Suami Ku Terlalu Manja

Suami Ku Terlalu Manja
mainan baru


__ADS_3

" David kita pulang " kata halwa berjalan membalik.


" sayang tunggu " kata Adit terkejut dan mengejar halwa beserta anak anaknya.


" apa " kata halwa


" ini salah paham aku sama dia ngak ada apa apa sumpah dah tanya arpin kalok ngak percaya " kata Adit menjelaskan.


" eh, kamu siapa nama " kata halwa menanyakan nama oca.


" nama saya oca kralista, saya ob baru " kata oca.


" udah sama dia aja, nanti halwa pesan tiket untuk balik ke Australia sama anak anak " kata halwa melepaskan tangan Adit yg memegang tangannya lalu berjalan bersama David dan kedua putrinya yg di dalam stroller baby.


" jangan ngitu dong, ini cuman salah paham ngak ada apa apa, halwa jangan pergi lah " kata Adit memohon.


" halwa pigi biar om bisa bahagia sama oca, " kata halwa mengambil hpnya dan langsung memesan tiket ke Australia penerbangan hari ini juga.


" halwa jangan gitu dong, gini aja aku akan phk dia, tapi jangan gitu dong, kita bisa omongin baik baik " kata Adit.


" sudah lah, tak perlu " kata halwa.


Adit membawa halwa masuk kedalam lift.


" arpin titip anak anak " kata Adit pada arpin dan pintu liftnya tertutup.


" dasar Adit, kau lagi " kata arpin berjalan menuju David dan kedua putri mereka yg tertidur.


" emang aku ada salah, aku kan cuman mau jadi istri kedua nya bos bukan dia " kata oca.


" eh anak baru kau taungak itu yg duduk di samping mu itu dia bos di perusahaan ini, namanya pak Aditya Jauhari dan yg tadi itu istri sah nya " kata karyawan di sana.


" mana mungkin dia bos, orang dia pakai kemeja doang kok " kata oca.


salah satu dari mereka mengambil jas Adit yg ada di kursi dan memperlihatkan Bros nama punya Adit yg sangat mewah yg terbuat dari emas murni.


" lihat namanya, dia bos nya di sini, kau dengar kan kata pak Aditya kau akan di PHK " kata mereka semua


" ****** lah aku, aku ngak bisa bayar pengobatan nenek " batin oca.


" ruangan pak Adit di mana " kata oca panik.


" di lantai 45 " kata mereka semua.


" terimakasih " kata oca menuju lift.


...di ruangan Adit (╬⁽⁽ ⁰ ⁾⁾ Д ⁽⁽ ⁰ ⁾⁾)....


" halwa jangan lah gini, cukup lima tahun aja kita perpisahan aku ngak mau lagi pisah lagi aku ngak mau " kata Adit memeluk halwa di dalam ruangannya.


" terus dia bilang " kata halwa.


" aku ngak ada sangkut pautnya sama dia " kata Adit.


" dari mana ngak ada sangkut pautnya orang dia bilang istri kedua bos, om kan bos nya di sini pemilik perusahaan ini " kata halwa.


" dia ngak tau kalok aku pemilik perusahaan ini, halwa ku mohon jangan kembali ke Australia dan jangan meninggalkan aku, aku ngak mau, aku ngak mau hidup kayak dulu " kata Adit memeluk halwa sambil air matanya mengalir.


" sudah jangan nangis ya, halwa akan batalin penerbangan nya, tapi kalok sampai terjadi kayak gini lagi awas halwa akan benar benar pergi sama anak anak " kata halwa.


" terimakasih " kata adit.


" sama sama, jangan nangis lagi ya " kata halwa mengahapus air mata Adit.


" hhmm " kata Adit mencium bibir halwa sekilas.


" pak saya minta maaf, saya ngak tau kalok bapak pemilik perusahaan ini saya minta maaf tolong jangan pnk saya saya masih mau kerja " kata oca mengedor gedor pintu dengan kuat.


halwa berjalan membuka pintu nya dan melihat oca.


" maaf Bu, saya ngak tau saya benar benar ngak tau kalok itu adalah bos di perusahaan ini dan ibu adalah istri nya " kata oca meminta maaf.

__ADS_1


" sudah lah tak papa " kata halwa dengan datar.


" ambil gaji terakhir mu di ruang phk " kata Adit.


" saya mohon pak, jangan phk saya kalok saya di phk saya ngak bisa bayar pengobatan nenek saya " kata oca memohon.


" ngak bisa " kata Adit.


" sudah lah om, kamu bisa tetap kerja kok tapi jangan ulangi lagi ya, kalok di ulangi lagi yaa sangsi akan berlaku " kata halwa.


" terimakasih Bu terimakasih pak " kata oca sangat berterima kasih.


" sama sama " kata halwa.


" hhmm " kata Adit.


" saya permisi dulu " kata oca.


" tunggu " kata halwa.


" iya Bu kenapa " kata oca.


" tolong bawa David sama bayi kami sama pak arpin ya suruh saja mereka kemari " kata halwa.


" baik Bu " kata oca.


...di kantin...


" What is your name " kata karyawan itu.


tapi David tidak menjawab karna dia memakai penutup telinganya jadi suara apapun itu David tidak akan mendengar nya.


" aku di kacangin " batin karyawan itu.


