Suami Misterius

Suami Misterius
Melahirkan.


__ADS_3

Waktu mundur.


(kita akan kembali dimana pada saat Sky dibawa ke rumah sakit).


Setelah berada di luar gedung, Galaksi pun langsung memasukkan istrinya itu ke mobil.


Dan ia pun memutar mobilnya untuk masuk kedalam mobil, ia pun duduk di bagian kemudi.


Galaksi pun mulai menjalankan mobilnya saat dirinya dan istrinya sudah memakai seat belt.


Galaksi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bagaimana keselamatan lah yang terpenting, meski saat ini ia tengah risau.


Lantaran jarak antara tempat Sky disekap dan juga kota tempat tinggal mereka begitu jauh, mobil Galaksi pun sampai di rumah sakit xxx pada malam hari.


Galaksi pun langsung menggendong Sky dengan ala bridal style, saat turun dari mobil, tanpa memperdulikan mobilnya yang terparkir di depan rumah sakit.


"Tuan tunggu, anda harus memarkirkan mobil anda terlebih dahulu," ucap seorang security.


"Apa kamu tidak melihat istriku tengah kesakitan, lantaran ingin melahirkan?" hardik Galaksi pada security itu.


"Jika begitu kamu parkirkan sendiri," ucapnya.


"Sakit mas," rengek Sky, ia bahkan tidak sadar bahwa saat ini suaminya tengah berdebat dengan security.


"Sayang yang sabar ya," ucapnya.


"Lihat! Apa bapak tidak lihat istri saya kesakitan, jika masalah parkir mobil saya bisa memarkirkan nya, setelah istri saya sudah mendapat pertolongan.


"Ada apa ini?" tanya seorang dokter yang kebetulan lewat.


"Begini dok tuan ini ... "


"Tuan Galaksi, ada apa?" potong dokter itu, sekaligus bertanya pada Galaksi.


"Istri saya mau melahirkan, tapi bapak ini malah menyuruh saya untuk memakirkan mobil terlebih dahulu, jika istri saya kenapa-kenapa bagaimana? Apa pihak rumah sakit ini mau bertanggungjawab?" jawab Galaksi dengan kesal.


"Pak, tolong sebaiknya bapak yang memakirkan mobil nya, keselamatan pasien lebih penting saat ini," ucap dokter itu pada security.


"Maafkan saya dok, maafkan saya tuan. Baik saya akan memakirkan mobil anda," ujar security tadi meminta maaf.


"Hm."


"Tidak apa, sebaiknya bapak segera memakirkan mobil tuan Galaksi."


"Baik dok kalau begitu saya permisi."


Security tadi pun memakirkan mobil Galaksi, sementara itu Galaksi dan


Sky pun langsung dibawa ke ruangan bersalin oleh dokter tadi.


Setelah berada di ruangan, dokter spesialis kandungan pun langsung memeriksa keadaan Sky.


"Pembukaan nya sudah sempurna, suster segera persiapkan alat-alat nya," perintah dokter yang selama ini memeriksa kehamilan Sky.


"Dokter, istri saya tidak apa-apa kan, dok?" tanya Galaksi dengan cemas.


"Anda tidak perlu khawatir, tugas anda saat ini hanyalah mendampingi istri anda dan berdo'a agar persalinan istri anda berjalan lancar, dan kondisi istri serta anak anda baik-baik saja," jawab dokter itu, seraya meminta Galaksi untuk tenang.

__ADS_1


Galaksi pun mengangguk, kemudian ia menghampiri Sky yang tengah berjuang untuk melahirkan anak pertama mereka.


"Sayang kamu yang kuat ya, mas sangat mencintaimu," bisik nya ditelinga sang istri, ia pun menggenggam salah satu tangan istrinya itu.


"Iya mas, aku kuat, dan aku pun akan berjuang untuk melahirkan anak kita," ucap Sky lirih.


"Iya sayang," ujar Galaksi, ia pun mencium kening istrinya itu.


"Baik nyonya, apa anda siap?" tanya dokter itu, dan diangguki oleh Sky.


"Baik, ikuti instruksi saya, tarik nafas, lalu buang."


Dokter itu pun langsung menjalankan tugasnya, dan Sky terus mengikuti instruksi dari dokter itu.


Tak lama anak pertama Galaksi dan Sky pun telah lahir.


Oeekkkk, oeekkk, oeekkk.


"Sayang apa kamu dengar, anak kita sudah lahir," ucap Galaksi, seraya mengelap keringat yang ada di kening istrinya itu.


"Iya mas."


Galaksi pun memotret anaknya yang masih merah dengan darah itu.


Setelah itu ia kembali ke istrinya, Galaksi pun terus menciumi wajah istrinya itu.


"Mas," ujar Sky.


"Hehehe maaf sayang."


"Apa, putra? Itu artinya anak pertama kita laki-laki?" tanya Galaksi memastikan.


"Benar tuan, bayi kalian berjenis kelamin laki-laki," jawabnya.


"Lalu dimana anak saya dok?"


"Anak anda saat ini tengah dibersihkan terlebih dahulu."


