
" Adit kau itu salah " kata Alex pada Adit.
" salah " kata Adit.
" iya salah, kalok putrimu mau masuk pesantren itu kan udah bagus, aturan nya kau itu mendukung mereka bukan melarang, mungkin mereka masih penasaran aja kalok mereka udah coba nanti baru mereka tau dan mereka sendiri yg memutuskan kedepannya " kata Alex menasehati Adit.
" gini loh pa, David akan pergi mondok kalok mereka juga ikut nggak ada dong temennya Adit sama halwa di rumah, yg lain juga ikut mondok sepi rumah kalok nggak ada suara anak anak " kata Adit malah jadi sedih.
" mereka udah besar, biarin lah mereka mondok apa salahnya, kalok kalian merasa sepi tinggal buat lagi kok susah sih " kata Alex
" benar kata papa, seharusnya aku nggak melarang mereka, toh kalok mereka mondok juga bagus bagi mereka " batin Adit berfikir.
" papa mau ke kamar dulu ya " kata Alex karna sudah mengantuk.
" David antar kek " kata david.
" terimakasih " kata alex.
Alex dan David masuk kedalam lift menuju kamar Alex yg ada di lantai 3.
" om.. eh maksudnya mas, pergi ke kamar Devi dan Diva, kasian mereka sampai nangis gitu " kata halwa pada Adit.
" aku salah ya yank, aku hanya nggak mau pisah dari mereka itu aja " kata Adit pada halwa dengan nada sedih
" menurut halwa yg mereka minta itu sangat bagus, nanti kita tes satu sampai 3 bulan, seandainya mereka nggak tahan di sana kita bawa pulang kembali " kata halwa sambil memegangi kedua pipi adit.
" iya, aku kesana dulu " kata Adit berjalan menuju kamar kedua putrinya itu.
" sayang, boleh papa masuk " kata Adit mengetuk pintu kamar Devi dan Diva " masuk saja lah " kata Adit masuk saja kebetulan pintunya nggak terkunci.
" anak papa nangis " kata Adit duduk di samping tempat tidur mereka berdua yg sedang membelakangi Adit, " gini aja papa akan ijinin kalian mondok " kata Adit kembali.
" benarkah " kata mereka berdua sambil menghapus air matanya.
" iya, tapi ada syaratnya " kata Adit.
" syarat nya apa pa " kata mereka
" kk akan pergi 3 bulan lagi ke sana karna akan tamat sekolah di sini, papa kasi waktu satu bulan untuk hapal 1 jus itu hanya minimal kalok lebih banyak pun nggak papa " kata adit
" terimakasih papa " kata mereka berdua langsung memeluk Adit
" iya, sama sama belajar lebih giat dari biasanya ya, sekarang kalian tidur karna besok subuh mau sholat " kata Adit membenarkan selimut nya.
" iya pa " kata mereka berdua
Adit mencium kening kedua putrinya itu, lalu keluar dari kamar.
" di ijinin " kata mereka berdua kesenangan.
sedangkan di luar kamar.
__ADS_1
" udah selesai " tanya halwa pada Adit.
" udahh, haduhh aku nggak tega pisah dari mereka walau hanya 3 bulan " kata Adit memeluk halwa.
" sabar ya, halwa mau ke kamar mandi dulu " kata halwa ingin pipis.
...tengah malam ◉‿◉...
" astaghfirullah, halwa ini udah 4 kalinya kau ke kamar mandi " kata Adit memperhatikan halwa udah beberapa kali ke kamar mandi.
" nggak tau mas, tapi maunya pipis aja" kata halwa juga heran.
" coba pakai ini " kata Adit membuka laci di samping nya dan memberikan testpack pada halwa.
" halwa baru aja selesai haid, di sentuh aja belum dari mana hamil " kata halwa heran.
" haid selesai 2 hari, ayolah cek dulu mana tau itu cuman bercak darah, terus sering pipis, kau juga suruh mas ganti parfum yg biasa mas pakai, terus pagi nya sering muntah, demam beberapa hari yg lalu " kata Adit juga memperhatikan halwa.
" mana tau itu cuman kebetulan saja " kata 1halwa pada Adit.
