Suami Misterius

Suami Misterius
Kemarahan Galaksi ll.


__ADS_3

Malam harinya, di mansion Galaksi, semua orang tengah berkumpul, termasuk anak buah dari Steven, yang baru saja tiba satu jam tadi.


Dan untuk Lily, ia sudah siuman sejak sore, dan kini ia tengah berada di kamar Riri dan Mike, ia ditugaskan untuk menemani Riri, selagi Mike berada di luar.


Mereka pun mulai membahas, bagaimana caranya untuk menyelamatkan Sky dari orang yang saat ini belum diketahui.


"Coba kau ingat-ingat, siapa saja musuh mu, ketika kamu masih menjalankan bisnis gelap itu," ucap Steven pada Galaksi, kini Steven, Galaksi, dan Mike, tengah berada di ruang kerja Galaksi.


"Setahuku, aku sudah menghabisi mereka, ketika aku memutuskan untuk keluar dari dunia hitam itu," jelas Galaksi.


"Bisa saja, salah satu anak dari mafia yang pernah kamu bunuh, dan dia membalaskan dendam nya padamu," ujar Steven.


"Lalu bagaimana kita mengetahui siapa yang menculik nyonya Sky?" tanya Mike.


Lantaran orang itu benar-benar bersih tanpa jejak, sehingga mereka sulit mengetahui dimana keberadaan Sky saat ini.


"Kita hanya tunggu saja, aku yakin orang itu pasti akan menghubungi mu, dan pada saat itulah kita mulai melacak dari nomor handphone-nya," jawab Steven.


"Tapi jika orang itu langsung menonaktifkan nya bagaimana?" tanya Mike lagi.


"Kau tenang saja, serahkan semuanya padaku, bukankah mereka belum tau aku, jadi aku akan memantau dari jauh. Aku yakin, orang itu pasti memantau gerak-gerik kalian."


"Baiklah, aku serahkan semua ini padamu, karena kamu jauh lebih paham tentang dunia mafia, terbukti dengan umurmu saat ini, masih saja memimpin sebuah klan mafia."


"Hey, aku cukup tersinggung. Jika saja kamu bukan orang yang dicintai oleh keponakan ku, sudah ku habisi kau," ujar Steven.


"Sebelum kamu menghabisi ku, akan ku habisi kamu terlebih dahulu," ucap Galaksi tak mau kalah.


Sementara Mike, ia hanya bisa menghela nafasnya, entah kenapa kedua pria beda generasi yang ada dihadapannya saat ini suka sekali bertengkar, padahal mereka sudah berbaikan.


"Huffstt, bisakah kalian berhenti bertengkar, saat ini lebih penting mengetahui dimana keberadaan orang yang menculik Sky," ujar Mike.


Dan Steven dan Galaksi pun menghentikan perdebatan mereka, mereka pun diam dan mulai memikirkan bagaimana caranya mengetahui siapa dalang yang ada di balik penculikan Sky.


"Baik aku akan pergi, aku akan memantau dari panthouse milikku, jangan lupa, hubungi aku ketika kamu mendapatkan panggilan dari nomor tidak dikenal," ujar Steven, pada Galaksi.


"Hm," jawab Galaksi dengan deheman.


Steven pun keluar dari ruang kerja Galaksi, dan pergi dari mansion itu, serta kembali ke panthouse miliknya.


...***...


Disisi lain, tepatnya di sebuah gedung tua yang terbengkalai, lantaran sudah lama tidak dihuni, letaknya di dalam hutan.


Sky yang sedari tadi sudah sadar dari pingsannya itu pun mulai mencoba membuka ikatan yang mengikat kedua tangannya, di kedua sisi kursi.


"Siapa yang menculik ku?" tanyanya pada diri sendiri.


Tak lama, pintu ruangan tempat ia disekap pun terbuka, dan menampilkan sosok pria yang usianya mungkin seumuran dengan Galaksi masuk, dengan membawa satu roti dan satu air mineral.


"Siapa kau?" tanyanya.


"Diam lah," jawab pria itu dengan dingin.


