Suami Misterius

Suami Misterius
Honeymoon (Mike & Riri).


__ADS_3

Lusanya, Mike dan Riri, akan berangkat ke bandara untuk pergi ke Paris.


Mereka diantar oleh Sky dan Galaksi.


Tak lama mobil yang dikendarai oleh Galaksi pun tiba di bandar internasional Soekarno-Hatta.


"Selamat berbulan madu, Bestie. Semoga pulang dari sana, segera mendapatkan kabar yang baik," ucap Sky, saat mereka sudah berada di dalam bandara.


"Terima kasih, aamiin."


"Selamat mencetak gol, kawan," ujar Galaksi pada Mike.


"Hm, thanks."


"Ck, dasar kutub es," ucap Galaksi berdecak.


Mike pun hanya diam saja mendengar ucapan dari Galaksi.


"Suami ku tersayang, seharusnya kamu itu ngaca," ujar Sky pada suaminya itu.


Mendengar perkataan istrinya itu, Galaksi pun hanya diam saja.


"Yasudah kalau begitu kami pamit," ucap Riri.


"Iya, hati-hati, semoga selamat sampai tujuan," ucap Sky setelah membalas pelukan dari temannya itu.


"Aamiin," ucap Mike dan Riri.


"Assalamu'alaikum," ucap keduanya lagi.


"Wa'alaikumusalam," balas Galaksi dan Sky.


Setelah Mike dan Riri sudah tak terlihat, mereka pun pergi dari bandara itu.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Galaksi.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Tidak, aku hanya ingin pulang ke mansion," jawabnya.


"Baiklah." Galaksi pun mulai melajukan mobilnya menuju mansion mereka.


Tak lama mereka pun sampai di mansion, di sana mereka melihat Steven yang hendak pergi.


"Paman mau kemana?" tanya Sky, saat dirinya baru turun dari mobil.


"A- anu, paman ... Paman ada kepentingan yang mendesak, jadi sebab itu paman pergi dulu," jawab Steven agak terbata-bata.


"Ohhh."


Sementara Galaksi yang melihat Steven, apalagi mendengar jawaban dari paman istrinya itu, membuat Galaksi curiga.


Namun Galaksi mencoba untuk tidak perduli.


"Yasudah paman berangkat dulu," ucap Steven.


"Iya paman hati-hati," ujar Sky, dan di balas acungan jempol oleh pamannya itu.


Setelah mobil Steven pergi, barulah keduanya masuk kedalam mansion.


Di dalam mansion, Sky tidak melihat keberadaan Lily, ia pun bertanya pada beberapa pelayan, dan juga pada Inah, siapa tau mereka tau kemana perginya Lily.


"Bibi lihat kak Lily tidak?" tanyanya pada salah satu pelayan yang seumuran dengan Bu Inah.

__ADS_1


"Maaf nyonya, saya tidak tau," jawabnya.


"Panggil saya nona saja, jangan nyonya. Yasudah, kalau gitu terima kasih ya," ujar Sky.


"Sama-sama non," ucap pelayan tadi.


"Wah istri tuan Galaksi benar-benar baik dan ramah ya, dia tidak pernah membeda-bedakan kita," ucap salah satu pelayan yang menghampiri pelayan yang berbicara dengan Sky tadi.


"Kamu benar."


Sementara di dalam kamar, Sky yang melihat suaminya tengah duduk sambil memangku laptop, di ruang santai yang ada di kamarnya itu pun menghampirinya.


"Mas, kira-kira kemana perginya kak Lily, ya?" tanyanya, setelah duduk di samping suaminya itu.


"Entah, memangnya kenapa?" jawabnya sekaligus bertanya, namun matanya itu masih fokus pada laptopnya.


"Ya gak pa-pa sih, aku cuman mau ngajak kak Lily nonton drama kesukaan ku," jawabnya.


"Kamu udah telepon Lily?" tanya Galaksi, ia pun menutup laptopnya dan menaruhnya di atas meja.


"Sudah, aku sudah menghubunginya beberapa kali, tapi gak diangkat-angkat."


"Memangnya kamu pingin banget nonton?" tanya Galaksi lagi, dan Sky pun menjawab dengan anggukan.


"Yaudah kalau gitu, kita nonton berdua, gimana?"


"Emang mas gak pa-pa."


"Lah, memangnya kenapa?"


"Ya, aku takutnya, mas gak suka nonton."


"Apapun demi kamu aku akan lakuin, meski aku tidak suka."


"Cih gombal."


"Emm di televisi ini saja."


"Oke."


