Suami Misterius

Suami Misterius
Akhir Kisah.


__ADS_3

Waktu berganti hari, hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan kini usia Bintang putra dari Galaksi dan Sky sudah menginjak usia tiga tahun, dan untuk putra Riri dan Mike, yang diberi nama Nathan itu kini sudah menginjak dua tahun.


Bintang dan Nathan menjadi sosok sahabat yang selalu bersama dalam hal apapun, sama seperti kedua ayah mereka, Galaksi dan Mike.


Mereka berdua benar-benar tumbuh dengan sehat, wajah keduanya benar-benar duplikat dari ayah mereka.


Dan hari ini mereka tengah bersiap-siap untuk terbang ke Italia, yang dimana Minggu depan Steven paman dari Sky, akan mengadakan resepsi pernikahannya dengan Lily.


Ya, sebenarnya Steven dan Lily sudah menikah satu bulan saat acara ulang tahun Bintang digelar.


Mereka menikah di gereja yang berada di kota itu.


Dan sebenarnya Steven ingin langsung melaksanakan resepsi pernikahannya, namun lantaran ada hal yang harus ia kerjakan sebagai ketua dari klan mafia, maka ia baru melaksanakan resepsi pernikahan tahun ini.


Beruntung, Lily mengerti dirinya, terkadang istrinya itu sering membantu dirinya untuk melawan musuh-musuhnya.


Dan kini Galaksi, Sky, berserta putra mereka, dan Riri, Mike, beserta putra mereka juga, sudah naik ke pesawat pribadi milik Galaksi.


Sebenarnya Andin dan Agam juga di ajak, namun lantaran Agam ada banyak pekerjaan, alhasil mereka tidak bisa ikut, mereka hanya menitipkan pesan selamat dan juga hadiah untuk kedua pengantin.


"Jika kamu dan baby lelah, kalian bisa istirahat di sana," ucap Galaksi pada istrinya seraya menunjuk ke arah pintu, yang dimana di sana terdapat kamar pribadi.


"No baby, tapi Bintang," ujar si kecil Bintang, yang kini sudah lancar bicara itu, meski ia belum bisa mengucapkan huruf r.


"Oke boy, papa minta maaf," ujar Galaksi.


"Okay Bintang maafkan," ucapnya ia pun turun dari kursi nya kemudian berlari ke arah Riri dan Mike, yang dimana si kecil Nathan ada di sana.


"Hey boy, kau mau kemana?" tanya Galaksi dengan sedikit berteriak.


"Nathan!" jawabnya.


"Oke." Galaksi pun duduk di sebelah istrinya, yang dimana tadi Bintang duduk.


"Anak itu, tidak mau di panggil baby, padahal dia kan masih kecil," gumam Galaksi seraya melihat ke arah yang dimana putranya itu kini tengah bermain dengan Nathan.


"Kamu ini, kaya gak tau putra mu saja, dia kan duplikat kamu, mas," ujar Sky seraya terkekeh kecil.


"Ahhh iya, kamu benar sayang," ucapnya seraya menaruh kepala istrinya itu ke bahunya untuk bersandar.


"Mas, tidak mual?" tanya Sky lantaran akhir-akhir suaminya itu sering sekali mual, apalagi di pagi hari.


"Tidak, entah kenapa jika berada di dekat kamu, aku jadi tidak mual," jawabnya.


Setelah menempuh waktu sekitar 17 jam, 10 menit, akhirnya mereka mendarat di Leonardo da Vinci - Fiumicino airport (fco).


Setelah turun dari pesawat, mereka pun langsung masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Steven, untuk mengantar mereka ke mansion pribadinya.


Setelah itu mereka pun langsung pergi ke mansion Steven yang letaknya di Roma, Italia.


Tak lama mereka pun sampai di sebuah mansion yang begitu megah, besarnya melebihi mansion milik Galaksi yang ditempati oleh Sky dan Bintang.


