dengan penuh tangisan.


¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya

__ADS_1


__ADS_2