Mereka berdua pun akhirnya menonton drama kesukaan Sky bersama.


...***...


Sementara disisi lain, Lily yang tengah dicari-cari oleh Sky pun baru keluar dari gedung apartemen.


Entah apa yang ia lakukan di sana, hanya dirinya lah yang tau.


Setelah itu, ia pun masuk kedalam mobil miliknya, dan mulai meninggalkan gedung itu, serta kembali ke mansion tempatnya bekerja.


Tak lama, ia pun sampai di mansion, Lily pun langsung masuk kedalam mansion.


Pada saat di dalam, ia bertemu dengan Sky yang baru saja turun dari lift.


"Kak Lily, kak Lily darimana saja, dari tadi aku menghubungi kakak, tapi tidak diangkat-angkat, apa kakak baik-baik saja?" tanya Sky.


"Ah, i- iya. Aku baik-baik saja, maaf handphone ku baterainya habis," jawabnya.


"Lalu darimana saja kakak?"


"Aku ... Ada urusan pribadi."


"Ohhh, yasudah."

__ADS_1


"Memangnya ada apa kamu mencari ku? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanyanya, Lily pun bersikap biasa saja.


"Tidak, tadinya aku ingin mengajak kakak menonton, tapi aku sudah menonton dengan suami ku," jawab Sky.


"Jika tidak ada hal lagi, aku permisi ke kamarku," ucapnya.


"Ya, silahkan."


Lily pun pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua.


"Ada apa dengannya," gumam Sky yang melihat punggung Lily tidak terlihat lagi.


Sky pun melanjutkan langkahnya ke dapur guna mengambil air minum.


...***...


Di tempat lain, tepatnya di negara Prancis, kedua pasang pengantin baru itu baru saja tiba beberapa jam yang lalu.


Setelah menaruh koper milik mereka di hotel, dan beristirahat sebentar, malam harinya mereka pun memilih jalan-jalan di sekitar menara Eiffel, sebentar.


Setelah asik berjalan-jalan dan melihat pemandangan, dan mengambil beberapa foto bersama.


Mike dan Riri pun memilih, pergi makan malam di salah satu restoran yang ada di sana.


Mereka pun makan di sebuah restoran yang pastinya menyajikan makanan halal.


Mereka berdua pun mulai memesan menu makanan khas Prancis.


Setelah selesai makan malam, keduanya pun memutuskan untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.


"Tu- Tuan, apa kita tidak salah masuk kamar?" tanya Riri, pasalnya saat ini kamarnya sudah dihias dengan berbagai bunga dan juga beberapa lilin aroma terapi.


Ya, saat ini mereka sudah berada di kamar mereka.


"Tentu saja ini kamar kita, dan satu hal lagi, jangan panggil aku tuan," ujar Mike.


"Lalu aku harus memanggilmu apa? Jika bukan tuan," tanya Riri.


"Itu seterah kamu, tapi yang jelas, jangan panggil aku dengan sebutan tuan, dan kakak. Karena aku bukan tuan mu dan juga kakak mu, aku ini adalah suamimu."


"Baiklah, bagaimana dengan sebutan mas? Sama seperti Sky yang memanggil tuan Galaksi dengan sebutan mas."


"Boleh," ucapnya seraya menarik pinggang istrinya itu dalam pelukan.


"Ma- mas, mau apa?" tanya Riri gugup.


"Tentu saja melakukan ritual pengantin baru," jawabnya, dengan berbisik di telinga Riri.


Riri yang mendapatkan bisikan dari suaminya, seketika menjadi merinding lantaran tidak biasa.


"Apa kamu siap?" bisik nya lagi.


"Tu- tunggu dulu, aku harus mandi dulu. Lagi pula, kita juga harus melaksanakan sholat sunah dua rakaat terlebih dahulu," jawab Riri.


"Oh iya aku lupa, yasudah lebih baik kamu duluan saja yang mandi," ujar Mike, ia melupakan ajaran yang ia pelajari baru-baru ini, setelah menjadi seorang mualaf.


Riri pun bernapas lega, ia pun segera berlari ke arah kamar mandi, sebelum suaminya itu berubah pikiran.


Sementara Mike, ia duduk di sofa yang ada di sana, menunggu istrinya itu mandi.


...***...


Jangan lupa sehabis baca, usahakan like, komen, vote, gift, subscribe, dan beri ulasan bintang lima, jika kalian suka dengan cerita Galaksi dan Sky iniπŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


Terima kasihπŸ™


Selamat membaca πŸ’š


__ADS_2