Suami Misterius

Suami Misterius
Welcome Baby Boy.


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Sudah tiga hari Sky dirawat di rumah sakit, dan hari ini ia dan bayinya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.


Dan disinilah mereka, di dalam mobil sedang menuju ke mansion mereka.


"Sayang, baby pulas banget ya tidurnya," ucap Galaksi seraya mengelus pipi putranya itu dengan jari telunjuknya.


"Iya mas."


"Oh ya sayang, kita belum kasih nama," ujar Galaksi.


"Kamu benar mas, apa mas sudah punya nama untuk adek?" tanya Sky.


"Mmm, sudah. Tapi kamu gak keberatan jika mas yang ngasih nama?"


"Untuk apa aku keberatan, kamu kan ayahnya, bukannya hal yang wajar jika seorang ayah memberikan nama untuk anaknya."


"Iya juga sih. Emmm ... Bintang Leonard, bagaimana menurutmu," ucap Galaksi meminta saran pada istrinya itu.


"Nama yang bagus, aku suka," ujar Sky.


Tak lama mereka pun sampai di mansion.


Galaksi pun membantu Sky untuk turun, dan keduanya pun turun, dengan Sky yang menggendong bayi mereka, dan Galaksi sendiri memapah Sky lantaran istrinya itu masih lemah, ia juga membawa satu tas jinjing berisi pakaian bayi mereka dan paper bag, yang berisi pakaian mereka.


Keduanya pun masuk, dan pada saat masuk kedalam manison keduanya dikejutkan oleh orang-orang yang berada di mansion itu.


"Welcome to house baby boy!!" teriak semua orang.


Galaksi dan Sky tak bisa berkata, terlebih Sky yang sudah berkaca-kaca.


"Terima kasih semuanya," ucap Sky dengan tulus, ia pun terharu lantaran banyak orang yang sayang padanya.


"Sama-sama," ujar mereka, para pelayan yang bekerja di sana pun memilih memundurkan diri, dan membiarkan para majikan mereka untuk berbincang.


"Oh my sweetheart, bagaimana kabarmu sayang?" tanya Steven, seraya memeluk Sky dan mencium kening keponakannya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah Sky baik paman, paman sendiri bagaimana? Dan kenapa paman gak jenguk Sky di rumah sakit?" jawabnya sekaligus bertanya.


"Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Paman pun baik, dan ... Maaf, paman banyak kerjaan jadinya paman tidak bisa menjenguk mu di rumah sakit."


"Oh, apa ini anak mu sayang? Uhhh tampan sekali," ucap Steven, seraya mengelus pipi putih anak dari keponakannya itu.


"Paman mau menggendong nya?" tawar Sky.


"Apa boleh?" tanya Steven balik.


"Tentu saja," jawab Sky.


"Sayang, apa kamu yakin mengijinkan pamanmu ini untuk menggendong baby kita?" tanya Galaksi ragu.


"Memangnya kenapa jika aku menggendong anak kalian?" tanya Steven.


"Tidak pa-pa, hanya saja kau kan belum berpengalaman dalam menggendong bayi," jawab Galaksi.


"Cih, walaupun aku belum berpengalaman dan belum punya anak, tapi aku bisa menggendong bayi," saut Steven.


"Sudah-sudah, kenapa kalian ribut terus sih jika bertemu," keluh Sky.


Steven pun dengan hati-hati menggendong anak dari keponakannya.


"Oh ya, apa kalian sudah kasih nama?" tanya Steven, seraya menggendong bayi Sky dengan kaku.


"Namanya Bintang Leonard, paman," jawab Sky.


"Siapa yang memberikannya nama?" tanya Steven lagi.


"Ya tentu saja aku," jawab Galaksi.


"Ohh kau, pantas."


"Apa?!"


"Tidak, maksud ku, lumayan. Namanya lumayan bagus," ucap Steven.

__ADS_1


"Cih."


"Sky selamat ya," ucap Riri.


"Terima kasih, kamu juga sebentar lagi akan merasakan menjadi seorang ibu," ujarnya seraya tersenyum dan membalas pelukan dari temannya itu.


"Kamu benar," ucap Riri.


"Tuan selamat," ucap Riri lagi memberikan selamat.


"Hm, terima kasih."


"Nyonya, tuan, selamat atas kelahiran putra kalian," ucap Mike memberikan selamat.


"Terima kasih asisten Mike," ucap Sky.


"Hm, terima kasih."


"Oh ya, dimana kak Lily, aku tidak melihatnya?" tanya Sky.


"Saat ini Lily berada di dalam kamarnya, dia sedang tidak enak badan, takutnya akan menular pada baby kalian. Jadi, dia meminta maaf, dan memberikan selamat pada kalian berdua," jawab Mike.


"Oh begitu."


"Sayang sebaiknya kita istirahat lebih dulu, baru nanti kita makan siang bersama," ujar Galaksi.


"Baik mas, semuanya aku pamit istirahat," ucap Sky, seraya mengambil baby Bintang dari gendongan pamannya.


"Paman aku bawa adek untuk tidur dulu ya," ujarnya pada sang paman.


"Iya, tapi jika baby mu sudah bangun, nanti paman yang akan menggendongnya lagi," ucap Steven.


"Iya."


Galaksi dan Sky pun pergi ke kamar mereka, karena kamar bayi mereka masih di hias, maka untuk sementara bayi mereka akan tidur dalam satu kamar dengan mereka.


...***...

__ADS_1


Maaf jika banyak typo 🙏


__ADS_2