"Ini," ucapnya seraya melemparkan roti tadi ke atas pangkuan Sky.


"Tuan tolong lepaskan saya, saya mohon ... Kasihanilah calon anak saya, apa anda tidak memiliki hati nurani sedikit saja," ujar Sky memohon.


"Justru itu saya masih memiliki sedikit hati nurani. Jika tidak, maka saya tidak akan memberikan makanan dan minum padamu dengan sembunyi-sembunyi, karena bos saya itu menyuruh siapapun untuk tidak memberikan kamu makanan atau minum. Jadi kamu diam, dan menurut, jika tidak maka ada orang yang akan mengetahui bahwa saya membantu kamu dengan memberikan makanan dan minuman," jelas pria tadi.


Ya, pria itu adalah pria yang pada saat di mobil bertanya tentang kandungan Sky.


Sebenarnya ia tak tega harus melukai wanita apalagi wanita itu sedang mengandung, namun apa yang ia bisa lakukan, ia pun hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan dari tuannya itu.


Namun untuk satu ini, ia benar-benar tidak tega melihat Sky yang tidak diberi makan atau minum, apalagi saat ini Sky tengah mengandung.

__ADS_1


Jadi karena itu, malam ini, dia diam-diam mematikan kamera pengintai yang ada di ruangan tempat Sky di sekap, dan ia pun memberikan makanan dan minuman, pada Sky secara diam-diam.


"Tapi bagaimana caranya aku bisa makan, sedangkan kedua tangan ku saja diikat," ujar Sky.


Pria itu pun mengenal nafas. "Huffstt, aku akan buka ikatan ini, tapi kamu harus janji, jangan lari dari ruangan ini. Karena percuma saja kamu lari dari ruangan ini, lantaran di luar sana banyak orang yang menjaga tempat ini," ucap pria itu.


"Iya aku janji, tidak akan lari. Lagipula bagaimana aku bisa lari, aku saja tengah hamil besar, jadi sulit untukku bisa lari," ujar Sky.


Pria itu tak menjawab, ia pun membuka ikatan yang meningkat kedua tangan Sky.


Sky pun langsung memakan roti itu dengan lahap, setelah ikatannya dibuka.


Sejujurnya, ia sangat lapar, lantaran ia belum makan apapun, dan hanya makan bubur ayam waktu pagi.


Apalagi saat ini ia tengah hamil besar, porsi makannya pun bertambah.


Setelah melihat Sky makan dan minum, pria tadi pun kembali mengikat kedua tangan Sky namun ikatan itu ia biarkan longgar.


"Terima kasih," ucap Sky dengan tulus.


Pria itu tak menjawab, ia pun keluar dari sana.


...***...


Keesokan paginya.


Saat Sky masih memejamkan matanya, tiba-tiba ada seseorang yang mengguyurkan air ke wajahnya.


Sehingga hijab yang ia pakai menjadi basah.


Sky pun terbangun, ia pun berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Bagaimana tidur mu? Nyenyak?" tanya seorang wanita yang tak lain ialah Monica.


"Ya, ini aku. Kenapa terkejut?"


"Untuk apa aku terkejut. Bukankah, wanita seperti mu memang sudah terbiasa melakukan hal kotor seperti ini," jawab Sky dengan tenang, tidak ada raut wajah khawatir ataupun cemas.


Meski hatinya, mencemaskan keadaan calon anaknya yang ia kandung. Namu Sky berhasil memperlihatkan pada Monica bahwa dia sama sekali tidak takut.


Sementara Monica, yang mendengar jawaban dari Sky pun menjadi marah.


Ia pun menampar pipi Sky, sehingga membuat Sky sampai menoleh ke samping.


Plak. "Beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!" ucapnya dengan marah.


"Kenapa kamu marah, bukankah itu adalah benar," ujar Sky dengan senyum sinis nya.


"Kurang aja kau!!"


"Baby berhenti lah, jangan membuang tenaga mu," ucap Arthur menghentikan aksi Monica yang ingi menampar Sky kembali.


"Tapi dia sudah keterlaluan honey, dia mengatai ku dengan wanita kotor," rengek Monica.


