Suami Misterius

Suami Misterius
Positif Hamil.


__ADS_3

Galaksi pun kembali ke kamarnya, setelah ia meminta bi Inah untuk membawakan sarapan.


"Mas tidak pergi ke kantor?" tanya Sky, lantaran ia masih melihat suaminya itu masih menggunakan kaos oblong dan juga celana kolor pendek.


"Apa kamu tidak masalah, jika mas pergi ke kantor?"


"Tidak, aku tidak apa kok. Kan disini ada bi Inah dan juga kak Lily yang akan menjaga ku."


"Baiklah, mas ganti baju dulu ya."


"Mau aku siapkan bajunya."


"Tidak perlu, kamu istirahat saja, biar mas saja yang mengambil nya.


Galaksi pun pergi ke walk in closet, guna mengganti pakaiannya dengan pakaian kerjanya.


Tak lama, suara pintu pun di ketuk dari luar.


"Siapa?" teriak Sky, lantaran jarak kamarnya dengan pintu lumayan cukup jauh.


"Saya non," jawab bi Inah sedikit berteriak.


"Oh bibi, masuk aja bi!!"


Bi Inah pun masuk, seraya membawakan sarapan untuk Galaksi dan juga Sky.


"Permisi non, ini bibi bawakan sarapan untuk non dan juga tuan Galaksi," ujar bi Inah.


"Taruh aja di sana bi, maaf ya," ucapnya seraya menunjuk ke meja kecil yang ada di kamar itu.


"Baik non, tidak apa non." Bi Inah pun meletakan sarapan itu di atas meja.


"Kalau begitu bibi permisi," ucap sang bibi setelah menaruh sarapan itu di atas meja.


"Iya Bi, makasih ya."


"Sama-sama non." Bi Inah pun pergi dari kamar itu.


Tak lama Galaksi pun datang dengan pakaian khas kantor nya, lengkap dengan jas hitamnya.


"Apa tadi bi Inah?" tanyanya.


"Iya, tadi bi Inah membawa sarapan untuk kita," jawab Sky.


"Ohh begitu, yasudah kalau begitu ayo kita sarapan."


Mereka pun mulai memakan makanan yang dibawa oleh bi Inah tadi.


Namun baru saja Sky memasukkan makanannya kedalam mulutnya, tiba-tiba ia merasa mual, ia pun berlari ke kamar mandi.


Galaksi yang terkejut pun langsung menyusul istrinya itu.


"Sayang kamu kenapa?" ucapnya seraya memijit tengkuk istrinya itu perlahan.


"Entahlah mas, aku tidak tau. Aku merasa mual saat memakan nasi goreng tadi," jawab Sky setelah berusaha mengeluarkan muntahnya itu.


"Sayang sebaiknya kita ke rumah sakit ya, mas sangat khawatir sama kamu," ucap Galaksi seraya memapah Sky keluar dari kamar mandi.


"Tapi kamu kan harus berangkat kerja."


"Tak apa, mas kab bosnya."


"Tapi kamu gak boleh kaya gitu, mentang-mentang bos nya, kamu jadi seenaknya. Seharusnya kamu itu menyontohkan yang baik pada karyawan mu itu," ucap Sky.

__ADS_1


"Iya, maaf. Tapi mas khawatir sama kamu, gimana kalau kita ke rumah sakit dulu, baru setelah itu mas pergi ke kantor," usul nya.


"Hm, yaudah."


"Yasudah kamu ganti baju dulu, mas mau bilang sama Mike."


"Iya mas, mas tunggu saja di sana, nanti aku akan turun."


"Iya."


Galaksi pun keluar dari kamarnya, dan Sky pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya.


Tak butuh waktu lama, Sky pun turun ke bawah.


"Sudah?" tanya Galaksi saat ia melihat istrinya itu berjalan ke arahnya.


"Iya."


"Kalau begitu ayo."


Mereka pun berjalan ke luar.


Saat berada di halaman luar, mereka bertemu dengan Steven yang baru saja sampai.


"Kalian mau kemana?" tanya Steven pada ketiga orang itu.


"Kami mau ke rumah sakit paman," jawab Sky.


"Rumah sakit, siapa yang sakit?"


"Sky akhir-akhir ini mengalami mual, muntah. Jadi hari ini aku akan membawa dia ke rumah sakit," jawab Galaksi.


"Apa, kenapa kamu tidak bilang sama paman," ucapnya pada Sky, seraya menyentuh wajah keponakannya itu.


"Cih."


"Paman Steve aku tidak apa-apa, paman tidak perlu khawatir," ucap Sky pada paman nya itu, agar paman nya itu tak terlalu mengkhawatirkannya.


