Suami Misterius

Suami Misterius
Acara Tujuh Bulanan Riri.


__ADS_3

Siang harinya, kini mereka tengah makan siang bersama.


Jika Steven biasa saja, maka lain halnya dengan Lily yang agak sedikit canggung, lantaran Sky dan Galaksi sudah mengetahui hubungannya dengan paman dari Sky itu.


"Tuan ada yang ingin saya sampaikan, padamu," ucap Mike, setelah mereka selesai makan siang.


"Ada apa?" tanya Galaksi.


"Begini, nanti sore. Saya dan istri saya akan kembali ke panthouse, sore ini," jawab Mike.


"Apa maksud asisten Mike, kalian akan pindah ke panthouse kalian, dan tidak tinggal disini lagi?" tanya Sky.


"Benar," jawab Mike.


"Yah, tapi kenapa? Kalian tetap disini saja ya," pinta Sky.


"Maafkan aku nyonya, kami tetap akan pindah," ujar Mike.


"Sayang sudahlah biarkan mereka memutuskan mereka mau tinggal dimana, bukankah kamu masih ada Lily, hm," ucap Galaksi pada istrinya itu.


"Huffstt, baiklah."


"Kau tenang saja Sky, kami pasti akan berkunjung ke sini. Kamu dan suami berserta anakmu boleh mengunjungi panthouse kami," ucap Riri seraya menyentuh tangan temannya itu.


"Baiklah," ujarnya seraya tersenyum.


"Oh ya, sebenarnya paman juga harus kembali ke negara paman," saut Steven tiba-tiba.


"Yah, kenapa kalian pada ninggalin aku sih," keluh Sky.


"Sayang kan masih ada aku."


"Iya mas aku tau, tapi kan kamu sering sibuk. Nanti siapa yang menemani aku dengan adek."


"Kan Lily masih ada."


"Iya sih ... Yasudah lah seterah kalian."


"Hey sweetheart, kamu jangan bersedih. Paman janji, paman akan menemui kamu seminggu sekali, bagaimana? Tapi itupun jika paman tidak sibuk," cicitnya diakhir.


"Paman tidak perlu berjanji, aku minta maaf, lantaran aku sudah egois pada kalian, kalian benar kan masih ada kak Lily, suamiku, dan beberapa bibi pelayan yang bekerja di sini," ucap Sky.


"Oh sweetheart, keponakan ku ternyata sudah dewasa," ujar Steven, ia pun beranjak dari duduknya dan mulai mendekati keponakannya itu.


Setelah berada di dekat Sky, Steven pun langsung memeluk keponakannya itu, tak lupa ia pun mencium kening keponakannya.


Sore harinya, Mike, Riri, dan Steven pun pergi meninggalkan mansion Sky.


Jika Mike dan Riri pergi pulang ke panthouse milik mereka, yang masih berada stau kota dengan Sky dan Galaksi.


Maka lain lagi dengan Steven, ia harus segera pergi ke negara nya, lantaran ia sudah lama meninggalkan pekerjaannya itu.


Galaksi dan Sky pun tidak bisa ikut mengantarkan Steven ke bandara, dan hanya Lily lah yang mengantarkan pria itu.


"Sky, aku pamit pulang dulu ya, kapan-kapan kita main bareng lagi," ucap Riri.

__ADS_1


"Iya, kalian hati-hati ya. Dan asisten Mike, pelan-pelan bawa mobilnya," ujar Sky."


"Iya nyonya."


"Jangan panggil aku nyonya."


"Mmm akan saya usahakan, kalau begitu kami permisi, assalamu'alaikum," ucap Mike dan Riri pun mengucapkan salam ketika melerai pelukannya dengan Sky.


"Wa'alaikumusalam," jawab Galaksi dan Sky.


Mike dan Riri pun masuk kedalam mobil Mike, dan mereka pun pergi meninggalkan area mansion Galaksi.


...***...


Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat, dan besok lusa adalah acara tujuh bulanan Riri.


Ya, usia kandungan Riri kini sudah menginjak tujuh bulan, dan untuk usia Bintang anak Galaksi dan Sky, saat ini sudah berusia enam bulan.


Galaksi dan Sky pun sangat menikmati peran mereka sebagai orang tua.


Dan hari ini, Sky akan menemui pamannya di panthouse milik pamannya.


Lantaran pamannya itu baru saja tiba pada saat kemarin, dan pamannya itu sejak kemarin belum menemui dirinya.


