
Setelah dari ruangan Andin, mereka pun turun kebawah guna pulang ke mansion.
Namun Riri dan Mike tidak ikut pulang ke mansion, mereka ada janji dengan dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Riri.
Ya, rumah sakit tempat Andin melahirkan, disitu juga tempat Riri memeriksa kandungan, serta tempat Sky melahirkan Bintang.
Sementara Galaksi dan Sky mereka lebih memilih untuk pulang terlebih dahulu, lantaran takut putra mereka kelelahan.
Tak lama Sky dan Galaksi pun sampai di mansion mereka, keduanya pun turun dan masuk kedalam mansion.
Saat berada di dalam, tidak ada satu orang, hingga mereka pun semakin masuk dan pada saat berada di ruang keluarga, mereka melihat seseorang yang mereka kenal sedang berciuman di sofa ruang keluarga.
Sky yang spontan pun ingin menutup mata anaknya yang kini tengah di gendong oleh papahnya.
Tapi yang Sky tutup ialah mata dari Galaksi.
"Sayang kamu salah tutup mata," ucap Galaksi dengan suara lirih, agar tidak didengar oleh dua orang yang masih asik berciuman itu.
"Eh." Sky pun melihat ke arah suaminya, dan ternyata benar, yang ia tutup bukan mata putranya melainkan mata suaminya itu.
"Hehehe, maaf mas," ujarnya seraya menampilkan gigi rapi dan putihnya itu.
"Tak apa, lagi pula baby sudah tidur, jadi kamu tidak harus menutup matanya," ucap Galaksi.
"Tapi ... Benarkah yang di depan kita ini, mereka?" tanya Sky, lantaran masih tidak percaya dengan kedua orang yang ada di depannya, entah sejak kapan keduanya memiliki hubungan.
"Tentu saja itu mereka," jawab Galaksi.
"Aku harus segera mengintrogasi paman ku, sejak kapan dia menjalin hubungan dengan kak Lily. Dan benarkah mereka menjalin hubungan, jika kak Lily hanya di manfaatkan saja oleh paman ku, awas saja aku akan menghukum mu paman," gumam Sky.
Ya, kedua orang yang sedang berciuman itu adalah Steven dan Lily. Entah mereka memiliki hubungan atau tidak, hanya mereka lah yang tau.
"Bagus sayang, aku mendukungmu," timpal Galaksi.
"Baiklah." Sky pun segera menghampiri pamannya dan juga Lily yang masih asik berciuman itu.
Sungguh apakah kedua orang itu terlalu asik berciuman, sehingga mereka tidak menyadari ada orang lain di sana.
"Ekhmm, paman," panggil Sky dengan berdehem.
__ADS_1
Sementara Steven dan Lily yang mendengar suara yang tidak asing itu pun segera menghentikan aktivitas yang tengah mereka lakukan, keduanya pun berbalik melihat ke arah sumber suara.
Betapa terkejutnya mereka melihat sepasang suami istri yang tengah menatap mereka dengan tatapan dingin.
Terlebih lagi Sky, yang saat ini sudah merubah tatapan dinginnya menjadi tatapan tajam, ia menatap sang paman dengan tatapan mengintimidasi.
"S- sweetheart," ucap Steven dengan gugup.
Begitupun dengan Lily, ia pun berucap dengan gugup. "T- tuan, S- Sky."
"Apa yang sedang kalian lakukan? Dan apa kalian menjalin hubungan?" tanya Sky, to the poin.
Saat ini ia sudah duduk di sofa yang mengarah ke depan Steven dan Lily.
"Sayang, aku ke kamar, mau menidurkan baby dulu ya," ujar Galaksi.
"Hm, iya mas."
Galaksi pun pergi ke kamarnya, guna menidurkan putranya di box bayi.
Sementara Sky ia masih asik menatap ke arah dua orang yang ia kenali, dengan tatapan mengintimidasi.
"Huffstt. Begini sweetheart, paman dan Lily tidak memiliki hubungan apapun!" jawab Steven dengan tegas.
"What!! Jadi kalian tidak memiliki hubungan?" tanya Sky lagi.
Dan diangguki oleh Steven, sementara Lily ia hanya diam menunduk, lantaran ia kecewa dengan pengakuan Steven.
Yang mengatakan bahwa dia tidak memiliki hubungan dengannya, lalu selama ini Steven anggap apa kedekatan mereka.
