Suami Misterius

Suami Misterius
Bercerita.


__ADS_3

Tak lama Sky pun datang dengan membawa satu cangkir kopi, beserta makanan ringannya.


"Tuan silahkan diminum kopinya," ucapnya seraya menaruh kopi, serta makanan ringannya di atas meja.


Kemudian Sky pun duduk di sofa tunggal tepat di depan Galaksi.


"Terima kasih," ucap Galaksi, ia pun kemudian meminum kopi buatan Sky.


"Sama-sama," ujar Sky dengan senyum, pasalnya baru kali ini ia mendengar tuannya itu mengatakan terima kasih, lantaran selama bekerja dia bekerja dengan pria itu, dia jarang mendengarkan pria itu mengatakan atau mengucapkan kata terima kasih.


"Bagaimana kopinya tuan, apa enak?" tanya Sky setelah melihat Galaksi yang menaruh cangkir kopi yang telah ia minum ke atas meja.


"Hm, lumayan," jawabnya dengan singkat.


"Em ... Tuan, apa boleh saya menanyakan sesuatu?" tanya Sky.


"Apa?"


"Untuk apa anda bertamu ke rumah saya, apa ada pekerjaan yang harus saya kerjakan?"


"Tidak, aku hanya ingin tau keadaan mu, apa kamu baik-baik saja? Tidak ada memar di tubuh mu, kan?" pertanyaan itu pun terlontar begitu saja di mulut seorang Galaksi Leonard.


"Em ... Begini, maksudku ... Aku takut jika di tubuhmu ada memar, jika ada aku akan bertanggung jawab membiayai pengobatannya untuk mu," jelasnya.


"Ohhh, tidak ada tuan, alhamdulilah saya baik-baik saja," ucap Sky.


"Oh syukurlah kalau begitu."

__ADS_1


"Em, Sky," panggil Galaksi.


"Iya ada apa tuan?"


"Mm, begini. Kamu belum menjelaskan padaku, bagaimana bisa kamu menggunakan pistol, dan juga bela diri. Sejujurnya aku sangat penasaran akan hal itu," ujar Galaksi.


Mendengar hal itu, Sky pun mulai menceritakan bagaimana dirinya bisa menembak dan juga bisa bela diri.


Sebenarnya dari kecil, lebih tepatnya pada saat dia berumur sepuluh tahun, mendiang ayahnya melatih dirinya dengan latihan bela diri seperti silat.


Jadi dari situlah dirinya bisa bela diri, namun Sky tidak menunjukkannya, dia akan menunjukkan keahlian nya ketika keadaan sedang genting saja, selebihnya ia tak pernah memperlihatkannya.


Ayahnya bilang, dia belajar bela diri hanya untuk menjaga dirinya sendiri dan juga membantu orang yang sedang dalam masalah.


Dan untuk keahliannya dalam hal menembak itu berasal dari mendiang sang ibu, sama seperti ayahnya, mendiang ibunya pun mengajari dirinya menembak pada saat ia berumur sebelas tahun.


Ya, mereka berlatih secara sembunyi-sembunyi, agar tidak ketahuan oleh ayahnya ataupun kakeknya.


Dan untuk alasan kenapa dia harus bisa menembak, jawabnya hanya ibunya saja lah yang tau, ibunya selalu bilang dia berlatih menembak untuk berjaga-jaga.


Namun Sky pun harus berhenti berlatih menembak ketika dirinya masuk sekolah menengah atas atau SMA.


Dan pada saat itu pula kedua orang tuanya meninggal dunia, dan meninggalkan dirinya dan juga kakeknya.


Alasan kedua orang tuanya meninggal adalah kecelakaan mobil, ketiak kedua orang tuanya menghadiri undangan dari salah satu teman ayahnya.


Ketika itu jalanan yang dilewati mobil ayahnya cukup sepi dan hanya beberapa kendaraan yang berlalu lalang, dan tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil menabrak mobil ayah Sky cukup kenang, sehingga ayah Sky waktu itu tak dapat menghindar dari kecelakaan tersebut.

__ADS_1


Yang mengakibatkan mobil yang dikendarai oleh ayah Sky menabrak mobil yang ada di depannya, sehingga terjadilah kecelakaan beruntun.


"Begitulah ceritanya tuan," ucap Sky ketika dirinya sudah bercerita.


Entah kenapa Sky menceritakan tentang kematian orang tuanya juga, padahal Galaksi hanya meminta penjelasan mengenai bagaimana dirinya bisa bela diri sekaligus menembak itu.


Dan Galaksi yang mendengar cerita dari sekretaris nya itu hanya diam, ia tak tau harus mengatakan apa.


"Tuan, apa anda tidak apa-apa?" tanya Sky, lantaran Galaksi hanya diam saja.


"Ah, iya tidak pa-pa. Aku turut prihatin atas cerita mu," jawab Galaksi.


"Terima kasih."


"Hm. Oh ya, aku pamit pulang," ucapnya.


"Ah ya."


"Terima kasih atas kopinya," ucap Galaksi.


Kali ini mereka sudah berada di luar.


"Sama-sama tuan."


Galaksi pun masuk kedalam mobilnya dan perlahan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Sky.


Sky yang melihat mobil Galaksi yang sudah tidak terlihat pun menutup gerbang rumahnya, setelah itu ia pun masuk kembali kedalam rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2