
"Cepat katakan, ada hal apa yang ingin anda sampaikan?" tanya Sky.
Saat ini ia tengah duduk berhadapan dengan wanita itu, sementara Lily duduk di tempat lain, namun masih dalam ruangan itu.
Dan Lily pun masih bisa mendengar pembicaraan antara Sky dan wanita tadi.
"Sebelumnya perkenalkan, nama ku Monica," ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Sky," ujar Sky sekaligus membalas tangan wanita itu yang mengajaknya berjabat tangan.
Ya, wanita itu adalah Monica. Mantan kekasih suami dari Sky, awalnya Sky pun sudah tau bahwa yang menghadangnya tadi ialah Monica, hanya saja ia diam saja.
Sky ingin tau, apa yang akan dilakukan oleh wanita yang dihadapannya itu.
"Cepat katakan, apa yang ingin anda sampaikan?" tanya Sky lagi.
"Wah, sepertinya anda tidak sabaran, ingin mengetahui apa yang akan aku sampaikan," jawab Monica dengan senyum meremehkan.
"Huh, asal kamu anda tau saja, perdugaan anda itu salah. Aku hanya ingin segera menemui suamiku," ucap Sky, dengan penuh penekanan di akhir kata 'suami.'
Dan hal itu berhasil membuat Monica kesal, ia pun mengepalkan tangannya yang ia sembunyikan di balik meja.
"Apa kamu tau, yang kamu sebut suami itu adalah kekasihku!"
"Lebih tepatnya, mantan kekasih," batin Sky.
"Benarkah," ucap Sky, pura-pura terkejut.
"Tentu saja," ujarnya dengan senyum sinis nya.
"Lalu mana buktinya, jika benar kamu adalah kekasih dari suamiku!"
"Baik akan aku buktikan." Monica pun membuka akun media sosial nya, lantaran hanya dari situlah ia memiliki bukti sebuah foto, dirinya dan Galaksi dulu.
Namun sayang, ketika ia membuka akun media sosialnya, foto-foto kebersamaan dirinya dan juga Galaksi tidak ada, semuanya lenyap tak tersisa.
"Bagaimana tidak ada, apa Galaksi yang menghapusnya? Tidak mungkin, bagaimana dia bisa menghapus foto-foto nya, dia saja tidak tau kata sandi akun ku. Tapi bagaimana bisa tidak ada, apa jangan-jangan ada seseorang yang meretas akunku, tapi siapa? Jika ada pun, kenapa orang itu hanya menghapus foto-foto ku dengan Galaksi," ucap Monica dalam hati.
Sementara Sky ia tersenyum sinis, melihat Monica yang kebingungan itu.
"Tentu saja tidak ada, lantaran suamiku sudah menghapusnya, dasar wanita bodoh," batin Sky.
"Astagfirullah, kenapa sekarang aku jadi begini, ini semua gara-gara mas Galaksi, jika saja dia tidak membohongiku, dan jujur dari awal, mungkin aku tidak akan mengumpat dan mengatai orang lain. Huh, nak, jangan ikuti kata-kata mamah yang tidak baik oke," batin Sky lagi, seraya mengelus perutnya.
"Bagaimana? Sepertinya anda tidak bisa membuktikan omongan anda," ucap Sky, setelah melihat Monica yang sedari tadi hanya diam.
"Kau!!! Entah siapa yang meretas akun ku, tapi yang jelas aku berkata dengan benar, bahwa suamimu Galaksi adalah kekasih ku!"
"Heh, alasan," ucap Sky meremehkan.
"Aku berkata dengan benar!" ujar Monica, bahkan ia menggebrak meja.
"Astagfirullah," lirih Sky, ia pun mengelus perutnya itu.
__ADS_1
"Heh, baiklah. Saya anggap perkataan anda benar, anda adalah kekasih suami saya. Tapi, jika begitu, bukankah anda adalah seorang pelakor? Perebut laki orang!" ucap Sky masih dengan tenang, namun penuh penekanan di kata terakhir.
"Hey, asal kamu tau, yang pelakor sebenarnya adalah kamu! Kamu yang telah hadir dalam hubunganku dan juga Galaksi!"
"Saya katakan padamu, saya bukan seorang pelakor! Dan untuk hal yang anda katakan, apa tadi ... Saya telah hadir di hubungan anda dengan mas Galaksi? sehingga mengakibatkan hubungan kalian renggang, itu bukan keinginan saya, tapi itu adalah takdir, dan yang membawa saya dalam hubungan kalian adalah mas Galaksi sendiri."
"Itu pasti karena kamu menggodanya, kan? Jika tidak mana mungkin, Galaksi bisa berpaling dariku."
"Huh, bagaimana bisa saya menggoda mas Galaksi, sementara saya saja waktu itu koma. Dan untuk mas Galaksi berpaling darimu, mungkin saja kamu yang telah melakukan kesalahan, sehingga mas Galaksi berpaling darimu."
"Omong kosong, kamu yang telah merebut Galaksi dariku!"
"Seterah apa yang anda katakan, anda mau percaya atau tidak, itu bukan urusan saya. Yang jelas saya sudah mengatakan yang sejujurnya. Dan jika anda ingin tau, kenapa mas Galaksi menikahi saya, padahal kala itu saya dalam keadaan koma, sebaiknya anda tanyakan pada orang nya langsung."