" coba dulu loh sayang, mau hasilnya positif tau negatif nggak papa yg penting udah coba, " kata Adit.
" iya deh coba dulu " kata halwa mengambil nya dan pergi ke kamar mandi. 10 menit kemudian.
" mas " kata halwa dengan wajah sedih berjalan menuju tempat tidur dan duduk di sampingnya.
" sudah nggak papa, kita bisa coba lagi " kata Adit memeluk halwa.
" positif, beneran kan halwa ini positif " kata Adit terkejut melihat hasil nya yg positif.
" iya ini positif " kata halwa.
" Alhamdulillah, makasi sayang aku seneng bangett " kata Adit sangat senang, tapi berbeda
dengan halwa " sayang, kau takut kehilangan dia, tak ada yg tau kedepan nya " kata Adit mencium pipi halwa.
" iya, cuman ini udah 3 kali mas 3 kali bukan sekali, dan lagi mereka udah besar udah 7 bulan tapi tetap aja pergi, bukan halwa nggak bersyukur tapi, halwa hanya takut " kata halwa sambil menunduk
" ayo kita jaga ini dengan ketat, halwa harus minum vitamin, banyak mengonsumsi makanan yg mengandung banyak vitamin pokoknya jangan sampai ini pergi lagi, halwa juga jangan terlalu settres biar nggak mempengaruhi " kata Adit.
" iya " kata halwa.
" besok kita pergi ke Australia jam 10 pagi sama dengan yg lainnnya, sampai di sana kita langsung ke RS buat cek kandungan di sana " kata Adit.
" iya " kata halwa.
" sekarang bumil harus tidur, dan satu lagi jangan kerja apapun sampai dia lahir ok " kata Adit.
" iya.. eh nggak boleh kerja " kata halwa kaget.
" yg boleh cuman masak doang udah itu aja, sekarang tidur " kata Adit menyelimuti seluruh tubuh mereka berdua dan mematikan lampu.
__ADS_1
......keesokan harinya (✷‿✷).......
mereka semua sudah di bandara bersiap siap akan pergi.
" mana sih Adit dan yg lainnya lama banget " kata Rana udah duduk lama menunggu mereka.
" sabar lah " kata Ilham dengan lembut.
" pa, aturnya papa pergi dengan Adit dan halwa kan kenapa papa pergi sama David Devi dan Diva " kata Rani bertanya.
" mereka bilang ada yg harus mereka beli dulu tadi, nah itu mereka " kata alex.
" lama banget sih, jangan minta jatah jam segini " kata Rana menginjak kaki Adit dengan sepatu nya.
" aduh kk sakit banget dah " kata Adit kesakitan.
" loh halwa kok nangis, adiT kau apakan halwa sampai nangis gini " kata Rani menatap tajam adit.
" alah singa sebentar lagi bangun " batin mereka semua melihat Rani.
" mas Adit nggak ngapa-ngapain halwa kok " kata halwa menghapus air mata nya.
" terus kok nangis " kata mereka.
" halwa mau bubur sumsum pakai Candil tapi udah habis jam segini, jadi tadi mutar mutar dulu cari itu tapi nggak ketemu sama sekali " kata Adit menjelaskan.
" alahmak " batin mereka semua yg baru saja selesai memakan bubur sumsum Candil.
" om, tadi kami makan bubur sumsum Candil kebetulan Rika ambil dua, ini satu " kata Rika memberikan nya.
" loh Rika nanti " kata Adit.
" Rika udah selesai makan tadi " kata Rika.
" terimakasih, halwa ini " kata Adit memberikan nya pada halwa.
" Rika makasi " kata halwa malah nangis.
" jangan nangis, lagi lah " kata Adit.
" hhmm " kata halwa duduk di kursi yg ada di sana dan memakan makanan nya itu.
" dit, halwa kenapa gitu, bukannya halwa jarang nangis ya " kata Alex heran.
" hhmm mungkin dia lagi pengen banget, sudah lah ngak papa " kata Adit masih menyembunyikan kebenaran kalok halwa masih hamil.
selesai halwa makan mereka langsung berangkat menuju Australia.
¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya
__ADS_1