
Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat. Dan tak terasa pula pernikahan antara Galaksi dan juga Sky sudah hampir menginjak tiga bulan.
Selama itu pula hubungan antara Galaksi dan Sky jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan kini keduanya selalu bersama.
Namun kebahagiaan keduanya harus diuji, lantaran ada seseorang yang setiap hari mengawasi Sky.
Orang itu berpikir bagaimana caranya agar anak buah yang ditugaskan oleh Galaksi menjauh dari Sky.
Lantaran ia memiliki rencana untuk menculik wanita yang bernama Sky itu.
Namun sepertinya hari ini Dewi Fortuna menghampirinya, sehingga ia memiliki ide bagaimana menculik Sky tanpa diketahui oleh anak buah yang diam-diam ditugaskan untuk mengawasi Sky oleh Galaksi.
Dirinya saat ini tengah mengawasi Sky dengan memakai topi untuk menutupi setengah wajahnya, dan juga jaket.
Kali ini Sky dan orang itu tengah berada di cafe yang sama.
Sky yang saat itu tengah menunggu kedatangan kedua temannya pergi untuk ke toilet.
Dan orang itu pun tak mau kehilangan kesempatan emas ini, ia pun mengikuti Sky ke toilet.
Sky yang saat itu tengah mencuci tangannya pun segera keluar dari sana.
Namun pada saat ia keluar, tiba-tiba ada seseorang yang memukul tengkuknya, sehingga ia pun pingsan.
Orang yang tadi mengikuti dan memukul tengkuk Sky pun langsung menahan bobot tubuh Sky agar tidak terjatuh ke lantai.
Kemudian ia pun mengambil sebuah cadar yang memang sudah ia persiapkan dan kemudian memasangkannya di wajah Sky.
Setelah itu ia pun membawa Sky keluar lewat pintu belakang cafe, beruntungnya suasan di toilet itu sepi, sehingga tidak ada seorang pun yang tau bahwa ia tengah menculik istri dari seorang CEO.
Setelah berhasil membawa Sky keluar dari cafe itu, ia pun langsung memasukkan Sky kedalam mobil.
Orang itu pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan cafe itu, setelah meretas rekaman cctv, sehingga tidak ada yang bisa tau kemana ia membawa Sky.
Sementara di dalam cafe, Riri dan Andin tengah mencari keberadaan Sky.
Pasalnya tadi mereka mendapatkan pesan bahwa temannya itu sudah sampai lebih dulu di sana.
"Mungkin lagi ke toilet," ucap Andin.
"Iya kali, yaudah kita duduk di sana."
Mereka pun duduk di tempat yang tadi Sky duduki.
Lama mereka tunggu, sampai pesanan mereka pun habis, namun tidak ada tanda-tanda Sky.
Begitupun dengan orang-orang yang di tugaskan untuk menjaga Sky secara diam-diam, mereka pun menjadi khawatir, pasalnya mereka tau bahwa nyonya mereka pergi ke toilet, namun saat ini nyonya itu belum juga keluar dari sana.
Karena tak ingin terjadi sesuatu pada nyonya nya itu, keempat orang yang ditugaskan untuk mengawasi Sky pun memutuskan untuk menemui Andin dan Riri.
"Permisi nona, nona," ucap salah satu diantaranya.
"Iya, kalian siapa ya?" tanya Andin.
__ADS_1
"Kami adalah orang suruhan tuan Galaksi untuk menjaga nyonya Sky," jawabnya.
"Ohhh, lalu untuk apa kalian kemari? Oh ya, apa kalian tau dimana Sky berada? Bukankah tadi kalian bilang, kalian adalah orang suruhan dari suaminya Sky, pasti kalian tau dong dimana Sky berada?" tanya Andin secara beruntun.
"Itu dia masalahnya non, kami melihat nyonya Sky masuk kedalam toilet, tapi sampai sekarang kami tidak melihatnya keluar, nona," jawabnya.
"Apa! Lalu kenapa kalian sudah mengeceknya?"
"Maaf nona kami tidak berani masuk kedalam toilet wanita."
"Eh, iya juga ya."
"Terus gimana sekarang, aku takut terjadi sesuatu sama Sky Din," ucap Riri.
"Kamu tenang lah dulu, aku pun khawatir dengannya," ujar Andin.
"Nona sebaiknya kalian yang mengeceknya kedalam, kami akan menunggu di luar, bagaimana?"
"Ah ya benar, yasudah ayo kita ke sana," ucap Andin, sekaligus mengajak Riri untuk mengecek apakah Sky masih ada di dalam sana.
"Aku takut dia pingsan lagi di dalam," ucapnya lagi, seraya berjalan ke arah toilet.