Disinilah ia, sudah berada di depan pintu panthouse milik pamannya, Sky pun langsung masuk kedalam, setelah beberapa kali ia sudah menekan bel.


Beruntungnya ia sudah tau password panthouse milik pamannya itu, karena dulu, pamannya itu memberitahukan padanya password panthouse miliknya.


Saat didalam ia tidak melihat siapapun, ruangan itu begitu sepi.


"Paman kemana ya dek," ucapnya pada sang anak, sementara Bintang ia hanya menatap ke arah mamahnya.


"Sky," panggil Steven.


"Eh paman, paman baru mandi?" tanyanya.


"Pantas, tadi Sky tekan bel gak ada yang bukain pintunya," lanjutnya.


"Iya, maafin paman ya. Ayo duduk," ucap Steven.


Sky pun duduk di sofa yang ada di ruang tengah.


"Boleh paman gendong Bintang."


"Tentu saja boleh."


"Astaga kamu menggemaskan sekali," ujar Steven seraya mengangkat tubuh Bintang ke atas, Bintang pun tertawa lantaran senang.


"Oh ya, apa ada hal sesuatu?" tanya Steven, setelah bermain dengan Bintang sebentar.


"Tidak ada, hanya saja Sky mau bertemu dengan paman. Lantaran paman gak nemuin Sky dan adek ketika sampai sini sih," jawab Sky.


"Ya ampun, maafkan paman sweetheart."


"Iya gak pa-pa."

__ADS_1


"Oh ya itu apa?" tanya Steven seraya menunjuk satu paper bag dengan dagunya.


"Ohh itu baju kebaya buat kak Lily, kak Lily ada kan disini?" tanya Sky, sebab Lily dari kemarin belum pulang ke mansion, dan Sky tau dimana Lily berada.


"Ah i- iya," jawab Steven gugup.


"Paman, boleh Sky menyarankan sesuatu?" tanya Sky.


"Apa itu?" tanya Steven balik.


"Sebelumnya Sky minta maaf, bukan maksud Sky menggurui paman atau apapun. Sky tau budaya Sky dan paman itu beda ... Tapi Sky minta, alangkah baiknya paman segera menikahi kak Lily. Beri kak Lily hubungan dengan jelas, nikahi kak Lily paman ... Jika memang paman benar-benar tulus mencinta kak Lily, jika tidak lepaskan dia, biarkan dia hidup bersama seseorang yang mencintainya dengan tulus dan yang bisa membahagiakan dia," ujar Sky.


"Kalau gitu Sky pamit pulang, mas Galaksi beri pesan untuk pulang segera. Paman maafkan Sky ya," ucap Sky.


"Iya sayang paman ngerti, terima kasih ya karena kamu sudah perduli dengan pamanmu ini. Kamu tau, kamu mirip sekali dengan mendiang ibumu, bukan hanya wajah kamu saja yang mirip, tapi hati kamu juga mirip," ujar Steven.


"Yasudah kalau gitu Sky pamit ya."


"Mau paman antar?" tawar Steven.


"Tidak perlu, ada supir yang sudah menunggu."


"Baik kalau begitu hati-hati ya, nanti malam paman akan ke mansion kamu."


"Baik paman dah."


Sky pun pergi dari sana, dan Steven pun mengantar keponakannya itu sampai pintu luar.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi Lily menguping pembicaraan antara keponakan dan paman itu.


Lily pun tersenyum saat mendengar ucapan Sky.


"Terima kasih Sky," gumam Lily saat melihat Sky sudah pergi dari sana.


Ia pun kembali ke kamarnya dengan Steven.


...***...


Lusanya.


Pagi ini acara tujuh bulanan Riri, acara ini digelar di mansion Galaksi yang satunya.


Acara ini pun berlangsung dengan cukup meriah, tujuh bulanan ini menggunakan adat Jawa, yang dimana kedua orang tua Riri berasal.


Acara pun berlangsung dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun.


Semua orang pun berfoto setelah acara selesai.


Dan setelah itu mereka pun mulai makan bersama.


...***...


Maaf jika banyak typo 🙏


Sepertinya tinggal dua bab lagi, dan setelah itu cerita Galaksi dan Sky atau lebih tepatnya "suami misterius" akan tamat.

__ADS_1


Jadi jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah berupa bunga mawar dan kopi🤗💚


Terima kasih sudah mau membaca, dan happy reading 😘


__ADS_2