Suami Misterius

Suami Misterius
Acara Empat Bulanan.


__ADS_3

Besok paginya, kini Galaksi, Sky, Riri dan juga Mike, sudah berada di dalam masjid.


Dan bukan hanya mereka saja, Andin dan Agam pun ada di sana, lantaran yang akan menuntun Mike untuk mengucapkan dua kalimat syahadat adalah ayah dari Agam.


Pagi ini Mike akan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam.


Dan saat ini, ia sudah duduk berhadapan dengan seorang kiyai, yang tak lain ialah Abi dari Agam, suami dari Andin.


Tak lama, Mike pun sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, yang artinya ia sudah resmi menjadi seorang mualaf.


Semua orang yang ada di sana pun ikut bahagia.


Setelah itu mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restoran, yang mana sudah dipesan oleh Galaksi.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Aku sudah memboking tempat di salah satu restoran untuk kita makan," ucapnya.


"Boleh juga," ujar mereka.


"Nak Galaksi, neng Sky, saya pamit pulang lebih dulu," ucap pak kiyai.


"Loh, pak kiyai anda tidak ikut makan siang bersama dengan kita?"


"Terima kasih atas tawarannya, tapi saya harus menemui sahabat saya, kebetulan saya sudah janji kepada beliau," jawab pak kiyai.


"Nggeh pak kiyai," ujar Sky.


"Abi, biar Agam antar kan ya," ucap Agam.


"Nggak perlu, lebih baik kamu temani istri mu, kasihan dia sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya, lagi pula Abi kan kesini sama si Roni, jadi kamu gak perlu, mengantar Abi."


"Baiklah, Abi hati-hati ya."


"Iya, assalamu'alaikum," ucap Abi Agam.


"Wa'alaikumusalam," jawab mereka semua setelah bersalaman, kecuali Riri dan Sky, hanya mengantupkan kedua tangannya di depan dada.


Setelah Abi Agam pergi, barulah mereka pergi ke restoran.


Saat ini mereka sudah berada di ruang VIP yang ada di restoran xxx.


Mereka pun kini sudah menyantap makanan mereka.


"Mike, aku sudah daftarkan kamu untuk sunat, dan jadwal sunat mu adalah besok, jadi kamu harus siap-siap oke," ujar Galaksi dengan kedua alisnya naik turun.


"Mas sudah, jangan terus menggoda Mike," ucap Sky.


"Mas tidak menggodanya sayang, mas hanya memberitahukan dia saja."

__ADS_1


"Seterah kamu saja lah."


"Oh ya sayang, kamu harus makan daging ini, ini baik untuk baby kita," ucap Galaksi seraya menaruh daging ke piring Sky.


"Terima kasih mas."


"Tidak perlu berterima kasih, aku kan suamimu."


"Oh ya, Andin. Kalian disini lama, kan? Soalnya aku ingin mengundang kalian untuk datang ke acara empat bulanan ku, Minggu depan," ucap Sky.


"Kalau aku segimana mas Agam saja," ujar Andin.


"Kak, kakak bisa kan?" tanya Sky pada Agam.


"Maaf Sky, besok kami harus pulang, lantaran aku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Tapi, in syaa Allah, aku dan Andin akan datang ke acara empat bulanan mu. Lagi pun, aku harus bertanya dokter terlebih dahulu, apa tidak pa-pa jika Andin berpergian jauh," jawab Agam.


"Memangnya Andin kenapa?" tanya Riri.


"Alhamdulillah, istriku ini sedang hamil, dan usia kandungannya masih muda," jawab Agam.


"Andin, benarkah?" tanya Riri dan Sky, pada temannya itu.


"Iya, Alhamdulillah, saat ini aku sedang hamil."


"Alhamdulillah, kami turut senang," ucap Sky.


Mereka pun kembali melanjutkan makan siang mereka.


...***...


Satu Minggu kemudian.


Hari ini adalah acara empat bulanan yang akan diadakan oleh Galaksi dan Sky, di mansion Galaksi yang satunya.


Yang mana di mansion itu, pernah ditinggali oleh Monica.


Kenapa acara empat bulanan Sky diadakan di mansion, yang pernah ditempati Monica, hanya Galaksi lah yang tau.


Acara empat bulanan ini hanya mengadakan pengajian bersama, mereka pun mengundang anak yatim-piatu, dan juga beberapa tetangga yang tinggal di sana.


Acara ini diadakan pada sore hari, dan sore ini mansion Galaksi sudah ramai oleh orang-orang.


Pengajian pun sudah di mulai.


Dan disini lah mereka duduk bersama dengan para tamu yang diundang.


Tak lama, acara pun telah usai, dan semua orang pun sudah pulang, setelah diberikan bingkisan dan juga amplop.

__ADS_1


Dan kini tinggallah, Galaksi, Sky, Riri, Mike, Andin, dan juga Agam.


Dan untuk Abi dan umi Agam, serta kedua orang tua Riri, mereka sudah lebih dulu pulang.


Dan untuk Steven sendiri, ia sudah menghubungi Sky seminggu lalu, dan mengatakan bahwa ia tidak bisa hadir dalam acara empat bulanan adiknya itu, lantaran masih banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal kan olehnya.


Namu ia berjanji, akan sesegera mungkin datang ke sana untuk menemui keponakannya itu, dan Sky pun memakluminya.


"Sayang, sebaiknya kamu istirahat, pasti kamu capek kan," ucap Galaksi pada istrinya itu.


"Tapi aku masih ingin mengobrol bersama temanku mas," ujarnya.


"Huh baiklah, tapi jangan lama-lama."


"Iya."


Galaksi pun pergi, dan ikut bergabung bersama Mike dan juga Agam.


"Mike, apa kau sudah lebih baik?" tanya Galaksi setelah duduk di samping Mike.


"Sudah lebih mendingan, dan hanya sedikit ngilu saja."


"Sudah ku katakan padamu, saat umurmu tiga belas tahun. Bukankah sudah aku katakan, sebaiknya kamu disunat, eh kamu malah menolak apa yang ku katakan, sekarang kamu tau kan rasa sakitnya di sunat," ucapnya.


"Untung saja aku sudah di sunat, pada saat umur ku tiga tahun," ucapnya lagi.


Mike pun hanya bisa menghela nafasnya, mendengar ejekan dari tuannya itu, apalagi pada saat ia baru-baru sunat satu Minggu lalu, tuannya itu selalu mengejeknya seperti pinguin ketika berjalan.


Dan Mike pun hanya bisa diam, tak membela atau membantah.


"Oh ya tuan Mike, kapan anda akan menikah?" tanya Agam.


"Ya tentu saja setelah burung nya sembuh." Bukannya Mike yang menjawab, tapi Galaksi lah yang menjawab.


"Jangan dengarkan dia, in syaa Allah bulan depan aku akan menikah dengan Riri," ujar Mike.


"Ohh begitu, aku do'akan semoga semua urusan tuan Mike diberikan kelancaran tanpa ada kendala apapun," ucap Agam tulus.


"Aamiin," ucap kedua pria itu.


...***...


Selesai baca, jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah, serta kasih ulasan bintang limaπŸ™πŸ’š


Maaf jika banyak typo πŸ™


Terima kasih & happy reading 😘

__ADS_1


__ADS_2