"Huh. Yasudah kalian pergilah, aku akan menunggu disini."


"Kau tak ingin ikut dengan kami?" tanya Galaksi.


"Tidak, aku ingin membersihkan tubuhku, semalam aku ketiduran di bar," jawabnya.


Dan Galaksi pun hanya berdecak. "Ck," decak nya.


Lantas Galaksi dan Sky pun masuk kedalam mobil mereka.


Sementara Steven yang melihat mobil keponakan dan juga suami keponakannya itu pergi dari sana, ia pun masuk kedalam mansion Galaksi.


Tak lama, mobil yang dikendarai oleh Mike pun sampai di rumah sakit xxx.


Sky dan Galaksi pun turun, dan langsung masuk kedalam ruangan dokter.


Lantaran tadi Mike sudah mendaftar lebih dulu.


Jadi mereka tidak perlu mengantri.


Namun pada saat di dalam, dan pada saat diperiksa, dokter menyarankan Sky untuk di periksa dokter obgyn.


"Kenapa kita di suruh pergi ke dokter obgyn, bukankah itu dokter spesialis kandungan? Jangan-jangan kamu hamil sayang," ucap Galaksi dengan mata yang berbinar bahagia.


"Aku tidak tau. Tapi semoga saja iya."

__ADS_1


"Iya sayang semoga saja."


Akhirnya mereka berdua pun masuk, setelah dipersilakan untuk masuk.


"Selamat pagi taun, nyonya. Silahkan duduk," ucap dokter perempuan yang usianya tak lagi muda.


"Pagi dok," ujar keduanya, setelah duduk.


"Apa keluhan anda nyonya?" tanya dokter itu.


"Akhir-akhir saya sering merasa mual, muntah. Dok," jawab Sky.


"Apa anda sudah memeriksanya dengan alat tes kandungan, berupa testpack?"


"Belum dok."


"Begitu. Jadi anda ingin langsung di periksa atau mau memeriksa menggunakan testpack lebih dulu?"


"Langsung periksa saja dok," jawab Galaksi.


"Baik, sepertinya anda tidak sabar ya," ucap dokter itu dengan bercanda.


Namun Galaksi hanya diam saja dengan wajah datarnya.


"Baik, nyonya anda silahkan berbaring." Doketr itu menyuruh Sky untuk berbaring di atas hospital bad, dan Sky pun menurut.


Setelah Sky berbaring, dokter itu pun langsung mulai memeriksa.


"Selamat tuan, istri anda positif hamil," ujar sang dokter.


"Benarkah dok."


"Benar tuan. Tuan, nyonya. Kalian lihat titik hitam ini? Ini adalah calon bayi kalian," ucapnya.


Sky dan Galaksi pun melihat ke arah titik hitam yang bentuknya seperti kacang hijau itu.


"Benarkah, kenapa kecil sekali," gumam Galaksi.


"Itu karena usia nyonya masih muda, jadi sebab itu bentuknya masih kecil," jelas sang dokter setelah mendengar gumaman dari Galaksi, dan Galaksi pun mengangguk.


"Jadi apa yang harus saya hindari dok?" tanya Sky.


Kini mereka sudah duduk kembali.


"Yang perlu anda hindari adalah membawa barang-barang yang berat, anda tidak boleh kecapean, dan tidak boleh stres, serta banyak pikiran. Dan untuk mual, muntah, yang anda alami itu hal yang wajar bagi ibu hamil ketika berada di trimester pertama, nanti saya akan meresepkan obatnya," jelas dokter itu.


"Baik dok, terima kasih."


"Sama-sama."


"Ada hal yang ingin anda tanyakan, tuan?" tanya dokter itu pada Galaksi.


"Mmm, apa selama istri saya hamil, kami boleh melakukan hubungan suami-istri?" tanya Galaksi, dan hal itu berhasil membuat ia mendapatkan cubitan oleh istrinya.


"Aw, sakit sayang," ucapnya sambil menatap ke arah istrinya itu.


"Ya kamu pertanyaannya ada-ada saja. Maaf ya dok," ucapnya pada dokter, dokter itu pun hanya tersenyum, menurut nya sudah menjadi hal biasa, ketika ia mendapatkan pertanyaan seperti itu dari para suami pasiennya.


"Tak apa nyonya, boleh kok tuan, tapi anda harus melakukannya secara perlahan."


"Baik, kalau begitu kami permisi, terima kasih."


Galaksi dan Sky pun keluar dari sana, namun sebelum mereka pergi, mereka lebih dahulu mengambil obat, yang sudah diresepkan dokter itu.

__ADS_1


__ADS_2