" Pak arpin, bapak di minta untuk ke ruangan, eh pak arpin mana jangan jangan pak arpin udah mati " kata oca panik


" mulut mu itu lah, untung kau ngak di phk, banyak banyak bersyukur kau " kata arpin.


" iya pak saya janji ngak melakukan nya lagi " kata oca.


" iya om " kata David.


" suara nya lembut banget " kata mereka mendengar suara David.


" pak, apa dia buta sama tuli " kata oca.


" ngak, dia ngak buta dan ngak tuli, dia emang suka seperti ini." kata arpin berjalan bersama David dan mendorong stroller baby menuju lift.


...di ruangan Adit ಠಿヮಠ....


" woi Adit buka pintu nya, pakai di kunci segala " kata arpin mengedor gedor pintu Adit dengan kuat.


dan akhirnya Adit keluar dan menatap arpin.


" makasi " kata Adit.


" makasi makasi, udah basi, aku ijin pulang duluan " kata arpin pada Adit.


" loh, ini masih jam makan siang ngak masalah sih nanti kembali lagi ya " kata Adit.


" aku ngak balek lagi soalnya istri ku mau ke rumah ibu nya di kampung, jadi aku mau anterin kesana sekalian ginab beberapa hari lah " kata arpin.


" ngak masalah sih, tapi yg bantuin aku siapa " kata Adit.


" lah, halwa kan bisa loh dia juga berpengalaman di bidang seperti ini, aku pergi dulu assalamualaikum " kata arpin pergi.


" waalaikum salam " kata Adit.


Adit David dan kedua putrinya itu masuk kedalam ruangan dan seketika diva menangis karna haus lain halnya dengan Devi dia hanya diam.


" anak papa haus yaa, kalok gitu sama mama dulu ya " kata Adit memberikan nya pada halwa untuk di beri ASI.

__ADS_1


" David papa punya hadiah loh " kata Adit pada David yg sedang membuka penutup telinganya.


" hadiah " kata David sangat senang.


" tunggu papa ambil kan, Devi dan Diva juga dapat kok " kata Adit mengambil dua box.


" ini untuk David ini untuk Devi dan Diva " kata Adit sambil memberikan nya pada mereka.



" sepatu roda, terimakasih papa " kata David sangat senang.


" om Devi dan Diva belum bisa main seperti ini, ini untuk 6 bulan ke atas " kata halwa.


" ngak papa lah " kata adit karna janjinya sudah terpenuhi.


Deva melihat mainan barunya itu, sebentar Devi memandang wajah Adit lalu kembali melihat mainan di tangan nya lalu kembali melihat mainan barunya begitu berulang-ulang.


" Devi kayak nya bingung " kata halwa melihat perilaku anaknya


" kayaknya iya deh " kata Adit.


" pa " kata Devi mengucapkan kata pa untuk pertama kalinya


" yahh Devi imut banget, ini pertama kalinya dia bilang aku pa walaupun ngak lengkap " kata Adit terharu.


Devi melempar mainan yg ada di tangannya dan memegang mainan barunya itu.


" aaaa pa hhmm pa " kata Devi mengoceh.


" seandainya aku tau apa yg dia bilang " kata Adit


...sore hari ( ̄ヘ ̄;)......


" David bangun sayang, kita mau pulang " kata halwa membangun David yg tertidur.


" hhmm " kata David bangkit dari tidurnya.


" diva sama papa ya, Devi sama mama "kata Adit menggendong diva.


Devi hanya fokus kemainan barunya saja. akhirnya mereka pulang kerumah mereka.


" David, langsung mandi ya " kata halwa.


" iya ma " kata David berjalan manaiki tangga dan langsung ke kamarnya.


" Deva mandi yuk sayang, mainan nya simpan dulu " kata halwa mengambil mainan nya.


seketika raut wajah Devi berubah matanya berkaca-kaca dan air matanya keluar untuk pertama kalinya.


" haduhhh anak papa nangis, ma jangan di ambil maninan nya " kata Adit mengambil lagi dan memberikannya pada Deva dan Deva kembali senang.


" om, Devi harus mandi udah jam segini loh, jangan jadikan anak anak itu jadi manja, biar nangis tapi mandi lebih penting daripada mainan, Devi ayo mandi " kata halwa mengambil mainan nya dan membawa Devi ke kamar untuk mandi.


" diva, juga mandi ya sayang " kata Adit pada diva dan Diva hanya tersenyum.


... di kamar ヘ( ̄ω ̄ヘ)....


halwa baru saja selesai memandikan devi, dan sekarang Deva sedang di pakaikan baju tidur setelah selesai Deva di letakkan di dalam tempat tidur nya sambil memberikan mainan nya tadi.


" yank diva nya udah selesai mandi, iyakan sayang hhmm mana senyumnya " kata Adit pada diva yg masih memakai handuk.


" hhmm pa hhmm aaa hhmm " diva mengoceh panjang lebar ketika sedang di pakaikan baju setelan selesai Adit memberikan boneka kesukaan diva.


" kita mandi yuk " kata Adit menja dengan halwa.


" mandi lah sendiri om " kata halwa sedang membersihkan mainan anak anak nya.


" kita mandi sama sama " kata Adit mengandong halwa menuju kamar mandi.


" bisa satu jam ini " batin halwa.

__ADS_1


¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2