...***...
Galaksi company.
Jika Sky sedang berdebat dengan Monica. Maka lain lagi dengan Galaksi, yang saat ini tengah meeting.
Namun saat dia tengah mendengarkan penjelasan dari pegawainya, tiba-tiba Mike membisikan sesuatu pada telinganya.
"Tuan, saya mendapat kabar dari Lily dan juga anak buah kita yang menjaga nyonya Sky dari jauh, mereka mengatakan bahwa nyonya Sky saat ini tengah bertemu dengan Monica," bisik nya.
"Apa!!" pekik Galaksi, bahkan ia menggebrak meja, sehingga membuat semua orang yang ada di sana menjadi merinding, mereka takut telah melakukan kesalahan.
"Mike kamu pimpin meeting kali ini, aku harus segera ke sana," pintanya pada asistennya itu.
"Baik tuan."
"Tuan Mike, memangnya apa yang terjadi? Mengapa tuan Galaksi seperti orang yang tengah marah?" tanya klien nya.
"Untuk itu saya tidak harus menjelaskannya, lebih baik kita lanjutkan meeting nya," ujar Mike.
Semua orang pun melanjutkan meeting yang sempat tertunda tadi.
Sementara itu, Galaksi yang kini sudah berada di dalam perjalanan mengkerutuki dirinya sendiri.
Pasalnya, ia lupa bahwa handphone-nya di ubah dalam mode pesawat. Alhasil, Lily dan anak buahnya tidak bisa menghubunginya langsung, makanya mereka menghubungi Mike, beruntung handphone milik Mike dalam mode aktif.
"Sial, aku lupa handphone ku, aku ubah dalam mode pesawat," ujarnya, seraya memukul setir.
Ia pun mencoba mengirimkan pesan pada anak buahnya itu untuk memberi tau, dimana cafe tempat istrinya bertemu dengan Monica.
Setelah mendapatkan balasan, ia pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi.
Tak lama, ia pun sampai di cafe itu, Galaksi pun turun setelah memarkirkan mobilnya.
"Dimana mereka?" tanyanya pada salah satu anak buahnya yang menunggu di area parkir.
"Mereka ada diruang VIP tuan, itu sebabnya kami tidak bisa masuk," jawabnya.
"Lalu dimana Lily?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Lily berada bersama dengan nyonya di dalam, tuan."
"Huh, syukurlah Lily bersama dengan istriku, setidaknya aku sedikit tenang," ucapnya.
Ia pun langsung masuk kedalam cafe itu.
...***...
Ruang VIP.
Sementara didalam ruang VIP, Sky dan Monica masih memancarkan aura permusuhan, keduanya saling menatap dengan mata tajam mereka masing-masing.
"Saya rasa tidak ada yang harus di sampaikan lagi, kalau begitu saya permisi," ucap Sky.
Ia pun berdiri dan mengambil tas nya, kemudian melangkah menuju pintu.
"Ayo kak," ajaknya pada Lily, Lily pun beranjak dari duduknya, kemudian menghampiri Sky.
Sementara Monica yang merasa tak terima itu, ia pun berdiri, lantas langsung menerjang Sky.
"Mati kau!!!" pekiknya, seraya mencekik leher Sky.
Mendapat serangan tiba-tiba dari Monica membuat Sky tidak bisa mencegah.
Lily yang melihat Sky dicekik, lantas ia pun langsung mencoba melepaskan tangan Monica yang mencekik leher Sky.
"Hey lepaskan tanganmu yang kotor itu!" Lily pun berhasil melepaskan tangan Monica dari leher Sky.
"Beraninya kau!!" Monica pun yang hendak menampar Lily, namun tangannya langsung ditahan oleh Lily.
Kemudian Lily pun menghempaskan tangan itu dengan kuat, sehingga membuat Monica terjatuh ke lantai.
"Jangan pernah sekali-kali kamu, berbuat macam-macam," ucapnya dengan dingin.
Lantas Lily pun berbalik. "Kamu tidak pa-pa?" tanya Lily pada Sky.
"Tidak kak," jawabnya.
"Yasudah, lebih baik kita keluar dari sini," ujarnya.
Mereka pun melangkahkan kakinya menuju pintu, namun saat Lily hendak membuka pintu itu, tiba-tiba ia dorong dengan sangat kuat, sehingga keningnya membentur meja.
Ya, Monica lah yang mendorong Lily. Ia tak terima atas perlakuan Lily pada nya, setelah mendorong Lily, Monica melihat sebuah pisau yang ada di atas meja.
Ia pun mengambil pisau itu dan hendak menyerang Sky kembali, dengan pisau itu.
"Kak Lily kamu gak pa-pa?" tanya Sky dengan khawatir, ia pun berusaha membantu Lily untuk berdiri.
Lily yang merasakan kepalanya pusing akibat benturan meja itupun berusaha menghilangkan rasa pusing itu, ia pun berusaha berdiri, dengan dibantu oleh Sky.
Namun ia melihat Monica yang hendak menusuk Sky dengan pisau itu berusaha berdiri.
"Sky awas!!" teriaknya.
__ADS_1
Sky pun berbalik, dan ...