Begitupun dengan Riri, dan juga orang-orang suruhan Galaksi mengekor di belakang.
Saat berada di dalam toilet, Riri dan Andin pun langsung masuk kedalam, sementara para pria menunggu di luar.
Di dalam, Andin dan Riri pun terus mencari dimana keberadaan Sky, namun sayang mereka tak menemukan Sky di sana.
"Bagaimana nona, apa di dalam ada nyonya Sky?" tanya salah satu dari pria tadi.
"Jika ada pasti kita sudah membawanya ke luar," jawabnya.
"Gawat, pasti nyonya Sky di culik, bagaimana ini, tuan pasti marah sama kita," ujar salah satu di antara para orang-orang suruhan Galaksi.
"Sebaiknya kita cek cctv terlebih dahulu, dan jika kita tidak menemukan nya, baru kita hubungi tuan," ucap yang lain.
"Ya sudah kalau begitu ayo."
"Nona, terima kasih atas bantuannya, kalau begitu kami permisi."
"Iya, jangan lupa kabari jika kalian sudah menemukan Sky."
"Baik nona."
Anak buah Galaksi pun langsung bergerak cepat melihat rekaman cctv, sementara Andin dan Riri mereka berdua memutuskan untuk pergi dari sana.
Lantaran mereka tidak tau harus berbuat apa.
...***...
Galaksi company.
Sementara itu di perusahaan, hati Galaksi tidak tenang, seakan ia merasakan ada sesuatu yang terjadi pada istrinya itu.
__ADS_1
Tak lama handphone-nya berdering menandakan ada seseorang yang menghubunginya.
Ia pun melihat siapa yang menghubunginya, dan ternyata yang menghubunginya ialah salah satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga istrinya itu secara diam-diam.
Dan semakin takut pula dirinya, ia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.
Kemudian ia pun mengangkat telepon itu.
"Halo," ucapnya.
" ... "
"Apa!! Bagaimana bisa itu semua terjadi?"
" ... "
"Dasar bodoh, kenapa kalian membiarkannya, dan kenapa salah satu diantar kalian tidak ada yang mengikuti, sialan!!"
" ... "
"Alasan!! Cepat cari istriku sampai dapat, dan jika kalian tidak bisa menemukan dimana keberadaan istriku, maka kalian harus siap menerima hukumannya!"
Setelah mengatakan itu, Galaksi pun langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Mike!!!" teriaknya memangil sang asisten.
"Iya tuan, ada apa?" tanya setelah masuk kedalam.
"Cepat suruh anak buah kita untuk mencari keberadaan istriku!"
"Apa? Tapi bagaimana bisa nyonya Sky tidak ada, bukankah tadi dia ijin untuk pergi bersama dengan temannya, bahkan Riri saja tadi baru saja ke sana?"
Ya, tadi Mike sempat melihat Riri keluar dari kantor, ia tau bahwa gadis itu pasti akan pergi ke cafe untuk menemui Sky yang lebih dulu pergi ke cafe itu.
Yaps, hari ini adalah jam istirahat dan makan siang, jadi sebab itu Riri, Andin dan juga Sky janjian untuk makan siang bersama di cafe yang tidak jauh dari perusahaan milik Galaksi.
Dan Sky pun berangkat lebih dulu setelah mendapat ijin dari suaminya itu, lantaran, sebelum ke cafe ia pergi ke suatu tempat lebih dulu, sementara untuk Riri ia harus menunggu jam istirahat lebih dahulu, baru ia bisa pergi menemui Sky.
Dan ya, Sky masih bekerja sebagai sekretaris dari suaminya itu, dan sebab itu pula tidak ada yang melarang dia untuk pergi lebih dahulu.
"Iya, dia pergi lebih dulu, lantaran ia harus pergi ke suatu tempat, jadi setelah pergi dari sana, barulah ia pergi ke cafe. Dan pada saat ia sudah berada di cafe, istriku pergi ke toilet, namun dia belum keluar, dan setelah temannya mencarinya di dalam, ternyata Sky sudah tidak ada di sana. Aku sangat yakin pasti ada seseorang yang menculiknya," jawab Galaksi.
"Tapi siapa yang berani menculik nyonya Sky."
"Entah, bisa saja lawan bisnis ku."
"Mike sebaiknya kamu cepat hubungi anak buah kita untuk mencari keberadaan Sky, dan jangan lupa kamu juga harus meretas cctv cafe dan cctv yang ada di jalan."
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."
"Hm."
Mike pun keluar dari sana, sepeninggalan asistennya, Galaksi pun menjambak rambutnya, lantaran ia tak bisa menjaga istrinya itu dengan baik.
__ADS_1