
waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kini sudah seminggu berlalu, semua orang sudah pulang ke rumah masing masing.
" halwa, masih muntah lagi " kata Adit sambil mengikat rambut halwa karna pagi ini halwa muntah muntah.
" hhmm " kata halwa sambil membersihkan bibirnya.
" halwa jangan jangan kau hamil " kata Adit pada halwa.
" lagi datang bulan kok hamil aneh lah, ini udah jalan 2 hari " kata halwa memeluk Adit.
" gitu ya, aku hanya berharap " kata Adit.
" nanti kalok ada rejeki lagi " kata halwa membuka laci yg ada di sana tapi stok bulanan habis.
" om, tolong belikan pembalut ya " kata halwa " jangan terlalu panjang yg ada sayab nya ya, oiya sama ada daftar belanja tolong belikan ya badan halwa lemes Banget " kata halwa kembali.
" iya, daftar nya " kata Adit sambil membawa halwa ke kasur. " untung hari ini tanggal merah kalok ngak bakal kerepotan mengurus nya " batin Adit.
" ini, oiya sarapan anak anak belum di buat, nanti beli lontong sayur aja ya " kata halwa.
" iya sayang, sekarang tidur ya mau beli apa nanti kue atau apa gitu " kata Adit sambil menyelimuti halwa.
" ngak ada " kata halwa.
" oo yaudah, anak anak ku bawa semua ya " kata Adit mengecup bibir halwa.
" papa kenapa cium bibi mama " kata Deva tiba tiba ada di sana.
" eh " kata mereka berdua ketauan.
" mama lagi sakit, nanti kita bantuin mama belanja ya " kata Adit.
" biar mama baik jadi papa cium bibir mama " kata diva.
" iya " kata Adit.
" David di rumah aja temenin mama ya pa " kata David memijiti kaki halwa.
" temenin papa aja belanja ngak mungkin papa bisa pegang dua troli belanja sendiri " kata halwa.
" tapi mama kasian sendiri di rumah " kata David.
" mama kan tidur doang, udah ngak papa kalian udah sarapan " kata halwa.
" udah " kata mereka bertiga.
" loh siapa yg masak " kata mereka berdua.
" kk David " kata Deva dan Diva.
" David masak, David masak apa " kata halwa.
" ngak masak ma cuman bikin roti bakar aja " kata David
" bukan cuman itu ma, kk David cuci baju, jemur baju, nyapu ngepel lantai, Deva dan Diva juga ikut bantu ya kan kk " kata Diva menceritakan nya.
" iya " kata David jadi malu.
__ADS_1
" kau bukan bantuin tapi bikin nambah pekerjaan " kata Deva.
" emangnya apa yg di lakukan diva ?" kata Adit bertanya.
" pas kk cuci baju kami kan bantuin diva malah tambah sabun nya jadi kamar mandi penuh dengan busa, kedua kk lagi nyapu diva buangin sampah eh rupanya plastik nya robek jadi kotor lagi, ketiga pas kk sudah selesai ngepel diva mau angkat air nya eh air nya tupah, keempat bersihin kaca malah pembersih kacanya tumpah lantai nya jadi licin dan kk David ke terpeleset dan jatuh " kata Deva panjang lebar
" David ngak papa " kata halwa
" ngak papa kok " kata David sebenarnya agak sakit di punggung nya karna jatuh nya terduduk.
" diva kan ngak sengaja loh " kata diva dengan wajah cemberut nya.
" udah sekarang kalian ganti baju ya sebentar lagi kita pergi " kata Adit.
" iya pa " kata mereka kembali ke kamar mereka masing masing dan bersiap siap untuk belanja.
...di mall´◔‿ゝ◔`)━☞....
" diva mau duduk di troli " kata diva mengangkat kedua tangan.
" iya " kata Adit mengangkat tubuh diva masuk kedalam troli.
" kita mau beli apa pa " kata David.
" pertama kita beli sayuran buah buahan lalu belanja dapur lalu daftar ini " kata Adit ngak tau tempat nya di mana.
" pa kita beli apel " kata diva menunjuk apel.
" ok " kata Adit memilih apel nya " mana yg bagus ya tapi nampaknya semuanya bagus lah " kata Adit bingung harus pilih yg mana.