"Apa benar, ini mansion paman?" ucap Sky seraya melihat ke arah sisi dan kanan mansion.


"Ck, ini tidak seberapa. Kau tau, suamimu ini juga memiliki mansion yang sama megahnya dengan mansion ini, tepatnya di Rusia. Nanti jika resepsi pernikahan pamanmu sudah selesai, kita pergi ke sana ya," ucap Galaksi.


"Yayaya, aku percaya suamiku juga kaya. Baiklah, aku tidak sabar ke tempat lahir mu."


Tak lama mereka pun sampai di halaman utama mansion itu, di sana Sky dapat melihat bahwa paman dan juga Lily tengah menunggu mereka, terbukti dari mereka berdiri di depan mansion.


Mereka pun turun, dan Bintang pun langsung berlari ke arah Steven, ia meminta untuk di gendong om nya itu.


"Om!!" pekiknya seraya merentangkan tangan untuk meminta di gendong


Steven pun langsung menggendong Bintang, setelah anak itu berada didekatnya.


"Oh boy, kau sudah besar rupanya," ucapnya seraya mencium kedua pipi gembul Bintang.


Nathan yang melihat Bintang yang tengah digendong oleh Steven pun memberontak ingin diturunkan oleh ayahnya.


"Yah, yah. Tulun," ucapnya seraya berontak.


Mike pun menurunkan anaknya itu dari gendongan nya.


Setelah ayahnya menurunkan ia, Nathan pun berlari kecil ke arah Steven yang masih menggendong Bintang.


"Athan, uga au endong," ucapnya yang merentangkan tangannya ke atas agar Steven mau menggendong dirinya juga.


Ya, Nathan memang masih belum bisa berbicara dengan lancar.


Steven yang melihat Nathan yang meminta digendong itu, lantas ia pun langsung menggendong putra dari Mike itu, tanpa menurunkan Bintang dari gendongan nya.


"Uhh, rupanya kamu juga ingin digendong, baiklah om akan menggendong kamu," ucapnya seraya mengangkat tubuh gembul Nathan ke gendongan nya.

__ADS_1


Setelah itu Steven pun mencium kedua pipi gembul putra Mike itu, dan ia pun langsung membawa kedua anak itu masuk kedalam manison.


Sementara Sky dan Riri mereka memeluk Lily.


"Apa kabar aunty?" tanya Sky pada Lily, yang kini telah resmi menjadi Bibi nya.


"Baik, kalian sendiri?" jawab Lily sekaligus bertanya.


"Kami juga baik," jawab Riri.


"Oh ya, aku masih belum terbiasa memanggilmu dengan sebutan aunty, dan yang lebih penting ialah, aku masih tidak menyangka, kak Lily kok mau sih menikah dengan paman ku ini, secara dia kan sudah tua," ujar Sky dengan sedikit bercanda.


"Sweetheart, asal kamu tau. Walaupun pamanmu ini sudah berkepala empat, tapi pamanmu ini masih gagah dan yang lebih penting masih tampan," ujar Steven.


"Kamu tidak liat pamanmu ini sedang menggendong Bintang dan Nathan sekaligus," lanjutnya.


"Iya-iya, maaf. Sky cuman bercanda kok, lagian paman lebih mementingkan anak-anak daripada aku lagi," ucapnya pura-pura merajuk.


"Ohhh sweetheart, jangan merajuk, pamanmu ini masih menyayangi mu, hanya saj kau harus mengalah dengan putra mu."


"Hm, iya."


"Ayo kita masuk kedalam," ujar Steven.


Mereka pun masuk kedalam mansion.


Setelah berada di dalam mereka pun duduk di ruang keluarga.


"Ada suatu hal yang ingin aku sampaikan pada kalian," ucap Steven setelah mereka semua duduk di sofa yang ada di sana.


Sementara kedua bocah itu sudah pergi ke ruangan yang banyak permainannya, yang di mana sudah disiapkan oleh Steven.


"Apa itu paman?" tanya Sky.


"Aku ingin menyampaikan kabar bahagia, bahwa saat ini istriku sedang hamil, dan usia kandungannya saat ini sudah memasuki usia dua bula," jawab Steven dengan wajah berbinar.


"Benarkah?"


"Iya."


"Wah selamat aunty," ucap Sky memberikan selamat pada Lily.


"Terima kasih."


"Selamat ya kak," ujar Riri.


"Terima kasih."


"Memangnya boleh?"


"Tentu saja boleh, sudah paman bilang, mansion ini, adalah mansion kamu juga, kemu boleh melakukan apapun disini."


"Baik."


Mereka semua pun memutuskan untuk istirahat terlebih dulu, sebelum makan malam bersama.


...***...


Satu Minggu kemudian.


Malam ini adalah malam resepsi pernikahan antara Steven dan Lily, resepsi itu diadakan di salah satu hotel bintang lima terkenal di Roma.


Tidak banyak tamu undangan yang hadir di sana, Steven hanya mengundang teman bisnis yang menjalin kerja sama dengannya dengan cukup lama, dan keluarga inti saja lah yang ia undang.


Namun begitu, acara itu tetap dilakukan dengan mewah dan juga mewah.


Kedua pengantin pun begitu cantik dengan balutan gaun pengantin yang dirancang khusus untuk ibu hamil, sementara Steven ia memakai tuxedo berwarna putih senada dengan warna gaun pengantin Lily.


"Mas, bagaimana? Apa kamu masih mual?" tanya Sky, pasalnya sejak mereka hendak berangkat ke hotel tempat diadakannya acara, Galaksi sempat merasakan mual.


"Hanya sedikit, tapi tidak terlalu parah. Aku hanya ingin dekat denganmu saja, tolong jangan pergi kemana-mana, disini saja," jawabnya.


"Iya aku gak akan kemana-mana, tapi adek gimana? Gak ada yang ngawasin?"


"Kamu tenang aja Sky, kan ada aku dan mas Mike," jawab Riri.


"Makasih ya Ri."


"Iya."


"Nanti kita periksa ke dokter ya," ucap Sky pada sang suami.


"He'em."


Acara pun berlangsung dengan lancar, hingga di penghujung acara, mereka pun mengadakan sesi foto bersama.

__ADS_1


Setelah acara selesai, Galaksi, Sky, Riri, dan Mike, juga anak-anak mereka, pulang ke mansion Steven.


Sementara Steven dan Lily, mereka berencana menginap di sana.


Kedua pengantin itu pun pergi ke presidential suite, yang sudah di pesan oleh Steven.


Mereka pun masuk kedalam kamar mereka, dengan Lily dalam gendongan suaminya.


"Honey, meski ini bukan malam pertama bagi kita, tapi aku akan menganggap ini. malam pertama kita," ucap Steven, ia pun menurunkan Lily.


"Bee, pelan-pelan, ingat saat ini aku tengah mengandung," ujar Lily mengingatkan, saat suaminya itu melepas gaun pengantinnya.


"Yes honey, i know," bisik Steven tepat di telinga Lily.


Dan mereka pun mulai melakukan ritual pengantin baru, yakni malam pertama, meski bukan pertama kali mereka melakukannya.


...***...


Keesokan harinya, kini Sky tengah mengantarkan Galaksi ke rumah sakit, guna memeriksa apakah suaminya itu sakit atau tidak.


Lantaran Galaksi terus saja mengalami mual muntah, apalagi di pagi hari, Sky takut suaminya itu saki asam lambung.


Dan untuk Bintang, putra mereka, mereka menitipkan pada Riri dan Mike lebih dulu.


Namun pada saat sudah berada di ruangan dokter umum, mereka disarankan untuk memeriksa ke dokter spesialis kandungan.


