Suami Misterius

Suami Misterius
Kabar Andin Yang Sudah Melahirkan.


__ADS_3

Besok paginya, kini Galaksi sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


Ia turun ke bawah dengan wajah yang berseri-seri, bagaimana tidak, setelah sekian lama Galaksi menahan untuk tidak menyentuh istrinya itu, namun semalam ia sudah diperbolehkan untuk menyentuh istrinya itu.


Semalam ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan, malam itu ia terus menyentuh istrinya hingga tiga jam lamanya.


Meski begitu, Galaksi tetap membiarkan istrinya itu untuk istirahat sejenak.


Berbanding dengan Sky yang kini tengah cemberut, semalam suaminya itu benar-benar membuatnya kelelahan, sehingga ia hampir kesiangan.


"Sayang udah dong jangan cemberut terus," ucapnya pada istrinya, yang melihat istrinya itu cemberut.


"Hm."


"Pagi semua," ucapnya pada semua orang yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Pagi," balas semua orang.


"Hey kau! Kamu apakan keponakan ku? Kenapa dia cemberut gitu?" tanya Steven pada Galaksi, yang melihat keponakan tersayang nya tengah cemberut.


"Aku tidak apa-apa kan dia," jawab Galaksi, ia pun menarik kursi untuk di duduki Sky.


Sky pun duduk, setelah istrinya itu duduk barulah ia duduk di kursinya.


"Bohong, lalu kenapa keponakan bisa cemberut gitu," ucap Steven masih tak percaya.


"Seterah kau saja lah, mau percaya atau tidak, hari ini aku tidak mau merusak mood ku," ujar Galaksi.


"Sweetheart, apa kau tidak pa-pa?" tanya Steven pada keponakannya itu.


"Aku tidak apa-apa paman," jawabnya.


"Benar?"


"Iya."


"Oke, tapi jika pria ini menyakiti mu maka kamu bilang sama pamanmu ini," ujarnya.


"Iya paman."

__ADS_1


"Bi Inah, bisa minta tolong. Tolong gendong adek sebentar ya," pinta Sky.


"Oh iya non." Bi Inah pun menggendong Binatang, dan mengajak bayi itu ke taman belakang, guna berjemur pagi.


Setelah itu, Sky pun mengambilkan makanan untuk suaminya, begitu pun dengan Riri, ia pun mengambilkan makanan untuk Mike.


Dan hanya Steven saja lah yang mengambil makanannya sendiri.


"Paman, mau Sky ambilkan makanannya," tawar Sky.


"Tidak perlu, paman masih bisa mengambilnya sendiri," ujarnya.


"Baiklah kalau gitu." Sky pun mengambil makanannya sendiri.


Dan mereka pun mulai memakan sarapan mereka.


Selesai sarapan, para pria pun pergi untuk bekerja, kecuali Steven ia akan memantau perusahaan nya itu dari panthouse miliknya.


Lantaran seluruh, berkas-berkas dan perlengkapan kerjanya berada di panthouse nya.


Dan untuk para perempuan, mereka kini tengah berbincang di taman belakang mansion, dengan Sky yang tengah menggendong anaknya itu.


"Benarkah?" tanya Sky.


"Iya, aku liat story' nya," jawabnya.


"Dan aku chat dia, untuk menanyakan nya, dan dia bilang ' iya, ' " lanjutnya.


"Kalau begitu, kapan kita akan menjenguknya," ucap Sky.


"Sepertinya, kita harus menunggu suami kita tidak sibuk Sky," ujar Riri.


"Kau benar," timpal Sky.


"Boleh aku ikut?" tanya Lily.


"Tentu saja kakak boleh ikut," saut Sky.


"Tapi sebelum itu, kita harus beli kado terlebih dahulu," timpal Riri.

__ADS_1


"Tentu saja."


"Bagaimana, kalau sekarang kita beli kadonya?" usul Lily.


"Bukankah sekarang kamu sudah boleh berpergian, Sky?" lanjutnya.


"Kak Lily benar, yaudah sekarang saja kita beli kadonya mumpung masih pagi, dan cuacanya tidak terlalu panas," ujar Sky.


"Aku ikut aja."


"Kalau begitu aku hubungi suamiku dulu," ucap Sky.


"Aku juga."


Kedua wanita yang sudah menikah itu pun sama-sama menghubungi suami mereka.


Jika Riri di perbolehkan pergi, maka lain lagi dengan Sky, yang harus menunggu Galaksi pulang terlebih dahulu.


"Nanti saja kita main bertiga nya," ucap Sky.


"Mas aku mohon," rengek Sky.


"Huh, baiklah. Tapi ingat, jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku, dan jangan lama-lama."


"Iya sayang, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumusalam."


"Ayo, sebaiknya sekarang saja kita pergi."


"Iya."


Mereka pun mulai bersiap-siap, dan setelah bersiap-siap, mereka pun pergi ke mall untuk membeli kado.


Bahkan Bintang pun diajak untuk pergi ke mall.


Setelah itu mereka pun mulai memasuki toko perlengkapan bayi, setelah selesai membeli kado untuk anak Andin dan tentunya untuk Andin sendiri, mereka pun memutuskan untuk makan siang di mall itu.


Selama di mall, Bintang sama sekali tidak merengek, ia merengek jika sedang haus atau lapar saja.

__ADS_1


__ADS_2