Tak lama datang seorang suster yang membawa bayi Galaksi dan Sky, bayi itu pun sudah bersih dan wangi.


"Tuan, silahkan anak anda di adzan kan terlebih dahulu," ujar suster yang membawa bayi Galaksi itu


Galaksi pun mengambil bayinya, kemudian ia pun mengadzani anaknya itu.


Setelah itu putra nya pun dibawa ke ruangan khusus untuk di tempatkan di inkubator.


"Kenapa putra saya di tempatkan di inkubator? Apa terjadi sesuatu dengan anak saya dok?" tanya Galaksi dengan bertubi-tubi.


"Bayi anda ditempatkan di inkubator guna di observasi terlebih dahulu, meski fisik luarnya tidak ada masalah, tapi kita harus periksa didalamnya, ditakutkan didalam tubuh bayi anda terdapat sesuatu," jelas dokter itu.


"Begitu, baiklah kalau begitu. Lalu istri saya bagaimana?"


"Istri anda sudah diperbolehkan pindah ke ruang inap, kalau begitu saya permisi."


"Baik terima kasih."


Dokter itu pun pergi, Galaksi pergi mengikuti perawat yang mendorong hospital bed Sky menuju ruang inap VIP.

__ADS_1


Sepanjang jalan Galaksi pun terus menggenggam tangan istrinya itu.


"Sayang, coba kamu hubungi Mike, dan minta tolong untuk bilang ke salah satu mbak yang bekerja di sana untuk membawakan perlengkapan anak kita, kasihan loh anak kita di bedong menggunakan sarung," pinta Sky setelah mereka sudah berada di VIP.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang, aku sudah menghubungi Mike, untuk meminta salah satu anak buah ku membawakan perlengkapan baby kita," ujar Galaksi.


"Baguslah mas, kasihan adek jika pakai sarung sampai besok."


"Iya."


Tak lama pintu ruangan pun diketuk, seorang pria pun masuk dengan membawa tas jinjing yang berisi perlengkapan bayi.


Ya, pria itu adalah salah satu anak buah Galaksi, yang ditugaskan oleh Mike untuk mengantarkan perlengkapan bayi Galaksi.


Lantaran Mike tidak bisa langsung memberikannya, karena istrinya itu terus saja menempel padanya, apalagi hari sudah malam, tidak baik bagi ibu hamil jika keluar tengah malam hari.


Pria itu pun masuk setelah dipersilakan oleh Galaksi untuk masuk kedalam.


"Tuan, maaf mengganggu waktunya, saya hanya ingin memberikan ini," ucap pria itu.


"Hm, taruh di sana saja," ujar Galaksi pada sang buahnya itu untuk menaruh tas itu di dekat nakas.


"Kalau begitu saya permisi tuan."


"Ya."


Pria itu pun keluar dari ruangan itu, dan kini tinggallah kedua pasturi itu.


"Sayang kamu kenapa melamun?" tanyanya lantaran istrinya itu melamun.


"Tidak baik loh melamun, jika ada masalah katakan pada mas," ujarnya.


"Tidak apa, aku hanya mengingat keluarga ku mas. Andai saja keluarga ku masih hidup, terutama kedua orang tuaku, mereka pasti bangga padaku, karena aku sudah menjadi seorang ibu, dan mereka menjadi kakek dan nenek," ucap Sky, tak terasa air matanya pun turun ke bawah.


"Sayang jangan menangis," ujar Galaksi, seraya berpindah duduk dari kursi ke atas hospital bed, ia pun mengusap air mata yang mengalir di kedua pipinya.


Galaksi pun membawa Sky untuk bersandar pada dada bidang, karena posisi Sky saat ini adalah setengah duduk.


"Apa kamu lupa, aku pun sama seperti dirimu. Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini, hanya Mike dan para anak buahku yang setia padaku, sajalah yang aku punya. Jika dipikir-pikir, kamu jauh lebih beruntung dariku, lantaran kamu masih memiliki keluarga kandung, yaitu paman mu, kamu tidak lupa dengan pamanmu kan?" tanyanya dengan bercanda.


"Astagfirullah, aku lupa mas. Ternyata aku masih memiliki seorang paman," ucap Sky, ia pun terkekeh atas sikap nya yang tak sengaja melupakan sang paman.


"Astaga istri mas ini," ujarnya seraya mencubit pelan hidung mancung Sky.


"Mau aku adukan pada pamanmu, hm?" tanyanya dengan gurau.


"Jangan, nanti bisa-bisa paman marah dan tidak mau kasih uang padaku lagi," jawabnya.


"Kamu ini, jika hanya uang, suamimu ini juga tidak kalah kaya dengan pamanmu."


"Aku tau, tapi beda."


"Iya-iya seterah kamu saja." Galaksi pun mencium pucuk kepala istrinya itu.


"Sekarang kamu istirahat lah," ujarnya.


Sky pun tidur dalam dekapan suaminya, Galaksi pun ikut merebahkan tubuhnya di atas hospital bed, lantaran hospital bed itu memiliki ukuran besar.

__ADS_1


__ADS_2