"Cih menjijikan," gumam Sky melihat tingkah menjijikan dari Monica.


"Sudahlah, sebaiknya kita kasih tau pada Galaksi. Aku penasaran bagaimana reaksi Galaksi ketika melihat istrinya kita culik," ujar Arthur.


"Kau benar honey, cepat hubungi dia aku tidak sabar melihat reaksinya."


Arthur pun mulai menghubungi Galaksi menggunakan nomor ponsel yang tidak bisa dilacak.


Namun, Steven masih bisa melacak keberadaan dia nantinya.


...***...

__ADS_1


Mansion Galaksi.


Kini Galaksi tengah berada di markasnya bersama Mike.


Semalam ia tidak bisa tidur, lantaran memikirkan keadaan istrinya itu.


"Tuan, apa tidak sebaiknya anda makan terlebih dahulu, dari kemarin anda belum makan," ucap Mike.


"Tidak, aku tidak mau makan. Bagaimana bisa aku makan, sementara aku tidak tau istri dan calon anakku di beri makan atau tidak," ujarnya.


Mike pun hanya bisa menghela nafas, tak lama handphone milik Galaksi pun berdering.


"Nomor tidak dikenal," lirihnya.


"Mike cepat hubungi Steven, dan kamu mulai lacak keberadaan penculik itu, aku pasti yakin dialah yang menghubungi ku," pinta Galaksi.


"Baik tuan." Mike pun segera menghubungi Steven, dan tak lama sambungan telepon itu pun dia angkat oleh Steven.


Sementara Galaksi ia pun mulai mengangkat panggilan telepon itu.


Sebuah panggilan video.


"Halo tuan Galaksi terhormat, apa anda mengenaliku?" tanya orang di sebrang, yang tak lain ialah Arthur.


"Katakan siapa kau!"


"Tenang, anda pasti akan tau siapa saya. Tapi bukan sekarang, karena sekarang ada yang jauh lebih penting yang ingin saya perlihatkan pada anda."


Arthur pun mulai membalikkan kamera itu menghadap ke arah Sky, sehingga baik Sky dan Galaksi sama-sama melihat wajah mereka.


Hati Galaksi hancur saat melihat keadaan menyedihkan istrinya itu, apalagi ia melihat pipi istrinya itu memerah bekas tamparan.


"Sayang," ucapnya.


"Mas," panggil Sky.


"Saya rasa anda sudah cukup melihat istri anda," ujar Arthur yang kembali memutar kamera nya menghadap wajahnya.


"Hey apa yang kau lakukan!! Cepat perlihatkan pada istriku, aku ingin melihatnya!"


"Ckckck tenang lah Galaksi ku sayang," ucap seseorang yang dikenal nya, yang tak lain ialah Monica.


"Monica."


"Iya ini aku, ternyata kau masih mengingatku, setelah kau membuang ku, demi wanita murahan ini," ujarnya seraya mencengkeram wajah Sky.


Kamera itu pun kembali memperlihatkan wajah cantik istrinya yang tengah dicengkeram oleh Monica.


"Monica apa yang kau lakukan!!! Cepat lepaskan tangan kotor mu dari wajah istriku!!!"


"Ckckck anda tidak perlu khawatir, saya tidak mungkin membiarkan istrimu mati terlebih dahulu sebelum anda melihat kematian istri anda secara langsung," ujar Arthur.


"Apa maksud mu sialan!!!


"Maksud saya adalah, saya ingin melihat apakah anda bisa menyelamatkan istri anda ini atau tidak? Saya kasih anda waktu untuk menyelamatkan istri anda, jika anda tidak bisa menyelamatkan istri anda ini, maka jangan salahkan saya, jika anda tidak bisa melihat kematian istri anda secara langsung, hahaha."


"Kurang ajar kau!!! Sungguh aku akan ... "


"Halo!!" ucapnya, namun sambungan video call itu pun terputus.


"Akhhh sial!!' pekiknya seraya melemparkan handphone-nya hingga rusak.


...***...


Happy reading guys 😘

__ADS_1


__ADS_2