Bahkan mereka sudah pernah melakukan one night stand.
"Paman kau adalah laki-laki brengsek!" ujar Sky.
"Loh, kok kamu malah mengatai paman mu ini sebagai laki-laki brengsek?"
"Tapi memang begitu kan kenyataannya, paman brengsek. Hanya berani mencium dan meniduri kak Lily, tapi paman tidak mau mengakui kak Lily sebagai kekasih paman."
"Sweetheart paman tidak melakukan ... "
__ADS_1
"Sudahlah paman, aku tau pasti kalian juga sudah tidur bersama kan, tidak mungkin kalian hanya berciuman saja," potong Sky.
"Dan aku mohon paman, jangan jadi laki-laki bejat yang hanya menginginkan tubuh wanita saja, dan setelah paman bosan maka paman akan meninggalkan nya. Sungguh, jika paman melakukan hal itu, aku kecewa sama paman. Apa paman pernah berpikir, jika seandainya aku belum menikah, lalu ada seorang pria yang hanya menginginkan tubuh ku saja, apa reaksi paman? Apa paman akan marah melihat keponakan paman hanya dimanfaatkan saja, atau paman hanya diam saja?" jelas Sky, sekaligus bertanya.
"Tentu saja paman akan menghabisi pria itu," jawab Steven.
"Nah paman marah kan. Lalu kenapa dengan entengnya paman bilang, bahwa paman dan kak Lily tidak memiliki hubungan apapun, apa paman tidak bisa menghargai perasaan kak Lily. Sungguh aku sebagai wanita, bisa merasakan bagaimana perasaan kak Lily, yang tidak dianggap oleh paman."
"Benarkah?" batin Steven. Kemudian ia melihat ke arah Lily, ia melihat bahwa wanitanya itu diam saja dengan menundukkan wajahnya.
Lalu Steven pun kembali melihat ke arah keponakannya itu.
"Huffstt. Sweetheart, bukan begitu maksud paman. Paman mengatakan hal itu, lantaran paman hanya ingin hubungan paman dan Lily mengalir seperti air, lantaran paman tidak tau kedepannya seperti apa, dan paman pun tidak bisa menjanjikan sesuatu, karena paman takut tidak bisa memenuhi janji itu. Tapi asal kamu tau, pamanmu ini tidak pernah menjadikan Lily sebagai budak na*su paman saja. Paman janji padamu, paman tidak akan pernah mengecewakan kamu," jelas Steven.
"Kok paman malah hanya janji padaku saja, pada kak Lily tidak?"
"Tentu saja." Steven pun berbalik menatap ke arah wanita yang sudah berhasil mengambil hatinya itu, dipegangnya kedua tangan Lily.
"Mmmm, maukah kamu selalu berada di samping ku? Maksudku ... Aduh, sweetheart, pamanmu ini tidak bisa romantis," adu Steven pada keponakannya itu.
Sementara Sky ia hanya bisa menepuk keningnya lantaran mendengarkan aduan dari pamannya itu.
"Ahhh sudahlah. Intinya, aku tidak pernah menjadikan mu sebagai budak na*su ku saja. Mari kita saling menggenggam satu sama lain, dan menjadikan hubungan ini mengalir seperti air," ucap Steven pada Lily.
"Apa anda yakin tuan?" tanya Lily.
"Tentu saja. Asal kamu tau, hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa mengikat hatiku ini. Bukankah aku sudah bilang, sejak awal melihat mu, aku sudah tertarik denganmu, bukan tertarik dengan wajah dan tubuh mu, tapi aku tertarik dengan hatimu yang tulus menyayangi keponakan ku," jawab Steven.
"Tuan, terima kasih," ucap Lily, ia pun memeluk tubuh Steven itu.
"Iya." Steven pun membalas pelukan dari wanitanya.
"Yasudah kalau begitu aku mau ke kamarku dulu, aku senang jika hubungan diantara kalian sudah ada kejelasan," ucapnya.
"Paman, aku harap kamu tidak mengecewakan aku, dan aku harap kamu memperlakukan kak Lily dengan baik, jaga dia," lanjutnya.
"Pasti," ujar Steven setelah pelukannya terlepas.
"Baiklah aku ke kamar dulu," ujar Sky, dan diangguki oleh kedua pasangan kekasih itu.
__ADS_1
Sky pun masuk kedalam kamarnya, meninggalkan pamannya dan Lily.