" papa bingung ya " kata David juga ikut memilih buah yg iya inginkan.
" baik lah " kata mereka.
ketika troli yg satu sudah penuh dengan belanjaan harian seperti sayur buah telur beras dan yg lain lainnya sekarang beralih ke yang lain lagi.
" pembersih kaca 5 bungkus, sabun cuci piring 5 bungkus yg 500ml, sabun cuci baju 5 bungkus, sabun mandi.. kalian mau wangi apa lemon atau mawar " kata Adit sambil memasukkan beberapa barang kedalam troli.
" diva mau wangi stroberi, yg cair pa " kata diva mengambil nya dan memasukkan nya kedalam troli.
" deva suka wangi permen " kata Deva memasukkan kedalam troli.
" David lemon saja " kata David.
" ok, pasta gigi, tisu basah dan kering, pembersih kaca, apa lagi ya kayak nya udah semua deh " kata Adit melihat belanjaan nya.
" pembalut mama " kata Deva.
" iyalah terimakasih " kata Adit mengelus rambut Devi di balik jilbab nya.
selesai membeli semua barang mereka langsung membayar nya.
" totalnya 3.765.000 pak " kata nya menyebutkan jumlah total belanja dan Adit membayar nya dengan uang kes.
" terimakasih " kata nya kembali.
Adit dan ketiga anak nya itu keluar dari pusat pembelanjaan berjalan menuju mobil mereka.
__ADS_1
" pa " kata Deva menarik baju Adit.
" kenapa sayang " kata Adit yg mengandong diva karna dia tertidur.
" papa janji setiap libur boleh makan makanan cepat saji, pizza gitu " kata Deva
" astaghfirullah papa lupa, gini aja Deva beli sama kk ya, papa tunggu di mobil kasian diva dia kan tidur, ini uangnya " kata Adit memberikan uang lima ratus ribu pada Deva dan Deva memberikan nya pada David.
" ayo kk kita ke sana " kata Deva sangat senang.
" iya " kata David menurut.
mereka berjalan menuju tempat yg di maksud oleh deva.
" kk, nanti kk yg pilih ya pokoknya yg besar " kata Deva duduk di kursi yg ada di sana.
" ok " kata David membuka penutup matanya dan membuka matanya pelan pelan melihat kesekeliling.
" pakai Berger ya kk " kata Deva pada David.
" iya, kk pesan dulu di sini aja jangan ke mana mana " kata David.
" iya ngak kemana mana kok " kata Deva duduk disana dengan rapi.
David berjalan menuju ke sana, mau memesan yg ia inginkan, David melihat ke menu, tapi banyak orang yg memperhatikan David bahkan diam diam mengambil foto nya.
" mas saya pesan hamburger yg ini 5 dan pizza big box ini satu, di bawa pulang " kata David sebenarnya ngak pernah beli pizza secara langsung seperti ini walaupun dia pernah makan beginian.
" 720.000 mas " kata dia.
" bisa pakai kartu soalnya uang kes nya kurang " kata David.
" bisa " kata mas itu sambil tersenyum.
David membayar nya dengan kartu debit nya setelah selesai mereka memberikan pesanan David, David berjalan menuju meja yg ada Deva nya. David duduk di depan Deva dan kembali memakai penutup matanya.
" kita pulang yuk kk " kata Deva sudah lapar mencium aroma nya.
" iya ayo " kata Deva mengandeng tangan David
mereka berjalan menuju tempat parkiran, ketika mereka sudah keluar dari mall ada dua laki laki datang dan memisahkan mereka berdua.
" eh Lo, karna Lo cewek gue mutusin gue tau ngak " teriak nya pada David sambil memegang kerah baju David, di ketahui namanya Bayu.
" bisa lepaskan saya " kata David pada nya.
" banyak bacot ya lu, " kata Adi menarik penutup matanya David lalu menggunting nya hingga kecil kecil.
Bayu menghajar wajah David hingga pipi David memar.
" jangan sentuh kk ku " kata Deva pada mereka.
" anak kecil ngak usah ikut campur " kata Adi menarik jilbab panjang Deva dan menarik ikat rambut deva membuka rambut hitam pekat dan panjang nya sepinggang itu tergerai indah.
" kemarikan " kata Deva.
¥¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya