Suami Misterius

Suami Misterius
Flashback ll


__ADS_3

"Jadi mereka tidak akan diam sampai mereka berhasil menyelakai gadis itu?" tanya Galaksi setelah mendengar penjelasan dari asistennya.


"Benar tuan," jawabnya.


"Apa anak buah kita sudah tau di mana markas mereka?"


"Sayangnya belum tuan."


"Sial, siapa sebenarnya mereka, kenapa sulit sekali menemukan komplotan mereka."


"Mungkinkah mereka juga dari salah satu mafia yang ada di negri ini, sangat mustahil jika anak buah kita belum mengetahui markas mereka, jika mereka hanya seorang gangster biasa, kecuali mereka memang berada di bawah klan mafia," tebak Mike.


"Bisa jadi."


"Aku harus melakukan sesuatu," gumam Galaksi.


"Tuan anda mau kemana?" tanya Mike, namun Galaksi terus berjalan ke arah tempat Sky di rawat.


Mereka pun sampai di tempat ruang ICU, yang dimana Sky di rawat.


Di sana Galaksi masih melihat pak RT dan istrinya berada.


"Permisi pak, Bu," ucap Galaksi.


Kedua orang tua itu pun menoleh ke arahnya.


"Eh, tuan ada apa? Apa ada yang ketinggalan?" tanya pak RT.


"Tidak ada," jawabnya.


"Hanya saja saya ingin ... "


"Ingin apa tuan?" tanya pak RT, lantaran Galaksi hanya diam saja.


"Saya ingin menikah dengan gadis itu," jawabnya.


"Apa!!!" ucap kedua orang tua itu, kecuali Mike ia hanya diam saja meski dirinya pun terkejut.


"Iya saya ingin menikah dengannya."


"Tapi kenapa, maksud saya apa alsan anda ingin menikah dengan neng Sky?"


"Saya tidak memiliki alasan apapun, saya hanya ingin menikah dengannya dan juga melindungi dirinya, saya tau dia seorang diri bukan, setelah meninggalnya kakek dia."


"Benar, tapi ... "


"Tidak ada tapi, jika saya tidak menikah dengannya maka saya akan cabut semua biaya pengobatan dan rumah sakit ini," ancam Galaksi.


Kedua orang tua itu pun saling tatap, mereka tidak tau harus berbuat apa.


Apa mereka mengijinkan pria itu untuk menikah dengan Sky, atau tidak.

__ADS_1


Tapi jika mereka tidak mengijinkan pria itu menikah dengan Sky, maka biaya yang sudah di bayar oleh pria itu akan di cabut.


Lalu nanti Sky bagaimana, sedangkan mereka saja tidak punya uang.


Dengan terpaksa pak RT pun menyetujui pernikahan antara Galaksi dan juga Sky.


"Huffstt. Baiklah saya ijinkan anda untuk menikah dengan Sky, tapi sebelum itu ... Maaf apa anda seorang muslim? Bukan maksud saya lancang, hanya saja lebih enak jika kalian menikah sama orang satu iman," ujar pak RT sekaligus bertanya.


"Bapak bisa melihat ktp saya," jawabnya seraya memberikan kartu tanda penduduk pria itu.


Dan benar saja pria yang dihadapannya ini seorang muslim.


Ya, Galaksi adalah seorang muslim dari lahir, ia mengikuti keyakinan dari mendiang sang ibu.


Begitupun dengan mendiang sang ayah yang juga menjadi seorang mualaf ketika dirinya berusia tiga tahun.


Lebih tepatnya ketika mendiang ayahnya itu mengundurkan diri sebagai ketua dari organisasi mafia milik sang kakek.


Karena itu lah mendiang kakek nya membenci mendiang kedua orang tuanya.


Sehingga pada saat kedua orang tuanya meninggal, dirinya di rawat oleh kakeknya.


Sehingga dirinya diajari tentang dunia bawah tanah.


"Baiklah kalau begitu siapkan berkas-berkas yang akan di bawa ke KUA. Besok saya yang akan mendaftarkan pernikahan kalian."


"Hm baiklah, kau dengar itu Mike."


"Ck kau ini, ambil berkas-berkas untuk mendaftarkan pernikahan ku, sekarang," ujarnya.


"Baik tuan, kalau begitu saya akan menghubungi salah satu anak buah kami tuan," ucapnya seraya undur diri untuk menghubungi anak buahnya.