Mereka berdua pun bingung, namun mereka menurut saja.


Dan disinilah mereka berdua berada, diruang periksa dokter kandungan.


Dan pada saat diperiksa, dokter itu pun meminta Sky untuk diperiksa juga, mau tak mau Sky pun menurut.


"Selamat, tuan dan nyonya. Sebentar lagi kalian akan memiliki anak," ucap dokter itu memberikan selamat.


"Apa dok, istri saya hamil?" tanya Galaksi.


"Benar tuan, dan untuk anda yang sering mula muntah itu disebabkan lantaran anda mengalami kehamilan simpatik. Yang artinya, istri anda yang hamil, tapi anda yang mengalami tanda-tanda kehamilan itu," jelas dokter itu.


"Sudah berada bulan kandungan istri saya dok?"


"Untuk saat ini kehamilan istri anda masih muda dan rentan, saat ini kehamilan istri anda baru menginjak usia dua Minggu. Diharapkan untuk selalu diperhatikan kandungan nya," terang dokter itu.


"Baik dok terima kasih, kalau begitu kami permisi."


"Sama-sama tuan."


Galaksi dan Sky pun keluar dari ruangan dokter itu.


"Apa benar mas aku hamil, dan Bintang akan memiliki adek?" tanya Sky saat ini mereka sudah berada di jalan menuju mansion Steven.


"Iya benar sayang, kamu hamil dan anak kita akan menjadi seorang kakak."


"Maa syaa Allah, alhamdulillah, aku gak nyangka mas."


"Aku juga gak nyangka sayang, jadi selama ini aku mula muntah itu karena kamu tengah hamil."


"Iya mas."


Mereka pun saling berpelukan, untuk mengungkapkan rasa bahagia mereka.


Hingga tak lama mereka pun sampai di mansion, saat berada di dalam, mereka pun memberitahukan kabar bahagia ini.


Dan semua orang pun senang mendengar kabar bahagia ini, begitu pun dengan Binatang, ia sangat bahagia akan menjadi seorang kakak, meski ia sudah menjadi seorang kakak untuk Nathan, tapi ia bahagia ketika ibunya mengatakan bahwa ia akan memiliki seorang adik kandung.


Saking bahagianya, Bintang sampai loncat-loncat, dan bukan hanya Bintang saja, Nathan pun ikut senang.


Dan untuk merayakan kabar bahagia ini, Steven menyuruh koki untuk memasak makan yang banyak dan bergizi.


...***...


Setelah banyak cobaan dan badai yang menghampiri, kini mereka bisa merasakan kebahagiaan masing-masing.


Tanpa ada lagi balas dendam, dan tanpa ada lagi perkelahian.


Dan mereka pun saat ini hidup bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, dengan Sky dan Galaksi, beserta keluarga kecil mereka.


Riri dan Mike, dan putra pertama mereka, begitu pula dengan Steven dan Lily, yang sebentar lagi akan menjadi seorang orang tua.


...-Tamat-...


***


"Kita adalah dua orang manusia yang tidak saling mengenal atau saling bertemu, satu sama lain. Namun kita ditakdirkan untuk bersama dalam sebuah ikatan suci pernikahan." -Anowmuri3__


"Tidak pernah terpikir olehku, saat aku sadar dari koma, status ku ini sudah berubah menjadi seorang istri dari seseorang yang tidak aku kenal wajahnya, bahkan namanya saja aku tidak tau. Meski begitu, aku tidak pernah menyalakan takdir atas apa yang terjadi pada ku." -Sky Laurence Fransisca.

__ADS_1


"Awalnya ku berpikir menikahi mu hanya karena tanggung jawab dan bentuk rasa terima kasih ku padamu. Lantaran kamu sudah menolong nyawaku, namun lambat laun aku menyadari bahwa ternyata aku sudah menaruh hati padamu sejak kita pertama kali bertemu." -Galaksi Leonard.


__ADS_2