"Hm."


"Kalau begitu kalian berdua pergilah, persiapkan semuanya, biar saya yang akan menjaga disini," ucap Galaksi pada kedua orang tua itu.


"I- iya."


Pak RT dan istrinya pun lantas pergi dari sana, mereka akan mengambil berkas-berkas yang nantinya akan di daftarkan ke KUA.


Sore itu semuanya sudah beres, semua berkas-berkas yang akan diperlukan untuk menikah sudah di daftarkan oleh pak RT ke KUA.


Keesokan harinya, di sebuah ruang ICU kini sudah ada beberapa orang.


Diantaranya, Galaksi, asisten Mike, pak RT, pak penghulu, dan juga dokter yang menangani Sky, serta satu orang perawat.


Sah.


Kata sah terdengar dari ruang ICU, yang artinya Galaksi dan Sky sudah menjadi sepasang suami istri secara sah baik agama dan juga negara.


Galaksi pun menyematkan cincin ke jari manis Sky, kemudian ia pun mencium kening Sky yang masih tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Galaksi pada orang-orang yang sudah mau menjadi saksi pernikahan dirinya dan juga Sky.


Saat ini mereka sudah berada di ruang ICU.


"Sama-sama," ucap semua orang.


Pak penghulu, dokter, dan perawat pun pergi dari sana, dan ini tinggallah Mike, pak RT, dan juga dirinya.


"Oh ya pak, saya titip Sky. Jika dia sadar tolong kabari asisten saya ini, dan jika dia menanyakan tentang pernikahan ini, katakan saja bahwa saya menikahinya karena tanggung jawab dan balas budi saya padanya, lantaran dia sudah menolong saya. Dan satu lagi, jangan katakan nama saya, jika dia bertanya mengenai suaminya, katakan saja bahwa saya melarang anda memberitahu kan padanya," jelas Galaksi.


"Baik," ucap pak RT.


Sebenarnya beliau ingin menanyakan alasan mengapa Galaksi menyembunyikan dan tidak memberitahukan pada Sky bahwa dia adalah suaminya.


Namun pak RT mengurungkan niatnya, lantaran melihat tatapan tajam dari Galaksi, seolah pria itu tau apa yang ingin ditanyakan oleh dirinya.


Singkat cerita, setelah waktu pun berjalan, sampai saat Sky meminta ijin bekerja, dari sana Galaksi pun sudah tau bahwa dia melamar pekerjaan di perusahaan miliknya.


Jadi oleh karena itulah, dirinya meminta HRD untuk menempatkan Sky menjadi sekretaris nya.


Selama dirinya tidak menemui Sky, Galaksi selalu mengirimkan uang pada Sky, termasuk pada keluarga pak RT.


Bahkan Galaksi pun memberikan beasiswa pada kedua anak pak RT, sebagai tanda terima kasih dirinya, atas bantuan dari pak RT.


Flashback off.


...***...


"Begitulah," ucap Galaksi ketika ia sudah menjelaskan semuanya.


Sementara Sky, ia hanya diam saja, Sky pun beranjak dari duduknya.


"Sebaiknya tuan pulang lah," ucapnya menyuruh Galaksi untuk pulang ke rumah pria itu.


"Apa? Tapi kenapa? Bukankah kamu sudah tau, kalau kita ini sudah menikah?" tanyanya dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Ya memang, tapi aku butuh waktu untuk menerima semua ini, aku harap anda bisa mengerti," jawabnya.


"Huffstt, baiklah, aku pulang dulu."


Galaksi pun beranjak dari duduknya, kemudian ia melangkah menuju pintu kamar, baru saja ia membuka pintu itu, tiba-tiba suara Sky menghentikan langkahnya.


"Wa'alaikumusalam," celetuk Sky.


Galaksi pun berbalik seraya mengucapkan salam. "A- assalamu'alaikum," ucapnya.


Kemudian ia pun keluar dari kamar Sky.


"Wa'alaikumusalam," lirih Sky, ketika pintu tertutup dari luar.


Ia pun menghela nafasnya, kemudian membuka mukenanya dan menaruh di tempatnya, setelah itu ia pun mulai merebahkan tubuhnya di ranjangnya, tak lama ia pun mulai mencoba untuk tidur.

__ADS_1


Namun tetap saja ia tak bisa memejamkan matanya, lantaran banyak sekali pikiran yang terus menari di kepalanya itu.


__ADS_2